Love Trap

Love Trap
4.4



Jessie telah sampai di salah satu Mall yang ada di Jakarta, Jessie turun dari mobilnya dan segera memasuki Mall, sesampainya didalam Mall Jessie tengah sibuk mengambil ponsel nya yang ada didalam tas, karna sendari tadi berbunyi, Jessie mencari cari ponsel itu hingga tidak melihat jalan dan


Bruuukkkkk...


Jessie menabrak seseorang, dia melihat laki laki itu dari bawah, nampak berpakaian sangat rapi dengan sepatu kulit yang dikenakannya, Jessie menatap sosok laki laki itu hingga ke atas, dan betapa terkejutnya dia menjumpai laki laki yang menurutnya sangat sempurna.


"Oh my god, siapa dia?" batin Jessie yang terpesona dengan sosok laki laki yang dia jumpai.


Laki laki itu menatap Jessie hingga menjumpai Jessie terpaku dihadapannya.


"Maaf saya, saya tidak sengaja" kata Laki laki itu meminta maaf.


Sedangkan Jessie masih terpaku dengan sosok pria itu, hingga pria itu memutuskan untuk berjalan kembali.


"Hei tunggu" kata Jessie yang tersadar dengan lamunan nya.


Sedangkan pria itu tetap saja berjalan tampa menghiraukan panggilan Jessie, entah pria itu tidak dengar karna suasa Mall yang sedang ramai atau memang tidak ingin menyaut panggilan Jessie, entahlah yang jelas pria itu semakin berjalan, Jessie terus mengejar pria itu namun pria itu sudah hilang.


"Kemana dia? kenapa cepat sekali jalannya" gumam Jessie yang mendapati pria tadi tal berhasil dia temukan.


"Ah sudahlah sebaiknya gue ke conter saja" gumam Jessie yang memilih untuk tidak mencari pria itu tadi.


Ditempat lain, Agnez tengah keluar rumah menuju sebuah Cafe, dia kali ini tidak bersama Jessie karna setahu dia Jessie tengah dinner dengan Bimo, Agnez memasuki Sparona Cafe, Agnez pergi sendirian dia ingin menikmati udara luar sembari meminum secangkir kopi, Agnez memasuki Cafe itu, dan betapa terkejutnya dia menjumpai seseorang yang dia kagumi yaitu Rafa.


"Itukan Rafa" kata Agnez yang melihat Rafa tengah duduk sendirian sembari memainkan laptob yang berada didepannya.


"Benar benar rezeki" gumam Agnez yang kegirangan mendapati Rafa ditempat yang sama.


Agnez menghampiri Rafa perlahan, ya sebelumnya Agnez dengan Rafa sudah saling mengenal karna hasil kerja keras dari Bimo, perlahan Agnez mendekati Rafa.


"Hai kak Rafa, boleh saya gabung" kaya Agnez yang tengah berada didekat Rafa.


"Boleh, duduk lah" kata Rafa mempersilahkan.


"Be the way, kakak lagi ngapain?" tanya Agnez kepada Rafa.


"Lagi menyiapin proposal buat sidang akhir" jawab Rafa.


"Hm boleh saya bantu, siapa tau kakak perlu bantuan" kata Agnez yang ingin mencari celah, sedangkan Rafa tetap saja terfokuskan dengan laptob yang berada didepannya.


"Tidak ada, oh iya kamu kok ada disini juga? dengan siapa?" tanya Rafa.


Rafa tipikal orang yang ramah dengan siapapun namun tidak mudah jatuh cinta, Agnez telah berusaha merebut hati Rafa bahkan mencari celah untuk memasuki hatinya namun dia rasa nampak belum ada perubahan.


"Kebetulan tadi cuma mau nyantai eh ketemu kakak" jawab Agnez dan tersenyum kepada Rafa, Agnez sudah mengeluarkan jurus jurus jitunya untuk terlihat perfect.


