Love Kills

Love Kills
Bab 16



Chara mengangguk, dan setelah itu masuklah lima orang.


“Tolong sebutkan nama dan profesi masing-masing, hubungan kalian dengan Miss Turco dan alibi kalian di jam


pembunuhan terjadi, pukul lima sampai enam dan siapa yang bisa membuktikan alibi tersebut.” Dengan cepat Chara menginstruksi dan membuka catatannya, siap untuk menulis. Chara menunjuk pria di paling ujung kiri untuk berbicara.


“Ah, saya Leonard, fotografer Miss Turco. Di jam lima saya ada di ruangan saya, sedang mandi karena kami baru saja selesai dan belum sempat bersih-bersih sama sekali semenjak pagi. Teman sekamar saya bisa membuktikan alibi saya.” Lelaki itu menunjuk pria di sebelahnya, lelaki yang agak gemuk dengan kacamata.


Kaca mata?


“Saya Brett teman sekamarnya, saya editor Miss Turco, sebetulnya saya tidak terlalu banyak kerjaan di sini, tapi Miss Turco lumayan perfeksionis soal foto-foto media sosialnya jadi ia mengajak saya datang juga agar ia tetap bisa memasang foto-fotonya langsung ke media sosial setelah sedikit banyak di edit. Seperti yang telah di katakan, alibi saya sesuai dengan dia.” Ia menujuk pria sebelumnya. “Saya di kamar selama satu jam tersebut.”


Chara mengangguk-angguk. “Baik, kalian berdua boleh keluar.”


Mereka terlihat kaget dan bingung tapi lalu keluar. Chara melirik ke arah Sherry sedikit, baru menyadari kalau ia


tidak bekerja sendirian kali ini, tapi gadis itu tampak tidak terlalu peduli.


“Selanjutnya?”


“Nama saya Morreno. Kepala penjaga pantai.” Chara sontak mengangkat kepalanya dan memperhatikan wajah lelaki itu. “Saya merasa sebagai kepala penjaga pantai saya punya tanggung jawab untuk selalu menjaga Miss Turco ketika sedang berada di area pantai. Tapi lalu kami kembali bertemu untuk pesta pribadi yang akan dia adakan, karena kebanyakan penjaga pantai ikut membantu konser kecil itu. Di jam lima dan enam saya sedang


meeting di ruang Lavender di atas, bersama dengan asisten Miss Turco.”


Chara tersenyum mengejek, hendak menertawakan kesalahan itu tapi Chara sudah berada satu langkah di depannya.


“Apa Miss Turco juga hadir di pertemuan itu?” Sherry bertanya. Chara diam saja, ia sudah tahu jawabannya.


“Tidak, hanya ada saya, Pak Viktor, dan beberapa staff panggung lainnya.”


Sherry mencatat pernyataan itu. Chara menatapnya untuk meminta persetujuan melanjutkan dan Sherry mengangguk.


Chara mempersilakan orang ke empat untuk bicara.


“Saya Manda, manager Cerella.” Gadis itu terisak. Matanya masih sembab. “Saya selalu berada di sekitar Cerella karena pertanyaan yang boleh dijawab Cerella semuanya tergantung izin saya. Foto, tanda tangan, pertanyaan, semuanya harus melewati saya terlebih dahulu.” Gadis itu terisak lagi, menahan air matanya yang mulai kembali menggenang.


“Di jam lima saya masuk ke ruang Mawar, memastikan ruangan itu bersih dan siap di gunakan. Sekitar pukul setengah enam Cerella datang dan meminta saya untuk meninggalkannya sendiri. Saya mengkhawatirkannya tentunya, tapi dia memastikan pada saya bahwa orang yang akan ia temui adalah teman-teman dekatnya dan ia


hanya ingin punya privasi. Jadi saya menunggu di sofa dekat lobby, menonton TV. Mungkin petugas yang menunggu dekat pintu bisa memberikan kesaksian untuk alibi saya, atau staff di meja resepsionis.”


