Lost My Wedding To Find You

Lost My Wedding To Find You
first night



Richo Bouttier:


Aku sampai di ballroom hotel aku duduk di meja khusus tamu undangan dan menikmati 1 potong tiramissu paduan kopi dengan susu di balut dengan cake bolu seperti brownies hanya lebih lembut sangat memanjakan lidahku.


Seteleha acara pertukaran cincin Rikoll selesai aku dan juga para tamu undangan lainnya bisa dengan jelas melihat calon istri Rikoll aku sedikit kaget bercampur penasaran ketika melihat pasangan Rikoll.


Ternyata wanita itu adalah Stella Cambridge wanita yang pernah aku temui di rumah sakit ketika aku menolong gadis bermata biru laut itu.


Benar saja stella adalah sahabat Elena fergusson itu berarti gadis itu menghadiri pertunangan sahabatnya pantas saja aku dan dia bertemu di bandara dan juga hotel yang sama.


Lalu di mana gadis itu? Mengapa aku tidak melihatnya dari tadi sepanjang acara ini berlangsung atau mata ku yang tidak bisa menemukannya aku berjalan kesana-kemari menerobos kerumunan undangan mencari gadis itu.


Dan musik dansa mulai terdengar banyak para undangan yang berpasangan mulai turun menuju lantai dansa begitupula dengan Edward dan juga kekasihnya.


Sial dimana wanita itu apakah dia tidak datang ke pesta ini? Aku rasa itu tidak mungkin menginggat elena dengan stella sangat dekat ketika aku sibuk mencari wanita itu mata ku menangkap sosok tubuh miliknya.


Dia duduk di meja tamu undangan yang sangat dekat dengan meja hidangan untuk tamu.


Aku melihatnya mengenakkan dress berwarna merah yang terlihat sangat kontras dengan warna kulit yang dimilikinya.


Dress itu terlihat sempurna membalut tubuhnya bentuk tubuh yang dia miliki benar-benar membuat mata laki-laki manapun akan terbelalak melihatnya.


Sungguh sangat indah aku benar-benar tidak bisa lagi menahan rasa gairah ku sial.


Aku menarik pergelangan tangannya menuju lantai dansa karena aku fikir wanita itu pasti akan menolak ajakan ku untuk berdansa dengannya maka aku langsung mengambil inisiatif lain dengan memaksanya turun ke lantai dansa denganku.


Tidak ku sangka gadis itu menurut mengikuti ku dari belakang dan aku tetap tidak melepaskan gengaman tangan ku tapi aku rasa dia tidak menolakku ketika aku membawanya ke lantai dansa dan menerobos tamu undangan yang lain.


Musik dansa berbunyi mengalun sangat lembut banyak para tamu undangan yang ikut berdansa bersama pasangan mereka masing-masing.


Aku memeluk pinggangnya yang sangat pas menurutku dan dia mengalungkan lengannya di leher ku wangi vanila dari rambutnya membuat ku mabuk wanginya sangat manis membuat ku ingin terus menciumnya.


Beberapa detik kami berdansa dan dia masih tetap diam dengan terus berdansa dengan ku dia memiliki kepandaian berdansa juga rupanya karena setiap gerakan tubuhnya sangat lembut dan lincah.


“wow romantis sekali tuan anda mengajak wanita untuk berdansa dengan menyeretnya ke lantai dansa sangat mengagumkan” kata wanita itu sembari melotot ke arah ku.


Aku hanya membalas sindirannya dengan tersenyum geli melihat tingkahnya setiap mimik dari wajahnya selalu membuatku ingin tertawa.


Ekspresinya melihatku selalu berubah-ubah kadang dia melotot, kadang cuek, kadang tersenyum hampir setengah meringis,atau ketika dia mengerucutkan bibirnya benar-benar membuatku gemas.


Setelah musik dansa berhenti entah mengapa rasanya aku masih tidak rela melepaskan pelukanku di tubuhnya aku masih belum rela dia meninggalkan aku hey ada apa dengan diriku ini biasanya aku selalu mencampakan wanita.


Sekarang aku malah tidak bisa melepaskan pesona wanita ini dia sangat angun sangat berbeda dengan wanita yang lainnya membuat aku selalu menjadi lupa dengan harga diri ku jika bertemu dengannya.


