Love Trap

Love Trap
13.13



Pukul 20:00, Jessie telah membereskan semua pekerjaan nya hari ini diperusahaan, tiba tiba dia teringat dengan sosok Dokter Zey yang se enak nya masuk kedalam hati dan pikirannya, Jessie berfikir sejenak.


"Aku akan ke rumah sakit, sekedar mengecek kondisinya" batin Jessie yang tengah berjalan akan mengeluari perusahaan.


Tiba tiba.


"Nona Jessie" panggilan seseorang.


Jessie yang mendengarnya pun langsung mencari suara yang memanggil nya dan melihat sosok Faris disana, Faris mendekati Jessie dan berkata.


"Nona besok pagi ada meeting lagi, tapi kita harus keluar kota, Nona bisa datang? atau ada jadwal kuliah!" tanya Faris yang memastikan kondisi esok.


Jessie mengingat ingat kembali jadwal kuliah nya dan kebetulan besok dirinya ada jam sore kuliah.


"Ada, tapi sore!" kata Jessie.


"Jam berapa Nona?" tanya Faris kembali.


"Jam 16:00, ada pelajaran managenet" jawab Jessie.


"Baik Nona, besok nona akan saya Jemput untuk meeting ke Jogja, kita berangkat pagi agar siangnya kita bisa segera pulang" kata Faris.


"Gini ya Faris, saya akan memberikanmu jadwal kuliah saya, agar kamu tidak bertanyakan masalah ini kepada saya" kata Jessie memperingati Faris.


"Baik nona" jawab Faris.


Sebenarnya Faris sudah mengetahui jadwal kuliah Jessie hanya saja dia ingin sekedar mengobrol dengan Jessie dilain masalah kerjaan, namun Jessie bersikap angkuh terhadap sikapnya barusan.


"Nona biar saya antarkan nona pulang!" kata Faris yang menawarkan dirinya kepada Jessie.


"Tidak perlu, kamu rekap saja keperluan kita besok, saya bisa pulang sendiri, selamat malam" kata Jessie dan langsung meninggalkan Faris yang tengah berbicara kepadanya.


"Tak apa kali ini saya gagal" batin Faris yang melihat kepergian Jessie yang semakin jauh.


Sedangkan Jessie mulai mengendarai mobil nya, Jessie berniat akan pergi kerumah sakit sekedar menjenguk mama nya Agnez dan bertemu dengan Dokter Zey itu tujuan utamanya, Jessie adalah gadis remaja yang mabuk kepayang akan sosok Zey, Zey yang menurutnya pria istimewa dan wajib untuk dia dapatkan.


Tak berapa lama Jessie telah sampai di rumah sakit dimana dokter Zey bekerja, disini sudah terlihat sangat malam karna menunjukan pukul 22:36, namun Jessie tak gentar, dirinya hanya ingin melihat sosok dokter Zey sekedar perpamitan karna dirinya besok akan pergi ke luar kota, Jessie mulai melajukan langlahnya menelusuri ruangan demi ruangan, betapa beruntungnya Jessie dengan cepat dia menemukan sosok Zey, seperti setiap keberuntungan selalu berpihak kepadanya.


Dokter Zey berjalan ke sesuatu tempat yang sangat berlawanan dengan ruangannya, Jessie berniat mengikuti dokter Zey dari belakang tampa sepengetahuan nya.


"Mau kemana dia? apa dia masih ada kerja semalam ini, atau lembur!" Batin Jessie yang tengah mindip mindip mengikuti dokter Zey.


Dokter Zey terus berjalan hingga akhirnya dia memasuki sebuah toilet yang bertandakan (MAN) toiket laki laki, Jessie putus asa karna tidak mungkin dia memasuki toilet laki laki, jika dia memaksakan masuk dia akan menjadi kambing hitam yang akan dimangsa oleh harimau hariamau ganas.


Jessie menunggu sejenak, nampak ada seorang ofice man yang keluar dari sebuah toilet membawa lerlengkapan bersih bersih, tampa pikir panjang Jessie mnghampiri office man itu.


"Mas mas" panggilan Jessie kepada Office man itu.


"Ada apa mbak?" tanya nya.


"Didalam toilet rame nggak?" tanya Jessie tampa pikir panjang.


"Oh, kebetulan toilet sedang sepi mbak, hanya ada Dokter Zey saja didalam" jawab nya.


"Trimakasih mas" kata Jessie.


