
Richo bouttier:
Aku bangun dan bersiap menuju kantor hari ini aku sangat senang aku akan kembali bertemu dengan gadis itu dan hari-hari ku pasti akan berubah menyenangkan. mengingat mungkin gadis itu yang akan menjadi karyawan baru ku selamat bertemu kembali gadis ku.
Aku mengendarai mobilku membelah jalanan kota New York menyusuri setiap sudut kota yang sangat ramai pagi ini cuaca di New York memang sedang di selimuti salju.
Mobilku sampai di halaman bassement parkiran kantor hotel aku langsung keluar dari mobil setelah selesai memarkirkan mobil aku sedikit tergesa-gesa menuju ruanganku.
Entah eouforia apa ini aku merasa sangat bersemangat ketika aku bisa bertemu dengannya kembali apakah dia tidak tahu setelah kejadian itu aku sangat kacau dan berusaha mencarinya namun jadwal ku sangat padat membuat aku menunda beberapa rencanaku mencari gadis itu.
Saat aku melangkah memasuki ruangan kerjaku aku melihat bu vika dan gadis itu sudah menungguku di dalam aku segera menghampiri mereka dan mengulurkan tangan ke arah gadis itu.
Aku memperkenalkan diri kepada gadis itu entah mengapa sepertinnya bukan hanya aku saja yang merasa gugup samar-samar aku lihat wajah gadis itu juga sedikit gugup dengan rona kemerahan di wajahnya
oh mann !!! dia benar-benar manis.
Gadis itu membalas uluran tangan ku dengan menyalami ku entah mengapa rasanya sangat nyeri ketika kami kembali bersentuhan seperti ini.
masih jelas dalam ingatan ku ketika aku menyentuh lembut punggung wanita itu begitu memabukkan.
Oh richo kau benar-benar mesum dan tak tahu malu kendalikan dirimu ini.
aku berusaha mengingatkan diriku sendiri
oh man !!! ada apa dengan gadis bermata biru laut ini tangannya sangat lembut membuat tenaga ku berkurang.
Aku berusaha mengalihkan fikiranku dan perasaanku kepada wanita ini.
“ saya harap kamu dapat mengantikan Vika dengan pekerjaan yang baik, karena saya membutuhkan Senior Manager yang memiliki pekerjaan yang cukup memuaskan karena kau juga akan merangkap sebagai asisten pribadiku nanti.”
Aku berusaha menjelaskan pekerjaan yang akan di lakukan nanti sembari berusaha mencoba menetralkan perasaan ku yang terasa tegang di samping wanita ini sial fikirku.
Semoga saja wanita ini memiliki kerapian dan kecepatan pekerjaan seperti yang telah di lakukan oleh Bu Vika.
selama dia bekerja bersama ku awalnya aku memang tidak siap jika bu vika akan resign mengingat dia bisa menghendel segala pekerjaan ku dengan baik.
“baik sir” jawab gadis itu sembari melepaskan gengaman tangannya yang masih belum aku lepaskan ketika kami bersalaman tadi.
Astaga aku benar-benar belum rela melepaskan lembut sentuhan tangannya yang membuat tubuhku serasa meremang tegang ketika dia menyentuh permukaan telapak tangan ku.
Mungkin memang kedengarannya gila tapi entah mengapa hanya dengan wanita ini aku merasakan gairah ku yang terasa mengebu-gebu terasa nyaman ketika aku bisa melihatnya atau berdekatan dengannya.
Setelah sesi perkenalan kami selesai elena pun meninggalkan aku dan juga bu vika di ruangan kerjaku sosoknya menghilang dari hadapanku kembali menuju meja kerjannya. Aku segera duduk di samping bu vika
“bagaimana keadaan renald mam?”
tanyaku kepadanya memang aku dan bu vika sangat dekat selain dia adalah orang kepercayaan yang selalu aku tugaskan untuk mengurus resort ini ketika aku sedang berada dalam perjalan dinas ke luar kota.
Dan juga bu vika sudah sangat lama bekerja dengan dad sebelum aku resmi menjabat menjadi CEO Boutier Empiere mungkin sekitar 23 tahun dia telah bergabung bersama dady.
