Love Trap

Love Trap
Pemula.



Universitas swasta ini terkenal dengan kemahalannya, bukan hanya mahal namun Universitas ini menyediakan fasilitas, pelayanan dan pendidikan yang sangat mendukung untuk para mahasiswanya, tidak sembarang siswa siswi yang telah lulus sekolah bisa masuk di Universitas ini, hanya siswa siswi pilihan dan berduitlah yang dapat masuk di Universitas ini.


Universitas Company, atau yang sering terkenal dengan Universitas pembisnis, pengusaha, hanya fakultas tentang perbisnisan lah yang disediakan disini, ada beberapa saja jurusan disini dan 2 fakultas namun jarang peminatnya, yang sangat menonjol dari Universitas ini adalah fakultas perbisnisan atau yang sering disebut FEB (fakultas ekonomi dan bisnis).


Tidak diragukan lagi perbisnisan dari Universitas ini bahkan Universitas ini menduduki reting nomer 1 nasional.


Universitas Company memiliki mahasiswa dan mahasiswi yang unggul, berprestasi dan dapat diandalkan, tahun ini banyak sekali perlombaan yang dimenangkan oleh Universitas ini, salah satunya adalah Putri kampus.


Putri kampus kali ini diadakan secara Nasional dan juara pertama dimenangkan oleh Jessie Myesha kirania Athayan Zahrania Al-Ghifari ya nama yang lumayan panjang dan begitu cantik, seperti pemilik nama tersebut.


Jessie Myesha Kiranka Athayan Zahrania Riyadhi atau yang sering di panggil dengan sebutan Jessie, dia adalah sosok gadis yang hampir sempurna, wajahnya yang begitu cantik, dengan hidung yang mbangir kecil, bentuk mata bulat seperti mata anak gajah, mata yang berwarna biru, bulu mata yang panjang melengkung, alis yang tebal beraturan, mulut yang kecil dan berbentuk disertai senyumannya yang begitu manis seperti gula jawa yang semakin membuatnya terlihat begitu cantik, badan yang tinggi semampai, tubuh bak seperti model provesiomal, kulit putih bersih, ditambah dengan otak cerdasnya yang membuatnya semakin terlihat hampir sempurna.


Suatu hari terdapat gadis yang hampir sempurna yang tengah tergesah gesah berlari, akhirnya dia berhenti di balik mobil yang terparkir disana, mobil yang berwarna putih entah siapa pemiliknya.


"Huh huh huh" suara tarikan nafas dari Jessie.


Sesekali Jessie mengintip dari balik mobil tersebut, yaa benar saja lagi lagi Jessie harus berhadapan dengan orang orang yang membuatnya merasa tidak nyaman, orang orang yang selalu menggodanya.


Ya bagaimana tidak? Wanita cantik, cerdas dan kaya, adalah idaman setiap laki laki apa lagi sikap Jessie yang tidak sombong dan ramah yang menambah ke anggunannya.


"Astaga keknya gue harus disini dulu deh" kata Jessie yang tengah memastikan suasa masih belum juga aman.


Jessie memilih untuk menunduk agar tidak ada yang dapat melihat nya tengah bersembunyi dibalik mobil.


Tiba tiba..


"Derrrrr" kata seorang wanita dengan suara yang begitu keras.


Spontan Jessie terkejut, jantung Jessie berdetak begitu kencang dan menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang membuatnya terkejut.


"Apa an sih lu Agnez ngaget ngagetin segalak, untung ini jantung buatan Tuhan, kalau buatan China dah rontok kalik ya" kata Jessie yang melihat kalau Agnez lah yang telah membuatnya terkejut.


"Ya abis nya, lu tu ngapain mindip mindip gitu! Jangan bilang?" kata Agnez sembari menunjuk Jessie dengan jarinya.


Agnez sudah tidak heran lagi dengan apa yang terjadi dengan Jessie, sejak SMA Jessie sudah menjadi primadona sekolah dan sekarang saat kuliah dialah yang menjadi primadona kampus.


"Lu bisa diem gak" kata Jessie yang menyuruh Agnez untuk segera diam.


"Ayok ikut gue!" kata Agnez yang ingin membawa Jessie kesuatu tempat.


"Kemana?" tanya Jessie.


"Udah ikut aja!" kata Agnez lalu memegang pergelangan tangan Jessie sahabatnya.


Jessie dan Agnez sudah bersahabat sejak SMA, jadi bisa dibilang kalau mereka sudah mengenal satu sama lain cukup lama, kali ini mereka masih menempuh semester 4.


