Love Trap

Love Trap
11.11



Tak lama kemudia, ada seseorang pria yang memasuki ruangan ini, dan dia tepat berdiri disebalah duduknya Jessie.


"Maaf pak ada yang bisa saya bantu?" tanya pria itu.


"Siapa dia? dia bukannya yang sering datang kerumah, apa dia direktur papa!" batin Jessie yang melihat pria itu.


Pria itu menoleh kearah jessie sekilas dan tersenyum kepada Jessie, Jessie tidak menanggapi nya ataupun membalas senyuman dari pria itu melainkan Jessie semakin membuang mukanya.


"Jessie, kenalkan ini direktur papa yang bernama Faris dan kamu Faris ini putri saya Jessie Myseha Kirania Athaya Zahrania Al-Ghifari penerus perusahaan ini mulai besok" lata Papa.


"Tukan bener ni cowok direktur papa" batin Jessie lagi yang tidak begitu menyukai pria itu.


Pria yang bernama Faris itu nampak begitu gagah dan terlihat jelas kalau dirinya pria yang sangat cerdas, pantas saja jika papa nya mengangkat dirinya sebagai tangan kanan papa.


"Jessie kamu kanapa? ayo kenalan dulu dengan nak Faris" kata papa yang menyadari kenampakan raut wajah Jessie.


Jessie tersenyum dan mulai menjabatkan tangannya dengan pria itu seketika pria itu membalasnya tak lama kemudia kami melepaskan jabatan tangan itu, lagi lagi pria itu tersenyum kepada Jessie namun Jessie tidak menanggapinya lagi.


"Kalian mengobrolah terlebih dahulu, dan nak Faris kamu beritahu seluk beluk perusahaan ini kepada putri saya, kamu bimbing dia untuk sementara waktu perkenalan, pergilah makan siang sekedar mengobrol" kata papa.


lagi lagi Jessie tidak bisa menolak permintaan papa nya, bagaimana pun juga papa nya adalah orang yang paling berjasa dan pahlawan dalam hidupnya, maka dari itu Jessoe tidak mau mengejewakan papa nya sekalipun itu tidak dia inginkan kemauan papa nya.


"Ayo, kami permisi pak" Aja Faris kepada Jessie sekaligus berpamitan dengan pak Wijaya.


*****


Di kampus, tepat pukul 11:35 Jessie tengah mengeluari kelas, karna hari ini hanya ada 1 maktul, Jessie berjalan sendirian, kali ini dia ingin segera berangkat ke perusahaan, karna dirinya harus segera bekerja menggantikan papa nya selama dia sedang kuliah urusan kantor di hendel dengan Faris dan begitu seterusnya hingga Jessie wisuda.


tiba tiba.


"Jessie" panggilan beberapa orang yang begitu Jessie kenali spontan Jessie langsung membalikan badannya, Jessie tersenyum mendapati teman kelasnya yaitu Cika dan Wulan memghampirinya.


"Iya, ada apa?" tanya Jessie kepada mereka yang tengah berada didekat Jessie.


"Lu mau kemana? nge Mall dulu yuk, atau nongkrong gitu!" Ajak Cika kepada Jessie.


"Aduh sorry gais, gue ada urusan jadi gue harus pulang cepet" kata Jessie.


"Yah padahal kita pengen lo jalan sama lu Jess" kata Wulan.


" Next time ya, Sorry" kata Jessie lagi yang tidak bisa.


"Lu mau kemana? sekalian bareng yuk ke parkir" kata Cika.


"Boleh, yuk" ajak Jessie.


Mereka bertiga memajukan langkahnya untuk segera menuju parkir, parkir dan kelas mereka tidak begitu jauh jadi walaupun jalan kaki tidak akan mengiras tenaga.


Diluar dugaan mereka, tiba tiba ada rombongan wanita yang memghampiri kami.


"Heh Jessie" kata nya.


Ya 5 wanita kampus yang sering disebut anak sosialita, yaa bagaimana tidak mereka dikampus hanya memamerkan kekayaan merka dan bertanding adu kecantikan dengan gadis gadia di kampus, 5 wanita itu yang tak lain adalah geng ubur ubur hahaha itu adalah sebutan dari mahasiswa untuk mereka, geng itu diketuahi oleh satu wanita yang bernama Della.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?" jawab Jessie yang begitu lembut.


"Apa lu bilang? pasaran! kek nya lidah lu tu perlu disekolahin deh" kata Jessie yang tidak mau kalah.


