Love Trap

Love Trap
Kejahatan Zack



Di dalam ruangan Laskar segera menelepon Naeva dan menyuruhnya untuk menggeledah tasnya. Laskar sangat mengenal sifat seorang Zack, maka dari itu dia yakin mantan sahabatnya itu pasti menaruh penyadap di tas kekasihnya untuk mengetahui hal yang dia inginkan.


Dan benar saja.


"Apa ini yang kau maksud?" tanya Naeva sambil menunjukkan benda bulat kecil mirip kelereng di depan kamera.


"Fuckk... Hancurkan benda itu!" perintah Laskar.


Naeva segera menginjak benda kecil tersebut hingga hancur tidak berbentuk.


"Lain kali hati-hati! Jangan pernah bertemu Zack sendirian!" ucap Laskar memperingatkan Naeva setelah itu dia segera menutup teleponnya dan pergi keluar dengan emosi.


Melihat ekspresi Laskar yang terlihat sangat emosi. Naeva langsung panik, dia takut Laskar akan melakukan hal yang tidak-tidak. Bahkan mungkin itu bisa menjadi skandal yang besar untuk Laskar.


"Robin!" Naeva teriak memanggil rekan kerjanya. Hingga semua pelanggan langsung menatap ke arahnya. Tapi Naeva tidak peduli akan hal itu, dia segera mengemasi barang-barangnya.


"***! Ada apa denganmu?!" tanya Robin.


"Aku harus pergi sekarang, tolong izinkan ke Bu   Elli."


Setelah mengatakan itu Naeva segera pergi dari kafe dengan terburu-buru. Tanpa memedulikan tatapan tanda tanya para pelanggan yang ada di kafe. Sekarang yang terpenting dia harus sampai di lokasi syuting Laskar secepatnya untuk mencegah Laskar melakukan hal yang akan merusak citranya.


Di Lokasi Syuting


Laskar keluar dari ruang istirahat dengan tatapan amarah. Laki-laki itu tidak menghiraukan Hansen yang menahannya dia terus berjalan mendekati Zack dan langsung melayangkan pukulan.


Terjadi keributan di lokasi syuting Laskar. Zack yang juga tidak mau kalah membalas pukulan Laskar. Tidak ada yang bisa menghentikan mereka berdua. Mereka berkelahi sudah lebih dari lima belas menit. Tapi tidak ada yang mau mengalah sama sekali.


"Keparat sialan!!" bentak Laskar sambil memukul wajah Zack.


"Aku hanya mencari tahu, apa itu salah?" tanya Zack dengan wajah meremehkan. "Ngomong-ngomong. Gadis itu memang cantik. Kalau kau tidak serius dengannya, aku bersedia menjadi pacar sungguhannya." ucap Zack kembali memancing amarah Laskar.


Buagh!


"Jangan berani kau dekati dia!" bentak Laskar.


"Kenapa? Aku tidak akan membunuhnya. Atau jika kau ingin aku bisa--"


"Tidak cukup kau membunuh saudaramu sendiri hah?!" tanya Laskar.


Seketika suasana menjadi ricuh. Bukan karena Laskar dan Zack yang bertengkar. Tapi karena para staff dan yang lainnya membicarakan tentang apa yang dikatakan Laskar barusan.


Tiba-tiba seorang gadis datang dan berteriak memanggil nama Laskar. "Laskar!" Dia berlari dan memegang tangan Laskar yang hendak memukul Zack.


"Bagaimana kau bisa disini?" tanya Laskar dengan nada yang lebih lembut.


"Stop, jangan bertengkar lagi." ucap Naeva sambil memeluk Laskar.


"Kau membelanya?"


"Tidak, aku tidak ingin kau terluka." jawab Naeva.


Laskar menghela napasnya. Laki-laki itu melepaskan pelukan Naeva dan berbalik menatap gadis itu. "Aku baik-baik saja. Ini harus selesai hari ini." kata Laskar. Kemudian ia melepaskan tangan Naeva dan kembali menatap Zack.


"Tutup mulutmu Laskar...." ucap Zack lewat tatapan matanya.


"Jack Afriando. Saudara kembarmu yang kau dorong dari atas tangga hingga cedera dan masuk rumah sakit. Setelah itu kau dorong dia dari atas gedung rumah sakit agar kau bisa debut." ujar Laskar membongkar semua yang terjadi selama ini.


Naeva seketika shock mendengar apa yang dikatakan Laskar. Dia tidak pernah menyangka selama ini dia mengidolakan manusia biadab seperti itu. Lututnya melemas, gadis itu terhuyung ke belakang. Tapi dia masih punya keseimbangan untuk menopang tubuhnya agar tidak terjatuh.


