
Stward joseph:
Rencana pernikahan ku dengan Elena Fergusson tidak berjalan dengan baik sejak kejadian beberapa waktu lalu di aparterment Los Angles itu. Dia sama sekali tidak ingin aku bertemu dengannya bahkan handphone nya pun sengaja tidak dia aktifkan sampai hari pernikahan kami tiba.
Bagaimana aku bisa menjelaskan kesalahan yang telah aku perbuat dengan wanita lain karena aku yakin dia pasti mengangap aku sebagai pria yang paling bejat sedunia. Di hari dia memergoki aku dengan percia aku mengejarnya hingga ke bassment aparterment namun telambat.
aku lihat dia melaju kencang dengan mobilnya menerobos jalanan kota lalu aku menuju apartermentnya. Namun kata receptionist dia sudah chek out dan keluar dari apartermentnya satu jam yang lalu itu artinya elena sudah tidak tinggal di sana dan aku kehilangan jejaknya sial. Saat hari pernikahan kami tiba aku menantinya di depan altar dan dia berjalan beriringan menuju altar dengan dady and grandma. Namun aku lihat raut wajah nya saat itu sangat tidak menentu sedikit ada rasa amarah dan juga dingin.
Raut wajah yang sama sekali tidak pernah aku kenal karena selama ini dia selalu tersenyum hangat menatapku. Selang beberapa saat setelah acara pemberkataan di mulai elena menyatakan tidak ingin menikah denganku dan membawa percia kehadapan pastur dan memintanya untuk menikah dengan ku. Apa dia benar-benar sudah gila atau ada maksud lain aku memang telah berbuat ceroboh dengan wanita itu tapi aku tidak bermaksud untuk menikahinya sama sekali tidak.
Sesaat setelah itu aku melihat elena lari keluar dari altar pernikahan kami namun aku tidak bisa mengejarnya saat itu karena aku harus menjelaskan kepada pastur bahwa aku belum siap menikahi wanita di hadapanku saat ini. Dan aku membatalkan pernikahan di hari itu di hadapan para tamu undangan yang menatapku kecewa begitu pula pastur di depanku tapi aku tidak peduli dengan pandangan mereka karena aku belum siap.
“ada apa dengan mu stward anak yang aku kandung ini butuh pengakuan dari ayahnya dan kau malah membatalkan pernikahan ini apa yang ada di fikiranmu ?” maki percia dan dia memberikanku tatapan mata sangat tajam menusuk saat itu.
“kau tahu perci aku belum bisa menikahimu semua perlu proses dan aku juga pasti akan bertangung jawab untuk anak itu. Kau tak perlu kahwatir tentang itu, Kau tidak faham bahwa ini semua adalah kesalahan mu kau menjebakku saat itu dan memaksa ku terlibat dalam semua ini sekarang tinggalkan tempat ini aku muak melihatmu.”
Aku tidak bisa menahan rasa amarahku dan mengusirnya pergi dari sini para tamu undangan juga telah pergi satu-persatu setelah menikmati hidangan mereka masing-masing.
Lengkap sudah aku menghancurkan segalanya yang akan mengubah segala kehidupanku kedepannya aku pergi meninggalkan altar dan menuju balcon kamarku yang terletak di ruangan hotel ini. Aku memandang nanar ke arah jalan kota New York bagaimana ini semua bisa terjadi aku tidak bisa mengendalikan semua aku bahkan menghancurkan segala yang telah aku mulai.
Hidup ku hancur berkeping-keping karena kesalahanku sendiri yang telah bodoh menghancurkan harapan dua orang wanita sekaligus karena kebodohanku yang tidak bisa memilih mereka. Tiba-tiba aku mendengar bunyi telfone hotel aku mengangkatnya itu telfone dari stella sahabat elena dia memberitahukan ku elena kecelakaan.
Mobilnya menabrak sebuah pembatas jalan kota dan sedang mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit. Seketika itu aku menjadi beku sebeku es aku tidak bisa melakukan apapun bahkan untuk menolongnya saat ini aku tidak mampu aku benar-benar menjadi seorang pecundang akibat ulahku sendiri. Aku menghabiskan malam-malam ku di sebuah bar di hotel ini dan selalu berahir dengan mabuk yang sangat parah setiap menyesali apa yang telah terjadi.
Tapi malam itu stella menghampiriku mengajakku berbicara ia memberi tahu supaya aku datang menjenguk elena di rumah sakit dan menjelaskan segala yang terjadi aku pun menurutinya mungkin dengan menjelaskan segala yang terjadi dia akan memaafkan perbuatanku. Esok paginya aku datang kerumah sakit dimana elena di rawat namun aku di tolaknya semua penjelasanku dan permintaan maaf ku tak di terimanya dengan baik dan berahir sia-sia.
