Love Trap

Love Trap
3.3



Di kamar seluas 5m x 4m, bernuansa doraemon, berbagai macam gambar doraemon dan indentik dengan warna biru, dari dinding, sprai dan beberpa perabot kamar bersticker doraemon dan lain lain, ya Kamar gadis bernama Agnez.


Agnez sedang duduk diranjang nya sembari memainkan Hp nya, tak lama kemudian terdapat chat masuk lewat WA.


Drett drettt drettt...


Getaran Hp Agnez yang menerima chat masuk, Agnez membaca pesan itu lewat notif, dilihatnya Bimo yang mengirimkan chat tersebut.


Isi chat.


(Thank you sister, kerjamu bagus, semoga kali ini rencanaku berjalan dengan sukses).


Agnez membaca chat dari Bimo tersenyum tipis, lalu membalas chat dari Bimo.


Isi chat.


(Iya, tapi lu juga harus bantuin gue sesuai perjanjian kita)


Agnez dengan Bimo memiliki perjanjian simbiosis mutualisme, yang menguntungkan kedua belah pihak, Bimo yang sudah ter lebel play boy tapi hanya mencintai Jessie meminta bantuan Agnez untuk mencomblangkan dirinya dengan Jessie, begitu sebaliknya, Agnez yang menyukai teman Bimo ingin mengambil perhatian nya lewat perantara Bimo, karna Bimo teman dekatnya.


Agnez tidak perduli dengan siapapun yang menyukai Jessie asalkan bukan lelaki yang selama ini dia kagumi yaitu sosok Rafa, Rafa kakak tingakat semester akhir yang berhasil mencuri perhatiannya dan membuatnya kagum tampa batas.


Agnez mengotak atik Hp nya setelah membalas chat dari Bimo dengan tujuan selalu stalking sosial media milik Rafa, yaa itu sudah melekat di diri Agnez bahkan sudah seperti kebutuhan bagi kehidupan Agnez, Agnez memang menyukai Rafa tetapi dia tidak memberitahukan perasaan nya kepada Jessie, disisi lain Agnez malu dengan Jessie yang memiliki banyak penggemar dan wajah cantiknya sedangkan Agnez yang menyukai seseorang tapi berulang kali mendapatkan penolakan.


"Rafaa, gue harap lu nggak akan punya cewek selain gue" gumam Agnez yang memndangi foto foto Rafa disosial media.


Di Cafe, Jessie dan Bimo sedang menikamati makan malamnya, Jessie beberapa kali mengecek Hp nya jikalau ada kabar berita mengenai kampus.


"Jes" panggilan Bimo yang mendapati Jessie menyueki nya.


"Iya Bim" jawab Jessie melihat kearah Bimo.


"Gue mau ngomong sama lu" kata Bimo.


"Ngomong aja, bukan nya dari tadi juga lu ngomong sama gue" jawab Jessie, sedangkan Bimo tersenyum dengan Jessie.


Bimo mengeluarkan benda berwarna merah pada kotak kecil dari sakunya dan membukanya perlahan.


"Jessie, gue mau lu jadi kekasih gue, apa lu bersedia Jes" kata Bimo dengan sungguh sungguh, Bimo memiliki harapan yang begitu besar kepada Jessie, walaupun sudah ber kali kali dirinya ditolak dengan Jessie namun dia tetap bersi kekeh dan menjadikan ini sebuah tantangan.


Bimo menyodorkan sebuah kotak merah yang berisikan cincin kepada Jessie, sedangkan Jessie tertawa terbahak bahak mendapati tingkah Bimo yang menurutnya sangat lucu.


"Hahahahaha apa an sih lu Bim" jawab Jessie yang tidak percaya dengan kesungguhan Bimo, bagi Jessie Bimo bukan lah lelaki sejati dan mudah terpengaruh kepada wanita siapa saja.


"Jessie kenapa ketawa seperti itu! apa gue kurang romantis" batin Bimo yang mendapati keraguan Bimo memutar otak nya, dia teringat kata kata Agnez yang memberitahukan nya bahwa Jessie tidak mudah terbuai dengan kata kata, Bimo berusaha untuk meyakin kan Jessie.


