
Elena fergusson:
2 tahun sudah aku membantu moms menjalankan bisnis butiknya di Italia dan tak jarang juga aku berkunjung ke butiknya di prancis mengecek beberapa laporan mengenai kemajuan butik milik moms.
Setelah melewati beberapa tahun terakhir dengan sangat baik aku bisa beranafas sangat legah sekarang aku bisa memiliki kehidupan yang jauh lebih baik. jauh lebih bahagia dan merasa hidup aku menemukan kebahagiaan dalam hidup ku.
Dan hari ini aku menunggu sahabat kecil ku Stella Cambrige dan juga kekasihnya Rikoll Smith. Rencananya mereka akan memesan gaun untuk pesta pertunangan mereka yang akan di adahkan di kanada tempat kelahiran Rikoll.
Aku sudah menyiapkan beberapa rancangan gaun yang akan pas dan sesuai dengan karakter Stella karena stella sangat menyukai konsep girlly dan tetap anggun tentunya. Lama sekali mereka apa mereka terjebak macet fikirku akupun menyruput 1 cup coffe yang telah aku beli di kedai samping butik moms dan mulai menyesapnya dalam-dalam entah mengapa aku sangat menyukai wangi uap coffe. Karena hanya dengan menikmati sensasi kafeein ini tengorokanku akan merasa nyaman begitu pula dengan mood ku.
Entah mengapa mendengar kabar stella akan segera bertunangan dengan Rikoll membuat mood ku bahagia sangat bahagia akhirnya sahabat kecil ku memiliki pendamping hidup seorang pria yang baik hati. Karena aku tahu pria itu adalah pria yang baik dan tidak pernah mengecewakan stella selama ini dan aku merasa mereka berdua memiliki chemistri yang sangat kuat meskipun mereka jarang sekali bertemu karena kesibukan mereka.
Tak lama terdengar suara bell dari pintu butik moms aku menoleh kearah pintu dan melihat mereka berdua datang stella menuju ke arah ku dan memelukku erat.
“oh honneyyy sorry aku terlambat kau tahu Rikoll membuat ku menunggu terlalu lama” sahut stella sambil menyikut lengan Rikoll. “Apakah kau percaya miss fergusson kau tahu sendiri jika sahabat kecil mu ini sangat pesolek membuat aku menunggu hampir beberapa jam karena melihatnnya bingung ingin mengenakkan dress apa.”
Aku pun tertawa kencang dan aku mempercayai perkataan Rikoll
“memang begitulah sahabat ku satu ini dia rela menghabiskan waktunya berjam-jam untuk bisa tampil sempurna. Kadang aku juga merasa sebal dengan tingkahnya yang satu ini”.
Stella pun mengerucutkan bibirnya dan memutar bola matanya jengah
“oh ayolah bukankah semua wanita memang seperti itu kau harus bisa bersabar.”
“Ya tentu semua wanita tapi tidak dengan ku babe apa kau lupa” sahut ku sambil tertawa renyah dan menyerahkan beberapa motif gaun kepada stella.
Stella pun memilih satu gaun yang sudah aku rancang untuk nya gaun dengan warna cream yang lembut tanpa lengan yang memamerkan lekuk tubuhnya dengan sempurna.
Di balut beberapa mutiara kecil yang membuat gaun ini sangat manis dan simpel namun tetap terkesan seksi dan sangat serasi sekali dengan warna kulit putih milik stella.
“you look so geogerus stella wow aku tak bisa memalingkan mata ku dari mu” akupun terpukau dengan pemandangan di depanku ketika stella mengenakan gaun itu.
“yes darling pilihanmu memang tak pernah salah” sahut stella sembari memelukku dan melihat penampilannya dalam pantulan kaca cermin di depan ruangan ganti.
“kau tahu aku sangat tidak sabar menantikan semua ini” aku tersenyum mendengarkan ocehannya tersebut yah semua wanita pasti sangat tidak sabar menanti hari bahagia mereka.
