
Richo bouttier:
pagi ini aku bangun lebih awal selesai melakukan beberapa aktivitas kecil olahraga aku langsung membersihkan tubuhku.
Deras air shower membasahi tubuh atletis milikku namun samar-samar handphone pun berbunyi dengan cepat aku mematikan kran shower.
Aku keluar dari kamar mandi menuju meja kerjaku dimana aku meletakan handphone ku.
Hemm siapakah pagi pagi buta sudah menelfone ku jangan jangan ini Max kebiasaannya memang tak pernah berubah selalu menfone mendadak.
Aku mengambil handphone dan mengerenyitkan dahi nama yang tertera dalam layar handphone ku ternya momy.
Tumben sekali mom menelfone pagi pagi apakah mereka sudah tiba di manshion.
Aku segera mengangkat telfoneku yang berdering.
“yes mom ada apa? Apakah mom sudah sampai di bandara?” tanyaku sembari mengenakan kemeja kerjaku.
“ya Richo mom and dad sudah sampai tapi dad ingin berbicara kepada mu, bisakah kau mampir sebentar kami menunggu di manshion kita sarapan bersama kau tidak keberatan kan?”
ada apa mengapa mendadak sekali mereka ingin bertemu biasanya jika sudah seperti ini pasti mereka merencanakan perjodohan lagi fikirku.
“ tentu tidak mom, aku akan segera ke sana.”
Sambungan telfon terputus dan aku segera bergegas memulai hariku.
Setelah selesai mengenakkan pakaian aku pun turun dari kamar dan meminta karyawan apartermen untuk menyiapkan mobilnya sembari aku menyiapkan beberapa document meeting hari ini.
Aku menyusuri jalanan New York pagi ini arus lalu lintas hari ini sedikit macet mungkin di karenakan salju yang sudah mulai turun menghiasi jalanan kota.
Dari sudut jalanan kota pun banyak pejalan kaki yang mengenakan sweeater tebal atau mantel yang tebal.
mobil ku pun sampai di manshion keluarga Bouthier mansion ini lumayan besar dengan pilar-pilar bangunan yang besar dan tangga yang cukup banyak sebelum menuju pintu utama untuk masuk ke dalam manshion.
Begitu sampai di depan pintu masuk aku langsung disambut oleh silvester pelayan manshion yang sudah lama berkerja dengan keluarga Bouthier.
Mungkin kalau tidak salah mengingat silvester sudah berkerja sejak aku masih baru berusia 2 tahun.
Kami sangat dekat dulu Silvester yang selalu mengantar dan menjemputku untuk sekolah dia juga yang mengantarkan aku ke asrama
Begitu aku lulus dari elementary school.
“ nyonya dan juga tuan ada di taman belakang sir” dia memberitahuku tentang keberadaan momy sembari menutup pintu manshion.
“okey kau tidak mau ikut bergabung bersama kami? sarapan bersama ayolah”
" no, sir saya sudah sarapan tadi pagi pagi sekali sebelum nyonya bangun dengan segelas kopi tentunya."
"okey aku duluan"
jawab ku santai sambil melangkah menuju taman belakang tempat biasa Jessica minum teh bersama suaminya.
Sudah lama aku tidak bertemu kedua orang tua ku dan juga sudah lama aku tidak sempat mampir ke manshion.
Ini dikarenakan mereka sudah lama pergi berlibur ke italia mengunjungi sahabat kahrib mereka seorang keluarga militer teman dad masih remaja dulu.
Lalu tiba-tiba ada berita apakah hingga mom and dad mengajakku bertemu setelah mereka selesai berlibur? Apakah ada masalah dengan pembukaan cabang Hotel di italia ataukah ada hal lain yang ingin mereka sampaikan ? pikirku sedikit bingung.
Aku berjalan menuju taman belakang rumah melewati dapur utama mansion yang menghubungkan dengan taman belakang milik mom.
Aku menghampiri mereka dan duduk di sebelah dad
“hey son bagaimana kabarmu ? lama dad tidak berjumpa dengan mu syg”
“cukup baik dad dan bagaimana perjalanan dad and mom apakah semua menyenangkan?”.
“ tentu sayang semua berjalan menyenangkan kami mengunjungi istri fergusson sudah lama sekali kami tidak bertemu dengannya” sahut mom sambil menuangkan sirup mapel keatas pancake ku.
“lebih baik kau sarapan dulu karena ada hal lain yang perlu kami bicarakan kepada mu sayang” sahut dad.
sambil aku mengunyah pancake pikiranku pun terbagi kira-kira mereka ingin membicarakan apa?.
“okey mom, dad kalian ingin membicarakan apa?” tanyaku sambil melahap pancake
“mom rasa ini waktu yang tepat untuk kau mulai mencari pendamping hidup mu sayang. usia mu sudah cukup matang untuk memulai sebuah hubungan yang lebih serius dan kami pun juga sudah menemukan jodoh yang mungkin tepat untuk mu sayang.” Sahut momy yang secara tidak langsung membuyarkan nafsu makan ku pagi ini.