"Jes, gue serius! gue akan ngelakuin apa aja buat lu Jes, apakah kamu mau menjadi kekasih saya tuan putri?" tanya Bimo lagi.


"Jes gue serius!" kata Bimo yang tidak mendapati tanggapan dari Jessie.


"Udah lah Bim, kita itu temen jadi gue harap lu menghargai pertemanan kita" jawab Jessie sembari tersenyum dengan Bimo.


"Apa Lu nggak mau lebih dari sekedar temen Jes?" tanya Bimo lagi.


"Gue belum siap Bim, tolong ya Bim hargai keputusan gue" kata Jessie.


Bimo mendakati Jessie dan berlutut dihadapan Jessie, Bimo tak gentar ingin menjadikan Jessie sebagai kekasihnya, Bimo memegang tangan Jessie dengan lembut.


"Jes, percaya sama gue, gue bakal bahagian lu, gue gak akan buat lu nangis apa lagi terluka, gue sayang Jes sama lu, gue mohon bukalah ruang dihati lu buat gue Jes, kalaupun lu gak mau pacaran, gue akan bilang sama Papa lu kalau gue mau nikahin lu" kata Bimo dengan sunggug sungguh.


"Maaf Bim gue nggak bisa" jawab Jessie, Jessie menyuruh Bimo agar segera berdiri.


Bimo kembali ketempat duduknya dengan muka berlipat lipat, kecewa kali ini begitu menyakitkan, sampai dia berkata ingin menikahi Jessie pun dia tetap tidak maj menerimanya.


"Gue akan nunggu sampai lu siap Jes" kata Bimo.


"Kalau gitu gue cabut ya Bim, mumpung ini masih sore gue mau mampir ke canter dulu" kata Jessie yang ingin segera pamit, Jessie tidak mau menanggapi lebih pemkataan Bimo karna menurutnya itu tidak penting.


"Gue anter ya" tawarah Bimo, Bimo tidak mau memaksa Jessie untuk menjadi kekasihnya karna Bimo sudah paham kalau Jessie tidak suka dipaksa.


"Enggak usah Bim, gue sama pak Danu" tolak Jessie lagi, Jessie sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya kalau kalau Bimo akan mengantarnya, karna itu salah satu trik yang sering kali Bimo lakukan kepada Jessie, sedangkan Jessie tidak menyukai sikap yang seperti itu.


"Oke" jawab Bimo.


"Kalau gitu gue cabut dulu ya, makasih buat dinner malam ini, bye" kata Jessie kepada Bimo yang langsung mengambil posisi untuk segera mengeluari Cafe.


"Jess" panggilan Bimo yang menghentikan langkah Jessie.


"Iya Bim" jawab Jessie.


"Kalau ada waktu kita masih bisa jalan lagi kan?" tanya Bimo yang masih menyimpan harapan kepada Jessie.


"Pasti Bim, gue dulu an ya, daaa" kata Jessie sembari melambaikan tangannya.


Sedangkan Bimo terpaku melihat Jessie hingga hilang dari pandangannya, tak lama kemudian Hp Bimo berdering bertandakan nada panggilan masuk, Bimo mengambil Hp nya dan melihat Hp nya siapa yang menelpon, dilayar Hp tertera nama 'Ara cewek 4', hahaha nama panggilan dari Bimo, sangking banyak nya pacar Bimo hingga diberikan angka untuk masing masing pacarnya.


"Hello Bep" jawab Bimo yang telah mengangkat panggilan itu.


"Oke, kita ketemu ditempat biasa ya sayang" kata Bimo lagi yang tengah bercakap cakap dengan wanita itu.


"I love you too, bye" jawab Bimo lagi lalu mematikan HP.


Bimo memang memiliki banyak sekali wanita namun hanya dijadikan nya tempat hiburan dan pengoleksian asrama putri, hati dan cintanya hanyalah untuk Jessie.