Ke 2 teman Jessie tengah bersembunyi dibalik badan Jessie, ya bagaimana tidak geng Della adalah Geng yang banyak memembuat masalah dan dengan mudah mempermsluksn mahasiswa lain nya bila dia tidak suka.


"Jess udah Jes jngan lu laden, nanti lu bakal dapet masalah" kata Cika yang memperingati Jessie.


"Udah lu gak usah khawatir" jawab Jessie lirih.


Dibalik itu ada Rafa yang melihat keberadaan mereka dari kejauhan, Rafa mengamati apa yang akan terjadi diantara mereka.


"Jaga ya mulut lu, gue ini anak Dekan, gue bisa aja ngeluarin lu dari kampus ini" kata Della yang sok berkuasa.


"Hahaha emng kalau lu anak Dekan terus gue takut gitu, Heh inget kampus ini tu butuh gue, butuh otak cerdas gue, ngerti lu" kata Jessie yang membela dirinya.


"Sok cantik lu, lu tu nggak ada apa apanya sama gue, denger ya lu jangan coba coba cari masalah sama gue apa lagi lu deketin Rafa, paham" kata Della yang memberi Jessie peringatan.


"Hahahaahhahahaha" ketawa Jessie yang terbahak bahak mendengar perkataan Della.


Della yang mulai geram mendengar tertawa Jessie dia ingin segera melayangkan tangannya ke pipi Jessie tapi tiba tiba.


Tangan Della terhalangkan, ada seseorang yang menghentikan aksinya, dia melihat kearah siapa yang menahannya, ternyata adalah Rafa.


"Rafa" kata Della yang melihat Rafa spontan dia langsung menghentikan aktivitasnya dengan mengadu kepada Rafa.


"Rafa, dia telah menyakitiku" kata Della yang memutar balikan Fakta.


Ya, suasa kampus kali ini mulai Ramai apa lagi jam ini adalah jam istirahat, banyak pasang mata yang menyaksikan tingkah mereka namun tidak ada yang berani memghentikannya kecuali Rafa karna meraka takut mencari masalah dengan anak Dekan itu.


"Duh pencintraan banget sih lu, kata kata lu tu kontradiksi, satu bilang ini satu bilang gitu, emng nggak salah kalau lidah lu tu harus di sekolahin ulang" kata Jessie yang membela dirinya.


"Dasar sok cantik, ngacak! muka lu tu gak lebih dari sekedar ayam yang dijual dipasar pasar, body yang tepos dan otak yang dodol berani beraninya mau ngerebut Rafa dari gue, ngacak! lu punya kaca kan! lu siapa? sok kaya, ke kampus bawa mobil padahal mobil rentalan, kalau gak mampu gak usah sok sok jadi orang kaya" kata Della yang membicingkan dada Jessie.


Jessie mulai geram dengan perkataan Della yang semakin menguji kesabarannya sendari tadi.


"Heran deh gue sama lu, suka benget cari masalah, kek gini kelakuan anak Dekan, miris tau nggak!" kata Jessie yang balik mendorong bahu Della.


"Gue emng cantik, liat nih body gue, mata lu buta apa? lu nggak bisa bedain cewek cantik sama jelek!" kata Jessi yang memamerkan body seksi miliknya.


Ya selain cantik body Jessie seksi dan montok yang membuatnya begitu menarik bak seperti model ternama.


"Dan satu lagi, lu nggak usah bawa bawa Rafa, gue gak demen sama dia gak nggak bakalan demen sama laki lu itu, kalau lu suka sama dia seharusnya lu deketin dia bukannya marah marah gak jelas gini sama yang di deminin tu cowok, dihh anak dekan kok mikir pakek dengkul" kata Jessie yang sekilas melirik Rafa dan terus menatap Della dengan tatapan yang tidak bisa diartikan kebenciaan nya.


Jessie memang ramah namun jika emosinyanterus di uji dirinya akan menjadi sebuah singa betina yang kehilangan anaknya.


kemudian Jessie melangkah meninggalkan Geng Della dan segera pergi, dia tidak mau menambah keributan lagi dengan geng Della.


"Gilak lu Jess, emng lu bener bener perfect" Kata Cika yang membuntuti Jessie dari belakang.


"Udahlah nggak usah dibahas" kata Jessie yang tidak mau memgingat ingat kejadian tadi.


Ya walaupun banyak yang mengaguminya tapi tidak sedikit yang membenci Jessie dan iri padanya, menjadi seoramg Jessie itu mudah mudah susah, yang penting bagaimana menyikapinya, apa lagi Jessie yang memiliki segalanya.