LOVE UNTIL JANNAH

LOVE UNTIL JANNAH
Rajia orang Ganteng



Happy Reading guys


......................


"Makasih ya A, ternyata dibalik sikap menyebalkan AA ternyata AA paham yang beginian" jawab Jannah, Ghani merem motor nya dan Jannah Tersentak kaget


"Kebiasaan rem mendadak terus" ucap Jannah kesal sambil memukul pundak Ghani


"Kau liat kita kena rajia, kita diberhentikan polisi itu" ucap Ghani sambil menunjuk ke arah pak Polisi.


"Selamat pagi" ucap pak Polisi


"Selamat pagi pak" Jawab Ghani sambil membuka helm, Pak Polisi tersebut kaget ternyata dia mengenalinya


"Pak Ghani, loh bapak kenapa pakai motor, Loh bukannya Ini Bu Jannah ya? " tanya pak Polisi kepada mereka


"Pagi pak Andre" jawab Jannah sambil tersenyum


"Kau jangan senyum ke arah cowok lain" ucap Ghani posesive


"Ish" desis Jannah tak terima


"Iya pak, menghindari macet" jawab Ghani datar


"pak kok tumben ada rajia, Rajia apa? " tanya Jannah


"Rajia Orang Ganteng" jawab Ghani dan pak Andre bersama


"Kalau Rajia orang ganteng AA kena dong" ucap Jannah polos dan ditanggapi tawa pak Andre


"Udah pasti kena bu, ga lihat apa bu pak Ghani ganteng nya kelewatan" Goda pak Andre


"Kau mengakui aku ganteng ternyata" ucap Ghani, Jannah hanya memanyunkan bibirnya.


"Boleh lihat surat-suratnya pak Ghani" tanya pak Andre dan Ghani memberikan surat-suratnya


"Semuanya lengkap, oh ya bu Jannah kemarin saya tidak sempat ikut rapat orang tua murid" ucap pak Andre


"tidak apa-apa pak" jawab Jannah


"Silahkan lanjutkan perjalanan, hati-hati di Jalan" ucap pak Andre mempersilahkan melanjutkan perjalanan


"A kenapa jalannya lambat banget sih" tanya Jannah


"Sengaja, buat kenangan kita dan buat aku ceritakan kepada anak-anak kita nanti kalau babah dan ibu nya punya kenangan kena rajia orang ganteng" Jawab Ghani terkekeh


"Siapa yang mau jadi ibu anak-anak mu, pria menyebalkan" jawab Jannah beda di mulut dan lain di hati, Jannah yang mendengarkan jawaban Ghani hati nya menghangat dan berbunga-bunga dan tambah merekatkan pelukannya. Ghani yang menerima perlakuan Jannah tersenyum dan hati nya menghangat.


"kau masih saja mengumpat ku , tunggu hukuman ku" jawab Ghani.


"A turunin aku di depan ya, aku ga mau jadi heboh" ucap Jannah, Ghani nampak bergeming masih melanjutkan perjalanan sampai lobi


"Turunin ga disini, Ish nyebelin banget sih"


"Bawel tinggal diem saja apa susahnya" Jawab Ghani. Jannah menunduk malu saat motor memasuki halaman lobi Balai kota. Tak berapa lama mereka tiba di pelataran lobi Balai kota. yang sudah di tunggu Adhan, Dimas dan kepala Dinas Pendidikan dan beberapa staf nya. Ghani dan Jannah melepas Helm yang mereka pakai.


"Pagi Pak Ghani... Loh bapak naik motor?, bapak dengan siapa?, bukan kah ini bu Jannah" Sapa pak Teguh


"Pagi, Iya pak biar ga macet, oh ini calon Istri saya" jawab Ghani datar sambil merangkul pinggang Jannah. wajah Jannah memerah karena malu dia hanya menundukkan wajahnya.


"Mari pak motor nya biar kami parkir kan" ucap salah satu staf anak buah pak Teguh. Ghani memberikan kunci motor beserta 2 helm ke staf tersebut.


"Pagi Tuan, pagi Nona, ini Tuan berkas yang anda minta" ucap Adhan


"Lebay pake Tuan segala" ucap Ghani


"Pagi mas Adhan, Jangan pake Embel-embel nona kenapa" jawab Jannah


"tidak bisa Nona, itu sangat tidak sopan, karena Nona calon Istri Tuan Ghani" jawab Adhan


"Ya terserah mas Adhan saja" jawab Jannah kesal, Ghani Adhan dan pak Teguh nampak berbincang sambil berjalan, Jannah masih menundukkan wajahnya karena malu, Ghani yang melihat Jannah menunduk berbisik


"Tegakkan kepala mu, aku ga mau melihat seorang nyonya Ghani merendah seperti itu" ucap Ghani


"iya" jawab Jannah datar. Semua mata pengunjung Balai kota melihat ke arah Jannah heran dan iri bisa-bisanya guru honorer seperti dia dekat dengan pengusaha Jaringan ritel sukses.


