LOVE UNTIL JANNAH

LOVE UNTIL JANNAH
Masih Pertemuan



"Kak Jannah, ini beneran kakak????? " ujar Dea senang Dan terharu setelah 2 tahun tidak bertemu dengan sahabat yang dia anggap kakak nya itu


"iya ini aku, Dea kamu sehat?? tumben kamu ke HO?"


"iya kaka aku sehat aku habis nerima SK pengangkatan promosi jabatan kak, kak Annah kemana aja?? aku kangen sama kakak nomor mu sudah tidak aktif, aku cari di sosmed juga ga aktif lagi sosmed mu, kakak sehat kan?? duh kakak semakin cantik aja pakai seragam guru " Dea berpelukan sambil meneteskan air mata karena terharu


"udah jangan nangis, ini aku baik-baik aja wah selamat ya sayang akhirnya naik jabatan, jadi apa nih boleh dong traktirannya? "


"Alhamdulillah kak, megang Area aku perbesok, pasti kak


Jannah Dan Dea terus mengobrol sambil berjalan menuju aula Dan....


"bruuuuuk"


dua orang anak berlarian menabrak Jannah Dan Hampir jatuh Dan untung sesorang menangkap nya


"Makanya kalau jalan jangan sambil ngobrol" hentak sesorang


"KAMUU"


"Ya Nona Saya, apa pernah kita bertemu sebelum ini??"


"Ya Allah jantung ku kenapa ini? kenapa melihat tatapan pria ini lagi, jantungku tak karuan, mana ganteng lagi Astagfirullah " Bathin Jannah?


"Eh be... belum tuan" Bohong Jannah


"Kenapa gugup Nona? "


"Aku tidak gugup, cuman terkejut"


"Hmm, terkejut karena kita bertemu kembali?? "


"Iya tuan, eh ga tuan maaf"


"Hahahahhahaha sudah kuduga kita bertemu kembali, Menikah lah dengan ku!!! " Ucap Ghani penuh penekanan dan mengintimidasi.


"What" Jannah Dan Dea kaget dengan ucapan Ghani ngaur.


"Hey kamu bukannya kamu Area Manager baru? kenapa masih disini? apa penjelasan si Jaya kurang? apa kamu sedang berusaha menggoda Pria yang berdiri didepan sana? " Ucap Ghani ke Dea sambil menunjuk ke arah Asistennya.


"Eh tidak pak, Saya sedang bahagia baru ketemu kak Jannah lagi pak? "


"Siapa Jannah?? Karyawan disini?? kok Saya ga tau Ada yang nama nya kampungan dikantor ini" ucap Ghani asal yang memang sengaja meledek Jannah untuk mengetahui reaksi Jannah saat nama nya disebut kampungan, padahal dia tau kalau nama itu memeliki arti yang bagus.


"Hey itu namaku tuan Ghani Abdul Rahman yang terhormat, nama itu pemberian orang tua ku jadi jaga ucapan anda!! "


"Wow Amazing kamu sudah tau namaku, itu artinya kamu sudah siap kalau kita menikah, jadi kapan kamu siap Saya bawa ke KUA? " Ghani terus menggoda padahal di hati kecilnya keinginan menikahi Jannah sangat besar.


"Dasar Gila" Jannah berlalu masuk ke Dalam aula meninggalkan Ghani di koridor


"Hey kamu matamu tidak bisa berbohong kalau dari tadi kamu terus menatap Asisten ku, apa kamu jatuh cinta sama dia?? kalau iya kamu harus siap-siap Sakit hati sama pria Judes itu, hahahhahaha" Ghani berlalu masuk ke Dalam aula saat Adhan memanggil nya untuk memberikan hadiah Dan kenang-kenangan.


"Tampan berwibawa tapi kenapa dia konyol Dan stress begitu" gerutu Jannah sambil berjalan kesal


"Wah Ada yang jatuh cinta, kayanya udah siap nih jadi nyonya Ghani" ucap Dea Menimpali gumaman Jannah.


"Siapa yang jadi Nyonya Ghani nah?? " tanya Nadia bingung


"Aku Nad, Astagfirullah ga bu... bukan bukan itu... " Salah satu keajaiban dari seorang NurJannah  akan berbicara Jujur sesuai dengan hati dan perasaan saat ini yang di rasakan nya.


"Hahahahaha" Dea tertawa keras sampai semua orang yang Ada di Aula menatap kearahnya,.


"Maaf-Maaf semua nya, hehehe" decit Dea


"Kamu malu-maluin banget sih De?, oh ya De kenalin sahabat kakak nama nya Nadia.


"Nadia"


"Dea"


mereka berjabat tangan berkenalan.


