Love Is Blocked By Revenge

Love Is Blocked By Revenge
Awal mula kesalah pahaman.



Rangga telah sampai di rumah baru nya, ia segera masuk ke dalam dan langsung menidurkan Eliana di ranjang nya.


''Eliana, tunggu lah aku, aku akan segera kembali...'' Ucap Rangga seraya mengecup kening Eliana.


Rangga memutuskan kembali ke rumah Erlan untuk mengambil barang-barang nya dan Yola, ia berencana menentang permintaan almarhum ayah nya.


...***...


Sekarang waktu sudah sudah menunjukkan pukul 19:23. Edric masih belum bisa menemukan Eliana dan pada akhir nya ia pasrah untuk memberitahu Adel dan Erlan.


''Apa?!, Eliana menghilang?!...bagaimana bisa?!'' Tanya Adel dengan sangat terkejut.


''Maafkan atas kelalaian saya'' Ucap Edric seraya menundukkan kepala nya.


Mendengar kabar Eliana menghilang benar-benar membuat Adel merasa panik dan khawatir, ia takut terjadi apa-apa pada Eliana, tetapi tidak dengan Erlan.


''Ya tuhan, tolong lindungilah dan selamatkan lah Eiana...'' Batin Gita yang melihat Edric dan yang lain nya dari kejauhan.


''Bagaimana bisa hal itu terjadi?'' Tanya Adel kembali.


''Saya tidak waspada dan telah ceroboh nona'' Jawab Edric dengan santai nya.


''Seperti nya antara mamah atau tidak paman. Mereka benar-benar sudah tidak sabar untuk membunuh Eliana, Hah...bagus lah, dengan begitu aku tidak perlu repot-repot mengurusi nya lagi'' Batin Erlan dengan tersenyum kecil.


''Bagaimana kamu bisa ceroboh seperti itu?'' Tanya Adel dengan tidak mengerti seraya mengerutkan kedua alis nya.


''Maafkan saya nona''. Hanyalah itu jawaban yang selalu keluar dari mulut Edric, Edric tidak ingin Adel tahu bahwa ia tidak mengikuti Eliana masuk ke dalam pasar, ia juga tidak ingin Adel marah pada nya.


''Lalu bagaimana sekarang?...aku, hahhh...''. Adel menghela nafas nya pelan seraya memegang pelipis kepala nya, ia merasa sangat khawatir pada Eliana.


''Sudahlah sayang, tenanglah'' Ujar Erlan seraya memeluk Adel.


''Aku tidak bisa tenang'' Ucap Adel sambil melepaskan pelukan Erlan.


''Tenanglah dulu. Aku akan menyuruh bawahan ku untuk mencari Eliana, aku yakin Eliana pasti akan bisa di temukan'' Jelas Erlan dengan pelan.


''Bagaimana bisa?...Erlan dan bawahan nya saja tidak dapat menemukan Eliana...'' Ucap Adel merasa tidak percaya pada ucapan Erlan.


''Sampai kapan aku harus melihat kebersamaan nona Cia dan Erlan?. Aku benar-benar merasa sudah tidak tahan...'' Batin Edric seraya menatap Erlan yang begitu lekat pada Adel.


''Percayalah pada ku'' Ucap Erlan lalu ia mengambil ponsel dari saku baju nya, ketika Erlan hendak ingin menelepon bawahan nya, tiba-tiba datanglah Brian dan caitlin.


''Aku tahu keberadaan Eliana'' Ucap Brian seraya berjalan menghampiri kerumunan.


Melihat kedatangan Brian apalagi Caitlin yang tidak pernah menginjakkan kaki nya sama sekali di rumah Erlan membuat semua orang terkejut dan terdiam seketika.


''Kak Brian?...''. Adel tampak terkejut melihat kedatangan Kakak nya, ia penasaran bagaimana bisa Brian mengetahui keberadaan Eliana.


''Kenapa kau membawa gadis itu?'' Tanya Erlan dengan tidak suka seraya menatap tajam pada Caitlin.


''Aku membawa nya karena ingin kau menghukum nya'' Jawab Brian dengan tatapan sinis.


''Apa maksud kau?''.


''Sebenar nya apa yang telah terjadi?'' Batin Edric dengan bingung seraya mengamati keadaan lebih dalam.


''Dia telah menculik Eliana dan berusaha membunuh nya di kediaman Andara'' Jelas Brian dengan santai nya.


''Apa?!''. Semua orang terkejut dengan penjelasan Brian termasuk Gita yang mendengar nya dari jauh, mereka tidak pernah menyangka bahwa Caitlin akan melakukan hal seperti itu.