Tampa pikir panjang Jessie segera memasuki toilet pria itu, dia ingin segera menemui dokter Zey, entahlah apa yang tengah ada didalam pikiran Jessie yang jelas dia hanya ingin bertemu dengan Zey dan mencuri perhatiaanya, Tampa dia berfikir panjang kalau dirinya adalah sebuah CEO perusahaan ternama.


Jessie memasuki toilet dengan pede nya, ya benar saja toilet nampak sedang sepi, tak ada seorangpun disana kecuali dokter Zey, Jessie mencari suara gemercik air, dan benar saja gemercik air itu berasal dari salah satu pintu ruangan kamar mandi, Jessie membuka pintu kamar mandi itu dia terkejut melihat dokter Zey tengah menyikat lantai kamar mandi.


Dokter Zey menyadari kehadiran Jessie dan langsung menghentikan aktivitasnya membersihkan lantai, Dokter Zey terperangah dengan apa yang dilakukan Jessie dikamar mandi bersama nya.


"Itukan gadis kemarin, ngapain dia masuk kamar mandi laki laki" batin Zey yang mengingat wajah Jessie.


Spontan Jessie tersenyum kepada Zey tampa merasa berdosa sama sekali memasuki toilet laki laki, Jessie mengacak acak sedikit rambutnya dan baju yang dikenakannya, kebetulan baju yang dikenakan Jessie berkancing depan dan berpita dibagian lehernya, Jessie melepas satu kancing itu dan ikatan tali pita pada dress hitamnya, nampak saja penampilan Jessie sedikit berantakan, Setelah merasa selesai Jessie melambaikan tangannya bertandakan bahwa Zey harus mengikutinya, ya benar saja Jessie mngeluari toilet dan Zey meletakan alat pembersih untuk mengikuti Jessie dari belakang.


Didepan pintu kamar mandi, lagi lagi Jessie bertemu dengan salah satu teman Zey yaitu Erik, Tepat didepan Erik Jessie membenarkan penampilannya sedikit dan segera pergi.


"Apa saya salah toilet" batin Erik yang melihat Jessie.


Setelah Jessie pergi, Erik melihat kearah plat didepan nya bertuliskan (MAN), itu tandanya dia tidak salah toilet.


"Loh kok gadis itu masuk ketoilet pria?" gumam Erik yang bingung dengan aksi Jessie.


Tak lama tiba tiba ada Zey yang keluar dari toilet setelah Jessie diruangan yang sama, Zey nampak bingung.


"Hei Zey apa yang kau lakukan?" tanya Erik yang paham dengan apa yang terjadi.


Seorang laki laki dan perempuan berada dalam satu ruangan dan keluar bersamaan dengan kondisi perempuan yang bernatakan penampilannya.


"Bentar, nanti saya jelaskan" kata Zey yang terburu buru.


Erik hanya tertawa menanggapi kelakuan sahabatnya itu, sedangkan Zey langsung mengejar gadis itu.


"Zey Zey, baru kali ini lu ngelakuin hal konyol, dikamar mandi pula hahahaa tapi cakep juga cwek lu" gumam Erik yang mengingat kejadian baru saja.


Jessie telah hilang dari pandangan Zey, berkali kali Zey mencari Jessie nampak tidak menemukan sosok Jessie.


"Kemana gadis itu? cepaat sekali" kata Zey yang kehilangan jijak Jessie.


Zey merasa seperti sedang bermain petak umpet dengan seorang jurik yang tiba tiba datang dan pergi, hingga akhirnya Zey memutuskan menyudai mencari Jessie dan akan kembali keruangannya.


Diperjalanan Zey bertemu dengan suster yang berjalan dengan posisi sisipan dengannya, Zey memutuskan untuk bertanya dengan suster itu.


"Sus" panggilan Zey.


"Ada yang bisa saya bantu Dok?" tanya Suster itu.


"Kamu melihat gadis berkulit putih, memakai dress hitam mengeluari rumah sakit?" tanya Zey.


"Maaf dok, saya tidak melihatnya" jawab Suster itu.


"Trimakasih" kata Zey.


Sedangkan Suster itu melanjutakan pekerjaannya, sesangkan Zey memilih untuk kembali keruangannya dan segera merekap data untuk besok, Zey berjalan menuju ruangannya dan menyudahi mencari gadis tadi, sesampainya diruangan nya.


Tiba tiba..