Lost My Wedding To Find You

Lost My Wedding To Find You
My crazy boss.



Elena fergusson:


pagi ini cuaca lumayan cerah setelah beberapa hari yang lalu cuaca badai salju menerpa kota. meskipun berita cuaca tadi pagi mengatakan jika akan tetap ada badai salju susulan hari ini. Namun aku rasa sepertinya badai itu tidak akan terjadi pagi ini karena cuaca sedikit lebih hangat.


aku segera menghabiskan sarapan ku sepotong sandwic dengan isi mayo dan juga daging tuna segar yang telah aku pedaskan.


sembari mengecek e-mail dari Stella aku menyesap teh hangat ku. Aku membalas


e-mail nya satu persatu dia mengatakan jika dia telah mengirimkan beberapa paket kepadaku kemarin pagi kemungkinan hari ini paket itu tiba di apartermen ku.


Selesai dengan sarapan pagi ini aku langsung bergegas mencari taxi untuk segera pergi ke kantor. Hari ini genap seminggu aku bekerja di kantor Hotel milik Richo dan sepertinya aku akan betah bekerja di sana. Selain karena gaji yang di berikan cukup lumayan jenis pekerjaan nya pun sangat tidak jauh dari jurusan yang aku ambil ketika kuliah dulu.


Sesampainya di meja kerjaku ternyata jimmy memperhatikan aku dan dia sudah duduk di depan meja kerja nya. Firasat ku mengatakan sepertinya dia akan mulai mengganguku dengan pertanyan pertanyaan konyolnya. Dilihat dari gelagat wajahnya sepertinya dia sedikit curiga kepada ku.


“wow ele aku tak tahu jika kau dan dia sangat dekat sepertinya aku ketinggalan gosip tentang kalian berdua”.


Hemm sudah ku duga pasti dia akan mencurigai gerak geri antara aku dan pria sinting itu. Padahal aku sudah berusaha untuk tidak terlalu menampakan kedekatan ku dengan Richo. Tapi sepertinya Jimmy sudah mulai mencium aroma kedekatan kami hemm sialan bakalan habis aku jadi bahan olokannya.


“kami hanya makan siang bersama beberapa hari yang lalu. Tidak ada sesuatu yang istimewa kau tahu hanya sebatas pekerjaan saja tidak ada yang special” jawabku santai mencoba tak terpengaruh dengan peryanyaannya.


“aku masih tidak percaya jika Richo hanya mengajakmu makan siang biasa ele, kau tahu aku sudah bekerja lama di perusahaan ini mana mungkin richo akan ber ramah-tamah terhadap karyawan terutama karyawan baru seperti mu.”


“bagaimana bisa kau tahu tentang itu jim, aku rasa Richo orang yang ramah”


dustaku berusaha menutupi pernyataannya.


aku tidak ingin terlalu besar kepala mengenai kedekatan ku dengan Richo. karena ku fikir aku hanyalah karyawan dan kejadian di Kanada itu juga hanya sebuah accident biasa. mana mungkin seorang Dewa yunani seperti nya akan mengejarku.


seorang hadis biasa yang pernah gagal dalam pernikahan menyedihkan poor me aku membatin dalam hati.


“kau hanya belum mengenalnya ele baiklah aku akan memberitahu mu satu hal. Richo tidak pernah berlaku ramah atau lembut kepada karyawan manapun terkecuali aku karena aku adik sepupunya.”


Mataku terbelalak kaget astaga benarkah yang di ucapkan oleh jimmy jika Richo berlaku seperti itu dalam pekerjaan maka apakah mungkin dia bersikap baik kepadaku karena merasa tidak enak telah tidur bersamaku?


Ah peduli setan dengan semua ini.


" astaga Jimm Ayolah tidak ada apa apa antara kami berdua lagi pula dia bukan tipe ku. bisa kau bayangkan jika aku menjalin hubungan dengan pria yang seperti dia sangat tidak romantis."


aku menjawab perkataan Jimmy sambil mengingat kembali saat pria sinting itu mengajakku berdansa dengannya. Sangat jauh dari kata romantis bisa gila aku jika aku benar benar tertarik padanya si manusia dingin.