Aku mulai mengodanya mendekatkan bibirku ke arah telinganya dan berbisik lembut


“i want you nona” dan aku mengecup daun telinganya lembut.


Aku benar-benar sudah mulai gila dengan wanita ini entah mengapa setiap dekat dengannya gairahku mulai mengebu-gebu aku tidak berbohong aku benar-benar menginginkan wanita itu.


Dia hanya membalas perkataan ku dengan angkuh “jangan banyak bermimpi tuan”


aku benar-benar di tolak mentah olehnya biasanya jika aku mengatakan hal itu kepada wanita lain atau dengan lindha mereka pasti akan girang.


Dan aku pasti akan berakhir di ranjang bersama mereka namun tidak dengan wanita yang satu ini dia berhasil menolak ku secara terang-terangan dan melepaskan pelukanku di tubuhnya lalu beranjak pergi meninggalkanku entah kemana.


Dia benar-benar sesuatu disaat semua wanita mengejarku dia malah menolak ku dengan menantang meninggalkan aku yang mematung dengan keheranan di antara para tamu undangan.


Setelah wanita itu pergi aku langsung kembali ke meja tamu tempat pertama aku duduki aku menikmati hidangan yang telah di sediakan oleh jasa catering hotel ini.


Mataku terus mencari sosok gadis bermata biru laut itu namun tidak juga aku temukkan sosoknya apa dia memang suka menghilang begitu saja? Fikirku setelah selesai dengan hidangan ku.


Aku mencari gadis itu ketempat edward dan kekasihnya duduk namun lagi-lagi gadis itu tidak ada.


Aku melihat kursi tamu yang tadi dia duduki pun juga tidak ada menampakan sosok tubuhnya.


Hem hanya ada satu kemungkinan bahwa mungkin saja gadis itu berada di dalam toilet karena wanita pasti tidak akan pernah lepas dengan toilet aku bergegas meninggalkan meja tamu dan mencari letak toilet wanita dalam ballroom hotel ini.


Letak toilet untuk para tamu ternyata berada di ujung lorong ballroom hotel setelah melewati lorong menuju toilet aku lihat stward masuk kedalam toilet wanita.


Apakah mungkin pria itu mabuk? Aku ingin mencegahnya untuk tidak masuk kedalam toilet wanita namun setelah aku berlari mengejarnya dia sudah berada di dalam toilet dan menutup pintunya shitt aku terlambat.


Apakah aku harus menerobos kedalam untuk memberi tahunya bahwa ini adalah toilet wanita tapi aku juga laki-laki mana mungkin aku mengorbankan harga diriku.


Maka aku putuskan untuk menunggu wanita bermata biru laut itu di depan pintu toilet dan membiarkan stward masuk ke dalam toilet wanita.


Beberapa menit aku menunggu wanita itu namun tetap tidak ada tanda-tanda bahwa wanita itu berada di ruangan toilet .


Bahkan beberapa pasangan tamu undangan ada yang menatap ku dengan sedikit bingung tapi aku tidak perduli dengan tatapan mereka aku tetap menunggu wanita itu.


Sekitar 10 menitan aku mendengar sepertinya ada suara keributan di dalam toilet aku mendekatkan telingga ku di pintu toilet untuk mendengar apa saja isi percakapan mereka. Samar-samar aku hafal sepertinnya ini adalah suara stward apa yang dia lakukan kepada pengunjung toilet? Apakah pria itu mabuk dan perempuan ini sepertinnya aku mengenal suaranya.


Aku yakin perempuan yang berada di dalam toilet saat ini adalah Elena aku sangat hafal sekali suara perempuan itu karena dia selalu berkata dengan intonasi suara yang dingin dan tegas.


Berengsek kau stward baru saja aku berniat untuk mendekatinya dan kau malah bermain-main dengan gadisku sial fikiranku berkecamuk apa yang di lakukan stward di dalam sana aku langsung mendobrak masuk ke dalam toilet.


Hal pertama yang aku lihat adalah sward berusaha untuk mencium gadis itu sialan kau stward tanpa basa-basi aku langsung berjalan ke arah mereka dan menarik tubuh stward dengan kasar sampai dia tersandar di dinding westafel.