"jadi kak Annah Beneran nih mau jadi Nyonya Ghani!? "


"DEEEEEAAAAAA" Jannah mendengus kesal ke dea Dan anak itu berlari menghindari amukan Jannah.


Rambut kuncir kuda Dea di tarik seseorang Hampir dia Terjengkang.


"Hai gadis mesum Barbar, dari tadi aku perhatikan kamu berisik Dan berulah, ikut aku!! " Adhan menarik rambut Dea seperti memegang anak kucing.


"Hey pak... pak.. Saya mau dibawa kemana?? "


"Ruangan eksekusi" jawabnya dingin


"kreeeek" Adhan membuka ruangan kerjanya Dan menarik Dea ke Dalam.


"Aduuuh ini tuan Asisten mau apa coba, masa gw berduaan gini di Dalam apa jangan dia mau berbuat yang tidak-tidak sama gw? apalagi tadi dia bilang tempat eksekusi , Ya Allah jantung ku kenapa degdegan gini sih" Bathin Dea bermonolog


"Hei kau jangan berpikir mesum kepada ku, aku cuman mau menanyakan sesuatu, begini..... "


Acara melelahkan hari ini selesai Dan murid-murid SD dan dewan guru akan bersiap-siap kembali ke sekolah mereka.


"Ayo anak-anak masuk kembali ke bus jangan sampai Ada yang tertinggal" ujar Jannah Dan Nadia kepada murid-muridnya.


"Dea.... De " Jannah berteriak memanggil Dea yang baru keluar lobi seperti orang bingung mencari seseorang, Dea lalu menghampiri Jannah Dan Nadia


"Kamu pulang naik apa De? bawa kendaraan ga kamu? kalo ga bawa bareng kita aja naek bus, kakak masih kangen sama kamu"


"Boleh kak?? aku ga bawa kendaraan kak, tadi kemari naik Gojek"


"Yaudah bareng kita aja, kayanya kamu itu orang nya asik deh De" ucap Nadia yang senang dengan Dea.


"Ayo masuk, kasian yang lain udah nunggu"


Bus melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan gedung ArRahman kembali ke sekolah. Dan di Dalam perjalanan pulang Dea Nadia Dan Jannah asik ngobrol Dan bercanda.


"Dea kapan-kapan kita Hangout bareng ya, sepertinya seru tuh nanti kita kenalin sahabat kita lagi orang nya sebelas dua belas sama kaya kamu, mau ya kamu jadi sahabat ku" ucap Nadia


"Pasti kak, aku seneng banget ketemu sama kakak Dan kakak mau jadi sahabat aku, mulai sekarang kita sahabatan ya kak!! "


~Di gedung ArRahman~


"Dhan lo lanjutin meeting sama Team Marchandiser, Gw mau balik dulu gw tunggu hasilnya entar malem"


"Siap Bos, gw udah Ada bahan juga nih buat nyerang mak Lampir kalau-kalau dia berulah"


"Ogheey gw percaya sama lo"


"Lo balik ke rumah apa balik kesekolah?? "


"Kepo lo" Ghani meninggalkan ruangannya dengan langkah cepat menuju lift khusus, sebelum Ghani masuk lift Ririn sang sekertaris memanggil nya


"Oppa , mau kemana? Jangan pulang dulu ini Ada titipan Dan ada berkas yang mesti di tanda tangani hari ini juga soalnya di tunggu, kalau ga di tanda tanganin pencairan bonus tahun ini ga turun besok lusa Oppa"


"Ah lo ya, selalu aja ganggu gw kalau mau pulang cepat, besok aja gw tanda tanganin nya"


"GA BISA HARUS SEKARANG"


"BESOK"


"SEKARANG OPPA PLEASE.....!!! LO MAH GA TAU APA KALO GW MAU BELI TIKET KONSER DARI UANG BONUS!!! , POKOKNYA SEKARANG" Ririn memohon dengan puppy eyes nya


"YAYAYAYAYA, cuman lo DOANG yang berani nyuruh-nyuruh gw siniin berkas nya" Ghani menerima berkas dan menandatangani nya. 


"sudah ya seneng kan lo!!! "


"Makasih OPPA, emang OPPA bos paling the best lah, Dan ini barang titipan nya"


"Dari siapa ini?? kok ga Ada nama pengirimnya Ncess? "


"Ga tau Dari siapa, Dah lo pergi sana gue udah ga butuh lo lagi, Hahahaha BYE" Ririn berlalu meninggalkan Ghani menuju ruangan payroll untuk menyerahkan berkas Rekapan Bonus tahunan.


"Hmmm, Ada akhlak lo sekertaris kampret!! "


"Dari siapa ini ya apa coba ini isinya " Ghani bergumam


...****************...


...Bersambung...