LOVE UNTIL JANNAH

LOVE UNTIL JANNAH
Teror



Happy reading guys


****************


"APA!!, KITA BAHAS SETELAH RAPAT DAN KUMPULIN ANAK-ANAK! " Tegas Ghani


"Baik bos" jawab Adhan dengan wajah pucat lalu dia merogoh kantong mengambil smartphone dan berkirim pesan di group chat


-Group LAMBE LAKNAT-


ADHAN : "FYI PENTING SEHABIS MEETING PERFORMANCE BULANAN KITA KUMPUL DI RUANGAN BOS" tulis Adhan di group dan dibaca dan dibalas dengan jawab Siap, mereka tampak berfikir kalau ada sudah mengeluarkan kata-kata FYI dengan huruf kapital dan huruf Bold pasti sangat PENTING.


Dalam ruangan Meeting kembali dalam keadaan ceria tampak tawa dan canda anggota rapat


General Manager masing-masing Regional memberikan persentasi pencapain hasil penjualan dan Margin wilayahnya dengan semangat karena menunjukan hasil yang besar. Ada yang hasil penjualan nya besar namun Margin keuntungan kecil itu yang menjadi catatan penting.


Dalam Meeting Ghani Tersenyum-senyum sendiri sambil melihat foto-foto dan Video colab Jannah kiriman Egi


sambil berbalas Chat dari Egi


~room chat~


Egi : AA Bos udah saya laksanakan tugasnya


Ghani : Good boy


Egi : ulah poho (jangan lupa), nih 7787**** a/n Egi Tri *Nomor rekening*


Ghani : Masih aja lo bocah meres gua


Egi : Demi cinta mah transfer ke rekening urang mah teu masalah meuren (Ga masalah kali)


Ghani : Ari Sia!! braha? (dasar lo!! berapa?)


Egi : Smoothies melon 2 , Hot Cappucino 2, Milk tea boba gula aren 17, brownies 20,dadar gulung 15 Banana choco karamel 10 total belanja 1,750,000 jasa foto 20juta' Hahahahaha


Ghani : Anyiiiing mahal jasa foto nya kampret, wait 2 menit


Egi : Hahahahaha, oghey


Ghani : Done, cek Mutasi


Egi : Senang berbisnis dengan anda Tuan Muda


"Ekhem" Adhan menyadarkan Ghani agar fokus kali ini


"Bos si Jaya lagi persentasi, lo ga menyimak apa dia lagi angkuh dan sombong" Adhan berbisik ke Ghani sambil memonyongkan bibirnya ke arah Jaya


"Lah bukannya seperti itu setiap meeting" ujar Ghani


Ghani kembali fokus ke meeting.


"Hasil penjualan wilayah saya ArRahman 1 dengan pencapain 57 Milyar dan margin yang kita dapat 26,76% maka dengan ini wilayah ku yang terbaik" Ujar Jaya berapi-api dengan sombong Ghani tampak tersenyum puas


"Kamu jangan sombong dulu pak Jay, liat wilayah ku walau hasilnya kecil tapi bagaimana dengan Margin ku yang mengalahkan mu" ujar Heri


"Bener Jay kamu terlalu congkak, kalu performance kamu bulan depan turun bagaimana? " ujar Ghani tampak serius


"Saya pastikan pak itu tidak terjadi, karena saya dan team Akan memastikannya di tambah lagi team saya baru menambah prajurit baru yang enerjik dan siap tempur" ujar Jaya bagaimana dia tidak semangat team nya baru mendapatkan Area Manager baru yang Cerdas berani walaupun seorang wanita.


"Asal Anak-anak toko tidak di paksa untuk membeli barang yang sedang promo saja pak Jay, agar ambisi mu tercapai " ucap Teguh sedang menyindir teman Regional lain yang selalu melakukan hal bodoh yang merugikan karyawan toko demi ambisi jadi yang terbaik saat rapat seperti ini.


"Itu sih tidak mungkin, Regional saya bersih dari hal ilegal macam itu" Ujar Jaya lagi, dan Ghani tampak kaget mendengar ucapan Teguh


"JADI MASIH ADA YANG BERBUAT MACAM ITU HAH!! Tanya Ghani dengan lantang? semua tampak diam


"SAYA TANYA LAGI APA MASIH ADA?? " Ujar Ghani tegas dan mereka masih diam membisu tampak diujung meja dua orang tampak grasak-grusuk


"SAYA BERTANYA SAMA MANUSIA BUKAN SAMA BATU!!!! " naik satu oktaf suara lantang Ghani


"Baiklah kalau kalian masih tetap diam, Adhan Lakukan tugas mu dan pastikan jika kamu mendapatkan infomasinya dan pelakunya bawa dia ke ruangan saya, dan kamu buat kan Notulen Memo tentang hal ilegal ini" ujar Ghani


"Siap Bos, Akan saya buat kan" jawab Adhan


"Zainal, cari pasal yang bisa menjerat pelaku ini untuk segera angkat kaki dari perusahaan ini" ujar Ghani dan di angguki Zainal.


"Jay, Dhan lo selidiki si Lucas dan si Tomi seperti nya dia dari tadi mencurigakan" bisik Ghani ke Jaya dan Adhan


"Seperti nya begitu" jawab mereka kompak


"MOOD SAYA JADI KACAU GARA-GARA KALIAN, ADHAN LANJUTKAN MEETING INI" Ghani tersandar dikursi kebesarannya dan memijit pelipisnya dan meninggalkan ruangan rapat.


