
Setelah seminggu sakit, akhir nya Eliana sembuh juga dari demam nya dan selama ia sakit selalu ada orang suruhan Adel untuk merawat Eliana.
"Akhir nya kamu sembuh juga" Ucap Gita yang merupakan pembantu di keluarga Durant.
"Ya…terimakasih ya…" Ucap Eliana dengan tersenyum.
"Sama-sama Eliana…".
"Oh iya…Bibi bilang, Bibi adalah pembantu baru di rumah ini?…" Tanya Eliana.
"Y-ya…saya adalah pembantu baru di rumah ini…" Ucap Gita dengan terbata.
Gita terpaksa berbohong pada Eliana karena ia di suruh oleh Adel untuk tidak memberitahu yang sebenar nya. Adel ingin Eliana fokus pada penyembuhan nya.
Di waktu yang sama, Erlan dan Adel…
...***...
"Aku tahu Kak Erlan ingin membunuh Eliana. Aku pikir Kak Erlan hanya akan mengurung nya saja, tetapi ternyata Kak Erlan juga menyiksa nya…kenapa Kak Erlan berbohong pada ku?" Tanya Adel dengan kesal.
Awal nya Adel ingin menayakan hal ini lebih awal, tetapi ternyata ia sedang sibuk dan tidak punya banyak waktu.
"Maafkan aku Cia…" Jawab Erlan sambil merangkul tangan Adel.
"Aku mohon sama Kak Erlan…tolong…tolong jangan bunuh Eliana…".
"Ya jika pun aku tidak membunuh nya, masih ada mamah, nenek dan paman di depan sana" Jelas Erlan.
"Mereka tahu bahwa Eliana tidak bersalah" Ucap Adel.
"Ya, mereka memang tahu. Tapi kita juga tidak akan pernah tahu apa isi hati mereka…kamu tahu sekali keluarga Stewart itu seperti apa. Jadi biar pun kamu berhasil menghentikan ku, apa kamu bisa menghentikan yang lain nya juga?".
Mendengar ucapan Erlan membuat Adel terdiam seketika, ia juga berpikir apakah diri nya bisa menyelamatkan Eliana.
"Jika begitu. Tolong berikan lah aku dan Eliana waktu…" Pinta Adel yang merupakan keputusan nya.
Mendengar permintaan Adel membuat Erlan bingung, ia berpikir untuk apa Adel melakukan hal itu.
"Apa maksudmu?".
"Melihat kejadian saat itu, aku merasa ada sesuatu yang aneh…" Ucap Adel baru menyadari.
"Ya…".
"Apa maksudmu?" Tanya Elan tidak mengerti.
"Entah lah, tetapi aku merasa ada yang janggal dari semua kejadian saat enam belas tahun lalu" Jawab Adel dengan raut wajah yang serius.
"Walau pun sebenar nya pernah terjadi persilisihan antara keluarga Andara dengan keluarga Kak Erlan" Sambung nya.
"Keluarga Andara sempat jatuh dari dunia perbisnisan dan mereka berencana untuk meraih kelurga Stewart" Ucap Erlan.
"Ya, itu memang benar, tetapi---". Belum sempat Adel melanjutkan bicara nya, tiba-tiba Edric datang memanggil.
"Nona Cia".
"Ya, ada apa?".
"Eliana telah sembuh dari demam nya" Ucap Edric.
Mendengar Eliana telah sembuh membuat Adel merasa senang dan bersyukur lalu ia pun langsung mengganti topik pembicaraan.
"Kak Erlan…tolong berikan lah aku waktu, dan selama itu, berhenti lah menyiksa Eliana dan mengurung nya di gudang" Pinta Adel.
Melihat Adel meminta nya dengan wajah yang begitu serius membuat Erlan pasrah dan mengangguk.
"Baiklah, tetapi ia harus bekerja dan tidak boleh hanya diam saja di rumah ini" Jelas Erlan dengan tersenyum.
"Benarkah?…" Tanya Adel tidak percaya.
"Ya sayang…" Jawab Erlan seraya mengelus puncak rambut Adel.
Mendengar Erlan menyetujui permintaan nya membuat Adel sangat senang dan ia langsung menyuruh Edric untuk memberitahu hal ini pada Gita.
Pemberitahuan dari mulut ke mulut akhir nya sampai di telinga Eliana.
"Ya tuhan…benarkah…" Tanya Eliana tidak percaya dan air mata pun lolos membasahi pipi nya.
Bersambung…