Lost My Wedding To Find You

Lost My Wedding To Find You
Go to party part one



Elena fergusson:


Pesta pertunangan Stella akan di adahkan nanti malam dan disinilah aku berada sekarang di bandara Internasional Leonardo Davinci italia menunggu penerbanganku ke kanada.


Pesta pertunangan mereka di adahkan di salah satu hotel di kota Ottawa Kanada rasanya aku sedikit lelah juga beberapa hari ini aku belum merasa puas tidur seharian.


Aku mengeluarkan Iphone ku dan memasang aerphone ke telingaku alunan lagu Shaw mendes membuat otak ku sedikit tenang. Saat aku sedang asik dengan kegiatan ku aku merasa seperti di perhatikan oleh seorang pria aku merasa seperti pernah mengenalnya tapi dimana ya kenapa aku tidak ingat jika pernah bertemu dengannya.


Sebentar aku mengamati pria itu dia memakai stelan jas lengkap berwarna hitam dengan kemeja abu-abu tapi tidak mengenakkan dasi. Ukuran jas yang di pakainya sangat pas dengan tubuhnya melihat dari bahan jas tersebut sepertinya kainnya sangat mahal dan berkualitas.


Lalu aku perhatikan wajahnya sekilas dia memiliki rahang yang tegas dan dengan bulu-bulu halus di sekitarnya, hidungnya yang tinggi membuat dia terlihat sangat sempurna okey mata nya dia memiliki iris mata berwarna biru seperti safir.


Oh my god seketika fikiranku berkelana apakah pria ini pria yang sama yang pernah aku lihat setelah kecelakaan itu aku mencoba memikirkannya kepala ku menjadi sakit dan sedikit berdenyut-denyut.


Pria itu mengenakkan kembali kacamata nya oh god!! Harus ku akui dia sangat mengoda tapi perlu kau ingat elena bukankah semua pria mengoda adalah player.


Dan kau tidak boleh tergoda untuk terjerumus dengan kejadian memalukan kedua kalinya batin ku mengingatkanku.


Saat aku berusaha menolak pesona laki-laki itu tiba-tiba wanita cantik berambut panjang berwarna coklat susu menuju kearahnya. Wanita ini lumayan seksi dan juga cantik dia memangil pria itu


“hooney maafkan aku kau menunggu ku lama.”


Lalu wanita itu langsung bergelayut manja dan menyandarkan kepalanya ke lengan pria itu namun pria itu masih terlihat sibuk dengan korannya dan tidak membalas apapun yang di katakan oleh kekasihnya.


See baru saja aku menilai pria ini adalah seorang player dan ternyata memang benar lihat saja wanita di sebelahnya. Mungkin itu adalah kekasihnya dengan nomer urutan yang kesekian ratus atau bahkan kesekian ribu.


Setelah beberapa saat akhirnya aku masuk kedalam pesawat dan mencari tempat duduk ku. Setelah berjalan sambil melihat nomer yang tertera akhirnya aku menemukan tempat dudukku.


Bangku yang akan aku duduki berada di samping jendela dengan nomor penerbangan c32 wah senangnya.


Aku bersorak dalam hati senang sekali selama perjalanan aku tidak akan bosan aku bisa melihat kabut-kabut di atas langit dari dalam pesawat.


Baru saja aku selesai memasukkan tas ku ke dalam bagasi pesawat dan duduk manis di kursiku tiba-tiba pria yang tadi aku lihat di bandara duduk di sampingku.


Aku sedikit kaget rupanya pasangan aneh ini duduk di sampingku juga astaga rasanya aku ingin mual melihat tingkah mesra wanita itu.


Hey aku buka iri hanya saja apa wanita itu tidak risih sedari tadi bertingkah laku manja dengan pria yang sangat dingin ini.


Hem jika di lihat aku tidak munafik pria ini nyaris sempurna wanita manapun juga pasti akan sangat senang untuk di jadikan pacarnya meskipun hanya untuk sekali kencan.


Namun membayangkan kencan dengan laki-laki bertampang sangat dingin ini pasti akan sangat membosankan meskipun dia memiliki wajah yang tampan seperti dewa yunani. Bahkan membayangkan jika aku memiliki kekasih seperti itu pasti akan sangat konyol saat kami berduaan mungkin aku akan bercerita panjang lebar terlihat bodoh dan dia hanya diam saja seperti batu.


Memikirkannya sangat menyeramkan aku langsung membuka koran mengalihkan pandanganku dari mereka namun


samar-samar aku mendengar perkataan mereka.