“oh mom ayolah mengapa kita harus membahas tentang ini bukankah aku sudah pernah mengatakkan kepada mom and dad aku tidak berminat menjalin hubungan yang terikat mom”.
“sampai kapan richo apa kau tak kasihan dengan mom, mom ingin sekali mengendong cucu” sahut mom dengan di ikuti gelengan dari dad.
“astaga ayolah mom richo tidak memiliki ketertarikan untuk pernikahan mom tahu semua wanita sama saja mereka hanya menginginkan uang ku tidak lebih, mereka hanya golddigger”.
“tidak semua wanita seperti pemikiran mu richo cobalah untuk memulainya mungkin kau akan cocok dengan gadis ini apa kau tidak ingin melihat foto gadis itu?” sahut dady.
“okey mom dad aku rasa cukup sarapannya sorry mom dad richo ada meeting dengan direksi maxweel hari ini dan richo harap kita tidak membahas ini lagi nanti”.
“kau yakin tidak ingin memberikan momy cucu ayolah richo usia mom and dad sudah tidak muda lagi kau tahu itu kan.“ renggek mom masih tak mau kalah.
Okey aku akui berdebat dengan momy pasti tidak akan ada habisnya mereka sudah sangat sering memberikan ku foto tentang gadis-gadis anak rekan mereka berharap aku ingin menikah dengan salah satu dari mereka.
Tapi entah mengapa sepertinya kali ini ada yang berbeda sedikit tidak biasanya mom and dad setuju dengan seorang wanita yang akan di jodohkan mereka kepadaku.
Biasanya mom tidak setuju dengan pilihan dad atau sebaliknya tapi hari ini tumben sekali mereka bisa setuju menentukan gadis tanpa berdebat terdahulu.
Aku terburu-buru meningalkan manshion milik orang tua ku karena sudah pasti sangat jelas perdebatan ini tidak mungkin segera selesai kecuali aku menuruti keinginan mereka.
Pagi ini aku tidak ke kantor karena meeting diadahkan di tempat lain rencananya aku ingin membeli resort dari maxweel karena menurut rumor yang telah beredar resort miliknya memiliki daya tarik wisatawan cukup baik karena terletak di florest indonesia.
Aku juga sedikit tidak yakin apakah rumor tersebut benar karena aku juga belum pernah kesana sebelumnya akan tetapi banyak sekali pesaing dan pebisnis lain yang ingin membeli resort tersebut.
Membuat aku semakin penasaran seperti apakah pemandangan yang di sajikan oleh resort tersebut hingga membuat banyak orang berlomba-lomba ingin memiliki resort tersebut.
Setelah sampai di tempat perjanjian meeting aku langsung duduk di tempat yang telah di sediakan untukku setelah semua direksi terkumpul Meeting pun di mulai.
Banyak sekali direksi dari maxweel yang datang menghadiri meeting ini aku pun mengajukkan proposal yang telah ku buat dalam beberapa hari kemarin dan juga beberapa data-data yang telah aku siapkan untuk memulai meeting.
Setelah aku selesai presentasi mengenai pengurusan resort ini merekapun akhirnya setuju dengan proposal yang telah aku ajukkan yaitu dengan membeli separuh dari saham mereka tidak semua.
sehingga mereka masih bisa berkerjasama dengan ku tanpa kehilanggan pekerjaan mereka Karena menurut data yang ada perusahaan maxweel kehilangan Direktur utama mereka di karenakan penyakit serangan jantung dan juga direktur mereka tidak memiliki keturunan.
Sehingga pergantian direksi jatuh ke tanggan yang salah dan menyebabkan perusahaan mereka mengalami kebangkrutan dengan hutang yang masih belum tuntas membuat resort itu terancam akan di jual.
Membuat banyak sekali pebisnis lain yang ingin membeli semua saham mereka dan aku memutuskan untuk menjalin keuntungan bersama karena sayang sekali jika resort itu sampai terjual habis.
Mereka pasti banyak kehilangan pekerjaan maka aku memutuskan jalan satu-satunya dengan keuntungan bagi saham jadi aku memiliki saham itu hampir 90% dan 10% milik direksi pengurus yang telah aku perbarui.
Aku merasa lelah sekali meeting hari ini berjalan sangat lambat dari biasanya di karenakan kami juga harus melibatkan notaris dan juga beberapa pengacara.
Beberpa jam sudah berlalu aku melihat arlojiku menunjukkan jam 10 malam setelah meeting ini selesai aku bergegas ingin langsung ke aparterment.
tetapi aku ingat aku harus mampir ke kantor untuk mengambil beberapa document mengenai laporan resort ku yang berada di dubai.
Mobil ku melaju kencang menuju kantor hotel sampai di kantor hotel semua karyawan sudah pulang terkecuali security dan juga beberpa staf hotel yang bekerja secara shiff.
“ sir ada apa malam seperti ini mampir ke kantor apakah ada berkas yang tertinggal? Jika ada saya akan mengambilkannya sir”
“no saya akan memeriksa beberapa documen kau tunggu saja disini saya akan mengambil beberapa berkas saya dulu”
aku pun melangkah masuk kedalam kantor meninggalkan security tadi.