Aku langsung memukul wajahnya membabi buta dengan pukulan yang aku arahkan ke wajahnya melihat stward melakukan hal gila dengan wanita itu membuat darah ku mendidih ingin rasanya aku remukkan tulang iganya saat ini.


“jangan ikut campur dengan urusanku tuan Richo, karena dia adalah gadis ku kau tahu aku pernah ingin menikahinya dia adalah bekas ku kau harus tahu itu” mendengar ucapan stward aku benar-benar murka.


Aku menarik kerah kemejanya hingga dia terangkat dan memukul wajahnya tepat di bawah pelipis matanya


“apa yang kau katakan stward cepat pergi dari tempat ini atau kau akan pulang dalam keadaan yang memalukan” ancamku.


Lalu stward perlahan berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar toilet dengan tak beraturan sepertinnya dia menahan rasa sakit akbiat pukulan yang aku berikan kepadanya. Setelah selesai mengusir stward dari ruangan aku melihat wanita itu masih di tempatnya dengan wajah sedikit shock dan cepat-cepat membuang tatapannya ke arah cermin saat melihat aku berjalan ke arahnya.


Setelah aku mendekatinya dia malah ingin meninggalkan aku dengan berjalan cepat ke arah pintu toilet namun sebelum sampai tangannya menyentuh gagang pintu toilet aku segera menarik tubuhnya.


Aku mengurungnya di dalam pelukanku aku pandangi wajahnya sangat cantik aku rasa sepertinnya wanita itu mulai gugup ketika kami mulai berdekatan seperti ini aku jadi ingin mengodanya.


“ mau kemana nona? Apa kau tidak terbiasa dengan ucapan tanda terima kasih?”


lalu dia menjawab perkataanku dengan mengucapkan terima kasih dan aku masih belum puas dengan mengodanya.


“terima kasih saja tidak cukup nona“


”lalu aku harus melakukan apa ?” ucapnya membalas ucapanku dengan nada penuh amarah dan membuang tatapan matanya ke arah cermin dia tidak ingin menatap wajah ku baiklah.


Benar-benar baru kali ini aku menemukan wanita yang sangat angkuh


“aku ingin satu atau mungkin lebih dari sekedar ucapan “ godaku kepada wanita itu dan dia menjawab dengan penolakan


“jangan mimpi tuan”.


Oh shitt lagi-lagi aku mendapat penolakan darinya aku tidak bisa menerima penolakan dari wanita manapun kau benar-benar sesuatu elena aku tidak bisa menahan egoku aku langsung menarik tubuhnya.


Mendekap tubuh wanita itu dan melumat bibirnya awalnya dia menolak dan mendorong tubuhku namun aku tetap mendekapnya dengan erat.


Mencium bibirnya dengan lembut kemudian aku mencoba mengodanya agar dia membalas ciumanku aku mulai dengan sedikit liar menciumnya memasuki segala rongga dalam bibirnya aku melumat habis bibir miliknya yang terasa sangat manis.


Perlahan dia mulai membuka bibirnya dan membalas ciumanku dengan lembut aku benar-benar menyukai ciumanya terasa sangat memabukan shitt hanya dengan berciuman dengan wanita ini saja rasanya pangkal paha ku terasa nyeri.


Sejak awal aku mengajaknya berdansa entah kenapa aku merasa sangat tertarik dengan sentuhan wanita itu hanya dengan melihanya saja aku merasa darahku berdesir dengan cepat.


Aku segera melepaskan ciumanku karena aku benar-benar tidak bisa lagi mengendalikan gairah dalam otakku.


Aku berbisik di telinganya dan mencium wangi tubuhnya oh sial aku benar-benar tidak bisa mengendalikan otakku


“sampai bertemu kembali nona”ucapku di telinganya kemudian aku meninggalkan wanita itu.


Aku harus segera menuju bar dan meminum beberapa gelas vermount untuk meredamkan gairah ku aku berjalan keluar dari ruangan toilet wanita meninggalkan wanita itu yang masih sedikit terkejut akibat ciuman kami tadi.