Chara mengangguk-angguk, mengasihani wanita itu. Kalau saja ia tidak memiliki rekaman kepala penjaga pantai sedang berbicara dengan Nocens, gadis ini akan jadi tersangka utama.


“Selanjutnya.”


“Nama saya Viktor. Saya asisten Miss Turco.” Viktor membenarkan kacamatanya. Chara ingat wajah itu, orang ini adalah orang yang memberikan pidato pembuka di konferensi kecil Cerella. Kaca mata? Kenapa Chara terus-terusan merasa kaca mata bulat itu mengingatkannya akan sesuatu?


“Saya bersama-sama dengan Miss Turco karena semua kebutuhan Miss Turco saya yang bawa, tas-tas dan barang pentingnya agar Miss Turco tidak perlu repot, ia perlu banyak bergerak hari ini. Jam lima sampai jam enam saya berada di ruang Lavender bersama dengan Morreno dan staff-staff lainnya.”


Chara mengangguk-angguk dan membalik-balik catatannya.


Ia lalu melihat gambaran pesan kematian Cerella yang ia tuliskan di catatannya.


Ya! Gambar itu mirip benda itu!


“Baiklah.” Chara berdeham. “Miss Manda, Anda bisa meninggalkan ruangan. Untuk Mr. Morreno dan Mr. Viktor mohon tinggal sebentar.”


Morreno terbelalak, sedangkan Viktor menutupi kegugupannya dengan berakting dingin dan santai. Miss Manda


meninggalkan ruangan dan Morenno dengan cepat menunjuknya.


“Diantara kami ber-enam alibi dia lah yang paling menurigakan! Lagipula siapa kau? Detektif anak-anak?? Kami tidak main-main di sini!” Morreno membentak. Chara berusaha tenang.


“Mohon tenang, Mr. Morreno. Bukan hanya Miss Solara yang merasa ini adalah analisis terbaik, tapi saya pun berpendapat demikian.” Sebut Sherry sambil berdiri. Chara mengangkat alisnya, tidak menduga akan dibela di saat seperti ini oleh orang yang tidak terduga juga.


“Lagipula Miss Solara diakui FBI dan CIA dan agensinya agensi elit, dia telah memecahkan banyak kasus penting.” Sebut Sherry.


Diakui FBI dan CIA? Dari mana gadis itu tahu soal itu?


“Baiklah kalau begitu, saya berikan Anda kesempatan lain.” Tanya Chara sambil ikut berdiri. “Pertanyaan terakhir,


beritahu kami pukul berapa pertemuan Anda di mulai dan pukul berapa pertemuan itu berakhir?”


“Pertemuan dimulai sekitar setengah lima dan berakhir beberapa menit setelah pukul enam.” Jawab Mr. Viktor yakin.


Chara mendengus lalu merapikan rambutnya, merasa dua orang ini terlalu gegabah.


“Maaf, tapi kalian perlu menanyakan alibi saya sendiri. Mungkin ini hal yang perlu Anda ketahui juga, Miss Sherry, di mana saya berada tepat lima belas menit sebelum jam enam.”


Chara dapat merasakan kegugupan kedua orang pria itu dan ia ingin tertawa keras-keras saat itu juga.


“Lima belas menit sebelum jam enam, dimana Pak Viktor dan Pak Morreno sedang melakukan pertemuan, saya berada di dalam ruang Lavender.” Chara melipat tangannya.


Sherry terbelalak, begitupula kedua lelaki itu.


“Mustahil! Kami kan sedang berada di sana dan jelas-jelas kami tidak melihatmu! Siapa yang bisa membuktikan alibi itu?” Mr. Morreno kembali membentak-bentak. Chara menunjuk ke luar dengan dagunya.


“Rekan saya bisa jadi saksi. Dan karena saya baru saja mendapatkan keterangan jelas dari mulut Pak Viktor tentang jam mulai dan berakhirnya pertemuan itu di ruangan ini, tidak ada kesempatan bagi saya untuk janjian dengan rekan saya untuk membuat alibi palsu, jadi alibi saya kuat.” Chara bertopang pada meja, matanya berpindah-pindah antara Morreno dan Viktor.