“hooney aku sangat rindu pada mu kau tahu jadwal pemotretanku sangat padat apa kau tidak rindu pada ku?.


Tanya wanita itu dengan nada manja sambil terus memegang lengan pria itu sedangkan si pria hanya menjawab “tidak” sambil terus berkutat dengan handphone nya.


Oh god apa telinga ku salah mendengar atau telinga ku mengalami ganguan mengapa pria ini malah berkata tidak bukankah mereka sepasang kekasih harusnya si pria ini juga membalas dengan nada yang mengoda juga fikirku.


Hem ternyata pria ini selain bersifat dingin dia juga sangat tidak romantis dan juga irit berbicara sangat di sayangkan sekali jika menjadi kekasihnya sudah bisa di pastikan kau akan seperti radio sumbang dan dia hanya pendengar.


Suara pramugari terdengar mengingatkan para penumpang untuk memakai sabuk pengaman mereka karena pesawat akan segera take off.


Aku sedikit takut dan memulai kebiasaan buruk ku berpegangan dengan erat di kursiku dengan mata yang aku tutup lalu berdoa sekuat tenaga dalam hatiku.


Karena pesawat terasa bergetar aku mengencangkan pegangan ku di kursi dengan sedikit meremasnya namun yang aku rasa sepertinnya bukan kursiku yang aku remas sejak tadi.


Atau jangan-jangan ini adalah pergelangan jemari tangan pria ini akupun membuka mata ku sedikit perlahan-lahan dan meliriknya dari sudut mataku oh shitt!! Ternyata benar ini adalah tangan pria itu.


Oh tuhan tolong telan aku hidup-hidup betapa malunya aku saat ini dengan tingkahku yang seperti anak-anak ini oh astaga akan ku taruh mana muka ini.


Aku meringis dan menoleh sekilas ke arah pria itu dengan mencoba mengangkat tangan ku darinya dan berharap pria itu tak menyadari apa yang telah aku lakukan padanya.


Ketika aku hendak mengangkat tangan ku menjauh dari tangan pria itu dia mencengkram tangan ku dan mengengamnya erat sial batinku ternyata dia menyadari apa yang barusan aku lakukan.


Astaga apa yang dilakukan pria sinting ini apakah dia memang memiliki hobby berselingkuh dasar semua laki-laki sama saja mata keranjang dan berfikiran mesum.


Aku mencoba melepaskan gengaman tangannya dan melotot ke arahnya mencoba mengintimidasinya dengan sorot tajam mataku.


Namun dia hanya membalas tatapan murka ku dengan senyuman yang membuat hati wanita manapun pasti akan luluh dan tergoda olehnya tapi tunggu dulu wanita manapun kecuali aku tentunnya.


Aku pun membuang muka ku kearah jendela lalu menginjak kaki pria itu dengan keras namun dia juga tidak menyerah aku berfikir bagaimana agar tangan ku bisa lepas dari gengamannya.


Aha ahirnya muncul ide gila dalam fikiran ku sepertinya ini akan berhasil tunggu kau pria mata keranjang aku pasti bisa melepaskan tangan mu ini.


Kemudian aku mencoba berpura-pura terbatuk dengan suara yang sangat keras agar kekasihnya yang sedari tadi tidur di sampingnya itupun terbangun karena suara ku yang berisik.


Wanita setengah menduza itu bangun dan menegurku “hey nona apa kau baik-baik saja kau mengangu waktu tidur ku”


“aku aku baik-baik saja hanya saja sedikit gatal.” Jawabku sembari menekan suara ku pada kata gatal seolah aku sedang mengatai pria itu dengan sebutan gatal.


Ahirnya aku merasa senang karena aku bisa mempermainkan pria itu. Kau memang cerdas elena sapa suruh kau mengodaku dalam hati ku aku ingin tertawa melihat tingkahnya saat wanita itu bangun dia sedikit menahan ekspresi kaget di wajahnya dasar mata keranjang.


“hey honey apa yang kau lakukan dengan wanita itu kau masih mengengam tangan nya tadi saat aku menegurnya” kata wanita itu dengan wajah sedikit merajuk.


“itu bukan urusanmu kembalilah tidur kita akan segera sampai nanti” jawab pria itu dan langsung membuka koran di depannya.


Astaga apakah pria ini terbiasa berlaku kasar dan dingin pada semua wanita sangat tidak pantas sekali perlakuannya dengan kekasihnya bagaimanapun aku juga seorang wanita fikirku.


