Lost My Wedding To Find You

Lost My Wedding To Find You
Deal



Richo Bouttier:


" apa bapak kurang waras atau telingga saya yang bermasalah? Apakah pernyataan barusan itu cuma lelucon pak."


Hemmm lagi lagi dia menolak segala rencana ku sepertinya aku harus tetap gigih mendesak agar wanita keras kepala ini mau menjalankan missi ini.


" saya serius kamu mau kan bantu saya jadi pacar saya dalam acara itu juga dalam beberapa waktu ke depan."


Aku terus menatap dalam mata biru laut milik wanita itu berusaha agar dia bisa larut ke dalam pandangan kabut milik ku.


Dan dia masih terdiam tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya sebenarnya apa susahnya sih hanya menjawab ia wanita ini sangat keras kepala sekali.


" kalau saya tidak bisa bagaimana pak?"


Dan dia masih tetap kukuh dengan pendiriannya.


Aku harus mencari cara yang jitu agar dia bisa luluh dan ikut dalam rencana ini.


" please tolong bantu saya untuk kali ini setelah itu kamu bisa bebas.


Saya tidak akan menganggu kamu ataupun mengikuti segala kehidupan kamu bagaimana? "


Aku masih terus menatap wajahnya yang sedikit bimbang sebenarnya wanita ini sangat lucu jika dia dalam keadaan binggung seperti saat ini.


" tapi ini hanya sandiwara kan? Saya ga mau ya jika nanti bapak beneran suka sama saya"


Astaga wanita ini benar benar sangat lucu jika wanita lain akan berlomba menjadi kekasih ku walau hanya satu malam.


Dia malah mati matian mencoba menolak tawaran ku apakah aku ini tidak cukup memenuhi kriteria pria idaman sampai sampai dia berusaha menolak segala pendekatan ku.


" saya tidak bisa memastikan untuk satu hal itu tapi saya selalu profesional dalam hal pekerjaan.


Tenang saja saya tidak mungkin suka atau jatuh hati dengan wanita seperti kamu elena jadi kamu aman.


Kamu cuma perlu datang ke acara itu dan kita mainkan peran ini sampai batas waktu yang aku tentukan gimana deal kan ? "


Aku masih belum menyerah agar dia mau mengikuti permintaan ku ini.


Sebenarnya bukan hanya dia saja yang merasa ide ini adalah hal gila.


Aku sendiripun juga merasa bahwa aku juga gila bila melakukan permainan yang aku buat ini.


Tapi bagaimana lagi jika tidak dengan pacar kontrak seperti ini maka aku tidak akan bisa dekat dengan wanita keras kepala ini.


" jadi jika saya tidak menarik untuk bapak lantas kenapa bapak tidak menjalankan misi bapak dengan model papan atas itu pak. "


Aku kaget saat wanita itu membahas hubungan ku denga Lindh aku tertawa astaga ternyata dalam diam dia menyimoan rasa cemburu.


Bagus sekali ini aku sedikit terhibur jika wanita itu benar merasakan cemburu dengan kehadiran Lindha.


" maksud kamu Lindha? Jadi kamu masih kurang suka dengan dia atau diam diam kamu cemburu sama dia?."


"oh jadi wanita menduza itu bernama Lindha sepertinya anda berdua sangat serasi pasangan ideal untuk misi konyol bapak itu."


"menduza? Apakah Lindha terkesan seperti itu yeah terserah kau saja elena.


Jadi bagaimana apa kau setuju dengan rencana ini jika kau setuju aku akan menuliskan beberapa syarat kontrak kerja kita."


Aku tersenyum manis di hadapan wanita keras kepala itu dalam hati rasanya lucu sekali jika mendengar pernyataan nya mengenai Lindha yang dia anggap sebagai seorang wanita Menduza.


" oke saya deal tapi ada satu syarat ketika semua rencana anda berhasil maka anda harus menepati janji.


Saya tidak ingin di buntuti, saya tidak ingin terus di ikuti dan satu hal lagi saya ingin kompensasi yang cukup baik dalam sekenario drama konyol ini."


