
"Nggak! Mana mungkin aku jatuh cinta!" sangkal Naeva.
Ruby berusaha menghentikan tawanya kemudian menjawab sahabatnya itu. "Begini ya, Naeva Lee Angeline. Kau merasa marah ketika dipermainkan. Lalu jantungmu berdebar ketika menatap orang tersebut. Wajahmu seketika panas ketika bertatapan langsung dengan dia. Artinya kau jatuh cinta padanya!" ucap Ruby.
Yap, Naeva memanggil sahabatnya itu datang untuk menanyakan hal tersebut. Ketika baru mendengar cerita Naeva, Ruby seketika tertawa terpingkal-pingkal. Dia tidak menyangka sahabatnya yang satu ini bisa jatuh cinta setelah kecantol pesona seorang Zack.
"Tapi mana mungkin sih aku suka laki-laki seperti itu?" tanya Naeva lagi.
"Memangnya siapa laki-laki yang kau sukai? Robin?" tanya Ruby mencoba menebak.
"Matamu! Bukan anjir!" jawab Naeva.
"Kalau begitu siapa? Laki-laki yang dekat denganmu kan cuma dia? Ah.. ada satu lagi.." ucap Ruby sambil memicingkan matanya.
"A-apa? Siapa?" tanya Naeva gelagapan.
"Yang dikamar sebelah kan?" tanya Ruby sambil menaik turunkan alisnya.
Mendengar pertanyaan Ruby seketika wajah Naeva memanas, pipinya terlihat merah merona. Gadis itu menjadi salah tingkah.
Melihat Naeva yang salah tingkah, artinya tebakannya benar. Sahabatnya itu memang jatuh hati kepada saudara sepupunya tersebut. Ruby tersenyum tipis, dia sedikit kasihan dengan Naeva karena dia tahu betul sifat Laskar. Sekalipun itu bukan sifat buruk, tetap saja mungkin itu bisa melukai hati Naeva.
"Ternyata benar dia." gumam Ruby.
"Apa menurutmu benar-benar terlihat?" tanya Naeva.
"Hm, lumayan terlihat. Dari caramu menatapnya." jawab Ruby.
"Ahh, habislah aku. Aku benar-benar menyukainya." gerutu Naeva dengan wajah yang ditutupi bantal.
"Kenapa memangnya? Perasaanmu itu tidak salah. Wanita manapun yang mengenalnya akan jatuh hati padanya." ucap Ruby.
"Lalu? Bagaimana menurutmu? Apa aku harus mengatakan perasaanku yang sebenarnya? Apa aku harus berpura-pura pacaran dengannya?" tanya Naeva berturut-turut.
"Dengarkan aku baik-baik!" perintah Ruby.
Gadis itu menjelaskan tentang bagaimana sifat saudara sepupunya itu kepada sahabatnya. Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan hati saudara sepupunya tersebut, dan apa yang tidak boleh dilakukan. Ruby membantu menyusun rencana agar seorang Laskar bertekuk lutut kepada Naeva.
"Benarkah?" tanya Naeva.
"Hm. Aku akan membantumu." jawab Ruby.
Naeva tersenyum gembira.
Setelah puas bermain di kamar Naeva, Ruby keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar saudaranya. Diketuknya pintu kamar Laskar beberapa kali. Tapi laki-laki itu tidak membukakan pintu untuknya.
"Sialan." desis Ruby.
Gadis itu tidak berani masuk ke kamar Laskar, karena Laskar tidak suka orang lain masuk ke ruang pribadinya. Itu sudah terjadi sejak mereka masih kecil. Sejak kecil Laskar tidak suka jika orang lain masuk ke kamarnya. Sekalipun itu Ruby yang merupakan sepupunya atau bahkan bibinya sendiri.
"OY! LASKAR! BUKA PINTUNYA NJER!" teriak Ruby yang sudah kehilangan kesabarannya.
Ceklek.
"Apa?" tanya Laskar.
"Naeva akan tinggal di asramaku. Jadi kau bisa tinggal di sini lagi." ucap Ruby.