Ketika wanita itu mulai melanjutkan aktifitasnya untuk kembali tertidur akupun mencoba menegur pria itu.


“hey tuan bukan aku ikut campur dalam hubungan kalian tapi apakah bisa anda tidak berprilaku cuek terhadap wanita anda?”


tanya ku dengan menaikkan sebelah alis mata ku.


Dan tanpa ku duga pria gila itu malah berbalik bertanya padaku


“lalu jika aku ingin memperhatikan mu bagaimana?.”


What? Dia benar-benar sudah gila dan mata keranjang aku pun terdiam dasar laki-laki gila sudah jelas ada kekasihnya di sebelah tapi malah mengoda wanita lain.


Akupun membuang wajahku ke jendela malas berdebat dengan pria aneh itu dan juga aku sangat malas di jadikan object penglihatan pria itu bukannya aku terlalu percaya diri namun aku beberapa kali memergokinya tengah memandang wajah ku.


Ahirnya pesawat pun landing dengan sempurna di bandara Internasional Ottawa Kanada aku sangat senang akhirnya setelah ini aku bisa terbebas dari pasangan aneh ini. Akupun segera berdiri dari kursiku dan mengambil tas ku yang berada di kabin pesawat Betapa terkejutnya aku ketika mengambil tas ku di kabin pesawat ternyata pria sinting bermata biru itu sudah berdiri di samping ku dan berniat untuk mengambilkan tas ku.


“Saya bisa sendiri Tuan” akupun segera menarik tasku dan dia hanya terdiam mematung disampingku sembari mengambil tas miliknya masa bodoh deh fikirku entah aku sangat benci dengan sikap playernya itu.


Huft dasar pria aneh tiba-tiba muncul dan membuatku kaget seperti hantu saja aku langsung berjalan keluar bandara dan menunggu taxi yang datang.


Aku menuju ke hotel yang telah aku pesan beberapa hari yang lalu agar aku tidak kesusahan lagi memesan hotel ketika aku sampai di kanada. Aku menginap di hotel yang sama dengan acara pertunangan stella dengan begitu aku tidak perlu bersusah payah mencari taxi untuk mengantarkan aku ke acara pertunangan Stella.


Aku duduk di kursi penumpang di dalam taxi aku mengamati keadaan kota Ottawa sangat jauh berbeda dengan Italia bahkan hawa di kota ini pun juga berbeda dengan italia.


Aku merasa salah kostum karena tubuhku terasa sedikit bergetar ketika angin menyentuh permukaan kulitku terasa halus dan sejuk.


Betapa bodohnya aku hanya mengenakkan celana casual berwarna cokelat kaki di padupadankan dengan blouse berwarna putih satin tanpa mengenakkan blazer. Setelah sampai di depan hotel tempat aku menginap aku segera turun dari taxi dan mengeluarkan koperku dari bagasi taxi lalu memberikannya pada Bellboy hotel agar mereka dapat membawakan koperku menuju kamar yang telah aku pesan.


Selesai Check-in di receptionist aku langsung menuju lift hotel aku mendapatkan kamar di lantai 34 dengan nomer kamar 731. Saat aku hendak masuk ke dalam lift hotel aku sedikit kaget dan terkejut hampir jatuh terjungkal ke dalam lift beruntung tangan pria sinting bermata biru itu langsung menangkap tubuhku.


Astaga mimpi apa aku semalam mengapa aku harus bertemu kembali dengan pria sinting ini ?.


“bukankah ini suatu kebetulan nona kita bisa bertemu kembali” ucapnya kepada ku.


Aku hanya meliriknya dengan tajam sekilas tanpa membalas ucapannya.


Aku berfikir kemanakah wanita setengah menduza yang sejak di bandara terus bersamanya itu ? (Menduza adalah tokoh wanita mitologi dalam simbol kedai kopi Star Buck).


Aku memang mengangap wanita yang bergelayut manja itu adalah jelmaan menduza karena penampilannya yang sangat glamor dan angkuh benar-benar mirip dengan simbol menduza.


Ting lift pun berbunyi dan aku segera keluar dari dalam lift dengan cepat karena aku benar-benar tidak ingin berlama-lama dengan pria player ini. Aku berdiri di depan ruangan kamar ku dan lagi-lagi pria sinting itu mengikutiku hingga di depan ruangan kamar ku bahkan dia memesan kamar tepat di depan kamar milikku.


