
Happy reading guys
......................
Ghani memarkirkan mobilnya di Warkop Egi, lama Ghani berada di dalam mobil entahlah apa yang dilakukan Ghani di dalam mobil, Hingga seorang pemuda tinggi kekar berkulit sawo matang, tampan ciri khas pemuda Desa mengetuk kaca mobil Ghani
tok... tok.. tok
suara ketukan kaca membangunkan Ghani, lalu ia menurunkan kaca mobilnya
"Naon sia, seserian kos jelma edan? ( Ada apa lo, cengar-cengir seperti orang gila? ) " ketus Ghani, lalu menaikan kembali kaca dan keluar dari mobil, melangkah masuk kedalam warkop meninggalkan Egi yang berdiri mematung.
"Anyiing, aing ditinggal" Gumam Egi, dan mengekor Ghani masuk kedalam warkop
"Bos, muka jelek amat keur suntuk lin? Tanya Egi
*lin adalah eja tambahan logat sundanese *
Ghani tidak menjawab pertanyaan Egi, Ghani mengamati setiap sudut warkop yang tampak ramai oleh anak-anak SMA, mahasiswa, karyawan, dan pegawai ASN. memang saat ini waktu jam makan siang jadi wajar jika warkop Egi tampak ramai. kehadiran Ghani menarik perhatian para pengunjung terutama kaum Hawa, Terus memandangi Ghani dengan tatapan yang terpesona.
"Rame juga warkop maneh, Gi" ujar Ghani sambil menaiki tangga menuju lantai balkon. Tempat yang dulu ia jadikan kantor kedai minuman kekinian, sekarang tempat itu dijadikan markas Ghani berkumpul bersama teman-temannya.
"Alhamdulillah A Bos, gara-gara ibu guru viral warkop urang jadi Ramai" jawab Egi
"Tumben A Bos kemari siang-siang, suntuk banget kayanya? tanya Egi lagi, sambil duduk di sofa sebrang Ghani yang sedang Rebahan di sofa.
Ghani bangkit, lalu duduk bersandar di sofa sambil memijit pelipisnya.
"Gi, urang di teror" ujar Ghani lirih, sambil menarik nafas panjang lalu Ghani menceritakan kejadian tadi pagi ke Egi.
"kita harus hati-hati A, terus langkah selanjutnya apa?" ujar Egi
"Entahlah Gi, waspada dan hati-hati itu wajib apalagi ini menyangkut tiga wanita yang gua sayang?" jawab Ghani, tiba-tiba Ghani teringat foto driver Ojol yang mengantar paket itu, Ghani mengambil smartphone nya menunjukan gambar si Driver tersebut ke Egi.
"Ini mah si Juned A Bos, dia biasa nongkrong disini" ujar Egi, Ghani kaget dan teringat tentang si Juned itu. lalu ia merogoh kantong celana bermaksud mengambil smartphone nya untuk menelpon Adhan, belum Ghani menelpon, Adhan terlebih dahulu menelpon nya. Ghani menggulirkan tombol hijau guna mengangkat telepon
Ghani : "Halo, panjang umur lo baru gua mau nelepon lo"
Adhan : "Iya bos, kita sudah menemukan Driver pengirim paket, namanya Juned"
Ghani : "Bagus, iya gua tau namanya Juned dari si Egi, terus orangnya dimana?"
Adhan : "Orangnya ada di anak buahnya si Roni, sedang di Jalan"
Ghani : "Bawa dia ke Markas, nanti masuknya lewat pintu samping jangan lewat pintu depan, gua ga mau orang-orang tau, Dan kalian langsung ke Markas"
Adhan : "Siap bos 86"
tuuuttuuutuuut
Ghani mematikan sambungan teleponnya, lalu Adhan dan kawan-kawan berangkat ke Markas. tiba-tiba perut Ghani berasa Lapar, pantas saja dia merasa Lapar karena dia sudah melewati jam makan siang. Ghani bergegas turun kebawah memesan makanan.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki menuruni tangga, Ghani mengambil tempat dipojokan dekat jendela dan mulai menyantap makan siangnya seorang diri. Selesai menyantap makan siang dia dikejutkan kehadiran seorang wanita.
"Hai, sendirian saja? " tanyanya
"Apakah anda melihat saya dengan seseorang?" jawab Ghani dingin,
"Sepertinya tidak, Bagaimana kabarmu?" Tanya gadis itu lagi,
"Apa mata anda tidak dapat melihat dengan jelas Nona?, untuk apa anda menemui saya lagi? ketus Ghani,
"Aku menagih janji mu" ujar wanita tersebut
"Cih Janji, Setelah sekian lama kau menghilang tiba-tiba datang menagih janji? apa kau tidak mengecek kembali chating terakhir ku atau email ku?, sudah lah aku sibuk" Ghani melangkah pergi, kembali ke lantai atas karena dia sudah ditunggu kawan-kawan nya.
"Ghani... Ghani" teriak Wanita itu memanggil Ghani "Liat saja aku akan terus menagih Janji mu" gumam nya sambil mengecek kembali chating terakhir dari Ghani dua tahun yang lalu yang belom sempat iya baca
dalam Room Chat
Ghani : hai apa kabar mu, kamu tau disini aku sangat merindukanmu
Ghani : Hai
Ghani : Hai
Ghani : Hai
Ghani : Hari ini, aku sedang bahagia, dan kamu tau yang membuatku bahagia, melihat foto mu di sosmed kamu begitu bahagia, selamat ya atas kelulusan mu.
Ghani : Hai apa kabar
Ghani : Apa kabar?
Ghani : Hmm..