“Dan kau harus datang nanti babe kau harus ada dalam pesta terpenting dalam hidupku dan jangan sampai kau lupa untuk datang, aku akan merasa kecewa sekali jika kau tak datang kali ini. ” ucapnya sambil terus menatap ku pandangan matanya sedikit memohon.
Akupun hanya mengangukkan kepala ku dan berkata bahwa aku akan berusaha untuk datang ke acara pesta tersebut. Memang aku sedikit berat untuk datang ke pesta pertunangan stella karena aku tahu laki-laki brengsek itu pasti akan datang juga ke acara pertunangan mereka.
karena Rikoll dan juga Stward mereka berada dalam project pembangunan resort milik Joshep empire dan sangat tidak mungkin jika stward tidak berada disana.
“Hey babe mengapa kau melamun aku tahu pasti kau memikirkan jika laki-laki gila itu akan datang ke pesta ku kan?.”
wow tebakan stella sangat akurat dan menohok batinku aku hanya tersenyum kecut mendengar tebakan stella yang sangat benar. “kau harus datang kau harus melihat laki-laki gila itu darling dengan begitu kau akan bisa berdamai dengan masalalu mu.”
Aku pun menganggukan kepala ku memang benar yang dikatakannya aku harus berdamai dengan masalalu jika aku ingin hidup lebih bahagia. Setelah selesai mencoba gaun yang akan di pakainnya untuk pertunangan mereka.
stella pun mengisyaratkan pada Rikoll bahwa dia ingin tetap bersama dengan ku di butik moms. Rikoll pun meninggalkan kami berdua dan akan kembali beberapa jam kemudian untuk mengantarkan stella kembali ke hotel tempatnya menginap.
“kau tahu sudah lama sekali kita tidak berjumpa dan tidak hang out bersama bagaimana jika hari ini kita mengelilingi jalanan italia apa kau setuju babe?.”
Akupun tersenyum dan segera mengambil tas tangan dan kunci mobilku baiklah ayo kita pergi seru ku. Kamipun mengendari mobil berkeliling kota italia lalu kami mampir ke restouran langganan kami saat masih SMA dulu, kami bertemu nyonya Anne pemilik restourant italia ini.
Makanan disini dijamin sangat enak dan membuat lidah dan juga perutmu tidak akan berhenti untuk makan. Bahkan hanya dengan mencium aroma masakannya saja kau bisa menjatuhkan liur karena membayangkan betapa lezanya makanan yang di sajikan. Kami duduk bertiga bersama aunt anne.
Aunt anne masih saudara jauh dengan stella karena ayah aunt Anne menikah dengan sepupu jauh paman robert ayah Stella. Sehingga kami sangat dekat dengannya dari jaman sma kami sering main ke lestaurannya untuk sekedar hang out atau membantunya memasak.
“ohh darling lama sekali aunty tidak melihat kalian, ternyata gadis-gadis kecilku ini sudah berubah menjadi wanita dewasa yang cantik” aunt anne memeluk kami dan segera duduk menemani kami makan siang hari ini.
Kami bertiga pun bercerita mengenang masa-masa SMA kami yang membuat aunty anne merasa kembali muda dengan mengenang masa-masa SMA kami.
Mulai dari stella yang selalu putus dan berganti pasangan layaknya berganti baju karena memang dari jaman SMA stella sangat populer di kalangan pria.
Sangat berbanding terbalik denganku yang tidak pernah menggenal laki-laki aku sangat tertutup prihal asmara. Dulu ketika stella pacaran denga para pria aku terpaksa harus menunggunnya di restourant aunty anne menemani aunty memasak pizza atau sekedar cake.