......................


"Nad, yang bersama si Jannah siapa? kok gua baru lihat? " tanya bu Reni


"Bu Reni ketinggalan berita, itu calon suaminya Jannah, ganteng ya bu? " jawab Nadia


"Calon suami, sejak kapan?, iya ganteng pake banget. kok anak itu ga cerita sama gua? " ucap Bu Reni


"Lo sih cuti bu Ren, lo tanya sendirilah sama tuh anak" jawab Nadia terkekeh


"Jannah" panggil bu Reni


"A aku ke teman-teman aku dulu ya" ucap Jannah minta izin


"Ya, ingat jangan nunduk. tunjukan siapa kamu" jawab Ghani


"Ish, selalu saja" Jannah menghentak-hentakan kaki nya karena kesal dengan Ghani


"Sudah sana, tuh anak walikota sudah nunggu"


"Iya" jawab Jannah lalu menghampiri Bu Reni dan Nadia


"Bu Reni sudah datang?gimana acaranya kemarin? " tanya Jannah basa-basi sambil senyam-senyum .


"jangan basa-basi, gua butuh penjelasan bareng siapa lo tadi" tanya Bu Reni


"Oh itu, bareng pak Ghani" jawab Jannah asal


"Oh mau main Rahasia sama gua rupanya, hem... "


"Ntar aku jelasin bu Ren, yuk masuk dulu" jawab Jannah


"Uhuy udah dianter yayang nih kesini, eh salah bareng"


ucap Nadia, Jannah melotot menatap tajam ke Nadia dan Nadia terkekeh geli.


"Berisik" jawab Jannah ketus. Lalu mereka masuk ke dalam gedung aula tempat diselenggarakan acaranya. Tidak berapa lama acara dimulai. pidato pembuka disampaikan oleh kepala Dinas yang memberikan infomasi tentang pembukaan Calon Pegawai PPPK ( P3K )


*PPPK sendiri adalah singkatan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Menurut ketentuan Undang-undang nomor 5 tahun 2014, PPPK guru termasuk dalam kategori aparatur sipil negara (ASN). Seperti PNS, PPPK guru maupun non-guru mendapatkan gaji dari negara. Gaji PPPK guru beserta tunjangannya akan dibayar rutin setiap bulan*


Semua peserta tampak menyimak dengan fokus dan mencatat poin-poin penting.


setelah pidato dari kepala Dinas di lanjutkan pidato Walikota. Pak Wali menyampaikan guru wajib lolos dalam program P3K ini karena ini perintah langsung dari Presiden bahwa nanti di Indonesia sudah tidak ada yang namanya guru Honorer yang kesejahteraannya tidak terjamin.


"Jadi saya harap kepada para bapak-ibu guru yang ada di kota kita tercinta ini bisa lolos, dan saya do'akan bapak-ibu semua berhasil" ucap pak Firmansyah dalam pidato nya


"Dan kita harus berterima kasih yang sebesar-besarnya karena ada perusahan besar yang Sudah memberikan dedikasinya untuk kota kita yang tercinta ini. jarang ada perusahan besar yang mengadakan CSR sebesar ini kepada kota kita. terima kasih buat Mas Ghani Abdul Rahman dari ArRahman Group. karena perusahan beliau memberikan Dana CSR berupa Gaji tambahan untuk semua guru yang ada di kota ini dan bea siswa untuk keluarga guru yang berprestasi" ucap pak Firmansyah lagi dalam pidato nya, semua peserta tampak bersorak gembira. Tampak seorang gadis menginterupsi pak wali kota,


"Maaf pak, Kapan Dana itu cair pak? " tanya Jannah polos. semua mata pengunjung melirik dan melihat arah suara ke Jannah.


"Jannah beg* kenapa nyeplos gitu" gerutu Nadia malu,


"Biarin Aja sih, kan aku cuman nanya" jawab Jannah, tampak Ghani yang mengenal suara gadis pujaannya geleng-geleng kepala karena kepolosan Jannah.


"Benar pak kapan? " tanya peserta lain. "iya pak kapan" semua peserta tampak riuh. pak Wali tampak tersenyum dan berucap.


"untuk soal itu nanti akan dijelaskan oleh Mas Ghani sebagai pemberi Dana CSR" ucap pak wali dan pak wali menutup pidato nya dan kembali ke tempat duduknya.


"Lo bikin malu nah" ucap bu Reni


"Iya malu-malu in" Nadia menambahkan


"Kenapa emangnya, aku kan nanya hak kita" ucap Jannah polos


"Hak gundul mu, pokoknya gua malu" ucap Nadia.


"Bodo amat" ucap Jannah lagi


...bersambung...


......................