
Senin pagi yang cerah untuk memulai aktivitas hari ini. Aroma kopi memenuhi ruangan yang berukuran 5 x 5 meter dengan dua kamar tidur, dua meja belajar dan satu lemari pakaian.
Jemari lentik terangkat di udara. Si pemilik terlihat tersenyum memandang cincin putih dengan berlian kecil ditengahnya melingkar di jari manis tangan kanannya. Apa arti dari cincin di jari manis sebelah kanan? Ya.. itu tandanya si pemilik sudah menikah. Dia adalah seorang istri.
"Duh duh.. Nyonya Ray.. pagi-pagi sudah senyam-senyum kayak orang gila.." Suara Anna menggelitik telinga Syaha.
"Aku masih ga percaya Ann.. aku sekarang istrinya Mas Ray.. aku sungguh beruntung bukan?" Syaha tersenyum tipis mengingat statusnya sekarang. Perempuan bersuami.
Syaha terkekeh ketika mengingat ekpresi Anna saat dia menceritakan pernikahannya dengan Ray.
"Anna!!" Teriak Syaha begitu masuk ke kamar.
"Ya Tuhan Sya.. ngagetin aja.. jantungku hampir copot tahu.. ada apa sih?" Anna protes keras.
"Apa yang mau aku ceritakan ini bakal bikin jantung kamu langsung copot. Aku pastikan.." Syaha tertawa lebar. Dia melihat raut wajah Anna yang berubah dari kesal menjadi penasaran.
"Apa.. apa?" Anna berlari mendekati Syaha yang duduk di kursi belajarnya.
"Tadaaa!!!" Syaha mengangkat tangan kanannya.
Mutiara putih dari benda yang melingkar di jari Syaha mengkilat terpantul cahaya lampu.
"Cincin ini..." Anna ragu-ragu.
Syaha mendekati Anna kemudian berbisik pelan.
"Cincin pernikahanku dengan Mas Ray.."
"Hah menikah?!" Suara Anna naik beberap oktaf.
"Kamu serius Sya? Apa yang terjadi? Ceritakan padaku.." Anna menarik tangan Syaha kemudian mereka duduk di kasur Anna.
Dengan mata yang berbinar, detak jantung tak beratutan, tangan yang hampir mati lemas. Syaha menceritakan semuanya pada Anna. Dimulai dari ucap janji mereka di Altar Tuhan hingga cincin yang dia dapat beberapa saat setelah menikah. Cincin ini bertahtakan berlian putih kecil dengan ukiran R & S di bagian dalam. Inisial itu berarti Ray dan Syaha.
Syaha juga menceritakan jika mereka telah membuat perjanjian setelah menikah seperti: Syaha tetap tinggal di asrama kemudian akan tinggal di apartement Ray ketika akhir pekan, mereka akan mendaftarkan pernikahan mereka secepatnya setelah Syaha lulus dan mereka juga memutuskan akan tinggal di Venice.
Mulut Anna ternganga mendengar cerita Syaha yang panjang kali lebar itu. Kepalanya berdenyut karena dipaksa untuk menerima informasi baru yang tidak bisa dia percaya. Mata Anna mengerjap beberapa kali memastikan jika orang yang ada di depannya sekarang ini adalah benar sahabatnya, Aisyaha Alexandria Maharmita.
Syaha sedang mengatur nafasnya setelah menggebu-gebu bercerita pada Anna.
"Kamu pasti tidak akan percaya Ann.. aku pun sama Ann.." Ucap Syaha dengan nafas tersengal.
Mata mereka saling bertemu. Saling menyalurkan hasrat yang sama.
"Ahhh!!!"
Malam ini penuh dengan kehebohan di dalam kamar asrama Syaha dan Anna.
-----
Sesuatu yang baru layak diterima dengan hati yang besar. Begitupun Syaha yang dengan besar hati bahkan penuh kebahagian menerima status barunya sebagai istri meskipun pernikahannya mendadak.
Sepasang suami istri baru itu sepakat untuk merahasiakan pernikahan mereka.
Kesepakatan telah dibuat untuk kenyamanan hidup masing-masing. Sebuah hubungan yang demokratis dengan dilandasi rasa cinta ini semoga langgeng sampai maut memisahkan.
Bersambung..