''G-gawat!!, jika sudah terjadi seperti ini, aku akan di bunuh oleh Kak Erlan!!'' Batin Caitlin merasa takut dan tubuh nya mulai bergetar dengan hebat.


''Berani-berani nya kau!'' Bentak Erlan dengan tatapan tajam tepat menusuk ke dalam mata.


''M-maafkan Caitlin!!'' Ucap Caitlin dengan ketakutan dan langsung mengalihkan pandangan nya dari Erlan, ia tidak berani menatap mata Erlan atu pun menoleh dengan sedikit saja.


"Jika begitu, lalu sekarang di mana Eliana?, dia baik-baik saja kan?" Tanya Adel dengan khawatir.


"Eliana mengalami luka-luka dan ia ter pingsan".


"Dia---". Ketika Brian hendak memberitahu Adel, tiba-tiba Rangga datang memasuki rumah.


"Eliana ada bersama ku" Ucap Rangga seraya berjalan menghampiri.


Melihat kedatangan Rangga membuat semua nya terkejut dan terdiam seketika. Adel yang mendengar Eliana ada bersama dengan Rangga membuat rasa panik serta khawatir nya menghilang.


"Benarkah?. Sebenar nya aku sangat bingung, bagaimana kalian bisa tahu keberadaan Eliana?" Tanya Adel tidak mengerti.


"Tidak mungkin aku bilang pada mereka bahwa aku membuntuti Eliana" Batin Brian.


"Karena penasaran Eliana akan pergi kemana jadi aku mengikuti nya" Batin Rangga.


"Kami…mencari nya…" Jawab Brian dengan senyuman paksa.


"Benarkah?, sebenar nya hal itu tidak penting juga. Syukurlah Eliana dapat di temukan" Ucap Adel dengan senang.


"Syukurlah, terimakasih ya tuhan…engkau telah melindungi dan menyelamatkan Eliana…" Batin Gita seraya menghela nafas nya lega.


"Jadi…di mana Eliana sekarang?" Tanya Erlan pada Rangga dengan sinis.


"Ada di rumah ku" Jawab Rangga seraya tersenyum miring.


"Rumah?, Kak Rangga beli rumah?" Tanya Adel dengan sangat penasaran.


"Apakah kau tidak ingin lagi memenuhi permintaan almarhum tuan  Rian?" Sambung Brian.


"Rumah…apakah Kak Rangga akan tinggal pisah dengan Kak Erlan?" Batin Caitlin dengan terkejut.


Mendengar ucapan Rangga membuat semua orang sedikit terkejut tetapi tidak dengan Erlan yang mulai meluap kan emosi nya.


"Apa maksud kau?!" Tanya Erlan dengan dingin.


"Mulai sekarang aku akan tinggal dengan Eliana dan Yola" Jawab Rangga seraya menatap sinis.


"Aku tidak akan membiarkan kau!" Batin Erlan.


"Apa?!, Kak Rangga benar-benar ingin pergi dari rumah ini?" Tanya Adel tidak percaya.


Mendengar pernyataan Rangga membuat semua orang seketika terdiam bahkan Brian dan Erlan yang mendengar nya merasa tidak terima.


"Tapi Kak Rangga…almarhum tuan Rian ingin kalian akur, damai, dan hidup bersama hingga tua mendatang" Jelas Adel seraya mengerutkan kedua alis nya.


"Maaf ya Cia…" Ucap Rangga seraya tersenyum kecil.


"Jangan seenak nya!!" Bentak Erlan lalu ia langsung memukul Rangga dengan keras.


Melihat kejadian tersebut membuat semua orang terkejut dan membulatkan mata seketika, dengan segera, mereka langsung menghentikan Erlan.


"Sayang!, berhenti!" Teriak Adel seraya memeluk sebelah lengan Erlan.


"Kembalikan Eliana!" Teriak Erlan.


"Kembalikan?, tidak semudah itu!" Ucap Rangga dengan tersenyum miring seraya memegangi pipi nya yang terkena pukulan.


"Apa maksud kau?…jangan bawa Eliana seenak nya dari rumah ini!" Bentak Erlan dengan emosi.


Mendengar Erlan yang begitu menginginkan Eliana membuat Adel salah paham dan merasa tidak suka.


"Sayang…biarkanlah Eliana tinggal bersama dengan Kak Rangga…" Ujar Adel dengan lembut.


"Aku tidak bisa" Ucap Erlan seraya menepis tangan Adel.


"Seperti nya terjadi kesalah pahaman di sini…hmm, pertunjukkan yang menarik. Aku bisa memanfaatkan keadaan ini" Batin Brian dengan tersenyum kecil.


"Seperti nya aku bisa memanfaatkan kesalah pahaman ini…" Batin Caitlin.


Bersambung…