Aku menghela nafas jengah ternyata wanita jalang itu menarikku menuju arah Rikoll dan stella


“kau dari mana saja hooney aku mencari mu, aku ingin mengenalkan kau dengan stella editor majalah fashion yang sering memakai ku untuk pemotretan majalahnya.”


Aku memutar bola mataku dan menjawab pertanyaan Lindha dengan malas


“bisakah kau bersikap terhormat dengan tidak bergelayut manja di lenganku. Aku tidak berniat untuk bertemu siapapun aku ingin minum” jawabku dan melepaskan pelukan lindha di bahuku.


“Please kali ini saja hooney kau tahu kan editor ini sangat sering memakai ku” rengeknya manja oh aku benar-benar tidak ingin berdebat dengan wanita ini lebih lama. Aku benar-benar bosan sekali dengan wanita jalang ini dari sekian banyaknya wanita yang mengejarku dialah yang paling susah melepaskan aku.


Benar-benar membuat muak akupun mengikutinya bertemu dengan Rikoll dan juga Stella yang berada di depan ballroom sambil mengobrol dengan rekan tamu undangan yang lain.


Ketika sampai di hadapan Rikoll pria itu langsung memeluk ku


“aku tidak menyangka kau akan menyempatkan datang ke acara ku sir”


aku hanya tersenyum mendengar ucapanya.


“mari sir aku perkenalkan kau dengan gadisku” Rikoll membawaku dan juga Lindha mendekat ke arah stella.


Saat gadis itu melihatku matanya terbelalak kaget dan segera menyalami tanganku “bukankah anda tuan Richo yang telah menolong sahabatku beberapa tahun silam?” katanya sambil tersenyum ke arahku.


“ya dan kau pasti Stella Cambrige senang bertemu denganmu kembali stella, dan aku harap kau bisa merahasiakan sosokku dari sahabat mu karena aku ingin dia mengetahuinnya sendiri.” Kataku dengan diikuti angukan dari stella kemudian aku kembali sibuk berbincang dengan Rikoll dan meningalkan stella dengan lindha.


Setelah puas berbincang dengan Rikoll mengenai beberapa pekerjaan aku meningalkannya dan berjalan ke arah bar yang tersedia di ballroom hotel.


Rikoll memilih konsep American Style Bar sehingga bar yang di buka ini hanya khusus untuk tamu undangan dan tentu saja kualitas yang di sajikan adalah minuman kelas premium ke atas.


Baiklah aku rasa aku akan mencoba minuman yang di tawarkan oleh barthender di sana dengan beberapa gelas saja karena aku tidak berniat untuk mabuk malam ini.


Yah tentu saja karena aku tak ingin bangun terlalu siang besok pagi karena aku sudah harus terbang kembali lagi ke New York menyiapkan beberapa dokument tentang perkembangan resort ku di lombok.


Dan aku tidak mungkin menghadiri meeting dengan keadaan kepala pusing karena efek minuman aku berjalan menuju meja bar yang berada di pojok.


Belum sampai aku di meja bar kakiku terhenti karena pemandangan di depanku gadis bermata biru laut itu sedang bercakap-cakap dengan laki-laki lain baru kali ini aku melihanya tersenyum lebar seperti itu.


Bahkan bicara wanita itupun sudah tidak beraturan apa mungkin dia mabuk? Dasar wanita polos bisa-bisanya dia meminum minuman pemberian laki-laki asing.


Aku mengeram dalam hati argh kemudian berjalan menghampiri wanita itu dan segera menangkap tubuhnya yang hampir terjatuh ke meja bar dan merangkuh tubuhnya.


Namun samar-samar aku mendengar wanita itu berkata “aku tidak apa-apa hey kau pria sinting mengapa aku selalu bertemu dengan mu ?.”


apa aku salah dengar bukankah tadi wanita itu menyebut jika aku pria sinting okey baiklah mungkin dia benar-benar sudah mabuk karena minuman itu aku langsung mengendong wanita itu dan berniat membawanya pergi.


Jika dia masih berada di acara ini pasti dia akan melakukan hal-hal konyol dan merusak suasana pesta sahabatnya dan membut dirinya terjebak dalam masalah.