Oh god! Kebetulan macam apa ini aku rasa tidak ada kebetulan semacam ini sial dalam hati ku.


Setelah selesai berdebat dengan pria sinting itu aku langsung masuk kedalam kamarku membanting pintu kamarku dengan keras dan menyeret koper ku dengan gontai aku langsung merebahkan badanku di atas ranjang empuk dan nyaman.


Hem sepertinya akan sangat menyenangkan jika aku berendam dengan air hangat di bath-tup aku langsung bergegas ke dalam kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk berendam dalam bath-tup.


Rencananya aku akan mengunjungi Stella setelah ini untuk melihat beberapa persiapan yang akan di lakukan untuk pesta pertunangannya nanti malam. Setelah selesai dengan ritual berendam aku langsung bersiap untuk menemui Stella di ballroom hotel ini karena stella sudah berada disana sejak tadi untuk mengawasi dekorasi pestanya.


Aku mengenakka dress berwarna kuning dengan potongan V neck dan sedikit taburan mutiara di sekitar kerah lehernya lalu aku memakai hells berwana senada juga.


Aku memoles wajahku dengan make-up yang sederharna dan tidak tebal namun terkesan natural lalu memoleskan lipstik beraroma buah bery ke bibirku. Setelah semuanya selesai aku segera meningalkan kamarku dan menuju ke ballroom hotel yang terletak di lantai 4 hotel ini.


Setelah keluar dari lift aku menuju lorong hotel yang menghubungkanku ke ballroom di sana aku lihat stella sudah duduk menunggu ku di salah satu meja tamu. Aku menghampirinya dan duduk di sebelah kursi meja tamu tersebut


“hey bebs bagaimana penerbangan mu bebs apakah kau tidak merasakan Jetlag?.” Tanyanya aku hanya mengelengkan kepalaku dan bercerita kepadanya tentang perjalananku dari Itali hingga ke Kanada selama penerbangan aku bertemu dengan Pria bermata biru itu.


Dan juga aku menceritakan kepadanya bahwa pria sinting itu juga mengoddaku dan menginap di kamar yang berada tepat dengan kamar ku hem betapa itu sangat menyebalkan.


“kau serius elena apa mungkin pria bermata biru itu adalah pria yang sama yang telah menolong mu dari kecelakan 2 tahun yang lalu” tanya stella dengan wajah yang sangat antusias.


“ entahlah Stella aku tidak tahu” aku menjawab pertanyaannya santai sambil mengangkat bahu.


“hem sepertinya dekorasi ruangan ini sudah hampir selesai” aku bertanya kepada stella “yah begitulah darling bagaimana jika kita sekarang menuju ke kamarku untuk mempersiapakan diri kita.”


“ apakah kau yakin ini bahkan masih pukul 10 pagi dan pesta mu akan di adahkan sekitar pukul 7 malam.”


“yah setidaknya kita harus meluruskan otot-otot tubuh kita elena ayo ikut dengan ku darling.”


Akupun mengikuti kemauan stella dan disinilah aku sekarang berada di kamar VIP milik hotel ini yang di sewa oleh stella kamar dengan interior yang mewah dan memiliki ukuran yang sangat luas. Ternyata stella sudah menyiapkan 2 orang terapis salon untuk ku dan juga untuk stella aku pun langsung menganti pakaianku dengan kain yang telah diberikan oleh terapis salon ini. Aku sangat antusias sudah lama aku tidak memanjakan tubuhku di spa aku dan stella mulai menjalani serangkaian perawatan badan. Mulai dari pijat, lulur, spa, creambath, facial, lalu yang terahir adalah pedicure menicure.


” aku kira kau sudah ke salon kemarin” tanya ku kepada stella yang sedang di creambath


“oh bebs mana mungkin akun sempat ke salon kau tahukan jadwal ku akhir ini sangat gila. Jadi aku putuskan membawa salon ke kamarku hahahahah”


“ yah setidaknya ide mu kali ini sangat brilliant” aku kembali menikmati pijitan yang di lakukan oleh terapis salon ini.


Kebetulan sekali aku sudah sangat lama tidak pergi ke tempat SPA untuk memanjakan tubuh ku karena aku harus menyelesaikan diseign gaun untuk client butik moms. Sebelum aku pergi ke Kanada sehingga waktu dalam seminggu terahir ini aku habiskan untuk lembur mengerjakan design yang telah di berikan oleh client butik moms.


