
Sudah 2 bulan berlalu, Adel masih belum sadarkan diri dari koma nya.
Di hari-hari nya, banyak sekali yang Eliana lewatkan dengan kekerasaan Erlan hingga ia tidak bisa berjalan dan tubuh nya terlihat sangat kurus.
Erlan yang sekarang terlihat seperti psikopat yang sangat terobsesi dalam pembalasan dendam kepada Eliana.
Rangga dan Brian yang ingin menemui Eliana benar-benar sudah tidak bisa lagi melawan Erlan karena gila nya untuk balas dendam yang benar-benar di luar kendali.
Banyak sekali bawahan Rangga dan Brian yang mati di tangan Erlan dan Kevin, terutama Yola yang nyaris saja terbunuh oleh Erlan.
Betapa gila nya Erlan. Saking cinta nya ia pada Adel, membuat diri nya ingin memusnahkan sesuatu yang membuat nya puas.
Hingga di mana tiba hari nya pertunangan Adel dan Erlan. Eliana di paksa oleh keluarga Durant dan Stewart menyamar menjadi Adel dengan menggunakan sebuah tudung.
Ia dan Erlan terpaksa menjadi sepasang tunangan palsu di depan seluruh para tamu terhormat.
Penjagaan acara tunangan sangatlah ketat karena Erlan merasa ada mata-mata yang selalu mengawasi nya akhir-akhir ini.
Tetapi tanpa ia sadari, di salah satu tamu terhormat terdapat seseorang yang merupakan kenangan terakhir Eliana.
"Tetaplah diam" Ucap Erlan dengan nada rendah namun penuh dengan penekanan.
"I-iya". Eliana merasa sangat takut pada Erlan, ia merasa sudah tidak kuat lagi di perlakukan sangat kasar oleh Erlan.
Setiap ia mencoba untuk kabur, Erlan akan membuat kaki Eliana terluka hingga mengeluarkan darah.
Sepasang tunangan palsu terlihat serasi dan bahagia di luar, namun di dalam, Erlan merasa sangat jijik dan emosi sedangkan Eliana merasa hati nya hancur.
"*Lihatlah nona Adel, ia duduk di kursi roda. Kenapa ya?".
"Kudengar ia habis terjatuh dari tangga…".
"Apa?!, bagaimana bisa?!".
"Entahlah*…".
"Aku benar-benar tidak bisa memaafkan tuan Stewart!. Tunggulah aku Eliana, jika semua persiapan nya sudah selesai, aku akan menjemput kamu dan membunuh seluruh anggota keluarga Stewart!" Gumam seorang wanita yang menatap Eliana dari kejauhan dengan tatapan yang begitu sedih.
"Ya tuhan…kapan semua ini akan berakhir?…" Batin Eliana dan tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipi nya.
Eliana segera menghapus air mata nya, ia tidak ingin Erlan tahu dan membentak nya dengan kasar.
Eliana berharap acara tunangan segera selesai, ia merasa sudah sangat lelah dan tidak kuat lagi.
Tubuh Eliana sekarang sangatlah lemah di banding kan yang dulu.
Hal ini di akibatkan oleh cambukan yang selalu Erlan berikan.
"Hahh…menjadi sepasang tunangan palsu dengan gadis itu benar-benar membuat ku kesal. Andai mamah tidak memaksakan hal ini!" Batin Erlan dengan kesal.
Dari kejauhan, Rangga dan Brian menatap Eliana. Dari masing-masing pikiran mereka berdua, mereka tampak sedih dan kesal karena tidak bisa merebut Eliana kembali.
"Eliana…bertahanlah sedikit lagi" Batin Rangga.
"Aku sengaja tidak bermain selama dua bulan hanya untuk mendapatkan kamu. Jika memakai kamu hanya satu bulan, seperti nya sangat di sayang kan sekali" Batin Brian dengan tersenyum tipis.
Bersambung…
Informasi…
Cerita ini saya tamatkan, maaf bila cerita kurang menarik dengan episode yang sedikit
🙏😇.
Terimakasih untuk kalian semua yang sudah membaca cerita saya🙏😊.
Di tunggu season 2 nya yaaa…👍👋.