
Erlan bergegas menghampiri Adel dan Vina lalu ia langsung menepuk pundak Adel dengan pelan.
"Sayang…".
"Ah!…Kak Erlan sudah selesai?" Tanya Adel merasa sedikit terkejut.
"Sudah. Ini aku belikan rasa coklat kesukaan kamu…" Ucap Erlan seraya memberikan Es krim pada Adel.
"Terimakasih ya sayang…" Ucap Adel dengan senang seraya menerima Es krim tersebut.
"Akhir nya kita bertemu juga…Kak Erlan, aku sangat rindu pada Kak Erlan. Aku tahu Kak Erlan belum bisa memaafkan ku atas apa yang telah aku perbuat saat empat tahun lalu…" Batin Vina sambil menatap Erlan dengan tatapan penuh rindu.
"Oh iya sayang!, lihatlah!…Vina sudah kembali…" Ucap Adel dengan sangat gembira.
"Ya, aku tahu. Tadi saat aku membeli Es krim, aku bertemu dengan Bi dina…" Ucap Erlan dengan senyuman paksa.
"Aku senang sekali bisa bertemu dengan Vina kembali…".
"Ya, aku juga…". Lagi-lagi Erlan memberikan senyuman paksa, melihat hal itu membuat Vina merasa sakit hati.
"Hmm, hai Kak Erlan…" Sapa Vina dengan senyuman kecil.
"Ya" Jawab Erlan singkat dengan dingin.
Melihat sikap Erlan seperti ini, membuat hati Vina benar-benar terasa sangat sakit dan menyesal karena telah mengungkapkan perasaan nya. Hal ini di mulai saat empat tahun yang lalu…
...***...
Tahun ini adalah tahun yang sangat menggembirakan bagi Adel, Erlan, Vina dan yang lain nya.
Tahun ini Adel telah memasuki usia dua puluh tahun dan akan merayakan ulang tahun nya.
Di tahun ini juga Vina mengungkapkan perasaan nya pada Erlan.
...……...
Pagi ini adalah pagi yang sangat cerah, hembusan angin tipis menerpa wajah dan rasa nya sangat sejuk.
Pagi ini waktu sudah menunjukan pukul 07:30 dan Adel baru turun dari kamar nya.
"Tidak ada siapa-siapa?…" Tanya Adel seraya melihat sekeliling rumah.
"Mamah, papa, dan kakak pergi kemana?". Melihat meja makan yang sepi membuat Adel bertanya-bertanya dan ia pun langsung mencari yang lain.
Adel berjalan ke sama-kemari, tetapi ia tidak dapat menemukan siapapun, setiap sudut ruang sudah Adel periksa, namun hasil nya tetap sama.
"Mengapa mereka semua tidak ada?…". Adel bingung kemana semua orang pergi, biasa nya jika mereka ingin pergi, mereka akan memberitahu Adel, tetapi kali ini tidak.
Karena tidak dapat menemukan siapapun, Adel menyerah dan ia langsung berjalan menuju ruang tamu lalu duduk dengan santai di sofa.
"Ya sudahlah…mungkin mereka sedang terburu-buru jadi tidak sempat memberitahu ku" Ucap Adel dan tidak lama kemudian dari itu, Terdengar suara deringan telepon.
Mendengar deringan telepon membuat Adel berpikir bahwa itu adalah salah satu keluarga nya yang menelepon, Adel pun langsung mengangkat telepon tersebut tanpa melihat nama yang tertera atas layar.
"Halo, kalian pergi kemana?, mengapa kalian tidak memberitahu ku dulu" Tanya Adel dengan langsung.
"Hmm…sayang, ini aku…". Terdengar suara berat terlintas di telinga Adel dan ia pun langsung tahu siapa pemilik suara tersebut.
"Kak Erlan?!…". Adel merasa terkejut bahwa yang terdengar adalah suara Erlan dan bukan keluarga nya, mengetahui hal itu, ia langsung merasa malu.
"Ya ampun sayang, maaf-maaf, aku pikir yang menelepon mamah, papa, atau tidak kakak…" Ucap Adel menjelaskan.
"Ya sayang, tidak apa-apa…" Jawab Erlan dengan lembut.
"Oh iya, kenapa Kak Erlan menelepon?…" Tanya Adel.
"Aku mau ajak kamu jalan-jalan sayang…".
"Jalan-jalan?…bukankah seharus nya pagi ini Kak Erlan sedang sibuk?…".
"Ya, seharus nya memang begitu, tapi aku ingin pergi jalan-jalan dengan kamu…" Ucap Erlan dengan manja.
"Pagi-pagi seperti ini ingin pergi jalan-jalan kemana?…".
"Hmm, mungkin…ke taman biasa nya…".
"Ya sudah baiklah, aku akan segera bersiap-siap…".
"Baiklah, aku akan menjemputmu…".
"Iya…". Setelah selesai menelepon, Erlan mematikan telepon secara se pihak lalu setelah itu Adel segera berjalan menuju kamar nya untuk bersiap-siap.