Aku menghela nafas sedikit legah akhirnya wanita keras kepala ini setuju juga.


Kompensasi ? Aku sedikit binggung ketika dia mengatakan kompesasi.


Tapi tak masalah bisa aku fikirkan nanti mengenai kompensasi dalam kontrak kami yang terpenting adalah dia menerima tawaran ku saat ini.


"okey tidak ada masalah dengan kompensasi saya tidak keberatan sama sekali tapi untuk batas waktu saya yang tentukan."


Dan lagi lagi aku melihat raut wajah bimbang yang tampak jelas di wajah nya.


Hemmn apalagi yang menjadi pertimbangannya kali ini.


" Bagaimana jika drama ini kita mulai dari nanti sore."


" Apa ? Kenapa bisa jadi secepat kilat gini saya belum siap masih banyak hal yang harus saya pertimbangkan."


" Kau ini dari tadi hanya apa apa saja jawaban mu Elena.


Tak perlu histeris begitu lagipula apalagi yang harus kau pertimbangkan?


Kita bisa berlatih dari sekarang kan untuk membangun chemistery."


Aku hampir putus asa berdebat dengan wanita keras kepala macam gadis ini.


" Saya sakit perut pak sepertinya saya harus ke toilet saya permisi dulu."


Dan wanita keras kepala itu langsung kabur tanpa memberikan aku jawaban yang jelas sialan.


Mengapa susah sekali mendekati wanita yang satu ini hampir saja aku kehabisan akal.


Aku kembali menuju ruangan kerjaku meninggalkan ruangan pantri.


Sampai di meja kerjaku aku langsung menyibukan diri dengan beberapa tumpukan dokumen yang telah di kerjakan Daren.


Sambil mengerjakan beberapa dokumen otak ku menjadi sangat lemot.


Fikiranku kembali mengingat ketika Daren memandang wajah elena sepertinya ada ketertarikan antara Daren dengan elena.


Biasanya Daren adalah tipikal pria yang tidak mudah ber ramah tamah dengan seorang wanita.


Namun hari ini aku melihat pemandangan yang berbeda cara Daren berbicara pada elena benar benar memuakkan.


Aku harus waspada jangan sampai mereka berdua terlalu dekat dan menggagalkan rencana yang sudah aku buat.


Bisa kacau jika aku tidak menyelesaikan rencana yang telah aku buat ini.


Bisa bisa momy akan terus gencar menjalankan aksinya untuk memaksa aku menikahi wanita pilihan nya itu.


Apalagi momy dan dady sepertinya setuju sekali dengan wanita yang satu ini.


Jika mereka berdua menyetujui wanita yang satu ini untuk menjadi istriku bisa bisa gawat sekali.


Sudah pasti mereka akan segera melakukan berbagai cara untuk memaksa aku menikahi gadis pilihan mereka itu.


Aku berkutat dengan beberapa laporan kas keuangan milik resort yang aku bangun di dubai.


Alur pengeluaran dan pemasukan nya ballence tidak ada yang mencurigakan.


Jika kondisi terus membaik dan semakin pesat seperti ini maka perjalanan ku menuju Florest sepertinya tidak akan mengalami kendala.


Sebenarnya aku merasa mulai sangat jenuh dengan segala aktivitas ku namun aku harus segera menyelesaikan pembangunan di Florest.


Jika resort ku berjalan lancar di Florest maka aku akan bisa fokus memikirkan pernikahan.


Sebenarnya aku merasa takut dengan momok yang satu ini.


Yah komitmen apakah aku bisa menjalaninya nanti masih menjadi rahasia dan aku sendiripun tidak yakin aku mampu melakukannya.


Hem sebagai pria aku memang memiliki hampir segalanya kecuali yang satu ini.


Aku masih berusaha untuk mewujudkan impian momy agar aku segera menikah dan memiliki anak.


Hanya saja aku tidak yakin dengan pernikahan aku tidak percaya ada hubungan yang bisa awet dalam pernikahan.


