Lost My Wedding To Find You

Lost My Wedding To Find You
Planning



Richo Bouttier:


Malam ini aku merasa sedikit hidup aku merebahkan tubuhku di sofa depan balkon sembari menyesap wine perlahan-lahan.


Beberapa jam yang lalu aku masih bisa merasakan jiwaku hidup sangat menggelikan ketika aku tahu wanita itu bukan seorang gold digger.


Pancingan dengan butik mewah itu semakin meyakinkan aku jika wanita itu tidak bisa di beli.


Dia punya rasa integritas yang sangat baik bahkan dia hanya mengambil satu baju dari sekian banyaknya baju yang ada.


Yah sangat jarang kau bisa menjumpai tipikal wanita seperti yang ada pada diri seseorang Elena Ferguson.


Aku tertegun cukup lama dengan berbagai kilas balik perjalanan yang selalu mempertemukan kami berdua dengan hal hal yang tak sengaja.


Membuat aku berfikir apakah saat ini Tuhan sedang menunjukkan padaku jika penilaian ku terhadap wanita selama ini salah.


Bahwa ada satu wanita yang sangat menolak segala hal yang aku miliki bahkan dia memiliki integritas yang cukup tinggi.


Aku larut dalam lamunan yang membuat tubuhku menjadi sangat rileks tanpa sadar aku sudah jatuh masuk ke dalam alam mimpi.


Aku bangun dan segera membersihkan tubuhku dibawah guyuran air shower yang mengalir deras .


Hampir saja aku lupa jika hari ini aku berencana menghabiskan waktu dengan wanita itu.


Setelah selesai mengenakan pakaian casual sederhana aku segera menuju kamar milik wanita itu.


Aku memencet bel beberapa kali dan seperti biasa wanita belum juga menampakan batang hidungnya.


Beberapa menit aku menunggu sembari mencoba menelfon wanita itu agar dia segera bagun.


Apakah dia terbiasa untuk selalu bangun siang padahal udara pagi ini sangat bagus sekali.


Tak lama pintu ruangan pun terbuka dia mengenakan pakaian casual santainya dengan baju kaos kebesaran dan celana pendek.


"Astaga wajahmu sepertinya sangat lelah apakah kau semalam kurang tidur."


Aku sedikit kaget melihat raut wajah wanita itu pagi ini tidak seperti biasanya raut wajahnya saat ini seperti baru saja mengalami rasa shock atau kaget.


" Semalam saya agak sulit tidur oh ia bapak mau ngapain pagi pagi sudah di sini ?"


" Sudah berapa kali saya bilang jangan panggil saya dengan kata bapak."


" Heheheh saya lupa sudah kebiasaan oh ia pagi pagi gini ada apa ya tumben sudah jemput saya."


" Sebenarnya aku ingin mengajakmu lari pagi ini. Kebetulan cuaca sangat mendukung udara pagi akan membuat tubuhmu rilex."


"Okey tunggu sebentar saya pakai sepatu dulu jika anda ingin menunggu di dalam silahkan masuk."


Aku hanya menunggunya diluar ruangan sembari berfikir sepertinya ada sedikit beban dari raut wajahnya.


Tapi beban apa yang di simpan wanita itu dia seperti sedikit cemas.


Dan beberapa menit kemudian wanita itu keluar dengan sepatu olahraga juga sehelai handuk kecil yang melilit di lehernya.


Kami keluar dari apartemen dan berlari kecil menyusuri jalanan menuju taman yang terletak beberapa meter dari apartemen.


"Kamu yakin ga lagi sakit ? Biasanya kamu paling banyak omong kenapa sekarang jadi diam gitu apa lagi sariawan ? "


" Hah enggak koq cuma lagi ga tahu aja musti ngomong apa."


Akupun hanya mengangguk mendengar jawaban singkat nya sembari terus berlari kecil menyusuri jalanan.


" Sepertinya ada sesuatu yang kamu tutupin dari saya atau kamu masih risih dengan saya ? "


" Enggak koq mungkin cuma perasaan anda aja."


Kamipun kembali menuju apartemen sampai di depan ruangan kamar miliknya aku menahannya agar dia tidak segera masuk kedalam.


"Sebenarnya saya mau ajak kamu main ke ruangan saya tapi itu jika kau tidak sibuk."