“Mungkin Anda masuk ke ruangan yang salah.” Sangkal Viktor masih dengan tenang.


“Tidak.” Chara menggelengkan kepala. “Kami mengitari lantai empat, membuka semua pintu ruangan yang ada di sana, di saat itu, setidaknya pukul enam kurang sepuluh sampai kurang lebih enam lebih sepuluh, kami adalah satu-satunya orang yang berada di lantai empat.”


“Lalu mayat Cerella ditemukan kurang lebih pukul enam lebih lima belas, benar?” Chara menoleh pada Sherry. Ia


mengangguk-angguk.


“Tepatnya enam lebih delapan belas.” Jelas Sherry.


“Kalau begitu berarti mungkin saya dan rekan saya berada di lantai empat lebih dari dua puluh menit lamanya, karena tidak mungkin kami membutuhkan waktu delapan menit untuk turun, apalagi menggunakan lift.”


Chara menghela napas, melihat Morreno dan Viktor tidak menyangkal.


“Ada sanggahan lain?” Pancing Chara. Morreno menoleh ke arah Viktor.


“Tapi ada tidaknya kami di lantai empat, itu bukan berarti kami pasti berada di ruangan sebelah, Miss Solara. Bisa saja kami sedang berada di tempat lain saat itu. Bagaimaan kalau saya bilang bahwa kami tidak melakukan pertemuan di ruang Lavender? Pertemuan kami membicarakan soal dana, dan hal itu lumayan sensitif. Bisa saja saya tidak ingin ada pihak manapun yang tahu soal pertemuan itu.” Jelas Viktor, dan Morreno tampak lebih tenang sekarang.


Chara mengangguk. “Ada benarnya. Tapi tidak ada alasan bagi kalian untuk berbohong di saat-saat seperti ini. Alibi


kalian berdua paling tipis, apakah kerahasiaan pertemuaan lebih penting daripada hidup Anda sendiri? Kalau Anda tetap tidak bisa membuktikan alibi Anda maka mungkin saja Anda otomatis dijadikan tertuduh dan dipenjara.” Chara


mengangkat bahu. “Polisi punya hak untuk itu.”


“Atau kalian bisa menceritakan secara jujur soal alibi kalian yang sebenarnya.” Tambah Sherry. Chara tersenyum lebar, mendapatkan ide.


“Benar, bagaimana kalau kalian secara bergantian menceritakan alibi itu pada kami? Tapi karena kami tidak ingin salah tangkap, salah satu dari kalian harus diam di luar saat yang lainnya sedang menjelaskan dan setelah itu barulah bergantian masuk. Bagaimana?”


Morreno kembali menoleh ke arah Viktor tapi lelaki itu tidak menggubrisnya.


“Ayo kita lakukan.” Chara menggebrak meja pelan.


Tepat di saat itu, pintu di ketuk dan Stella mengintip sambil membawa sebuah tas hitam.


“Solara, barang ini kami temukan di tempat sampah belakang hotel, dekat area bekas bar yang sudah tidak dipakai.” Stella masuk dan menaruh tas besar itu di meja. Tangannya yang sudah mengenakan sarung tangan menarik sletingnya membuka dan di dalam tas itu terdapat sebuah pisau yang terbungkus koran.


“Terimakasih, Jones. Tolong berikan tas ini pada Beth dan minta untuk sidik jarinya di pindai. Kirim fotonya ke


inspektur Borris atau pada Andrew setelah itu kita akan langsung tahu siapa yang memegang pisau itu.” Chara kembali menginstruksi cepat. Sebelum Stella sempat membuka pintu untuk kembali ke luar, Morreno dengan cepat berlari dan menghalangi pintu itu.


“Baiklah, aku akan bicara.” Ia terengah-engah. Stella mundur beberapa langkah dan kembali ke sisi Chara.


“Aku yang menusuknya, aku yang menusuk Cerella!"