Ghani : Hai, sepertinya usahaku selama ini sia-sia, baiklah mulai Hari ini aku tidak akan mengganggumu dengan mengirim pesan, dan aku akan membuka hatiku untuk seseorang yang tulus mencintai ku, dan aku sudah sangat lelah dengan mu, setiap aku akan membuka hatiku untuk seseorang kamu selalu hadir, dan aku menutup hatiku kembali untuk gadis lain, dan aku berusaha setia dan menjaga hatiku, dan mungkin kamu akan mencintai ku dengan tulus ternyata aku salah, Mulai Hari ini aku tidak akan mengganggumu. dan lupakan akan janjiku, anggap saja aku sedang bercanda. semoga kamu bahagia.
Pesan dari Ghani yang dia kirimkan tidak pernah dibalas jangankan dibalas dibacapun tidak. dan Hari ini wanita itu baru membuka pesan chating yang Ghani kirimkan setelah dua Tahun.
"Akkh.... SIAL" Umpatnya "Kenapa aku begitu bodoh" Wanita itu meruntuki kebodohannya selama ini.
dan di markas Ghani dan Kawan-kawan nya sedang mengintrogasi Juned
Bugh
bugh
bugh
"SIAPA YANG MENYURUHMU MENGIRIMKAN PAKET ITU, BAN***T" Ghani dengan emosi meluapkan kemarahannya, dan tampak Adhan dan Egi menahan Tubuh Ghani agar tidak terus-terusan memukuli Juned
"Ampun bang, saya hanya mengirim paket ini sesuai aplikasi" ujar Juned.
"Aplikasi, Aplikasi.., sedangkan di aplikasi mu tidak ada pengiriman ke alamat kantor ku, BAJINGAN!! " Ghani makin emosi
"CEPAT KATAKAN!!, ATAU KAU MAU ORANG YANG KAU SAYANGI INI TERJADI SESUATU!! " gertak Ghani sambil menunjukan foto istri dan anak Juned yang berada di rumah sakit.
"Ampuni saya tuan, saya hanya disuruh" dengan gemetar Juned menceritakan kejadiannya itu
~Flashback On~
"Ya sayang aku akan usahakan" Ujar Juned dalam sambungan teleponnya
"Jangan lupa ya yank, kamu harus mendapatkan uang 1.500.000 itu, ini jatuh tempo kita bayar kontrakan"
"Iya sayang akan aku usahakan, dah ya abang narik dulu"
"Iya abang sayang, Hati-hati dijalan jangan ngebut. I love you"
"Love you too " Jawab Juned sambil memutus panggilan teleponnya dan menarik nafas panjang sedang berfikir dari mana ia akan mendapatkan uang itu sedangkan hari ini saja dia belum mendapatkan penumpang, karena akun tempat ia mencari nafkah sedang tersuspen tiga hari. "duh gimana aku harus mendapatkan uang nya, apa aku harus merampok? atau aku akan pinjam ke teman-teman. pinjampun rasa nya
percuma mana ada yang punya uang segitu banyak" gumam nya sambil mengacak-acak rambut frustasi.
tampak seseorang di dalam mobil terus Memperhatikan nya. lalu pria tersebut menghampirinya
"Selamat sore bang, perkenalkan Saya Tomi Saya boleh minta tolong ke abang? " ujar seseorang bernama Tomi
"Sore, minta tolong apa ya bang? "
"Jadi begini bang, di dalam mobil itu ada Nona majikan
Saya, beliau ingin memberikan surprise ke Tuan Ghani di alamat ini" bohong Tomi, sambil memberikan box dengan alamat yang dituju
"Bagaimana bang? "
"Kenapa tidak memakai Aplikasi saja? " ujar Juned hendak menolak
"Lewat aplikasi itu ribet bang, Saya juga tidak punya aplikasi nya, jika abang mau mengantar kan Saya akan beri 2 juta, Juned tampak berfikir dan menimbang-nimbang isi paket tersebut.
"ini bukan Barang Haram kan " ujar Juned tegas
"Bukan bang, ini hanya Barang yang spesial untuk Tuan Ghani" Juned terus berfikir dan akhirnya memutuskan menerima paket itu,
"Baiklah Saya akan mengantar kan paket ini, dan berikan uang nya secara cash" ujar Juned lagi, dan kedua nya deal dan tersenyum.
~Flashback Off~
"Cih, demi uang 2Juta, apa kau tidak berfikir jernih bang? ujar Egi
" Maafin Saya A Egi Saya khilaf, Saya salah" jawab Juned lirih
"Kan udah gua bilang bang, kalau ada apa-apa omongin ke gua, kalo bisa gua bantu ya gua bantu. bukan seperti ini bang" Ujar nya lagi "terus kalau yang abang antar itu Narkoba dan abang ketangkap atau bisa jadi abang hanya dijadikan kambing hitam bandar besar buat tukar kepala, bagaimana? " Ujar Egi lagi menasehati Juned
"ketemu... ya ketemu... " Ujar Amri dan semua orang menoleh ke arah Amri
"Apa nya yang ketemu? " Tanya Ghani,
"DulMajid, Ternyata yang mengirimkan paket itu DulMajid" Ujar nya lagi dan Adhan tersentak kaget
"Jadi benar si Tua Bangka itu sudah bebas?" Ujar Adhan
"SIAL kenapa dia bisa bebas?" Ujar Ghani
...Bersambung...
...****************...
Siapa nih DulMajid, dan terus siapa wanita yang menemui Ghani.. belum apa-apa sudah ada wanita ular... dan apa DulMajid dan Wanita ular ini ada kaitannya?