
Sore pukul 16:00, Jessie sudah berada dilingkungan kampus, Walaupun tubuhnya berasa sangat capek karna aktivitas nya yang mulai padat ditambah lagi pekerjaan yang harus dia tanggung di umur nya yang ke 20 tahun ini, namun Jessie harus tetap melaksanakan kewajibannya sebagai mahasiswa dan belajar serta mencari wawasan lebih bnyak lagi, Jessie mulai memasuki ruangannya tetapai ditengah jalan langkah kaki Jessie terhentikan dirinya tak sengaja melihat Agnez dengan Bimo tengah berbincang bincang amat serius di bawah pohon mangga tepatnya disamping gedung.
Jessie mnegamati mereka berdua dari lantai 3, Jessie beberapa kali ingin mendengar apa yang dibicarakan oleh sahabatnya itu mengapa terlihat begitu serius.
"Mereka ngomongin apa? atau Tante Hinda! tapi kalau Tante Hilda otomatis Agnez langsung kerumah sakit, apa perihal Om Lukman, atau sebaiknya gue samperin!" batin Jessie yang masih memantau mereka.
"jangan Jessie itu privasi mereka, bagaimana kalau yang mereka bicarakan penting dan tidak boleh ada yang mendengarnya sekalipun Lo sahabatnya" gumam Jessie lagi yang menghentikan niatan nya untuk menyusul Agnez dan lebih memilih melihat mereka berdua sejenak dari atas.
Dibawah Agnez yang tengah berbicara serius dengan Bimo perihal Jessie dengan Rafa, suara mereka sangat kecil namun nampak sekali kalau mereka sedang beradu mulut.
"Lo pikir gue nggak khawatir, Lo tau Bim, Rafa nitipin bingkisan ini ke gue buat Jessie, bahkan gue rasa mereka bukan sekedar temen tapi lebih" kata Agnez.
"Eh Agnez lo juga harus mikir klo memang itu bener berarti saingan Lo bertambah, ada Della ratu ubur ubur yang demen sama Rafa" Kata Bimo.
"Della bukan saingan gue karna gue yakin Rafa nggak suka dia, yang gue khawatir adalah Jessie Bim, keluarga gue udah berantakan ya kalik gue juga harus patah hati karena cowok" kata Agnez.
"Bukan hanya Lo tapi gue juga" sahut Bimo.
Sedangkan Jessie terus menyimak pembicaraan mereka hingga akhirnya.
Tiba tiba Jessie melihat dosennya berjalan menuju kelasnya, dengan setgab Jessie segera berlari menuju kelasnya dan mengekor seorang dosen laki laki yang memasuki kelasnya.
Dan setelah masuk kelas Jessie segera mengambil bangku kosong untuk didudukinya tepat berada disebelah Wulan.
"Hai Jess, tumben Lo telat kemana dulu?" tanya Wulan.
"Tadi kena macet" kata Jessie.
"untung gue nggak kalah cepet sama tu pak Sulis" batin Jessie yang melihat dosennya.
Sedangkan acara kelas sudah dimulai.
Sore harinya tepat pukul 17:30 semua mahasiswa pulang dan mulai mengeluari gedung termaksud Agnez, Agnez menunggu Jessie tepat diparkiran kampus yang berlihat terdapat mobil yang digunakan oleh Jessie tak lama kemudian Jessie datang bersama dengan teman teman kelasnya yang juga Agnez kenal yaitu Wulan dan Cika, mereka tertawa lepas lepas.
"Jessie mengapa perasaanku semakin seperti ini melihatmu tertawa" batin Agnez yang melihat Jessie dan kawan kawan
Jessie melihat keberadaan Agnez dan langsung mendekati Agnez begitu juga dengan Wulan dan Rika.
"Hai Agnez" sapa mereka bersamaan.
"Hai" jawab Agnez dengan tersenyum terpaksa.
"Lo udah dari tadi keluar?" tanya Jessie.
"Belum lama, enggak ada jam lagi kan" kata Agnez.
"Enggak hari ini kan cuma satu" jawab Jessie.
"Oh iya Jessie Agnez gue sama Wulan duluan ya" kata Cika.
"Iya ti ati ya" jawab Jessie dan Agnez tersenyum.
"Oh iya gimana nyokap Lo?" tanya Jessie.
"Nyokap udah pulang, lu sendiri kemana kok baru nongol?" tanya Agnez.
"Nanti gue ceritain, Oh iya lu mau langsung pulang apa mau kemana dulu nih?" tanya Jessie.
"Gue mau ikut lu, pngen maen kerumah lu atau kemana dulu gitu" kata Agnez.
"mungkin ini cara satu satunya buat gue cari informasi dari Jessie" kata Agnez.
"Kita ke cafe dulu ya, pengen ngopi!" kata Jessie.
"ide bagus, Okey" Jawab Agnez yang kemudian merekapun langsung menaiki mobil Jessie karna kebetulan hari ini Agnez tidak membawa mobil ke kampus.
Di Cafe City Agnez dan Jessie duduk disebuah kursi dan memesan kopi yang masing masing sudah mereka pesan.
"Oh iya Jes, tadi gue ketemu sama kak Rafa saat mau masuk kelas jam pertama, dia nitipin sebuah bingkisan ini ke gue" kata Agnez.
"Rafa?" kata Jessie yang masih bingung.
"Iya buat bokap Lo" jawab Agnez.
"oh buat bokep, makasih ya Lo dah repot repot bawain" jawab Jessie.
"Btw itu bingkisan apa ya?" tanya Jessie.
"Gue juga nggak tau Jes terkemas rapih dan gue rasa itu makanan" jawab Agnez.
"Lo tarok mana bukannya sendari tadi lu nggak bawa apa apa Nesa?" tanya Jessie.
"Iya tadi gue titipin di mobil Kevin soalnya gue nggak bawa mobil tadi, gue udah chat Kevin katanya dia mau otw kesini kok" jawab Agnez.
"Sorry banget ya bro gegara gue jadi ngerepotin banyak orang gini" kata Jessie yang merasa tidak enak hati.
"Slow Jess, Oh iya gue mau nanya sesuatu deh sama Lo?" kata Agnez.
"Nanya apa?" kata Jessie.
"Lo waktu dirumah sakit jengung mama kenapa? gue rasa ada yang aneh sama lo, Lo lagi demen sama orang kan, ngaku deh Lo" ledekan Agnez yang mulai memojokan Jessie dengan segudang kecanduannya.
"Apaan sih Lo" jawab Jessie yang sangat malu, Jessie teringat dengan adegan bertemunya dengan dokter Zey saat di rumah sakit dan saat awal mereka bertemu di mall.
"Hiks ngaku deh Jes, Lo ketemu sama Rafa" kata Agnez menebak.
"Apa an, ya bukan lah, kenapa bawa bawa Rafa hahhaha" jawab Jessie yang terkekeh mendengar perkataan sahabat nya itu.
"Lalu siapa Jes?" tanya lagi Agnez yang sangat penasaran.