
Agnez menyodorkan air mineral yang ada ditangannya kepada Rafa.
"Ini buat kakak, kakak terlihat sangat fokus, tidak ada salahnya bukan untuk menambah energi" kata Agnez.
"Tak perlu repot-repot" jawab Rafa.
"Tak repot sama sekali kak bahkan kalau kakak menerima nya aku sangat senang" kata Agnez dan melihat wajah Rafa dengan kesungguhan.
"Trimakasih" jawab Rafa yang mengambil air mineral yang dibawakan oleh Agnez.
"Kamu ada jam hari ini?" tanya Rafa.
"Iya kak, sebentar lagi masuk" Jawab Agnez dengan tersenyum.
"kamu tidak bersama Jessie?" tanya Rafa kepada Agnez.
Degggg...
jantung Agnez berdegup begitu kencang, rasa yang tidak karuan menghampirinya seperti panah yang mulai menusuk hatinya, bagaimana tidak perasaan yang selama ini dia takutkan akan terjadi, Agnez sangat takut jikalau Prasangka buruknya benar benar kejadian, Agnez berusaha tegar dan menetralkan dirinya begitu juga perasaan nya, Agnez tidak mau jika Rafa memgetahu kalau dirinya sangat menyayanginya.
"Tenang Agnez tenang, Lo nggak boleh terlihat sedih didepannya, Lo harus berfikir positif lagi pula jika memang benar Rafa menyukai Jessie belum tentu Jessie menyukainya, jadi Lo harus tenang Agnez, lantas siapa yang membuat Jessie begitu terpesona saat dirumah sakit, tidak tidak saya yakin itu pasti bukan Rafa, Ayo Agnez tenang lah" batin Agnez yang menyemangati dirinya sendiri agar selalu berfikir positif dengan keadaannya.
Agnez menarik nafas sedalam dalam nya, dan mengeluarkannya lalu berkata.
"Kebetulan Jessie dengan saya beda jam hari ini, tapi nanti sore Jessie ada jam kalau tidak salah" kata Agnez dan tersenyum sebisa mungkin.
"Be the way kakk ada apa menanyakan Jessie?" kata Agnez.
"Oh, begini, jadi tadi papa saya menitipkan bingkisan kepada papanya Jessie, jadi dari pada saya kesana lebih baik saya berikan kepada Jessie, karna saya full di kampus hari ini toh bisa juga mungkin saya bisa mengantarkan bingkisan tersebut nanti malam kesana" jawab Rafa.
"Astaga tukan gue dah berburuk sangka lagi" batin Agnez yang bernafas lega.
"Oh kalau tidak biar saya saja kak yang bawa kak nanti saya berikan ke Jessie biar lebih meringankan kakak, jika kakak mengizinkan" kata Agnez yang menawarkan dirinya.
"Wahh tidak perlu repot-repot Agnez, biar kan saya yang memberikan saja kepada Jessie itupun saya sudah sangat tidak enak karna tidak langsung ke rumahnya" kata Rafa.
"Baiklah, kalau begitu saya masuk kelas dulu ya kak" kata Agnez.
"Iya, hati hati ya, sekali lagi terimakasih minum nya" kata Rafa.
"Sama sama" jawab Agnez dengan tersenyum dan mulai meninggalkan Rafa sedangkan Rafa melanjutkan tugas tugasnya setelah kepergian Agnez.
*****
Di tempat lain, Restoran makanan yang bernuansa Padang ini milik seorang gadis cantik yaitu Sabrina, Sabrina mendirikan restoran itu sendiri dengan karna perekonomian kakaknya Lidia menipis, Lidia adalah ibunda Zey yang membesarkan Zey dan Sabrian sendiri setelah di tinggal suaminya meninggal.
Sabrina berangkat ke Restoran sekedar mengecek suasa dan kondisi disana, restoran ini tidak begitu besar namun sudah dapat membantu pendidikan Zey.
"Siang buk Sabrina" kata pelayan restoran menyapanya.
"Siang, bagaimana hari ini lancar?" tanya Sabarina.
"Lancar buk" jawabnya.
Sabrina melanjutkan berjalan hingga menuju dapur nampa beberapa chef tengah sibuk dengan tugasnya masing masing.