Yah kecuali hubungan antara momy and dady.


Selesai juga akhirnya beberapa pekerjaan aku melihat jam di tangan sudah hampir pukul 5 sore.


Sepertinya aku harus mengencarkan aksi kembali agar wanita keras kepala itu mau menerima tawaran ku.


Tapi wanita yang satu ini malah mati matian menghindari aku apakah aku bukan termasuk dalam daftar pria impian nya oh sialan sekali.


Aku membereskan beberapa lembar dokumen fax yang tergeletak di meja kerja kemudian aku segera bergegas untuk pulang.


Dan betapa senang nya aku melihat wanita itu masih sibuk bersiap untuk pulang.


Ia membereskan beberapa pekerjaan di meja kerja nya dan aku segera menghampiri nya.


" Sore ini seperti nya saya pulang sendiri pak ada beberapa urusan rumah yang harus saya selesaikan. Kalau anda ingin duluan pulang tidak apa apa saya pulang dengan taxi saja"


Baru saja aku berdiri di hadapannya dan dia sudah berusaha untuk menghindari aku lagi.


" Sepertinya kau belum cukup pikun untuk lupa akan jawaban dari rencana saya elena. Atau kau sengaja menghindari saya ?


Sudah cukup basa basinya saya cuma perlu jawabannya saja."


Dan raut wajah wanita itu berubah menjadi tegang hem seperti di kejar maling saja aku terus memperhatikan wajahnya.


" Bisa ga sehari saja kamu ga ganggu saya? Saya masih belum ketemu jawabanya apa."


" Bukannya tadi siang kamu hampir setuju ya? Terus apa lagi yang menjadi pertimbangan mu?"


" Banyak hal yang harus saya pertimbangkan apalagi ini menyangkut komitmen saya ga bisa terlalu berkomitmen."


" Jalani saja dulu baru kira fikirkan dengan komitmen terima saja dulu tawaran saya. Saya yakin deh ga akan ada ruginya jadi pacar kontrak saya."


" Okey deal saya mau jika setelah selesai menjadi pacar kontrak ini saya bisa bebas dari prilaku bossy bapak saya setuju.


Jadi mulai kapan missi bodoh bapak ini mau di jalankan?"


" Kalau bisa sih dari sekarang "


"Whatt sekarang kenapa musti buru buru sih?"


" Kita harus banyak berlatih terutama membangun chemistry biar orang yakin kalau saya dan kamu itu ada hubungan. Kalau saya sih ga perlu belajar tapi saya rasa kamu patut belajar gimana caranya lembut sama pasangan."


Dia hanya melotot tajam ke arah ku kena kau Elena ekspresi wajahnya sepertinya penuh dengan kekesalan.


" Lembut ? Saya harus lemah lembut sama bapak jangan mimpi bangun pak udah sore"


Dan dia langsung meninggalkan aku menuju mesin abssensi karyawan aku segera menyusulnya dan berdiri di sampingnya.


" Ayo ikut saya ke parkiran"


" Tapi saya mau pulang sendiri pak, ada beberapa hal yang harus saya beli."


" Ya sudah sekalian aja barengan saya juga ada yang mau di beli."


Aku mengengam lengan tangannya dan segera berjalan cepat menuju lift sepertinya hanya cara ini yang paling ampuh agar dia tidak berusaha menghindar lagi dari ku.


" Bisa ga sih jalan nya jangan narik narik lengan gini badan aku sakit semua tahu"


Dia masuk ke dalam lift sembari melotot kepadaku dan aku hanya tersenyum kecil sembari melepaskan tangan ku di lengannya.


" Terus kamu mau nya gimana mau aku peluk? atau aku gandeng biar ga jatuh? hemm"


Aku mencoba untuk terus menggoda wanita ini melihatnya marah membuat aku jadi senang.