Jimmy hanya terkekeh mendengar perkataan ku sembari sibuk memulai pekerjaan nya.


Aku memasukkan beberapa laporan mengenai data-data resort ini dan juga beberapa modal yang akan di rencanakan untuk pembangunan Resort tepi pantai di pulau lombok Indonesia.


Awalnya Richo memberitahuku jika aku harus segera berkordinasi dengan Finance Manager kantor untuk mendiskusikan anggaran biaya yang akan digunakan untuk pembangunan Resort ini.


Dan rencanannya dalam beberapa minggu ini akan diadahkan meeting untuk pembahasan resort tersebut.


Aku mengambil gagang telpone dan menekan nomer Finance mananger di kantor hotel ini. Suara di sebrang telphone berbunyi


“ Yes finance mananger may i help you?”


“ok miss im senior manager yang baru bisakah kita mengadahkan meeting sebentar untuk membahas pembangunan resort yang baru?”


“yes miss im wait you in meeting room at 24 floor "


“okey”.


Sambungan pun terputus aku segera mempersiapkan alat-alat dan berkasku untuk meeting berdua dengan Finance manager tersebut.


Kami berjuampa di ruangan meeting lantai 24 Finance manager tersebut sudah datang dan menyiapkan beberapa lembar document yang akan aku periksa.


Sebelum memulai meeting kamipun bersalaman dan berkenalan namanya adalah camelie Ortesius dan aku bisa memanggilnya dengan nama camel atau cameli nama yang sangat unik fikirku.


Kami pun memulai diskusi kami berdua bersama membahas banyak sekali masalah tentang pembangunan resort ini.


sehingga aku memiliki bahan yang cukup ketika Richo akan meminta proggres perencanan biaya yang akan di keluarkan untuk keperluan resort itu.


Sebenarnya Richo belum menyuruhku untuk meminta rencana anggaran biaya tersebut hanya saja instingku mengatakan bahwa aku harus berinisiatif sedikit lebih cepat.


Karena aku masih mengingat pesan Bu Vika jika Richo adalah seorang perfectionish jadi sebelum dia meminta aku sudah membuatnnya.


Kami berdiskusi mengenai banyak sekali materi pekerjaan hari ini tanpa terasa jam di tanganku sudah meunjukkan pukul 6 sore.


waktu terasa sangat cepat berlalu dan kamipun lupa tidak makan siang hari ini. di karenakan terlalu asik mbicarakan proggress anggaran biayan yang akan kami keluarkan.


Kamipun membereskan document pekerjaan kami kemudia aku mengajak camelie untuk ikut bersamaku menemaniku minum coffe bersama di pantri.


karena dari ceritanya dia pun juga seorang pecandu coffe wow kebetulan sekali fikirku.


Kami sampai di pantri dan menikmati segelas coffe hangat bersama-sama cameli bercerita jika dia sudah berkeluarga dan ingin memiliki anak dari pernikahan mereka.


Dia juga menjelaskan padaku bahwa dia baru saja mengalami keguguran dan dari sanalah dokter memfonisnya untuk mengangkat indung telurnya satu.


Dalam penjelasan dokter indung telur wanita ada 2 kiri dan kanan dalam kejadian cameli indung telur bagian kanan miliknya harus segera di anggkat karena dapat menyebabkan kangker rahim.


Dan dokter menjelaskan meskipun sel indung telur milik cameli telah diangkat satu kesempatannya untuk memiliki anak dan hamil masih bisa terjadi.


Hanya saja prosesnya memerlukan kesabaran dan juga waktu yang panjang sehingga cameli harus bersabar dan terus berusaha.


Aku melihat manik mata cameli begitu redup sepertinya guratan kesedihan masih sangat nampak di wajahnya.


Aku pun mendengarkan secara seksama dan menyemangatinya mengatakan padanya bahwa aku juga pernah gagal sebelumnya.


Dia pun sedikit kaget dan bertanya apakah aku juga pernah gagal dalam kehamilan dan aku menjawab bahwa aku telah gagal dari pernikahan aku mengatakan bahwa aku tidak jadi menikah karena aku mendapati calon suami ku berselingkuh.


