Love Trap

Love Trap
12.12



Jessie kali ini mengemudikan mobil nya sendiri tampa pak Danu supir pribadinya, Jessie memutuskan untuk melaksanakan semua kebutuhannya sendiri, tapi dia jika membutuhkan supir pak Danu tetap setia menunggu Jessie.


Jessie terlebih dahulu pulang kerumahnya untuk sekedar berganti pakaian dan mengambil beberapa barang yang dia butuhkan, sesampainya dirumah Jessie langsung memasuki rumahnya, nampak ada saudara Jessie yaitu Kamelia.


"Hai Jessie, ciee yang sekarang dah jadi CEO keluarga Al-Ghifari" ucap Kamelia yang melihat kedatangan Jessie.


Jessie hanya melihat sekilah saudaranya itu tampa ingin menjawabnya.


"Selamat ya" kata Kamelia yang hanya duduk santai di Sofa rumah Jessie.


Jessie hanya tersenyum menanggapai perlakuan Kamelia, Kamelia adalah seorang youTober dan seletgram, dia suka sekali membuat konten dan melakukan pencitraan di media sosial, sedangkan Jessie tidak begitu menyukai sosial media.


"Jessie, kita harus rayain kemenangan lu ini, mau ya buat konten sama gue" kata Kamelia yang mendekati Jessie sembari mengatungkan Hp nya kepada Jessie.


Jessie sama sekali tidak tertarik dengan apa yang ditawarkan oleh Kamelia, karna Jessie bukan tipe orang yang suka pansos, Jessie akan berubah menjadi ornag yang sangat cuek kepada orang yang tidak dia suka ataupun merasa terganggu.


"Lu buat aja sendiri, gue sibuk!" kata Jessie yang tidak mau diganggu.


"Ayolah Jess, jngn sombong gitu, lu taukan gue masih saudara lu" kata Kamelia yang membujuk Jessie.


"Gak bisa Kamelia sayang" kata Jessie dan langsung memasuki kamar nya tampa menoleh lagi kepada Kamelia.


"Jess, ayo lah Jes" panggilan Kamelia yang tidak ditanggapi oleh Jessie.


****


Di tempat lain, Zey tengah bersiap siap untuk berangkat ke rumah sakit, karna dia ada tugas yang harus diselesaikan hari ini, Zey mengeluari kamarnya nampak ada Mama dan Bibi nya, Zey tersenyum melihat mereka.


"Zey ayo makan dulu" kata Mama.


Bibi Zey adalah adik dari Mamanya, selisih mereka cukup jauh, dulu Nenek meninggal pasca melahirkan Bibi dan Bibi tinggal bersama mama setelah kematian nenek, Bibi dengan mama selisih 21 tahun, dan saat kematian Nenek mama baru saja menikah dengan papa, Mama memilih untuk membesarkan adiknya terlebih dahulu dan baru berencana memiliki seorang anak, setelah 3 tahun pernikahan mama, munculah Zey, jadi selisih Zey dengan bibi nya hanya sekitar 3 tahun saja, dan papa Zey meninggal sejak dia berusia 9 tahun.


Zey mengambil posisi duduk untuk menikmati makan siang bersama.


"Kamu hari ini lembur lagi?" tanya Bibi.


"Iya bi, mungkin akan pulang malam" jawab Zey sembari menikmati makanan nya.


"Oh iya bi, gimana sama bisnis bibi?" tanya Zey.


Ya bibi Zey memiliki bisnis kecil kecilan, yaitu restauran.


"Alhamdulilah lancar Zey" jawab Bibi.


Tak lama kemudian mereka pun menyelesaikan makan nya, dan Zey ingin segera berangkat ke rumah sakit.


"Zey berangkat dulu ya ma, bi" kata Zey berpamitan.


Mama selalu mengucapkan kalimat itu setiap kali Zey ingin keluar rumah, karna hanya Zey lah penyemangat nya dan anak semata wayang nya.


"Pasti ma" kata Zey yang menyalami mama dan bibi nya.


"Assalamualaikum" kata Zey yang akan berangkat.


"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan.


Zey mulai mengeluari rumah nya dengan pakaian yang sangat rapih untuk segera berangkat ke rumah skait karna dirinya banyak tugas yang tengah menanti nya, apa lagi dia seorang Dokter spesialis bedah untuk jadwalnya 4 hari dan 3 harinya dia mengerjakan managemen rumah sakit,.itulah pekerjaan seorang Zey.