Yang aku lihat hanyalah kilatan emosi dan kekecewaan di wajahnya aku tidak sangup lagi seperti ini melihat wajahnya yang selalu ceria berubah dengan penuh amarah saat melihatku membuat hatiku hancur.
Tante Rosseline Fergusson ibu elena memberi tahu kan aku agar aku tak mendekati elena demi kesembuhan ingatan elena dan dia berencana untuk pindah dan menetap di italia bersama ibunya. Hari dimana dia meninggalkan New York aku merasa kehampaan yang sangat dalam aku menjadi laki-laki paling brutal dan bengis.
Sejujurnya aku masih bimbang dengan apa yang ada di hidupku saat ini aku masih belum siap dengan komitmen.
Bahkan karena frustasi aku bahkan tak bisa mengenali diriku sendiri entah sepertinya ini bukan sifat ku bahkan ketika Percia meninggalkan ku beberapa tahun yang lalu aku tak meraskan kehancuran yang dalam. Mungkin aku terlihat sebagai seorang pecundang sejati karena aku tidak ingin menikahi percia perasaan ku kepadanya sudah padam sejak aku bertemu Elena.
Namun kejadian memalukan itu telah membukakan jalan kehidupan ku yang baru aku tidak akan pernah menjamah mu Percia kau telah menghilangkan permata berharga ku karena rayuan gila mu.
Percia andersson:
Aku datang kembali setelah urusanku di austria telah selesai aku kembali kali ini ke New York karena aku masih mencintai laki-laki itu cinta pertama ku . Aku yang bersalah karena meninggalkannya untuk mengejar apa yang aku inginkan. Aku yang buta terhadap materi dan terobsesi dengan dunia bisnis. Tapi menurut rumor yang beredar beberapa tahun belakangan bahwa laki-laki itu sudah tidak sendiri lagi aku sempat kecewa dan tak percaya dengan berita itu. hati ku sakit mengingat segala hal yang telah kami lalui bersama.
jika di fikir ulang aku memang gila saat itu harusnya aku tidak pernah melepasnya hanya demi bisnis bodoh ini. dan aku telah kehilangan dia sangat jauh apakah mungkin masih bisa aku gapai?
Beberapa berita yang aku dengar mengatakan jika dia sudah memiliki kekasih dan sudah dalam tahapan yang serius. aku benci jika mendengar desa desus kabar murahan itu. bisa bisanya kau Stward mengantikan posisiku dengan wanita polos seperti itu batin ku memberontak.
saat aku menerima undangan thender di perusahaan Joseph empire aku dan dia kembali bertemu dalam sebuah project. dan aku sangat menyukai kesempatan ini sudah lama aku tidak bertemu dengannya.
Kesan pertama saat aku melihatnya aku ahanya terpaku, Dia semakin matang di usia nya yang sekarang dia lebih maskulin dan terlihat sangat berwibawa entah mengapa mataku tak bisa lepas dari pandangannya. setiap sudut gerak geriknya tak pernah lepas dari pandangan mata ku. astaga betapa waktu terasa begitu cepat berlalu dan aku sangat menyesal melepaskan mu.
Aku mendatangi acara perusahaan pembukaan project terbarunya bersama beberapa rekan kerja lainnya.
aku sengaja mengikuti kemanapun dia pergi selama pesta berlangsung. jika di bilang aku gila ya aku rasa aku memang sudah gila saat ini.
Dan aku rasa dewi fortuna berfihak kepadalu saat aku melihat dia terlalu mabuk dan aku mulai berfikir apakah ini saat yang tepat agar aku bisa mendapatkan cinta stward kembali.
Ide-ide gila mulai muncul di dalam otakku segala sesuatunya benar benar tak masuk akal untuk ku. aku membawanya kekamar apartermentku dia mulai merancau tidak jelas dan tertawa kami banyak bercerita malam itu di apartermentku.kembali mengulangi dan mengingat segala hal yang pernah kami lewati bersama.
Tapi aku kembali disaat yang tidak tepat ucapnya sambil terus memegangi dagu ku dia mengelus pipiku dengan lembut.
Kau tahu stward aku sangat merindukanmu sayang aku mengecup bibirnya dan dia balas melumat bibirku dengan sangat liar.
Pandangan ku mulai sedikit kabur namun benakku sangat menginginkan stward malam ini aku tidak bisa menahannya lagi betapa aku sangat merindukan sentuhannya. aku tidak bisa menggunakan akal sehat ku saat ini karena cinta telah mbutakan ego ku.
Stward mulai merengkuh ku kedalam pelukannya satu-persatu pakaian kami sudah terlepas dia mulai menyentuhku dan menciumku dileherku.
Dan kamipun terlena dalam gairah yang sangat memabukkan tanpa sadar kami telah melakukan hubungan panas yang dulu pernah kami lakukan sebelum aku pergi ke austria. jika aku ingat kembali rasanya aku tidak akan melakukanya jika aku akan kehilangan Stward seperti ini.