"Sepertinya aku tidak keberatan tunggu disini saya segera kembali."


"Jika kau tidak keberatan bawa bikini juga ya."


Dan aku hanya tersenyum melihat mata wanita itu yang melotot ke arah ku.


Sembari menunggunya bersiap aku menyusuri koridor ruang tamu miliknya.


Aku sudah beberapa kali menjajakan kaki di ruangan ini dan rasanya pun tetap sama nyaman juga simple.


Wanita ini selain simple juga sangat rapi dalam menyusun prabotan rumahnya.


Dan wanita itupun tiba dengan baju kaos kebesaran bermotif alien juga celana pendek casual biasa.


Tak lupa sepasang sandal santai miliknya yang bertabur keong manik manik seperti sandal pantai.


"Kau tak lupa membawa bikini kan"


"Memangnya untuk apa aku membawanya bukankah kita tidak ada rencana berenang."


Astaga polos sekali wajah wanita ini meskipun usianya sudah hampir matang tapi raut wajahnya masih seperti anak remaja.


" Sebenarnya aku berniat mengajakmu berenang tidak mungkin kan kau akan berenang dengan baju seperti itu."


" Memangnya ada yang salah dengan pakaianku ? Lagipula aku belum memberi persetujuan jika aku ingin berenang."


" Okey terserah kau saja jika kau ingin menonton aku berenang tidak masalah kau bisa melakukan apapun yang kau mau."


Dan aku langsung mengajaknya menuju ruangan kamarku yang jaraknya tak jauh dari kamar miliknya di apartemen ini.


Aku membuka pintu ruangan utama kamar apartemen milikku dan mempersilahkan dia untuk masuk ke dalam.


"Waow ternyata ruangan ini lebih luas di bandingkan milik ku pasti harga sewanya juga lumayan."


Aku hanya tersenyum melihat sikapnya yang baru pertamakali menjajakan kaki di ruangan ini.


"Anggap saja ini seperti rumah mu aku akan berganti pakaian dan kau bisa minum jus atau minuman yang lain di pantry silahkan menikmati."


Aku meninggalkan wanita itu yang masih asik berjalan keliling ruangan melihat pemandangan kota yang sangat tampak jelas dari kamar milikku.


Aku mengenakan celana pendek dan segera menghampiri wanita itu yang sedang duduk di pinggiran kolam renang sembari mencelupkan kedua kakinya di dalam kolam.


"mau sampai kapan kau akan memandangi kolam itu ? ayo kita bertanding aku sudah lama tidak balapan berenang."


"aku tidak bisa, yah jika kau ingin balapan lari atau sepedah aku tentu bisa tapi berenang. sepertinya aku tidak yakin akan bisa mengapung di dalam sana."


"what ? kau sudah setua ini dan belum bisa berenang ? oh shit kau pasti bercanda Elena."


" memangnya kenapa kalau aku tidak bisa berenang dan itu memang fakta aku tidak suka berenang."


" aku yakin kau pasti bolos ketika guru olahraga mu mengajarkan cara berenang."


" Enak saja aku dulu murid teladan tahu tapi aku punya kenangan yang tidak menyenangkan di dalam air."


"Wah sayang sekali padahal cuaca seperti ini sangat segar jika berenang."


Aku masuk ke dalam kolam dan langsung berenang sudah lama rasanya aku tidak menikmati hari Minggu ku.


Dan wanita itu masih saja nampak ragu di atas sana apakah dia memang tidak bisa berenang atau kah dia hanya bercanda.


Aku mencoba menariknya kedalam kolam namun rupanya gerakan itu malah membuatnya kaget setengah mati.


Byurrr


Tanpa sengaja wanita itu malah jatuh kedalam kolam tubuhnya yang jatuh ke kolam menimpaku namun gerakan wanita itu benar benar sangat ketakutan.


"Sialan kau aku tak bisa berenang sama sekali bagaimana jika aku tenggelam."


Dia berusaha bergerak dengan gerakan membabi buta dan itu gerakan murni jika dia memang takut berenang.


Astaga ku fikir dia hanya bercanda saat mengatakan tak bisa berenang dan kolam ini lumayan dalam untuk sekedar bercanda dengannya.


Aku segera meraih tubuhnya dan membawanya menepi di pinggir kolam aku membantunya naik ke atas kolam.