Di perusahaan Al-Ghifari, Jessie telah siap dengan pakaian nya yang sangat rapih, menggunakan dress berwarna hitam, hils yang senada dengan dresnya dan berkaca mata berwarna hitam juga, dengan ramput yang dia ikat dibelakang dengan ikatan pendek.


Jessie tipikal wanita yang menyukai warna gelap, apa lagi dirinya yang saat ini menjabat sebagai CEO perusahaan Al-Ghifari, dirinya harus bersikap tegas dan merubah beberapa sikap nya menjadi dingin dan disiplin dengan karyawan nya..


Jessie memasuki kantor dengan penampilan yanh terlihat sangat prefect, apa lagi wajah cantik nya yang menambah kesan bahwa dirinya terlihat begitu berwibawa.


Saat Jessie memasuki kantor nampak ada 2 satpam yang menyambutnya tepat didepan pintu masuk, Jessie berjalan bak seperti seorang ratu, Jessie terus berjalan hingga Faris yang menjemputnya datang.


"Selamat siang nona Jessie Al-Ghifari" sapa Faris yang tengah menyambut kedatangan Jessie di perusahaan ini untuk pertama kali nya menjadi CEO muda.


"Siang, bagaimana meeting kita siang ini? apa client sudah datang?" tanya Jessie kepada Faris dengan terus berjalan dan Faris terus mengikuti langkah Jessie.


"Tentu saja Nona, kita langsung menuju ruang meeting, beberapa dokumen yang kita butuhkan sudah disiapkan oleh sekertaris" kata Faris yang menjelaskan.


Para pegawai dan karyawan perusahaan sudah tidak heran dengan CEO barunya, karna yang mereka tahu keturunan Wijaya hanya seorang putri yang bernama Jessie, Jessie menuju ruangan meeting dengan di ekori oleh Faris yang mendampinginya.


"Nona?" panggilan Faris kepada Jessie.


"Ada apa Faris? benar bukan, ini ruangan meetingnya?" kata Jessie yang memastikan.


Faris memandang Jessie dengan tatapan yang tidak bisa Jessie artikan, entah tatapan suka dengan dirinya atukah malah sebaliknya, Jessie mengeyitkan dahinya melihat tatapan Faris.


"Tidak apa Nona, mari kita lanjutkan!" kata Faris yang tidak jadi berbicara dan lebih memilih untuk melanjutkan berjalan.


Sedangkan Jessie dengan santainya melanjutkan berjalannya menuju ruangan meeting, Jessie tidak tau apa yang akan dikatan oleh Faris namun dia tidak begitu kepo dengn apa yang akan dikatan Faris, yang ada di fikiran Jessie hanya satu, bagaimana caranya agar perusahaan yang kelolanya saat ini bisa jauh lebih berkembang kembali.


Diruangan meeting sudah ada 6 client bergenre laki laki, dia sudah menunggu kedatangan Jessie dan Faris, jado dirunagn ini terdapat 8 orang yang akan melakukan meeting, Jessie menduduki bangku paling depan, karna dirinya adalah CEO baru dan dirinyalah yang akan memimpin meeting pada siang hari ini.


Jessie menatap satu persatu anggota meetingnya termaksud Faris, yang menatap dirinya dengan tatapan yang menurut Jessie tidak biasa, namun Jessie tidak mempermasalahkan tatapan itu.


"Selamat siang semuanya, Saya Jessie Myseha Kirania Athayan Zahrania Al-Ghifari akan memimpin meeting pada siang ini menggantikan papa saya Wijaya Novian Al-Ghifari" kata Jessie dengan lantang, tegas dan Jelas sebagai pemula.


Para client sudah mengetahui hal ini, namun baru kali ini mereka bertemu dengan putri Wijaya, seorang perempuan dengan tegas dan berwibawa, nampak sekali Jessie memiliki bakat berbisnis seperti papa dan kakeknya.


Jessie menanggapi hal ini dengan sangat santai, karna baginya kegiatan ini akan menjadi rutinitas dan kebutuhannya, maka Jessie memiliki tekat untuk jauh mengembakan perusahaan papa nya agar lebih maju lagi dengan otak cerdasnya Jessie tidak begitu kesulitan menghendel semuanya.