Love Trap

Love Trap
15.15



Faris dan Jessie tengah berada di mobil yang sama menuju bandara, Jessie duduk dibelakang dan Faris disamping kanan Jessie, tidak ada membicarakan satu sama lain, Jessie sendari tadi melihat kearah luar mobil tepat dikaca pintu samping kirinya.


"Dia memikirkan apa? Mengapa dirinya terlihat melamun" batin Faris yang mengamati Jessie sekilas setelah itu dirinya memilih untuk mengecek HP nya melihat email yang masuk membahas pekerjaan.


Jessie masih saja melihat kearah luar mobil, yang terlihat hanya lalulintas jalan yang semakin siang semakin padat dan macet parah.


"Dokter itu sedang apa ya? Baru kali ini aku merasakan hal seperti ini, membayangkannya saja sudah membuat jantung ku berdegup kencang apa lagi berupaya dengannya" batin Jessie yang teringat dengan dokter Zey.


"Nona" panggilan Faris namun Jessie tidak menghiraukan nya.


"Nona Jessie" panggilan Faris lagi lebih keras.


"Oh iya, ada apa? Maaf saya tidak mendengar nya!" Kata Jessie.


"Nona baik baik saja" tanya Faris yang mulai panik dengan Jessie yang sendari tadi murung.


"Saya baik, memangnya ada apa?" Tanya Jessie.


"Nona sendari tadi melamun, apa yang tengah Nona fikirkan" tanya Faris memastikan.


"Saya tidak apa" jawab Jessie yang berbohong dengan tersenyum.


"Dasar kepo!" Batin Jessie.


"Apa yang tengah kamu fikirkan Jessie, apakah kamu memiliki seorang kekasih, Astaga Faris sadar lah, jangan berburuk sangka, kau harus profesional" batin Faris yang memilih untuk segera diam tidak menjawab perkataan Jessie.


Dirumah Jessie, mama baru saja keluar dari kamar, ya benar saja Mama memang sangat senang didalam kamar dengan beberapa majalah dan buku buku novel nya, hobbi mama membaca jadi tidak jarang bila mama kehabisan bahan Jessie lah yang mengantarkan Mama untuk pergi membeli buku yang dibutuhkan oleh Mama nya.


Mama tipikal orang yang pendiam namun sekalinya sayang mama begitu menyayangi keluarga nya Tampa ada kekurangan sedikitpun, hanya saja karena hobbi mama, mama sering sekali menghabiskan waktunya beberapa jam untuk membaca, dan lebih mengurung dirinya dikamar daripada keluar rumah dengan teman teman sosialitanya.


Mama mengeluari kamar, dan nampak saja ada papa tengah duduk diruang tengah dengan secangkir kopi dimeja dan tangan beserta mata yang fokus dengan HP yang ada ditangan papa, mama mendekati papa dan berkata.


"Pagi pah" sambut mama, lalu duduk tepat di samping suaminya


" Pagi mah, mama mau kemana hari ini?" Tanya papa.


"Dirumah saja pa, mungkin nanti siang mau membeli beberapa buku dengan Jessie sebelum dia berangkat kuliah" kata mama.


"Hahaha sayang kamu apa lupa, sekarang putri kita telah menjadi CEO cantik, dan waktunya banyak yang sudah terpakai, bukan hanya kuliah namun pekerjaannya juga penting" kata papa.


"Iya mama tau, apa tidak ada waktu lagi untuk Jessie bersama mama" jawab mama dengan merajuk lembut


"Tentu ada ma, tapi untuk hari ini tidak bisa karna Jessie sedang keluar kota" kata papa.


"Loh kok papa tidak ada konfirmasi dulu dengan mama, Jessie juga kenapa enggak bilang sama mama" kata mama.


Mama sangat menyayangi Jessie bahkan menganggap Jessie seperti temannya, mama selalu membagi semua rasanya kepada anak perempuan nya itu, sikap mama yang manja kepada keluarga nya membuat anak dan suaminya semakin sayang, apa lagi mama yang sangat takut jauh dari anak putrinya itu.