Laskar mengerutkan keningnya. "Tidak boleh! Dia akan tetap tinggal disini!" jawab Laskar.
"Kenapa? Bukankah kau dulu tidak suka dia tinggal disini?" tanya Ruby.
Ruby terheran-heran melihat ekspresi Laskar saat mengatakan hal itu. Ekspresi wajah Laskar ini tidak pernah Laskar tunjukkan. Ekspresi wajah yang tenang tapi di bola matanya terus bergerak karena gelisah. Di dalam tatapannya yang teduh ketika menyebutkan nama Naeva, tersirat khawatiran.
"Heii.... apa ini?" batin Ruby.
"Kau menyukainya?" tanya Ruby.
"Tidak!" jawab Laskar dengan cepat.
"Baiklah, aku hanya bertanya. Tapi jika kau memang menyukainya jaga dia baik-baik. Diluar sana banyak laki-laki yang menyukainya." ujar Ruby. Gadis itu diam sejenak, kemudian menatap jahil saudara sepupunya itu. "Dan juga, kau harus menyesuaikan tipe idealnya." imbuhnya lagi. Setelah itu Ruby segera pergi dari apartemen Laskar.
Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Ruby, Laskar langsung bertanya-tanya apa tipe ideal Naeva. Apa dia sudah memenuhi tipe ideal gadis itu?
"Kenapa juga aku memikirkannya..." gumam Laskar.
Ketika Laskar berbalik hendak pergi ke dapur, tiba-tiba Naeva keluar dari kamarnya. Mereka berdua saling bertatapan.
"Kau... sudah memikirkannya?" tanya Laskar.
"Apa?" tanya Naeva balik.
"Berpura-pura pacaran di depan media." jawab Laskar.
"Oh itu, aku akan memikirkannya." ucap Naeva. Kemudian gadis itu berjalan ke dapur.
Mereka saling diam hingga selesai makan siang. Hingga akhirnya Naeva membuka suaranya. "Baiklah, hanya di depan media saja kan? Dibelakang kamera tidak bukan?" tanya Naeva yang diangguki oleh Laskar.
"Jadi kapan kau akan membuat pernyataan?" tanya Naeva lagi.
"Sekarang? Mungkin?"
Naeva manggut-manggut. Gadis itu mengambil handphone Laskar kemudian membuka handphone tersebut dengan menggunakan sidik jari Laskar. Dia menarik lengan Laskar agar lebih dekat.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Laskar.
"Saat mengunggah pernyataan, sebaiknya di sertai foto yang mendukung." jawab Naeva.
Gadis itu mendongak menatap Laskar. Kemudian tanpa ragu dia menempelkan bibirnya ke pipi Laskar dan memotretnya. Dia mengambil fotonya dengan Laskar dengan beberapa pose yang romantis.
"Nih, pilih salah satu yang akan kau unggah." kata Naeva sambil menyerahkan handphone Laskar.
Setelah itu dia segera pergi dari ruang makan dengan bibir yang menyungging senyum nakal. Dia puas melihat wajah Laskar yang memerah ketika dia mencium pipinya tadi.
"Aku memang tidak pernah pacaran, tapi aku tidak bodoh untuk mendapatkan hati seseorang." batin Naeva.
Sedangkan Laskar masih terdiam. Dia membuka handphonenya dan melihat beberapa foto yang Naeva ambil tadi. Ada beberapa pose, Naeva yang mencium pipinya. Memeluknya. Foto berpegangan tangan dan yang lainnya.
Setelah melihat foto-foto itu, Laskar memegang pipinya sendiri.
"Apa bibir wanita memang lembut seperti itu? Kenapa aku dulu tidak merasakannya saat berciuman di alun-alun?" gumam Laskar.
"Aishh.... kau sudah gila Laskar." ucapnya kemudian.
Karena tidak ingin terlalu memikirkan hal itu, dia segera mengunggah pernyataan melalui akun instagramnya dengan fotonya bersama Naeva yang berpegangan tangan dan berpelukan. Dia tidak akan memosting foto dimana Naeva menciumnya.
"Hanya aku yang boleh melihat foto itu." batinnya.
...***...
...Bersambung......