Dia pun langsung memelukku memberikanku kekuatan dan aku membalas pelukannya kami berpelukan singkat dan tersenyum. memiliki teman sekantor yang sangat ramah seperti ini membuat aku terharu.


Tiba-tiba Richo muncul dan mengagetkan kami sontak kamipun melepaskan pelukan kami.


Katanya kemudian berlalu meninggalkan kami berdua di pantri.


Camelie memandang ku dengan sedikit bingung dia mengerutkan dahinya kemudian berkata kepadaku.


“ baru kali ini aku melihat tuan Richo tidak bersikap dingin, kau beruntung elena sepertinya dia begitu perhatian padamu.”


perkataan cemelie benar-benar sukses membuat otak ku berfikir keras tadi pagi sepertinnya jimmy juga memberitahu ku tentang tabiat richo dengan karyawannya kemudian cemelie.


Ada apa ini ada apa dengan richo? Oh shitt aku benar-benar tidak percaya dengan semua perkataan jimmy maupun camelie.


tapi jika aku mengingat kami pernah bertemu di dalam pesawat dan dia berlaku dingin dengan kekasihnya.


Sepertinnya richo memang memiliki mood yang aneh fikirku kemudian aku menjawab perkataan cemelie.


“bukankah pak richo berlaku ramah juga dengan karyawan yang lain?”


“kau salah elena pak Richo adalah seorang pekerja keras workholic dan perfect semua pekerjaan yang di lakukan karyawan harus bisa berjalan sempurna di matanya.


bahkan untuk urusan asmara pun sepertinnya pak Richo sangat menutup kisah asmaranya dan sempat beredar rumor bahwa pak Richo seorang gay karena di usia sematang itu dia belum menikah.”


“wow kau serius camelie”


jawabku kemudian dia duduk di sofa samping meja dekat aku berdiri.


“itu benar elena bahkan karena sikap perfectnya kau tahu bu vika selalu berangkat pagi dan mengurus segala keperluan pak Richo dengan baik.


Bahkan dulu pernah ada staff hotel housekepping yang jadi sasaran amukan pak Richo karena kamar pribadinya tidak bersih.


Itu sih masih belum seberapa masih banyak lagi karyawan divisi hotel yang pernah mengalami nasib sial karena sikap pak Richo yang perfectionish itu.”


aku mendengarkan ocehan camelie dengan seksama.


“karena tersebarnya berita yang mengatakan pak Richo gay beberapa minggu kemudian muncul berita di koran dan televisi jika pak richo sudah memiliki seorang kekasih denga profesi sebagai model di prancis.


Dan kemarin sepertinnya dia baru saja berlibur dengan kekasihnya ke kanada sembari menghadiri acara rekan bisnis kami.”


Ucapan cameli membuat aku tersentak jangan-jangan wanita yang di maksudnya adalah wanita menduza itu yang selalu bergelayut manja sepanjang penerbangan di pesawat hem sangat menyebalkan.


“baiklah elena aku harus segera bergegas pulang sepertinnya suamiku sudah menjemputku di lobi.”


camelie bangkit dari duduknya dan mencium pipiku aku pun mengucapkan selamat jalan kepadanya.


Setelah camelie pulang aku masih duduk di pantri dengan secangkir kopi hangat yang baru aku nikmati setengah gelas.


Aku masih merasa heran saja dengan penjelasan camelie barusan mengenai pria bermata biru safir itu yang sekarang telah menjadi bos baruku.


Aku juga masih bingung terhadap perlakuan pria itu memang saat pertama kali kami bertemu di dalam pesawat menuju kanada dia sangat menyebalkan.


Aku fikir dia tipikal laki-laki mata keranjang yang suka selingkuh dengan wanita lain tapi mengingat dia juga berprilaku sangat dingin dengan wanita menduza yang berperan sebagai kekasihnya itu aku jadi sedikit bingung.


Kenapa saat ini dia bisa berubah menjadi pria yang menyenangkan ketika kami berjumpa kembali di New York meskipun aku merasa dia hanya berbuat ramah kepada ku hem benar-benar membingungkan.


