Love Trap

Love Trap
2.2



"Aman Nez" jawab Jessie dengan memainkan alisnya.


"Btw Bimo ngajakin ketemu jam berapa?" tanya Jessie ingin tahu.


"Belum tau Jes, coba gue tanya dulu ya" jawab Agnez.


Agnez mengambil Hp nya untuk mengabari Bimo kalau dirinya akan memberitahu bahwa Jessie menyetujui permintaan nya.


"Eh kenapa ya Bimo nggak ngomong sendiri gitu ke gue kalo dia mau Dinner!" kata Jessie.


"Hello, sekarang gue nanya deh, kalo dia sendiri yang ngajakin lu Dinner apa lu mau Jess?" kata Agnez.


"Hahaa bener juga lu" jawab Jessie.


"Hallo Bim" kata Agnez yang panggilannya telah dijawab dengan Bimo.


"Gini gue mau nanyain, lu ngajain Jessie dinner jam berapa?" tanya Agnez.


Jessie menatap Agnez dengan raut wajah yang ber ekspresi sangat biasa, dia tak kepo apa lagi ingin menguping pembicaraan mereka, Jessie sudah tidak lagi baper apa lagi begitu tertarik dengan laki laki yang menyukainya, karna itu sudah menjadi fenomena yang begitu biasa baginya.


"Iya, dia mau" jawab Agnez lagi.


"Oke" kata Agnez lagi.


Agnez menyudahi pembicaraan nya ditelepon dengan Bimo, dan meletakan HP nya di meja kembali.


"Jam 7 malam Jess, di Cafe Green Tea" kata Agnez.


"Okeh, balik yuk!" Ajakam Jessie yang ingin segera pulang.


"Tapi lu beneran dateng lo" kata Agnez memastikan.


"Iya iya, tenang aja gue pasti dateng kok" kata Jessie dengan yakin.


Agnez membantu Bimo untuk mendekati Jessie karna Bimo adalah sepupu Agnez, sudah dari dulu Bimo menyukai Jessie namun berulang kali saat Bimo mengutarakan perasaan nya Jessie menolak dengan alasan dirinya sedang tidak ingin memiliki hubungan yang spesial dengan siapa pun.


Malam harinya, Jessie telah siap untuk dinner bersama dengan Bimo, Jessie menggunakan gaun berwarna biru laut dengan ukuran yang begitu pas di badanya dan panjang diatas lutut selisih 5 cm, ditambah dengan tas yang berwarna senada dengan gaun yang digunakan oleh Jessie.


Jessie mulai mengeluari kamarnya dengan penampilan yang terlihat begitu perfect, Mama dan Papa Jessie tengah berada di ruang tengah, seperti biasa mereka selalu menghabiskan waktu malam untuk bersantai kepada keluarganya.


"Hadudu anak Mama cantik sekali, kamu mau kemana?" tanya Mama Jessie.


Ya siapa yang tidak kenal dengan Mama Jessie yang bernama Jasmin Clarestiana, Mama Jassie asli keturunan Perancis dan Papa Jessie bernama Hendrawan Al-Ghifari ya seperti nama Jessie bukan!, keluarga Papa Jessie memiliki nama Al-Ghifari diambil dari nama Kakek Jessie, Kakek jessie hanya memiliki seorang anak yaitu Papa Jessie, dan sekarang Nenek dan Kakek Jessie tinggal di Bogor sekitar 10 tahun belakangan ini setelah dari Jakarta.


"Mau keluar dulu ya Pah Mah, ada dinner sama temen" kata Jessie meminta izin kepada orang tuanya.


"Temen apa temen" goda Papa.


"Ihh Papa, Jessie belum punya pacar" kata Jessie merengek kepada Papa nya.


Jessie sangat manja terhadap orang tuanya, ya Jessie adalah anak satu satunya dari Hendrawan dan cucu satu satunya dari Al-Ghifari.


"Hati hati ya sayang" kata Papa.


Jessie mengecup pipi kanan kiri orang tuanya bergantian, setelah itu Jessie mulai berjalan menjauhi orang tuanya.


"Jessie berangkat, Assalamualaikum" kata Jessie yang mulai menjahi orang tuanya.


"Sudah dewasa ya Ma anak kita, tumbuh menjadi wanita yang cantik dan cerdas" kata Hendra.