Aunty anne pun hanya geleng-geleng saja melihat kami yang datang ke restourantnya dengan mengenakkan seragam SMA lengkap. Setelah selesai mengobrol bersama kamipun berencana untuk pamit karena aku masih harus mengurus gaun pesanan client di butik moms. juga Stella yang harus menggurus beberapa acara pemotretan lounching majalah terbaru fashion di italia.
“oh sayang sekali kau datang sangat cepat darling tak bisakah aunty menahan kalian lebih lama disini kau tahu aunty sangat rindu sekali dengan kalian.”
“Maafkan kami aunty anne aku sudah berjanji dengan client di butik moms untuk segera mengirimkan gaun pesanannya siang ini dan Stella juga ada pemotretan di studio rekaman majalah fashion kau tahu aunty editor kita satu ini sangat sibuk.” Jawabku sembari tertawa mengoda stella
“baiklah see you sampai berjumpa di acara pertunangan mu ya darling.” aunt anne mengecup pipi stella dan juga pipiku
“kalian masih sama seperti beberapa tahun yang lalu darling” dan kami pun tertawa lepas sambil menuju ke parkiran mobilku.
Sesampainya di butik moms ternyata Rikoll sudah menunggu stella dan mereka pun berpamitan padaku. Setelah usai berpamitan denganku mobil Rikoll dan stella sudah menjauh dari butik moms menerobos masuk ke jalanan kota. Aku masuk kedalam butik moms dan segera menyiapkan beberapa gaun untuk client ku yang akan aku kirimkan kepada alamat yang sudah di berikannya lewat emailku tadi siang.
Setelah selesai mengepack gaun pesanannya aku memesan kurir untuk mengantarkan pesanana ini ke alamat yang sudah aku cantumkan dalam kertas pengiriman.
Aku membereskan beberapa gaun yang tadi sempat aku tawarkan pada stella lalu bergegas menyimpan beberapa sketsa gaun yang telah aku buat untuk client butik yang lain.
Aku mengambil kunci mobilku dan juga membereskan beberapa barang di atas meja kerja, aku berniat pulang agak cepat hari ini. Aku ingin tidur lebih cepat dan istirahat yang cukup beberapa hari ini aku selalu pulang hingga larut malam dan tak jarang aku menginap di butik moms.
Karena banyaknya pesanan gaun yang akan di gunakan untuk beberapa pesta pernikahan maupun pertunangan. Setelah beberapa karyawan butik pulang akupun bergegas mengunci pintu butik moms dan menuju parkiran mobilku.
Aku melihat jam di tangan masih pukul 6 sore waktu yang sangat pas untuk menikmati senja indah di langit sore sembari meminum secangkir kopi panas. Aku sangat menyukai kegiatan ini menikmati senja di penghujung hari sambil menghirup udara senja dalam-dalam.
Ketika sampai di rumah aku langsung bergegas ke taman belakang tempat moms biasa merawat bunga karena di sana kami bisa berpuas ria menikmati senja di balik perbukitan hijau. Letak manshion moms berada di daerah perbukitan maka sangat mudah untuk kami menikmati sunset tanpa harus pergi jauh dari manshion.
Aku duduk di bangku kayu sambil menikmati senja sore dan memakan kue yang di beli oleh lucia tadi siang di toko kue yang baru saja buka. Sambil aku berfikir tentang rencanaku apakah aku akan datang ke pesta pertunangan itu. Karena sejujurnya aku memang berniat ingin kembali ke New York untuk bekerja sebagai senior manager di salah satu resort dan hotel terbesar di kota itu.
Tapi aku belum menjelaskan rencana ku kepada moms sebenarnya agak berat juga harus meninggalkan moms sendirian mengurus butik. Tetapi aku juga ingin mandiri aku ingin memiliki restourant masakan italia dengan hasil gajiku sebagai senior manager karena aku sangat gila memasak.
Dan aku juga tidak ingin bergantung lebih lama dengan moms aku juga ingin memulai usahaku sendiri nanti.