Keesokan paginya stward bagun dan mendapati percia masih memeluknya dengan erat tanpa sehelai benangpun yang melekat di tubuh mereka.
ia sedikit kaget dan membangunkan percia. Saat itu aku bangun karena stward membagunkan ku dengan mencium kening ku aku tahu stward masih mencintaiku. karena kebiasaan Stward saat memperlakukan ku masih sama seperti saat pertama kali kami bersama.
Tapi aku lihat wajahnya jadi lebih tegang ketika dia selesai membeesihkan badannya. Dan dia memintaku untuk merahasiakan semua ini dari siapapun karena dia tak ingin kekasihnya merasa kecewa. kemudian dia bergegas pamit dan meninggalkan aku sendirian. sialan kau Stward tak bisa kah kau lihat aku yang selalu memuja mu? aku yang pantas mendampingi mu bukan wanita manapun.
hari hari berlalu suram untuk ku, aku masih tak percaya dengan penolakan halus dari Stward. aku mabuk tiap malam selepas pulang kerja aku benar benar menjadi sangat gila setelah mengetahui 2 garis dari tespeck ku pagi ini.
aku mencoba menghubungi Stward dan dia sangat susah untuk dia ajak bertemu. berbagai alasan selalu dia katakan saat aku memintanya menemuiku. sialan aku tahu hari pertunangan nya sangat dekat dan dia selalu sibuk.
Saat hari pertunangan mereka tiba aku datang ke italia menemui mereka awalnya aku cemburu aku terlalu naif dengan perasaan ku kemudian aku memaksa stward untuk berbicara berdua dengan ku.
Hatiku sangat kacau saat itu dan inilah kesempatan ku untuk memberitahu apa yang aku alami saat ini.
Aku memberi tahu stward bahwa aku mengandung anaknya karena kejadian beberapa bulan setelah pesta pembukaan project terbaru milik perusahaannya dan dia memberitahukan ku jika dia akan berusaha bertangung jawab.
Berhari hari aku menunggu kabar dari Stward dan yang ku terima hanya janji janji palsu.
dan yang paling menyakitkan a Sd alah dia tetap mencoba menikahi wanita itu.
aku hancur sangat hancur meskipun wanita itu telah mengetahui hubungan ku denga Stward.
Tetap saja Stward menjalankan pernikahanya
Hingga saat pesta pernikahan mereka tiba aku berusaha untuk tetap datang kesana .
aku ingin melihat apakah elena benar akan menikahi stward setelah dia memergoki kami berdua berada di aparterment beberapa hari yang lalu sebelum pesta pernikahan mereka di laksanakan. Tapi dugaanku salah elena marah dan menyuruh stward untuk menikahiku bahkan dia memilih untuk meninggalkan altar hari itu namun aku dan stward tak jadi menikah karena stward merasa belum siap.
Usaha ku untuk memiliki Stward gagal total karena Stward seolah lari dari tanggung jawabnya laki-laki sialan dia tetap berusaha keras untuk menjauhiku dan menolak ku. Baiklah stward kau yang memepermainkan aku kau lihat apa yang akan aku lakukan terhadap mu jika kau masih mengejar perempuan itu.
Ini merupakan sebuah permainan yang menyenangkan batin ku meringis dan meninggalkan altar pemberkatan pernikahan dengan perasaan penuh dendam karena perbuatan stward yang menolak ku benar-benar melukai harga diriku.
Karena aku terlalu buta hati dan ego setelah pulang dari acara sialan itu aku menegak banyak pil penenang yang membuat ku over dosis dan hampir kehilangan nyawa ku sendiri. Akan aku ingat dengan baik Stward apa yang telah kau lakukan kepada ku dan akan aku pastikan kau tidak akan pernah bahagia dalam hidup mu.
kau telah menghancurkan segala hal yang paling aku inginkan di dunia ini. Kau kira aku kembali ke kota ini untuk siapa jika bukan untuk merebut mu kembali dari wanita jalang itu.
aku tidak berfikir panjang dari apa yang aku perbuat sore itu. aku melakukan apa yang menurutku baik dan bisa menggeluarkan aku dari masalah.
aku menegak obat penenang dan setelahnya aku sudah tidak menyadariapa yang terjadi. yang aku ingat hanya aku terbaring kaku di ranjang rumah sakit. dengan perut yang terasa nyeri yah aku memang telah kehilangan dia.
bayi kecil yang tak berdosa itu yang beberapa bulan masih bersarang di rahim ku hanya karena kebodohan ku. Aku kehilangan keduanya, ingin aku murka dengan sang pencipta tapi aku tak mampu. bekas suntikan masih terasa di lengan ku.
nyeri tak akan pernah aku lupakan Stward joseph kau harus merasakan apa yang aku rasakan hari ini. kita lihat saja selanjutnya aku akan benar-benar menghancurkan segala yang kau punya hingga tak tersisa apapun.