Suasana di divisi kantor hotel cukup sepi karena karyawan kantor mungkin sudah pulang sejak pukul 8 malam tadi dan yang tersisa hanya karyawan shiff bagian pengurus hotel saja.
aku masuk menuju ruangan senior manager karena ruangan CEO berada dalam ruangan senior manager akupun sedikit kaget ketika memasuki ruangan mengapa lampu ruangan ini masih menyala batinku.
Bukankah selama ini vika tidak pernah berkerja hingga selarut ini atau mungkinkah senior manager yang baru ini masih berkerja hingga semalam ini?.
Ketika aku berjalan masuk kedalam aku pun berdehem menegur senior manager yang baru tersebut.
“apakah kau senior manager baru itu mengapa kau belum meninggalkan kantor ini sudah larut malam?”
dia pun berbalik arah langsung menatapku dengan sedikit kaget apakah aku mengagetkannya pikirku.
"ya Sir saya adalah penganti Bu Vika apakah ada yg bisa saya bantu? " jawabnya setengah gugup.
Astaga ternyata karyawan baru itu adalah elena gadis bermata biru laut fikiranku kembali membayangkan wajahnya membuat otakku sedikit kaku bagaimana bisa aku kembali bertemu dengan gadis ini.
Aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan wanita ini kembali apakah dia tidak tahu aku selalu mencarinya di manapun. Bahkan aku tidak bisa melakukan hubungan intim dengan wanita lain setelah aku menidurinya malam itu .
“em tidak ada saya rasa ini sudah sangat malam lebih baik kau pulang tidak perlu lembur untuk pekerjaan yang tidak dateline karena jalanan malam sangat berbahaya untuk wanita seperti mu dan satu lagi tolong perbaiki letak kancing kemejamu itu".
Akhirnya hanya kata- kata itu saja yang dapat lolos keluar dari mulut ku sepertinya aku harus bergegas keluar dari ruangan ini memandangnya terus seperti ini membuat pangkal paha ku semakin ngilu membayangkan fikiran ku yang mesum.
Aku bergegas meningalkan wanita itu dia hanya terdiam membisu melihatku bergegas pergi menjauhinya dan aku memperhatikannya dari jauh ruangan wajah nya sedikit merah dan dia langsung memperbaiki letak kancing kemejanya.
Dengan mengenakan kemeja pass seperti itu membuat asset yang dia miliki terlihat dengan jelas menampakkan bentuk dadanya sangat indah.
Shitt umpat ku dalam hati aku tidak pernah merasa seperti ini dengan wanita manapun fikirku ketika aku sampai di parkiran bassement kantor.
Otak ku terus berfikir mengapa ketika kami bertatapan seperti tadi aku rasa ada hal yang aneh?.
Wajahnya sangat polos dan lembut tidak seprti wajah gadis-gadis lain yang sering aku temui.
Bahkan dia hanya memakai make up seadanya dan tidak berlebih namun tetap membuat wajahnya terlihat seksi oh c’mon ayolah fikiranku entah jauh kemana.
Membayangkan wajahnya saja membuat jantungku berdetak lebih kencang euforia apa ini aku tidak pernah merasa seperti ini dengan wanita lain.
Biasa mereka yang mengoda ku mendekati ku lalu mengapa aku malah tergoda dengan wanita ini shitt !! pikirku sekali lagi.
Ketika aku menyalakan mesin mobil ku aku lihat wanita itu baru keluar dari kantor oh man !! baru saja aku memikirkan dia dan sekarang dia sudah ada di depan sana.
Aku menunggu hingga lama di dalam mobil ku apakah dia sudah memiliki kekasih mengapa dia terlihat seperti menunggu seseorang ataukah dia pulang mengunakkan taxi.
Astaga peduli apa aku dengan dia ingat richo dia hanya karyawan mu hanya seorang karyawan biasa dan juga kau hanya sebatas one night stand karena kecerobohannya.
Aku mengingatkan diriku sendiri setelah beberapa menit aku menunggu dari dalam mobil akhirnya wanita itu pergi dengan sebuah taxi entah mengapa ada kelegaan tersendiri dalam hati ku.
Ternyata dia tidak menunggu kekasihnya dan apakah dia sedang berjauhan dengan kekasihnya oh shittt lagi-lagi aku memikirkannya lebih baik aku segera ke apartermen beristirahat dan tidak memikirkan kegilaan ini.
Aku segera memacu mobil ku dengan kecepatan yang sedikit tinggi agar aku bisa mendinginkan fikiranku.
Sesampainya di aparterment aku langsung masuk ke kamar dan menuju kamar mandi untuk meregangkan otot-otot ku yang terasa kaku.
Selama setengah jam aku berdiri di bawah guyuran air shower menenangkan fikiranku yang melayang entah kemana membayangkan wanita itu.
Mengingat kembali kejadian setelah pesta pertunangan Rikoll Smith di kanada beberapa hari yang lalu percintaan kami yang panas membuat tubuhku mendamba aku merasa benar-benar kehilangan kendaliku.