"Ihh kenapa sih kak Rafa sama sekali tidak bersimpati denganku, bukannya aku sudah dandan cantik malam ini, bahkan aku rasa penampilanku tidak begitu mengecewakan dan bisa dilang perfect, tenang Agnez tenang, kamu pasti bisa luluhin es batu sepertinya, kamu pasti bisa" batin Agnez yang tidak mendapati perubahan sedikit dari Rafa yang melihat dirinya.


"Oh iya saya harus segera pergi, ada urusan yang harus saya selesaikan sekarang juga" kata Rafa mrmberitahu Agnez.


"Kemana kak? boleh saya temani kakak" Agnez menawarkan dirinya.


"Maaf Agnez, seperti tidak perlua karna udara malam tidak baik untuk wanita, kamu kalau sudah selesai segera pulang ya, jangan berlama lama di Cafe sendirian" kata Rafa memperingati Agnez.


"Baik kak" kata Agnez sembari tersenyum semanis yang dia punya, ya walaupun tidak semanis senyuman Jessie hehehe


Rafa membereskan barang barang yang dibawanya, sebelum dia beranjal pergi Rafa berpesan kepada Agnez.


"Agnez kamu jangan pulang larut malam ya, maaf saya tidak bisa menemanimu disini" kata Rafa.


"It's ok kak" jawab Agnez dengan menampilkan senyuman termanisnya.


Rafa mulai melangkahlan kakinya meninggalkan Agnez, Agnez menatap punggung pria itu sampai menghilang, Agnez tersenyum senyum sendiri mambayangkan pria idamannya.


"Kak, suatu hari nanti kita pasti akan bersama, aku akan selalu meluangkan waktu ku sampai kita dapat bersama, tunggu aku kak, senyumanmu benar benar membuatku gila, apa lagi sikapmu yang sangat berbeda dengan pria lainmya yang semakin membuatku tergila gila denganmu" batin Agnez yang tengah mabuk cinta.


Di mobil, Jessie telah selesai membeli Hp barunya, saat ini tepat pukul 20:00, Jessie merasa tidak ingin pulang cepat malam ini, dia msmutuskan untul bertemu dengan sahabatnya Agnez.


"Hallo, lu dimana?" kata Jessie yang tengah menelpon Agnez


"Gue di Sparona Cafe Jes" jawab Agnez.


"Lu sendiri atau sama siapa? kalau sendiri gue kesana ya" kata Jessie yang ingin betemu dengn sahabatnya.


"Gue sendiri, lu udah selesai tah dinner sama Bimo?" tanya Agnez.


"Ya kalik gue lama lama sama Bimo, ya udah ah gue kesana ya, bye" kata Jessie lalu mematikan panggilannya.


"Pak kita ke Sparona Cafe ya" kata Jessie yang menunjukan tempat dimana sahabatnya berada.


"Baik Non" jawab Pak Danu.


Pak Danu adalah supir pribadi Jessie sejak dia baru pertama kali sekolah, jadi orang tua Jessie sudah sangat percaya dengan pak Danu, begitu juga pak Danu sudah sangat mengenal waktak dari sosok Jessie.


Pak Danu mengemudikan Mobil menuju tempat yang di mintakan oleh Jessie, hingga beberapa menit kemudian mobil yang ditumpangi Jessie telah sampau didepan Cafe yang dimintanya.


"Saya rada lama pak disini, bapak langsung pulang aja" kata Jessie memberitahukan pak Danu.


"Baik Non, kalau Non ingin dijemput telpon saja bapk ya" kata Pak Danu.


"Saya kedalam dulu pak" kata Jessie.


"Non" panggil pak Danu yang memberhentikan langkah Jessie.


"Iya pak?" tanya Jessie.


"Benar tidak apa apa bapak pulang, kalau Mama non tanya bapak jawab apa?" tanya Pak Danu.


"Gak papa pak, Bapak pulang saja istrirahat, kalau orang tua saya tanya jawab saja saya dengan di Cafe bersama Agnez" kata Jessie memberitahukan pak Danu.


"Baik non" jawab Pak Danu.


Jessie mamasuki cafe tersebut dan mencari sosok sababatnya Agnez, dan nampak Agnez tengah duduk sendirian sembari menikmati secangkir coffe