Ghani melangkah keluar menuju lift yang dan tepat saat Ghani memasuki lift Ririn tampak memanggilnya dengan wajah panik dan cemas


"Oppa... oppa, tunggu " teriak Ririn, Ghani menengok Ririn


"Ada apa, hah? muka lo panik gitu? "


"Oppa udah masuk ke ruangan belom? " Tanya Ririn


"Belum memang kenapa? "


Ririn dan Ghani melangkah menuju lift menuju ruangan Ghani


Ting


pintu lift terbuka aroma menyengat tercium dari pintu lift dan mereka langsung menuju ruangan dan sudah ada pihak pest control sedang memeriksa


"Pak, Bu pakai masker dulu sangat bau didalam" ujar petugas menyerahkan masker


"Bos aroma bau berasal dari box ini" ujar salah satu petugas berbicara kepada pria yang memberikan masker ke Ghani.


"Itu kan Paket yang kemaren bukannya ya Oppa?" Tanya Ririn


"Iya bener, gue aja belom buka Paket itu"ujar Ghani " pak tolong di buka Paket nya" ujar nya lagi dan petugas membuka Paket dan ternyata terdapat Bangkai tikus yang sudah membusuk dan beberapa lembar foto yang di corat coret dangan kata Mati.


Ghani tersentak kaget dan begitu pula dengan Ririn


Ririn tampak menghubungi Zainal agar cepat ke ruangan.


"Foto Umi, Nuffus dan ini foto gadis itu " Gumam Ghani dalam hati


"Pak buang Bangkai nya dan semprot foto pakai disinfektan dan pengharum" perintah Ghani dan dilakukan petugas


"Pak seperti nya ini teror untuk bapak dan keluarga" ujar petugas


"Memang seperti nya begitu pak" ujar Ghani.


Ghani memfoto barang bukti hasil teror dan petugas membersihkan ruangan Ghani dan membuang Bangkai tikus tersebut. diujung lorong tampak Zainal Jaya Adhan Amri dan Roni bergegas menghampiri.


"Ada apa? " ujar Zainal


"Teror Nal, gw di teror" ujar Ghani


"Sabar kita cari tau pelakunya" Ujar Zainal dan di angguki teman-temannya. Roni sibuk menelpon Team nya mencari informasi orang yang mengirim Paket.


Jaya dan Amri Fokus di layar laptop memantau CCTV . Adhan menerima telpon dari private number dan menekan tombol hijau


Adhan : Hallo...


Mr X : Hahahaha SELAMAT siang Tuan Asisten apa saya bisa berbicara dengan Tuan Anda?


Adhan : Siapa lo? Mau apa bicara dengan Tuan Muda Gua


Mr X : hahaha Anda ketus sekali Tuan Asisten, bisakah saya berbicara dengan Tuan Muda Anda!?


Ghani tampak bertanya pada Adhan yang sedari tadi bertelepon menatap Ghani terus.


"Siapa" bisik Ghani dan Adhan hanya mengangkat bahunya


"Sini Hp lo" Ghani merampas smartphone Adhan


Ghani : Hei brengsek siapa lo?


Mr X : Halo Tuan Muda, bagaimana Paketnya sudah di terima dan di buka, kalau belom di buka pasti Paket itu sudah mengeluarkan bau busuk sekarang. Hahahahha!


Ghani : Hai Monyet, maksud lo apa? Kalau berani jangan pakai private number


Mr X : Hahahaha, kasar sekali mulut anda Tuan Muda, ini baru awal masih ada teror - teror yang lainnya. hahahaha


klik... si penelpon mematikan sambungan telepon nya


tuuuuut... tuuuutt... tuuuuut


" SIAL!! dimatikan, Pengecut!!! " kesal Ghani meremas rambutnya frustasi


"Kalem Bos masih, jangan panik lo ga sendiri" ujar Adhan sambil mengambil kembali smartphone nya dari tangan Ghani


"Itu Mri di menit 40 gw liat driver ojol masuk ke lobi" ujar Jaya berbisik ke Amri dan Amri mengikuti apa yang Jaya beritahu dan men slow motion detik-detik kedatangan driver Ojol yang membawa paket sama seperti Paket yang di terima Ghani


"BETUL, KETEMU" Jaya dan Amri kompak, mereka lalu terfokus ke laptop CCTV. Ghani tampak berfikir seperti mengenal driver Ojol itu.


"Kaya nya gw kenal, lo screen shot gambarnya kirim ke Gw " ujar Ghani, lalu Amri mengirimkan gambarnya. Ghani langsung keluar ruangan dan bergegas pergi.


"Dhan gua titip kantor, dan kalian terus fokus kasus ini, gw pergi dulu sebentar" ujar Ghani


"Siap bos" ujar mereka, Adhan langsung menghampiri Ghani dan berbicara


"Lo mau kemana blay?, Gw mesti ikut. gw ga mau lo kenapa-kenapa" ujar Adhan


"Gua mau ke markas, Lo di sini dulu setelah itu kalian bisa susul gw ke markas" ujar Ghani dangan tegas Adhan hanya bisa mengangguk.


...Bersambung...


...****************...


Aduh Ada apa nih, Kok bisa Ada teror sih. kenapa juga yang jadi target itu wanita-wanita kesayangan Ghani dan siapa foto wanita satu lagi itu??


Siapa ya kira-kira foto gadis itu?? penasaran kan yuk lanjut bab Selanjutnya!!!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...