Jessie dibawa oleh Agnez masuk kedalam mobilnya, Jessie begitu paham dengan mobil Agnez yang berwarna hijau daun, karna mobil ini sudah sering digunakan oleh Agnez saat berangkat ke kampus.


Agnez mulai melajukan mobilnya mengeluari kampus.


"Lu mau bawa gue kemana?" tanya Jessie kepada Agnez.


"Kemana aja lah, yang penting lu gak dikejar kejar lagi tuh sama anak anak bar bar" jawab Agnez.


Agnez menyalakan musik didalam mobilnya dengan suara yang lumayan keras, mereka menikmati musik itu sembari tertawa dan bernyayi bersama, hingga Agnez memarkirkan mobilnya kesebuat Mall terdekat di kampus nya.


"Gak masalah, go!" kata Jessie mambalas ajakan Agnez.


Mereka mulai menuruni mobil dan memasuki Mall dengan berjalan beriringan, mereka memilih naik ke lantai 3 untuk memilih beberapa pakaian.


"Lansung kelantai 3 aja ya Jes" kata Agnez, sedangkan Jessie hanya mengiyakan perkataan Agnez dan mulai mengekori Agnez.


Beberapa jam kemudian, Jessie dan Agnez telah menyelesaikan belanjaan nya, mereka mempir kesebuah Cafe yang berada di Mall yang mereka tempati, Agnez dan Jessie mangambil posisi duduk bersebelahan dengan beberapa makanan dan minuman yang telah mereka pesan.


"Bentar ya bep, gue mau nelpon pak Dananh dulu, ngabarin kalau gue ada disini" kata Jessie.


"Ih ngapain, bareng gue aja pulangnya" kata Agnez.


"Gak papa nih" goda Jessie kepada Agnez yang mengedep ngedipkan matanya.


"Elo mah, gue gibeng baru tau rasa" kata Agnez.


Jessie melihat kelayar ponselnya sudah tertera jam 17:00 waktu yang menandakan sudah sore, Jessie memilih untuk segera pulang.


"Bep pulang yuk!" ajakan Jessie yang sudah ingin segera pulang.


"Ngapain? disini aja dulu lah" kata Agnez.


"Dah pengen pulang tapi" kata Jessie yang memanyunkan bibir nya.


"Beginilah kalau punya sahabat anak sultan hahahaha manjanya nggak ketulungan" jawab Agnez.


"Let's go!" kata Jessie yang sudah bersiap siap menarik tangan Agnez.


"Siapa bilang gue mau" kata Agnez yang masih menikmati duduknya.


"Gak asik lu" kata Jessie.


"Lu harus jawab pertanyan gue dulu bep" kata Agnez yang menawarkan sebuah pertanyaan kepada Jessie.


Agnez dan Jessie memiliki sebuatan panggilan Bep diantara masing masing, ya kata panggilan itu keluar begitu saja semenjak mereka dekat, Jessie yang bersikap ramah sedangkan Agnez yang lumayan dingin.


"Gak usah aneh aneh ya" kata Jessie menuding Agnez.


"Iya iya, udah duduk dulu makannya!" kata Agnez.


"Apa'an?" kata Jessie yang telah duduk dikursinya kembali, padahal tadi dia sudah semngat 45 untuk segera pulang dan kali ini harus duduk kembali di kursi ini.


"Bimo ngajakin lu jalan, mau ya! kasian lo Jess lo selalu tolak dia, sekali ini aja ya Lu mau jalan sama dia" kata Agnez yang mengutarakan apa yang dikatakan oleh Bimo tadi pagi.


"Bimo? anak ekonomi itu kan" tanya Jessie memastikan.


"Iya, lu mau kan!" kata Agnez.


"Boleh juga hahahha" kata Jessie kepada Agnez.


"Ah lu mah setiap di deketin cowok mau tapi cuma lu php in doang, jangan terlalu dalam lu buat dia jatuh cinta tar lu sendiri yang cinta beneran sama Bimo" peringatan Agnez kepada Jessie.


Ya, Jessie tipikal orang yang suka merespon laki laki yang suka kepadanya apa lagi memberikan harapan palsu keapda laki lako itu, namun disaat Jessie diajak dalam menjalan kan hubungan yang lebih serius dia selalu menolak dengan alasan dia tidak memiliki perasaan kepadanya, ya begitulah Jessie yang perasaan nya sekeras batu dan sekuat baja dapat bertahan dalam hati yang kosong.