"Hai sayang…" Sapa Adel seraya memeluk Erlan.
"Hai…" Jawab Erlan seraya membalas pelukan Adel.
"Kamu sudah selesai bersiap-siap?…" Lanjut nya.
"Sudah sayang, apa kamu tidak lihat aku sudah berpakaian se rapi ini?…" Tanya Adel seraya melepaskan pelukan nya.
"Hmm, ok…kamu sudah terlihat sangat cantik…" Puji Erlan dengan tersenyum.
"Terimakasih sayang…".
"Ya sudah, ayo berangkat…" Ajak Erlan seraya merangkul tangan Adel.
"Iya…".
Erlan dan Adel berjalan keluar dari rumah dan sebelum memasuki mobil, Adel mengunci rumah terlebih dahulu karena teringat tidak ada siapapun di rumah.
Adel membawa kunci rumah bersama nya, dan jika ada salah satu yang pulang, mereka memiliki kunci cadangan masing-masing termasuk Edric dan para pembantu.
Alasan Edric di beri kunci cadangan adalah karena ia adalah anak yang dapat di percayai dan sudah bersama dengan keluarga Durant sedari kecil termasuk para pembantu.
Erlan dan Adel masuk ke dalam mobil dan setelah itu mereka memulai perjalanan mereka.
Selama di dalam perjalanan…
"Sayang, kenapa rumahmu terasa sangat sepi?…" Tanya Erlan yang sedang fokus mengendarai mobil.
"Memang sepi sayang…".
"Benarkah?…mereka semua pergi kemana?…".
"Entahlah. Saat aku baru turun dari kamar ku, rumah terlihat sangat sepi dan tidak ada siapa-siapa…mungkin mereka sedang pergi terburu-buru jadi tidak sempat memberitahu ku" Jelas Adel.
"Termasuk Edric dan para pembantu?…".
"Iya…".
"Untung saja aku datang, jika tidak, kamu pasti akan merasa kesepian…" Ucap Erlan seraya mengelus puncak rambut Adel namun masih tetap fokus mengendarai.
"Tapi aku ini sudah dewasa sayang, jika pun Kak Erlan tidak datang, aku bisa pergi ke luar sendirian untuk menghapus rasa kesepian…".
"Tidak boleh begitu sayang, kamu hanya boleh pergi keluar bersama ku…" Ucap Erlan dengan manja.
"Kenapa harus seperti itu?…".
"Karena jika kamu keluar sendirian, aku takut banyak laki-laki akan melirik padamu dan suka padamu karena kamu ini cantik. Hanya aku yang boleh suka padamu dan memandang kecantikanmu setiap waktu…".
"Jadi Kak Erlan menyukai ku karena aku cantik?" Tanya Adel dengan tidak suka.
"Kenapa nada bertanyamu seperti itu?…" Tanya balik Erlan dengan tertawa kecil.
"Kak Erlan…aku tidak suka jika Kak Erlan menyukai ku karena aku cantik…dan aku pun tidak merasa jika aku ini cantik" Jelas Adel.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu?…" Tanya Erlan merasa tidak mengerti.
"Baiklah, aku ingin bertanya. Kak Erlan menyukai ku karena apa?" Tanya Adel balik.
"Jika begitu, lalu kamu menyukai ku karena apa?…" Tanya Erlan balik.
"Sayang…jawablah terlebih dahulu pertanyaan ku…" Ucap Adel dengan serius.
"Baiklah sayang…maafkan aku karena bertanya balik, aku akan menjawab pertanyaanmu. Jadi aku menyukaimu karena…sikapmu yang baik dan lemah lembut lalu bisa membuat ku selalu tersenyum, itulah yang membuat diri ku suka padamu dan…tentu nya juga karena kamu cantik" Jawab Erlan dengan lembut.
"Jadi seperti itu…".
"Iya Adel sayang. Baiklah…sekarang kamu juga harus menjawab pertanyaan ku, kamu menyukai ku karena apa?…" Tanya Erlan.
"Hhmm…meskipun sifat Kak Erlan dingin, tetapi Kak Erlan bersikap lembut pada ku dan selalu bisa membuat tangis ku hilang lalu tersenyum kembali. Jadi karena Kak Erlan baik dan lemah lembut, hal itulah yang membuat ku suka pada Kak Erlan…" Jawab Adel dengan tersenyum.
"Apakah tidak karena aku tampan juga?…" Tanya Erlan dengan canda.
"Iya!…kakak memang tampan…" Jawab Adel dengan tersenyum manis. Melihat sekilas hal itu membuat jantung Erlan berdegup dengan kencang dan pipi nya menjadi merah merona.
Rasa nya ia merasa senang dan malu untuk melirik wajah Adel.
Setelah beberapa menit mereka berbicara, akhir nya Erlan dan Adel sampai di taman yang biasa mereka kunjungi.
Bersambung…