“oh ya bebs aku dengar setelah kau menghadiri pertunangan ku kau akan kembali ke New York apakah itu benar?” tanya stella hem pasti moms memberitahu tentang rencana ku ini kepada Stella dasar moms ternyata diam-diam dia juga bergosip dengan stella yah itu tidak membuat ku heran.


Karena moms dan juga stella memang sudah sangat akrab karena aku dan stella berteman sejak kami masih berusia 8 tahun saat itu stella adalah murid baru di asrama ku. Dan kami sangat dekat karena selalu bersama-sama saat di asrama dan ketika liburan tiba aku sering menginap di aparterment stella atau pun sebaliknya.


Karena kami sama-sama anak tunggal di keluarga kami maka kami sangat dekat bahkan moms juga sering menitipkan aku dengan kedua orang tua stella.


“kau tahu dari mana aku berencana akan kembali ke Ne York?” tanyaku stella mengangkat bahunya dan berkata


“ yah tentu saja tante Rossaline yang memberi tahu ku, kau kan tahu jika aku sudah di angkat anak oleh moms mu.”


aku memutar bola mata ku


“yayaya memang aku berencana untuk kembali ke sana dan memulai pekerjaan baru sebagai Senior Manager di salah satu hotel yang ada di pusat kota New York”


“lalu mengapa kau tak memberi tahu aku dengan rencana mu itu.”


aku berbalik ke arah stella


“aku tidak ingin merepotkan mu lagi pula kau pasti sibuk dengan urusan pertunangan mu saat ini, maka aku berencana akan memberi tahu mu ketika aku sudah berada di New York.”


Jawabku yang membuat stella sedikit merajuk dan mengerucutkan bibirnya


“oh c’mon bebs aku sama sekali tidak sibuk yah meskipun aku sangat sibuk, tapi kau pasti bisa memberitahu ku dan kau bisa tinggal di aprterment ku di New York.”


“tidak stella aku tidak ingin merepotkan mu dan juga aku telah menyewa aparterment yang dekat dengan lokasi kerja ku sehingga aku bisa menghemat akomodasiku dan juga transport ku.”


Akhirnya stella pun mengalah dengan perdebatan kami dan memaklumi keputusanku setelah selesai dengan rangkaian perawatan tubuh.


Kami berdua bersiap mengenakkan gaun yang telah tergantung rapih di lemari pakaiaan untuk ke pesta.


Stella mengenakkan gaun rancanganku yang telah dia coba beberapa hari yang lalu di butik moms gaun berwarna cream lembut tanpa lengan dengan taburan mutiara-mutiara di beberapa tempat gaunnya membuat terkesan seksi dan modis.


Lalu dia mengikat rambutnya kebelakang memperlihatnkan leher jenjangnya yang berwarna putih mulus menambah kesan seksi dan sangat manis sesuai dengan karakter stella. Aku dan stella memang memiliki kesamaan mulai dari tinggi badan kami yang sama, lalu warna kulit kami yang putih mulus, dan juga bentuk badan kami. Walaupun bentuk payudara dan juga pinggulku sedikit berbentuk dari milik Stella. Sehingga stella sering mengoda ku dengan mengatakan bagaimana jika kita bertukaran tubuh pasti sangat menyenangkan aku selalu menjawab leluconnya itu dengan tertawa. Bagaimana mungkin manusia melakukan penukaran tubuh apakah stella sudah mulai mabuk pikirku.


“you looks so geogerus bebs” kataku sambil memeluk stella


“ no darling not me but we kita berdua terlihat sangat beautifful seperti princess” kata stella


“hem mungkin kau yang terlihat seperti princess bebs not me.” Kataku lalu stella memeluk pinggang ku dan berkata padaku kami berdua bersama-sama menatap cermin besar di depan kami


“ okey not priencess but ***** woman” katanya sambil tertawa terbahak-bahak


“okey deal” kata ku.


Aku mengenakkan dress berwarna merah dengan lengan yang sedikit dan kerah berpotongan V membuat akses payudara yang aku miliki terlihat dengan bentuk yang sempurna. Dan warna baju yang aku pakai sangat kontras dengan warna kulit yang aku miliki dress ini membingkai tubuh ku dengan sempurna.


“ kau tahu kau sangat menarik pasti akan ada banyak laki-laki yang akan memandangmu dengan memuju darling” kata stella sambil mengandeng lengan ku dan kamipun berjalan beriringan keluar dari kamar stella menuju ballroom hotel ini.