" Aku fikir kau bercanda rupanya kau benar tak bisa berenang."


"Aku sudah memberitahu mu tapi kau tetap saja kepala batu bagaimana kalau tadi aku sampai kehabisan nafas aku akan menghantui mu."


" Kau harus belajar Elena dan aku akan mengajari mu segera hari ini kau harus bisa setidaknya mengapung di dalam sana."


"Tidak aku tidak mau aku rasa itu tidak aman."


" Aku jamin kau akan aman jika kau terus berada di dekat ku ayolah apa kau tidak takut jika suatu saat kau harus menyelamatkan diri dengan berenang ? "


" Itu konyol aku tidak mungkin perlu berenang."


"Darurat ? sepertinya aku tidak dalam keadaan darurat."


"Yah memang saat ini tidak tapi nanti jika kau asik berlibur dengan kapal atau perjalanan apapun tiba tiba kapal mu karam kau pasti harus berenang."


"Jangan coba coba menakutiku ya itu tak akan mempan Richo lagi pula aku yakin ini hanya akal akalan mu saja agar bisa menjahili aku di dalam sana."


"Astaga kau tak percaya sekali padaku tapi terserah jika kau tak percaya padaku kau akan menyesal."


"Mengapa aku harus menyesal ?"


"Yah tentu saja kau akan sangat menyesal tanpa berenang kau tak akan tahu jika menyelam dalam laut itu hal yang menyenangkan."


"Oh ya apakah kau pernah melakukannya ?"


"Melakukan apa ?"


"Menyelam dalam laut apakah kau pernah melakukannya ?"


"Tentu saja aku pernah melakukannya bahkan sangat sering aku suka diving atau hiking di pegunungan."


"Aku fikir kau tak suka dunia liar atau alam bebas seperti itu."


"Kau kira aku hanya seorang maniak kerja? "


"Yah ku fikir kau adalah orang yang seperti itu."


"Aku suka berpetualang dengan begitu kau akan merasa sangat bebas banyak cerita ketika kau memburu fajar atau senja."


"Aku suka senja tapi aku tidak memiliki cukup petualangan atau bahkan cerita seperti milik mu."


"Aku yakin kau pasti akan segera memilikinya tapi yang paling penting kau harus belajar berenang terlebih dahulu."


"Kau yakin tidak akan menjahili ku di dalam sana kan ?"


"Aku yakin kau bisa pegang janjiku aku akan pastikan kau aman selama berada di dekatku di dalam air manapun."


Dan sisa hari ini kami habiskan berenang berdua lumayan juga dia sudah bisa mengapung dan berenang dengan sangat baik.


"Kau lapar ?"


"Ya tentu melatih kau berenang sangat menyiksa otot otot ku."


"Okey mati kita lihat kau memiliki apa saja di dalam kulkas."


"Wah apakah kau akan memasak sesuatu sepertinya aku punya beberapa persediaan makanan."


Aku keluar dari kolam dan membantunya naik ke atas.


"Tapi aku tidak yakin kau akan memasak dengan mengenakkan itu."


Aku menyeringai nakal melihat wanita itu masih mengenakan pakaian renang ketatnya.


Aku fikir dia akan mengenakan bikini mini ternyata dia mengenakkan celana ketat mini juga baju khusus berenang sial susah sekali wanita ini di rayu.


"Aku akan segera kembali setelah selesai berganti pakaian."


Dan dia langsung menghilang di balik ruangan menuju kamar mandi tamu.


Aku masuk kedalam kamar segera mandi dan berpakaian penasaran juga apakah wanita itu benar benar bisa masak.


Dan ketika aku menuju pantri setelah selesai Mengganti pakaian hidungku mencium aroma masakan wanita itu.


Dia berdiri di depan kompor dengan mengenakan celemek untuk memasak.


Aku duduk di kursi meja makan sembari melihat dia memasak tangannya bergerak lincah tidak kaku.


Dan aroma masakan sangat menggugah selera perutku mulai bergemuruh.


Sepertinya cacing dalam perutku sudah mulai memberontak.


"Waow kejutan ternyata kau bisa memasak."


"Yeah hampir semua wanita atau pria juga bisa memasak kan jadi sepertinya ini bukan hal baru."