"Iya sayang" jawab Jesmin dan memeluk suaminya itu.


Walaupun sudah berusia lanjut, namun kasih sayang diantara Jasmin dan Hendrawan tetap lah untuh seprti saat mereka baru saja menikah, apa lagi saat ini mereka yang memiliki putri yang sangat cantik dan cerdas yang membuat mereka semakin lengkap memiliki keluaga kecil nya.


Jessie sudah sampai di tempat yang telah di janjikan oleh Bimo, sebuah Cafe green tea yang jarak dari rumah Jessie tidak lah begitu jauh, hanya sekitar 3km saja, Jessie menaiki sebuah mobil Alpart milik orang tuanya dan satu supir yang siap mengantarkan Jessie kemanapun dia akan pergi, nama dari supir pribadinya sudah berusia lanjut yang bernama pak Danu.


Jessie mulai menuruni mobil yang telah berhanti didepan Cafe itu, Jessie terlihat begitu anggun dan cantik, membuat setiap mata yang melihatnya terpesona dengan kecantikannya.


"Pak tunggu ya, saya enggak lama kok" kata Jessie kepada supirnya.


"Baik Non" jawab pak supir itu.


Pak Danu mengambil posisi parkir sedangkan Jessie memasuki Cafe tersebut, Jessie bukannya tidak bisa mengemudi mobil hanya saja orang tua nya menyuruhnya untuk menggunakan supir pribadi agar jauh lebih aman, Jessie mulai mencari keberadaan Bimo, dan benar saja Jessie melihat Bimo telah mem booking sebuah tempat yang telah di desag nya.


"Untuk apa dia menyiapkan tempat secantik ini" batin Jessie yang melihat tempat yang telah Bimo persiapkan.


Sedangkan Bimo yang melihat kedatangan Jessie dengan senang hati Bimo menyambut kedatangan Jessie.


"Selamat datang tuan putri Jessie Myesha Kirania Athaya Zahrania Al-Ghifari" kata Bimo mempersilahkan Jessie duduk.


"Lebay deh lu" kata Jessie yang mendapati sikap berlebihan dari Bimo.


"Memang kau adalah seorang putri cantik Jessie" kata Bimo lagi.


Jessie tidak menanggapi perkataan Bimo melainkan dia mengalihkan pembicaraan Bimo.


"Lu yang nyiapin ini semua?" tanya Jessie.


Jessie sudah tidak heran dengan perilaku Bimo yang sudah terkenal dengan ke play boy an nya, yaa mungkin satu kampus sudah tau kalau Bimo adalah salah satu pria play boy di kampus.


"Tempat istimewa ini khusus saya persembahkan untuk tuan putri Jessie Myesha Kirania Athaya Zahrania Al-Ghifari" kata Bimo.


Perkataan Bimo sama sekali tidak menyentuk perasaan Jessie sedikitpun, Jessie tipakal orang yang sulit sekali untuk jatuh cinta dia hanya sekedar merespon dan memberi harapan palsu kepada orang orang yang mendekatinya dan tidak memiliki niatan untuk berstatus hubungan yang serius.


Jessie hanya menanggapi perkataan Bimo dengan menaikan sedikit alisnya yang sebelah kiri keatas.


Pelayan Cafe pun datang dengan membawa beberpa menu makan yang telah di siapkan oleh Bimo.


"Selamat menikmati" kata pelayan itu yang sudah siap meletakan menu makanan.


Bimo masih memandang heran dengan kecantikan Jessie malam ini, Jessie terlihat begitu cantik, kecantikan Jessie sangat mempesona dan menarik.


"Jess lu cantik banget malam ini" kata Bimo yang masih menatap Jessie.


"Gak usah mesum, gue emang cantik kalik" kata Jessie sembari menepiskan tangannya di depan muka Bimo.


"Tapi beneran Jess lu bener bener cantik" kata Bimo yang mengulangi perkataan nya tadi.


"Kalao lu gak mau mengalihkan pandangan mesum lo itu, gue colok mata lu nanti" kata Jessie yang menudingkan pisau didepan Bimo.


Bimo tersenyum mendapati tingkah Jessie yang menurutnya sangat menggemaskan, tingkah seperti itulah seorang Jessie.


"Oke Nona Jessie" jawab Bimo yang langsung menyudai memandangi wajahnya.