"Kalau papa beritahu mama pasti tidak izinkan, lagi pula dia berangkat tadi pagi bersama Faris" kata papa memberitahu.


Beberapa jam kemudian, Jessie dan Faris sudah sampai di Yogyakarta Karta tepat pukul 11:30, didalam mobil Jessie masih saja terdiam.


"Setelah meeting aja, gue belom laper" jawab Jessie.


"Baiklah, kalau begitu kita langsung menuju tempat meeting ya, kebetulan ini berlangsung di bento coffe" kata Faris.


"Iya" jawab Jessie singkat.


"Kita masih ada waktu kan Faris, bisa kita ke Malioboro untuk sekedar berbelanja" kata Jessie.


"Bisa, jam 12:30 meeting kita dimulai, tapi kita tidak ada waktu banyak" penjelas Faris.


"Tak apa, gue hanya ingin kesana sebentar saja" kata Faris pun mengiyakan apa yang dimintakan oleh Jessie, walaupun didalam otaknya banyak sekali pertanyaan untuk siapa belanjaan yang akan dibeli oleh Jessie dan barang apa itu.


Tak lama kemudian Jessie sudah sampai di Malioboro, nampa tengah ramai disekeliling halaman, Jessie terlihat terus saja berjalan Tampa menghiraukan suasana siang hari di kota ini, walaupun siang hari namun di kota ini masih terasa sejuk berbeda sekali dengan Jakarta yang terasa begitu panas dan engkap sedangkan Faris terus saja mengikuti Jessie dari belakang.


Faris terus saja mengikuti Jessie dari belakang hingga pada suatu tempat kemeja bernuansa motif jogjakarta dan ciri khas kota ini, Jessie mengambilnya dan benar saja kemeja itu berbentuk tubuh seorang laki laki.


"untuk siapa kemeja tersebut?" batin itu Faris yang sendari tadi menyimak aktivitas Jessie.


Namun tak disangka Jessie langsung menuju sebuah kasir dan segera membayarnya, setelah itu Jessie menghampiri Faris.


"Sudah, ayok kita langsung menuju meeting" kata Jessie yang mengajak Faris.


"Baik" jawab Faris, Faris lebih memilih untuk tetap diam dan tidak mau bertanya lebih jauh.


Di kampus tepat pukul 13:00 Agnez mendapat jam masuk kampus dan 30 menit lagi akan masuk kelas, Agnez membawa mobil kesayangannya menuju parkir yang berada di fakultasnya, Tampa sengaja setelah turun dari mobil Agnez melihat seorang pria pujaan nya yaitu Rafa.


Rafa tengah duduk disebuah kursi belakang parkir tepatnya dibawah 🌲 pohon, Agnez mengamati gerak gerik Rafa yang tengah sibuk mengotak Atik laptob yang berada di pangkuannya.


"Maju mundur maju mundur, ahh gue bingung, mau atau mundur" gerutu Agnez yang merasa bimbang..


Tiba tiba ada suara yang menjawab pertanyaan dari belakang.


"Maju aja, samperin!" katanya.


Agnez menoleh kearah sumber suara tersebut dan ternyata itu adalah Bimo.


Bimo mendekati Agnez.


"Perjuangin, kalo Lo bener bener suka sama dia" kata Bimo.


Tampa fikir panjang Agnez langsung mendekati Rafa yang tengah sibuk itu namun langkah kaki Agnez terhentikan oleh Bimo yang memegang tangan nya.


"Kasih ini buat dia" kata Bimo yang menyodorkan air mineral kepada Agnez sedangkan Agnez tersenyum melihatnya karna ini adalah ide bagus sekaligus alasan untuk nya menghampiri Rafa.


"Thanks" kata Agnez .


Agnez berjalan terus hingga tengah berada dititik terdekat dihadapan Rafa, Rafa terkejut yang melihat kenampakan seseorang gadis berada didepannya tepat, dengan menggunakan sepatu warna putih berkulit bersih dengan perlahan Rafa melihatnya ke atas dan Tampa iya sadari bahwa gadis itu adalah Agnez.


Rafa tersenyum mendapati kehadiran Agnez didepannya sedangkan Agnez membalas senyuman Rafa.