Ketika aku mengendongnya pria yang tadi mengobrol dengan gadis itu menarik lengan ku dengan kasar


“ hey mau kau bawa kemana dia kekasihku ********.”


Aku sudah tidak bisa lagi mengontrol emosi ku dengan refleks cepat aku langsung menendang perut pria itu hingga dia terduduk ke bawah meja bar dengan diiringi beberapa suara pecahan gelas kaca yang berhamburan di meja bar.


Aku segera pergi menjauhi meja bar dan menerobos kerumunan para tamu undangan yang datang karena adanya keributan di meja bar.


Setelah keluar dari ballroom hotel kemudian aku menuju lift untuk mengantarkan wanita ini ke kamar yang telah di sewanya aku masih membopong tubuhnya aku pandangi wajahnya yang sayu benar-benar sangat menarik.


Sepertinya efek minuman alkohol ini sangat dahsyat mungkin pria sialan itu tidak hanya memberikan minuman biasa saja kepada wanita ini karena melihat matanya yang sayu dan keringat yang mengucur dari tubuhnya sangat deras aku rasa ada obat perangsang di dalam minuman itu.


Keluar dari lift aku langsung menuju kamar gadis itu aku bertanya dimanakah dia menyimpan kunci kamarnya namun wanita itu hanya menjawabku dengan jawaban yang rancau dan aneh.


Oh shiit aku benar-benar harus membawanya ke kamarku sepertinnya baiklah karena dia juga tidak bisa di ajak berkomunikasi dengan baik akibat pengaruh minuman akupun membawanya ke kamarku.


Setelah aku merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik ku gadis itu langsung berdiri dan memelukku sembari memuntahkan semua yang ada di mulutnya ke dalam pelukanku.


Oh sial aku benar-benar sial sekali malam ini setelah puas mengeluarkan isi dalam mulutnya gadis itu berjalan ke arah ranjang dan berbaring di sana aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku yang penuh dengan muntahan.


Setelah keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian resmi ku dengan pakaian casual santai aku membuka gagang pintu toilet dan betapa kagetnya aku melihat wanita itu sudah hampir telanjang dan hanya mengenakan under wear saja.


Gadis itu menghampiriku memeluk tubuhku jemarinya terulur mengusap rahangku dengan gerakan yang sangat sensual tanpa sadar bahwa yang dia lakukan itu telah membangkitkan gairahku.


Oh shitt bagaimana ini aku sudah menahan mati-matian gairah yang ada dalam diriku dan wanita ini malah sengaja mengoda ku untuk menyentuhnya.


Aku tidak mungkin memanfaatkan wanita dalam keadaan mabuk untuk bercinta denganku bisa-bisa ketika dia sadar dia akan membunuh ku jika dia tahu aku akan bercinta dengannya saat ini.


“i want you pria sinting pleashe touche me and taste me” bisiknya di telinga ku dengan suaranya yang serak dan mengoda oh god bagaimana ini?.


Gadis itu semakin liar dia mengalungkan lengannya di leher ku dan mencium bibirku dengan liar dia melumat bibirku dengan gerakan tergesa-gesa aku menikmati ciuman yang di berikannya bibirnya terasa sangat manis namun ada bau alkohol tercium di sana.


Persetan dengan amarahnya nanti aku sudah tidak tahan lagi menahan godaan ini dan mungkin juga wanita ini telah biasa bercinta dengan stward mengingat jika mereka pernah menjalin hubungan bersama dalam beberapa waktu.


Aku mengendong tubuhnya merebahkannya di atas ranjang ku lalu aku merangkak di atas tubuhnya bergabung dengannya di atas ranjang aku menatap wajah polosnya tatapnya sangat sayu dan mengoda.


Bibirnya terlihat penuh dan sedikit bengkak akibat ciuman panas kami malam ini membuat bibirnya terlihat sangat ranum dan berisi.


Entah siapa wanita ini namun dia telah sukses meruntuhkan segala ego ku biasanya aku selalu di kelilingi dan di puja oleh sekian banyak wanita di luaran sana.


Namun wanita ini malah membuat ku mengejarnya dan dia telah sukses membuat gairah dalam tubuh ku meledak-ledak setiap kami bertemu atau bersentuhan.


