Love Is Blocked By Revenge

Love Is Blocked By Revenge
Bertemu.



"M-maafkan saya…". Setelah tahu akan rasa sup ayam tersebut, Eliana berulang kali mengucapkan kata maaf.


"Sudahlah…" Ucap Gita dan langsung menghentikan Eliana.


"T-tapi Bi…".


"Sup ayam ini akan aku habiskan, Bibi dan Eliana pergi istirahat saja…" Suruh Adel.


"Tapi nona…".


"Tidak apa-apa, pergilah…".


Eliana tidak ingin pergi, ia meras sangat bersalah pada Adel, tetapi Adel memaksa nya untuk pergi dan menyuruh Gita untuk mengantar Eliana ke kamar nya.


"Baik nona…".


Gita segera mengajak Eliana untuk pergi, Eliana masih merasa tidak enak dan terus meminta maaf saat akan pergi.


Setelah mereka berdua pergi, suasana menjadi hening antara Adel dan Erlan.


"Sudah lah Kak Erlan, tidak perlu marah…" Ucap Adel seraya mengambil kan piring yang baru untuk Erlan.


"Jika kamu tidak mau, ya sudah tidak usah di makan…" Sambung nya dan langsung memakan sup Ayam dengan lahap, meskipun rasa nya tidak enak, ia tetap memaksa untuk menelan nya.


"Hentikan" Ucap Erlan.


"Kenapa Kak?…" Tanya Adel seraya mengangkat kedua alis nya.


"Aku juga ingin memakan nya" Jawab Erlan dengan singkat lalu ia langsung mengambil sup ayam tersebut.


"Bukan kah tadi Kak Erlan memuntahkan nya?" Tanya Adel merasa heran.


"Sekarang rasa nya sudah enak" Jawab Erlan tanpa melihat Adel sedikit pun.


"Benarkah?…Kak Erlan tidak boleh memaksa nya…" Ucap Adel seraya menghentikan Erlan.


"Aku tidak memaksa nya…" Balas Erlan lalu ia langsung melahap sup ayam tersebut.


"haaa, ya sudahlah. Aku tahu Kak Erlan ingin membantu ku untuk menghabiskan nya, sifat Kakak yang seperti ini terlihat imut juga…" Batin Adel sambil menatap Erlan yang sedang melahap sup Ayam dengan cepat.


Keesokan hari nya, di pagi hari, Gita mengajak Eliana untuk berbelanja ke pasar dan di waktu yang sama, Adel pulang ke rumah nya karena merasa tidak perlu menjaga Eliana lagi serta Erlan yang langsung pergi bekerja.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, akhir nya Eliana dan Gita sampai di pasar.


"Wahh, ramai sekali…" Seru Eliana sambil melihat sekeliling nya.


"Baru pertama kali ini aku datang ke pasar. berbelanja seperti ini bersama Bibi rasa nya sangat menyenangkan…".


"Eliana, ayo kita cari sayuran terlebih dahulu…" Ucap Gita seraya meraih lengan Eliana.


"Baik Bi…" Timpal Eliana dengan anggukan.


Gita dan Eliana berjalan mencari sayuran lalu dengan tidak sengaja, Eliana menubruk bahu orang.


"Ah!, maaf, saya tidak sengaja…" Ucap Eliana sambil menunduk sopan.


"Ya, tidak apa-apa. Lain kali berhati-hati lah…" Ujar orang tersebut dengan ramah.


Eliana segera mengangkat kepala nya, ia melihat wajah orang tersebut lalu meminta maaf kembali.


"Sekali lagi, saya minta maaf…".


"Ya, santai saj---". Tiba-tiba orang itu berhenti bicara, entah kenapa ia merasa pernah melihat Eliana sebelum nya.


Melihat orang tersebut terdiam membuat Eliana bingung dan langsung menyapa nya kembali.


"Tuan?…".


"A-ah iya!…maafkan saya karena telah melamun…" Ucap orang tersebut lalu ia pergi dengan begitu saja.


"Ada apa dengan tuan itu ya?…" Tanya Eliana sambil menggelengkan kepala nya lalu ia langsung berjalan menyusul Gita yang sudah begitu jauh di depan.


"Kamu kemana saja?" Tanya Gita menyadari Eliana tertinggal di belakang nya.


"Maaf ya Bi…tadi Eliana tidak sengaja menubruk orang…" Jelas Eliana.


"Ya sudah tidak apa-apa, tetaplah di samping Bibi ya…" Ucap Gita dengan tegas.


"Baik Bi…" Balas Eliana dengan anggukan.


Bersambung…