Sepertinnya aku akan datang ke pesta pertunangan Stella dan Rikoll dengan begitu aku akan bisa berdamai dengan segala masalaluku nanti jika aku bertemu dengan Stward di pesta itu. Dan melihat kebahagiaannya bersama dengan percia mungkin aku akan mudah menjalani masa depan juga akan lebih mudah melupakan segala kepahitan masa lalu.
Aku menghubungi moms karena moms masih berada di paris mengurus butik disana dan kemungkinan akan balik ke italia lusa dan lusa aku bisa terbang ke kanada mungkin setelah menghadiri pesta pertunangan Stella di kanada aku akan terbang ke New York untuk langsung bekerja di hotel itu.
Aku mengambil ponsel ku danenghubungi moms setelah berdebat lama dan panjang dengan moms akhirnya moms pun setuju.
jika aku akan berkerja di New York dan tinggal di aparterment sendiri dengan syarat tentunya. Syarat yang di ajukkan moms terdengar sangat lucu aku tidak boleh menerima laki-laki untuk menginap selama aku tinggal di aprtermentku sendirian.
Bagaimana bisa syarat yang diajukkan moms sangat konyol aku tidak mungkin membawa laki-laki untuk tinggal bersama ku bahkan di usia ku yang sudah memasuki hampir 28 tahun ini pun aku masih virgin.
Setelah berbincang dengan moms aku langsung menuju kamarku untuk mempersiapkan segalannya yang akan aku bawa nanti.
Aku tidak banyak membawa barang aku hanya bawa 1 koper besar dan juga tas slingbag yang akan aku isi dengan dompet, handphone, vitamin, dan beberapa alat make-up, juga tidak ketingalan satu pack tissu basah. Aku langsung beristirahat setelah selesai mengemasi barang-barang yang akan aku bawa nanti aku merebahkan badan ku di ranjang dan menarik selimutnya. Nyaman sekali aku memang membutuhkan sedikit rilexsasi kerana seharian ini bekerja dengan mengunakkan heels membuat betis ku seakan ingin meledak.
Aku terbangun pagi ini dan bersiap menuju bandara segala barang bawaan ku sudah aku kemas dengan rapi. Aku menuju bath tup untuk berendam sebelum bersiap pergi menuju bandara. Rasanya jauh sangat nyaman ketika tubuhku berendam dalam air hangat. Aku berfikir apakah mungkin aku akan bertemu dengan Stward? dan aku berharap semoga saja aku tidak bertemu dengannya. Bukan karena aku takut untuk bertemu dengannya bukan pula karena aku masih mencintainya. Namun aku merasa sangat muak jika harus bertatapan mata dengan laki laki itu. Aku bersiap memakai baju ku juga memoleskan make up tipis di wajah ku. Sembari memandang wajah ku dalam kaca besar kamar mandi aku menghela nafas dalam.
" ini adalah perjalanan baru mu elena kau harus bisa menjadi wanita mandiri dan tangguh. Semangat elena kebahagiaan akan segera datang ciayyyyyyoooo" aku berteriak lantang di depan cermin menyemangati diroku sendiri.
"taxi bandara sudah datang sayang apakah kau masih lama? biar aku membantu mu membawa barang barang mu darling" teriak Lucia dari balik pintu kamar.
" tak perlu Lucia barang ku tidak banyak aku akan segera turun" akupun bergegas untuk turun dan mengambil tas juga koperku.
"aku kira kau akan menetap lama di Italia sayang oh ya jangan lupa bawa ini teh herbal jika kau ingin bersantai di apartemen kau bisa menyeduhnya."
"oh Lucia aku pasti akan sangat merindukan mu tolong jaga moms untuk ku. "
aku memeluknya erat dan segera masuk ke dalam taxi yang menunggu ku.
"jaga diri mu baik baik darling jangan lupa untuk sering sering mengunjungi kami di sini"
akupun tersenyum padanya dan menutup pintu taxi siap menuju bandara.