Aku benar-benar tertarik dengan wanita itu mengalahkan egoku sendiri aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya aku melepas tali g-string yang di pakainya sekarang yang terlihat dengan jelas oleh ku adalah tubuh polosnya yang sempurna.


Bentuk dadanya sangat indah dengan ukuran yang pas di tanganku


“apakah kau ingin aku melakukan lebih dari ini nona?” tanya ku sambil melumat puncak payudaranya.


Wanita itu mengelijang dan membusungkan dadanya dengan mendesah pelan oh shitt desahannya benar-benar membuat aku penasaran.


Jadi tubuh indah inikah yang selalu kau berikan hampir setiap malam dulu kepada stward aku bertanya dalam hati sialan stward jelas gadis ini sangat mengoda tapi dia malah berpaling darinya.


Mataku terasa seperti di penuhi kabut hasrat kedua mataku menyusuri setiap inchi dari tubuhnya kemudian mencium bibirnya dengan lembut lalu mengigit bibirnya pelan lidahku menelusup masuk mengoda lidahnya. Gadis itu terengah-engah ketika ciuman kami aku lepaskan dan aku mulai menciumi leher jenjangnya menghisapnya dan meningalkan kiss mark yang membuat lehernya memerah.


Aku menundukan kepalaku mencecap puncak payudaranya dan tanganku mengusap inti dari taman pribadinya dengan gerakan mengoda aku mendengarnya mendesah dan meremas rambutku.


“jangan katakan padaku jika kau masih perawan nona, kau sepertinya belum ahli” bisikku di telingan gadis itu sambil terus mengusap inti miliknya aku rasa inti miliknya sudah benar-benar basah.


Setelah mendengarnya berkata


“please taste me i want you”


aku langsung memasukkan milikku ke dalam miliknya awalnya terasa sangat sulit sekali wanita ini untuk di tembus apakah dia masih virgin tapi bukankah dia berpacaran sangat lama dengan stward bagaimana mungkin dia masih belum tersentuh.


Fikiran-fikiran aneh pun terus bermunculan dalam benakku namun aku tetap melanjutkan aktivitasku yang bersatu dengannya aku mendengar suaranya yang memekik kesakitan dan mencengkram pundakku dengan kuat membuat aku menjadi berfikir bertanya-tanya apakah dia benar masih virgin.


Setelah aku selesai dengan pelepasanku gadis itu langsung mendorong tubuhku dan menjauhkan dirinya ke tepi ranjang aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku.


Ketika aku menyalakan kran shower aku sedikit kaget ternyata wanita itu benar masih belum tersentuh karena melihat bercak darah di sekitar milikku.


Oh shitt bagaimana ini aku segera membasuh tubuhku dengan cepat di bawah guyuran shower dan segera memakai handuk kemudian keluar dari toilet untuk menemuinya.


Namun ketika aku kembali kekamar yang aku temukan hanyalah ranjang kosong dengan beberapa lembar pakaian milikku kemana gadis itu aku benar-benar kalut malam ini aku segera memakai pakaianku dengan sembarangan.


Arggh betapa bodohnya aku ketika aku keluar dari kamar ku aku memencet bel kamar miliknya namun spertinya kamar itu telah kosong karena lampu ruangan kamar itu tidak tampak menyala dari luar.


Aku berlari ke arah lift menuju ruangan receptionist menayakan apakah penyewa kamar denga no.731 sudah check-out dan aku mendapatkan jawaban dari petugas receptionis bahwa wanita itu sudah check-out sejak 15 menit yang lalu.


Oh shitt aku memukul meja receptionis dengan kasar dan segera meraih handphone di saku celanaku kemudian menghubungi Jimmy untuk mempersiapkan tiket penerbangan miliku malam ini juga.


Aku berjalan gontai menuju kamar ku dan menyeret koperku fikiran ku benar-benar kalut saat ini aku masih tidak rela melepaskan gadis itu begitu saja.


Baiklah Elena Fergusson aku tidak akan pernah melepaskan mu setelah pekerjaanku di New York selesai aku akan segera menemukan mu dimanapun kau berada karena kau telah benar-benar membuatku penasaran.