" Ogah mending jalan sendiri deh"


" Kamu ngapain bengong disitu ayo masuk ke dalam atau mau saya bukain pintu mobil juga"


" Bisa ga jangan sok lebay sok manis gitu saya geli pak "


Aku hanya tertawa mendengar omelan wanita itu sembari masuk kedalam mobil.


Aku mencoba fokus mengendari kendaraan membuat suasana menjadi hening biasanya wanita ini akan berceloteh panjang lebar mengenai pekerjaan kantor.


Tapi sepertinya dia dalam kondisi mood yang tidak baik.


" Kita mau kemana? sepertinya ini bukan arah jalan pulang"


" Kencan "


Aku menjawab pertanyaan nya dengan sedikit menggoda wanita itu.


" Apa kencan? apa bapak sudah gila mana ada kencan dengan baju kerja seperti ini."


" Udah nurut aja entar juga kamu tahu."


Dia langsung mengerucutkan bibirnya hemm ingin sekali aku mencium bibir mungil miliknya itu.


Andai saja dia tahu apa yang aku rasakan saat ini aku merasa seperti seorang abg yang baru saja jatuh cinta pada gadis remaja astaga semanis ini rasanya jatuh cinta.


Aku memarkirkan mobil ku di depan butik langganan momy.


Biasanya momy sering berkunjung ke butik ini jika ada perayaan atau pesta yang mengharuskan nya tampil lebih ellegant.


Yah momy memang wanita yang sangat sederharna dan kesederhanaan itulah yg mungkin membuat dady jatuh cinta padanya.


" Mau sampai kapan kamu benggong di sana ayo masuk kita cari baju buat kamu ke pesta besok malam."


Aku melangkah menuju pintu masuk butik dan wanita itu masih mematung di samping mobil.


Astaga apalagi yang di fikirkannya itu apakah dia tidak terbiasa ke butik?


Sepertinya hampir semua wanita New York pasti senang kan untuk berbelanja


Lalu apalagi yang dia fikirkan sekarang.


" Sepertinya terlalu mahal saya pakai baju yang saya punya aja.


Lagipula saya ga mungkin sanggup bayar gaun itu dalam waktu dekat ."


Astaga sepertinya telinga ku bermasalah atau memang gadis ini terlalu polos.


Baru kali ini aku menemukan wanita yang tidak ingin membuang uang ku bahkan dia juga sangat keras kepala jika aku ingin membelikan nya sesuatu.


Aku fikir hampir semua wanita adalah gold digger namun hari ini aku seperti di tampar oleh kenyataan.


Yeah wanita keras kepala ini sudah membuat aku sadar bahwa masih ada sosok wanita yang bisa menolak ku secara mentah mentah.


" Kamu yakin ga mau masuk ke dalam di sini dingin atau kamu mau saya gendong masuk ke dalam."


Aku mulai menggodanya kembali dan berjalan menuju ke arahnya.


Raut wajah nya berubah tegang astaga apakah aku menakutkan mengapa dia selalu berusaha menjaga jarak dari ku.


Ini benar benar membuat aku menjadi sangat geli wanita ini selalu berhasil membuat aku tertawa.


Astaga rasanya aku nyaman jika berada di dekatnya sepertinya beban pekerjaan ku juga kekosongan jiwa ku berkurang.


Apakah aku mulai menyukainya atau kah ini hanya perasaan semu.


Jika aku mulai menyukainya sejak kapan perasaan ini timbul.


Aku benar benar bingung dengan perasaan ku sendiri.


" Ga perlu saya bisa jalan sendiri."


Dia berjalan mendekat ke arah ku dengan langkah yakin.


Yah aku akui dia memiliki kepercayaan diri yang sangat baik.


Dia mandiri juga humoris namun dia juga memiliki kecerdasan yang sangat brilliant


Seperti nya aku sudah menjatuhkan hatiku untuk nya astaga bagaimana ini.


Aku megandeng tangannya dan dia merasa kaget namun tidak berniat melepaskan gengaman tangan ku.


Kami pun masuk ke dalam butik dan langsung di sambut dengan baik oleh beberapa Karyawan butik.