Love In Venice

Love In Venice
Episode 16 Apa Ini?



"Ih kenapa tuh muka ditekuk aja Sya?" Tanya Anna begitu melihat Syaha yang masuk ke dalam kamar dengan aura suram.


"Mas Ray mau ke London seminggu Ann.." Jawab Syaha malas.


"Dasar ya pengantin baru.. baru di tinggal bentar aja kelabakan.." Nyinyir Anna.


Syaha diam. Hatinya sedang carut marut. Dia sama sekali tak ingin terpancing ucapan Anna yang kadang ga bisa difilter. Tapi suka benar juga.


"Itu mulut apa balsem sih Ann.. pedes banget.." Syaha membanting tubuhnya ke atas kasur.


"Maaf deh.. aku cuma bercanda Sya.." Anna cepat-cepat minta maaf karena sadar Syaha kali ini tidak bisa bercanda.


"Belum apa-apa aku sudah rindu Mas Ray.. apalah jadinya aku kalau ditinggal lama Ann.. aku pingin cepat-cepat lulus terus tinggal bareng sama Mas Ray.." Gumam Syaha tapi masih terdengar.


"Sabar Sya.. empat bulan lagi.."


-----


Hari pertama kepergian Ray dilalui Syaha dengan berat. Rindu ingin bertemu Ray sudah dimulai sejak hari keberangkatan Ray. Gairahnya menggebu-gebu. Beberapa kali Ray menelpon dan Syaha pasti akan merengek bahkan menangis meminta agar Ray cepat kembali. Rasa rindu itu ternyata berat.


Sekilas tak ada yang mencurigakan dari kepergian Ray. Dia selalu menelpon Syaha beberapa kali setiap hari. Saling mengirim pesan dan saling melemparkan kata cinta dan rindu yang bergelora di hari ketiga kepergiannya.


Hingga berita yang Syaha di hari keempat kepergian Ray membuat tubuh Syaha ambruk ke tanah.


-----


Sore itu Syaha sedang bersantai di kamar bersama Anna. Meskipun hari ini akhir pekan, Syaha tak berniat menghabiskan waktunya di apartement Ray seperti biasanya. Syaha takut tak bisa lagi menehan rindunya pada suami tercintanya.


"Astaga!!" Teriak Anna sontak berdiri.


"Anna ada apa?" Syaha ikut berdiri dari posisinya semula, berbaring.


"Mas Nando tadi ngirim link video.. dan iseng aku buka.. ternyata berita tentang Mas Ray.." Anna menggigit ujung kukunya, sebagai jika dia sedang panik.


"Mas Ray? Kenapa Mas Ray Ann? Mas Ray baik-baik aja kan?" Syaha memberondong Anna dengan banyak pertanyaan. Mendengar nama Ray, detak jantungnya langsung melemah.


Selain Anna, Nando juga tahu hubungan Syaha dan Ray. Nando sempat memperingatkan Syaha sejak awal. Namun Syaha bertekad untuk mempercayai Ray. Nando pun tak bisa berbuat banyak. Nando hanya ingin Syaha hidup bahagia. Syaha dan Anna sudah Nando anggap sebagai adiknya sendiri.


"Mas Ray baik-baik aja Sya.. tapi.." Anna berhenti. Dia ragu apakah Syaha perlu tahu soal ini. Bukankan selama ini hubungan Syaha dan Mas Ray baik-baik saja? Orang di dalam video itu benar Mas Ray.. tapi kenapa bisa.. Kata hati Anna menjerit.


"Tapi apa Ann? Jangan buat aku khawatir. Dari semalam Mas Ray belum menghubungi aku.. suamiku baik-baik aja kan Ann? Anna jangan diam saja.." Gelisah menyusup dengan cepat. Rasa itu juga bercampur dengan khawawatir.


Anna diam tak menjawab. Batinnya sedang berperang.


"Ada apa sih Ann?" Syaha mengambil ponsel Anna dengan cepat. Tangannya dengan cepat memencet tombol play.


Berita malam ini. Seorang pengusaha muda berdarah bangsawan Inggris-Indonesia baru saja menggelar konferensi pers terkait pertunagannya dengan model cantik Inggris yang sekarang sedang naik daun, Samantha Aquilera. Sampai berita ini keluar dari kedua belah pihak masih merahasiakan tanggal pertunangan mereka. Tapi mereka berjanji akan menggelar pesta pertunangan secara live dan akan mengundang beberapa wartawan. Raya Narendra adalah anak pertama dari keluarga bangsawan Inggris, Mante family. Ayahnya yang berkebangsaan Indonesia dan ibunya seorang bangsawan Inggris dari keluarga yang sangar terkenal. Pernikahan mereka digadang-gadang sebagai pernikahan termegah abad ini. Sekian berita malam ini, sampai bertemu lagi..


Apa ini?


Kepala Syaha seketika berdenyut melihat Ray dalam video yang menggandeng tangan seorang gadis dengan senyum cerahnya melambai ke kamera.


Tolong seseorang beri tahu aku apakah semua ini benar? Batin Syaha berteriak lantang.


Syaha ambruk ke lantai. Kakinya lemas. Tubuhnya ditarik paksa oleh gravitasi bumi.


"Sya.. kamu baik-baik saja?"


Suara Anna sayup-sayup terdengar. Air mata telah membanjiri pipi Syaha.


Bersambung...