Sabarina memilih untuk memasuki ruangannya dan mengecek keuangan, dia duduk disebuah kursi yang dirasanya ini adalah kursi kerjanya dan laptop yang berada dimeja tepat didepan kursi tersebut.
"Apa? kenapa bisa begini?" gerutu Sabrina.
Raut wajahnya mulai memanik mendapati hal yang tidak dia duga duga dan tidak sesuai dengan harapannya.
"Arnot Arnotttt" panggilan Sabrina kepada manager restoran nya..
Tak butuh waktu lama seseorang laki laki yang dipanggil oleh Sabrina pun datang keruangan dan tepat berdiri dihadapan Sabrina.
"Iya buk, ada apa?" tanya Arnot..
"Bagaimana bisa ke uangan kita seperti ini, kamu becusss tidak bekerjanya!" kata Sabrina yang mulai memuncak.
"Maaf buk ke uangan kita memanglah membengkak beberapa hari ini, makannya saya memanggil ibu agar hadir ke sini pada hari ini" kata Arnot menjelaskan.
"Lalu alasannya apa? mengapa bisa sampai seperti ini?" kata Sabrina yang tidak mau kalah.
"Begini buka ada pihak dari bank yang datang kemari beberapa hari lalu yang pernah saya kabarkan kepada ibu, dan saat itu ibu meminta saya untuk membayarnya menggunakan uang restoran sebesar 500jt dan pada saat itu kebutuhan restoran sudah semakin minum" penjelasan Arnot.
"Kamu sekarang atur ke uangan dengan sebaik mungkin nanti saya pikirkan cara selanjutnya" Kata Sabrina.
"Kalau begitu saya permisi buk" kata Arnot dan langsung mengeluari ruangan Sabrina.
Sabrina ber kali kali memutar otaknya untuk mencari jalan keluar, tak mungkin dirinya meminjam uang bank lagi karna hutangnya di bank sudah sangat banyak masih ada 1,5m lagi yang belom sanggup dia bayar..
"Ahhh gue harus gimana, mana mungkin gue minjem bank lagi, gue harus cari bantuan, tapi bagaimana dengan siapa? Sabrina ayo dong mikir mikir" gerutu Sabrina yang mulai kebingungan.
dan tak lama kemudian wajahnya yang cemas mulai terlihat tersenyum, ya Sabrina memiliki ide sekaligus jalan keluar untuk masalah yang dihadapinya saat ini.
Sabrina memilih untuk keluar dari restoran dan melajukan mobilnya untuk segera pulang, sesampainya dirumah ada kakaknya Linda yang tengah menyetrika baju, Sabrina mendekati kakak nya dan mulai berkata.
"Hai kak" sapa Sabrina.
"Loh kok kamu sudah pulang dek, cepat sekali?" tanya Linda.
"Iya, cuma bentar aja kesana, oh iya kak setelah ini aku langsung pergi lagi ya ada urusan" kata Sabrina.
"Kemana lagi? kamu itu sukanya keluyuran" kata Linda berkekeh.
"Ihh kakak mah, aku pergi karna ada urusan bukannya keluyuran" kata Sabrina mengelak.
"Yang penting kamu harus selalu hati hati ya" kata Sabrina.
"Oh iya kak, kakak ada foto copy KTP Zey tidak?" kata Sabarina.
"Untuk apa kamu menanyakannya, kamu sedang tidak berbuat aneh aneh kan?" kata Linda.
"Tidak lah kak, Aku hanya ingin mengakses kartu keluarga yang baru saja dan kebetulan ada pemilihan lurah jd harus kumpul kan foto copy KTP, kalau punya kakak kan aku sudah punya" kata Sabrina.
Ya memang benar, foto copy KTP itu akan dia kumpulkan sekaligus dia gunakan untuk meminjam uang lagi.
"Ada, kalau tidak salah Zey letakan di lemari tepatnya didalam laci, coba saja kamu cari disana" kata Linda.
Sedangkan Sabrina langsung mencari KTP itu sesuai dengan instruksi dari kakaknya didalam lemari dan diletakan di laci, Sabrina melacak lacak dan pada akhirnya dia menemukannya apa yang dia cari.