Laskar menyunggingkan senyum miring. "Aku? Mengada-ngada? Kenapa? Kau takut kebusukanmu selama ini terbongkar?" tanya Laskar balik.


Zack mengepalkan tangannya erat-erat. Matanya melihat semua orang yang ada disekelilingnya, sama sekali tidak ada yang terlihat percaya padanya. Tiba-tiba datanglah manager dari Zack, kemudian segera membawa aktor tersebut pergi tapi ketika melewati Naeva Zack memberontak. Laki-laki itu menodongkan pisau ke arah leher Naeva. Toh tidak ada gunanya berpura-pura baik disaat mereka sudah tidak percaya padanya.


"Naeva!"


"Ok, kau benar. Memang aku yang melakukan semua itu. Dan sekarang gadis ini yang akan menjadi korban selanjutnya." ucap Zack.


Naeva sama sekali tidak berani bergerak. Karena bergerak sedikit saja pisau yang dipegang oleh Zack bisa menggores lehernya.


Zack menyeret Naeva ke mobil sambil tetap menodongkan pisau ke leher gadis itu. Betapa terkejutnya Naeva ketika melihat orang yang ada di mobil itu adalah pria yang dijodohkan dengan dirinya.


"Jangan berani teriak atau kau tahu akibatnya!" ancam Zack.


Naeva hanya diam. Tapi gadis itu memikirkan cara agar bisa lolos dari mereka. "Gue gak sebodoh itu. Ayo pikirkan cara Naeva!" batin Naeva.


"Jalankan mobilnya, setelah sampai apartemenmu kau bisa nikmati gadis ini sepuasmu." ucap Zack.


Pria yang dijodohkan dengannya segera menjalankan mobilnya.


Sedangkan Laskar langsung berlari ke mobilnya dan mengendarainya dengan cepat untuk mengejar mobil yang membawa Naeva. Dia tidak peduli bahkan lampu lalu lintas dia langgar agar tidak ketinggalan.


Hansen segera menghubungi polisi dan ikut mengejar Zack menggunakan mobilnya sendiri.


Kita kembali ke Naeva. Gadis itu yakin Laskar sekarang pasti sedang berusaha menyelamatkannya. Tapi dia tidak bisa pasrah begitu saja tanpa usaha. Naeva baru ingat, bahwa ayahnya dulu pernah memberikannya sebuah gelang yang jika ditekan akan terhubung dengan handphone ayahnya. Itu diberikan untuk berjaga-jaga ketika dirinya dalam bahaya.


"Benar. Anak buah ayah banyak. Pasti akan lebih mudah menangkap manusia-manusia bejat ini dengan bantuan mereka. Dan setelah mengetahui ini ayah pasti akan membatalkan perjodohan ini." batin Naeva. Gadis itu segera menekan tombol yang ada di gelangnya tanpa sepengetahuan Zack.


"Kau gadis penurut rupanya. Kau sama sekali tidak memberontak. Apa karena kau mengidolakanku?" tanya Zack seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Naeva.


Naeva memalingkan wajahnya ketika Zack mendekat. "Aku tidak memberontak karena itu membuang tenaga. Lagipula penjagaku ada dimana-mana." jawab Naeva dengan santai.


"Jangan berani macam-macam!" ancam Zack lagi.


"Memang aku kenapa?" tanya Naeva.


Zack semakin dibuat bingung dengan sikap Naeva. Gadis di sampingnya ini seolah-olah sama sekali tidak takut padanya. Bahkan dengan pisau yang hampir menempel di leher, Naeva tetap terlihat santai. Ya, walaupun aslinya ketar-ketir.


Tiba-tiba dua mobil menghadang di depan mereka..


"Apa-apaan ini?!" teriak pria yang dijodohkan dengan Naeva.


Naeva mengamati dua mobil yang ada di depan mereka. "Ruby... Robin?" gumam Naeva. "Bagaimana mereka bisa tahu?" batinnya lagi.


Brak! Brak! Brak! Seseorang memukuli kaca mobil. Yap itu adalah Laskar.


"Keluar! Kau sudah tidak bisa pergi kemana-mana lagi!" teriak Laskar dari luar.


Zack melihat ke sekelilingnya. Mobilnya telah dikepung banyak orang. Ada polisi, ada juga pria dengan pakaian serba hitam dan juga mengenakan kacamata hitam. Yap, mereka adalah bodyguard utusan ayah Naeva.


"Keren..." desis Naeva.


...***...


...Bersambung......