Aku tidak boleh terlalu banyak berharap dengan pria ini meskipun aku telah tidur dengannya.


karena kejadian malam itu hanya sebuah accsident tidak lebih lagi pula aku tidak boleh jatuh cinta kepada laki-laki player seperti dia. Aku menyesap kopiku hingga tandas tak bersisa dan segera bergegas meningalkan pantri menuju ruang kerja ku.


Aku berjalan ke arah ruangan manager dan membuka pintu ruangan kemudian aku masuk ke dalam dan mendapati Jimmy masih berada di meja kerjannya tumben sekali fikirku.


“tumben kau masih di kantor jimm?


biasa kau langsung cuss meningalkan kantor ketika jam 5 sore” tanyaku kepada jimmy. sambil mematikan komputer milikku dan membereskan beberapa document meeting tadi siang.


“aku tidak sedang kencan hari ini ele, jadi aku putuskan mengerjakan beberapa pekerjaanku yang harus aku selesaikan untuk meeting besok” jawabnya sambil menanda tangani beberapa lembar document.


“okey jimmy aku duluan ya soal nya aku harus mampir ke super markert hari ini untuk persediaan seminggu”


akupun melangkah mengambil mantel ku dan melabaikan tangan ke arah jimmy dia membalas lambaian tangan ku.


“hati-hati ele dan cepatlah kembali menuju aparterment mu karena menurut berita cuaca hari ini akan ada badai salju ringan setelah jam 7 malam nanti.”


“ok jimm aku pergi” jawabku sembari melangkahkan kaki menuju lobi kantor hotel.


Memang cuaca minggu ini sedikit extreme karena sedang musim salju dan ini benar- benar membuat sebagian orang menjadi sangat malas melakukan kegiatan apapun di luar rumah.


Tapi kebutuhan mingguanku sudah mendesak untuk di isi mau tidak mau aku harus bebelanja beberapa keperluan dapur dan segera bergegas pulang menuju aparterment milikku.


Aku berjalan keluar dari kantor hotel menuju minimarket yang terletak tak jauh dari tempatku bekerja. aku mengusap pelan tannganku yang terasa sangat dingin mungkin segelas cokelat panas akan membuat tubuh ku merasa lebih baik.


Aku memasuki ruangan minimarket dan mengambil trolli belanja lalu memilih beberapa persediaan makanan yang akan aku beli setelah memutari minimarkert dan telah membeli beberapa bahan makan dan juga kebutuhan pribadi akupun keluar dan mencari taxi.


Syukurlah aku tidak harus berlama-lama menunggu taxi baru beberapa menit aku menunggu akhirnya aku bisa duduk nyaman di dalam taxi rasa dingin dari udara di luarpun sudah tak terasa lagi.


Setelah sampai menuju aparterment aku berhenti di depan ruangan receptionist karena aku mendapatkan beberapa paket dari paris hem pasti itu adalah paket dari stella hem aku sangat merindukan sahabat kecilku. Aku berjalan kearah lift menuju kamarku bawaan di tanganku sudah terlalu banyak sekali ketika aku keluar dari lift nyaris saja barang bawaanku dan juga kotak paket pemberian dari stella terjatuh.


Beruntung ada seseorang yang menolongku menompang barang bawaanku yang terlihat mengunung ini aku mengucapkan terima kasih kepada pria itu dan dia membalasnya dengan mengatakan " ya".


Oh god aku hafal sekali pemilik suara barinton ini jangan-jangan dia Richo aku tidak dapat melihat wajahnya karena bawaanku yang sangat mengunung ini.


sial belum sempat aku melihat wajahnya laki-laki itu sudah masuk ke dalam lift dan lenyap begitu saja.


Aku mematung di depan pintu kamar ku sepertinnya laki-laki itu memang Richo lalu untuk apa dia kemari apa dia mengunjungi sahabatnya atau jangan-jangan pria itu tinggal di dalam aparterment ini juga huh dasar pria penguntit.


Aku masuk kedalam ruangan ku dan segera mengunci pintunya takut kalau ada orang lain yang memasuki kamarku ketika aku sedang asik mandi atau memasak itu sangat horor.


Setelah selesai merebahkan tubuhku ke dalam bath-up aku segera melangkahkan kaki menuju ranjang aku benar-benar sangat lelah hari ini sampai terlelap tidur dan lupa membuka bingkisan yang telah di berikan stella.