"Yah memang, hampir semua orang bisa melakukannya namun beberapa wanita yang dekat dengan ku mereka tidak banyak yang mengerti."


"Oh ya ? Pasti sangat banyak yang dekat dengan mu aku tidak yakin jika hanya beberapa."


"Sepertinya begitu tapi aku tak ingat berapa jumlahnya kebanyakan dari mereka hanya cinta satu malam."


Dan dia hanya diam ketika aku menjawab pertanyaan sinisnya.


Sialan apakah aku salah berbicara atau salam menjawab wanita itu malah sibuk dengan beberapa bumbu yang akan di masukkan nya ke dalam masakan.


Elena mengangkat telfon dan menumpahkan masakannya ke dalam piring kemudian meletakkan di atas meja makan.


"Fetucili saus keju ayo makan yah walaupun sederhana dan mudah tapi ini lezat loh aku jamin ga kalah enak sama lestoran terkenal langganan mu itu."


" Okey mari kita buktikan."


Dan aku mulai memasukkan sesendok fetucili kedalam mulutku astaga rasanya sangat lembut.


Tidak terlalu eneg sausnya sangat lembut dan sesuai dengan lidahku.


Untuk ukuran makanan sederhana masakan ini jauh dari kesan itu malah terasa sangat mewah.


" Sepertinya jika kau berniat membuka lestoran Italia pasti akan sangat banyak yang minat dengan masakan masakan mu."


"Yah sebenarnya aku memang berniat membuka lestoran seperti itu tapi nantilah aku fikirkan.


Mungkin setelah aku menikah dan punya anak usaha itu cocok untuk ku."


"Kau berencana ingin menikah dan punya anak rupanya."


"Yah wanita seperti aku di usia hampir memasuki 30 tahunan apalagi yang kami harapkan selain itu."


"Tapi tidak banyak dari wanita yang seperti dirimu Elena kebanyakan dari mereka pasti akan memilih memiliki karir yang mentereng."


"Kau benar tapi apalah arti karir mentereng jika masa tua tidak ada satu orangpun anak yang akan datang menemui mu."


Dan aku langsung terdiam membisu membenarkan apa yang barusan dikatakannya.


Dan seperti itulah yang aku rasakan Sepi hampa dan kosong aku memiliki segalanya yang nyaris sempurna.


Tapi hati dan jiwa ku terasa belum terisi dan masih kosong .


"Tak perlu kau bereskan besok pagi petugas kebersihan apartemen yang akan melakukan nya."


Dan Suara bell ruangan berbunyi aneh sekali aku rasa aku tidak mengarahkan janji tamu.


Siapa yang menganggu waktu luang ku padahal sangat sulit sekali mengajak Elena untuk berkunjung.


"Biar aku yang buka pintunya kau teruskan saja makan malam mu.''


Dan aku langsung menuju arah pintu untuk membuka pintu dan sedikit terkejut juga melihat satu wanita yang paling aku hindari.


"Hey babe aku merindukan mu honey."


Sial bagaimana wanita ****** ini bisa tahu apartemen ku yang sekarang.


Belum sempat aku menjawab Elena sudah datang menghampiri kami.


"Kamu ngapain kamu disini dasar wanita murahan."


"Hey stop tolong hargai ini apartemen ku dan aku tidak ingin ada keributan okey."


"Saya pulang have fun ya thanks buat makan malamnya."


Sial Elena pergi menuju pintu keluar tanpa menoleh kebelakang sedikit pun oh shiitt semu berantakan.


"Mau apa lagi kau sialan datang kemari astaga demi Tuhan aku sudah menjelaskan padamu kau bukan kekasih ku sialan."


Aku murka dan hampir menyeret wanita itu untuk pergi dari sini.


"Aku hanya ingin memberikan ucapan selamat malam babe ku fikir kau tak sibuk tapi sepertinya kau tak ingin ku ganggu. Okey sebelum kau mengusirku aku akan segera angkat kaki.


Tapi jika kau memerlukan ku kau tahu dimana tempat untuk menemukan ku aku menunggu mu."


Lindha langsung pergi begitu saja setelah membuat banyak kekacauan sialan.


Aku menutup pintu kemudian langsung menuju kamar tidur malam ini segala rencana ku kacau dan mood ku hilang menguap entah kemana.