Selain itu bu vika sangat berjasa dalam kegiatanku dia yang mengajari aku cara berbisnis dalam bidang real estate jadi aku sudah mengangapnya sebagai ibu ku juga.
“keadaannya sudah cukup baik dan stabil, hanya saja aku tetap harus membawanya operasi di singapura karena aku mendapat informasi disana ada seorang dokter spesialis yang sudah berhasil menangani banyak pasien seperti renald.”
“kau bisa pergi dengan pesawat pribadi milik ku jika kau memerlukan sesuatu telfone saja jimmy aku akan mengurus semuanya mam.”
“baiklah jika aku memerlukan sesuatu aku akan menelfone mu dan memberitahu jimmy" jawab bu vika dia sangat hafal dengan tabiatku jangan berdebat dengan keputusan ku karena itu akan sia-sia.
“baiklah terima kasih banyak mam, dan sopir hotel ini akan mengantarkan mam menuju bandara dan untuk biaya pengobatan renald aku sudah mentransfernya aku harap dia segera pulih kembali.”
Kataku sembari memeluk erat tubuh bu vika
“terimakasih richo kau sudah banyak membantuku aku sangat berhutang budi kepadamu, semoga kau cepat menemukan wanita idaman mu dan jangan lupa untuk memperkenalkannya kepadaku agar gosip murahan tentang kau dan jimmy itu segera sirna dan jangan lupa sampaikan salam ku kepada Damian dan Jessica aku sangat merindukan mereka.”
Katanya sembari berjalan meningalkan aku yang masih duduk di sofa yang kami tempati tadi sambil larut dalam pekerjaanku.
mengingat perkataan bu vika sebenarnya aku sudah menemukan gadis itu mam tapi aku masih berusaha memastikan perasaan ku saat ini.
Aku larut dalam pekerjaanku dengan laptop yang masih menyala di atas meja aku memeriksa beberapa document yang telah tertata rapi di meja kerjaku.
Memang aku tidak memiliki seketaris pribadi atau asisten pribadi karena aku sangat risih bila ada orang yang akan mengikuti dan memantau gerak-gerik yang aku lakukan. Bahkan bodyguard pun aku tidak punya dan sopirpun aku jarang memakai mereka kecuali aku sedang sangat lelah.
Terkadang momy atau dad juga bertanya kenapa kau tidak mengunakan jasa bodyguard atau supir dan sejenisnya.
aku hanya menjawab jika aku masih bisa melakukannya sendirian dan itu sangat menyenangkan.
Dan untuk seketaris pribadi di kantor aku tidak menggunakannya karena semua keperluan ku sudah terurus dengan rapi oleh ibu vika.
Segala jadwal rapat, materi rapat,dan beberapa berkas document rapat sudah tertata rapi di meja ku.
Jadi untuk apa aku harus mencari seketaris pribadi jika jimmy atau bu vika sudah mengcover itu semua dengan sangat baik dan aku sangat berharap jika gadis itu bisa mengantikan pekerjaan bu vika dengan sangat baik.
Meskipun baru 2 hari gadis itu bekerja di perusahaan ku tapi sejauh ini hasil pekerjaannya cukup memuaskan laporannya sangat rapi.
Gadis ini benar-benar tidak bisa di pandang sebelah mata dengan hasil pekerjaan yang sangat baik dan luar biasa cepat dalam melakukan tugas-tugas yang di kerjakannya.
Suara ketukan terdengar di telingaku
“masuk”
jawabku kemudian sosok yang paling sangat aku kagumi muncul di hadapanku aku akui gadis ini sangat berbeda dengan wanita lain di luaran sana.
Dia sangat menarik terlihat dari cara dia berpakaian sangat tertutup dan sopan tidak ada satupun cela yang memperlihatkan asset tubuh miliknya.
Blouse atau kemeja yang dia gunakan selalu terkancing hingga ke atas lengkap dengan stelan blezer yang membalut tubuhnya.
Tapi aku sangat tahu dengan jelas apa yang dia miliki sangat indah begitu bodohnya stward mencampakan gadis ini dengan berselingkuh dengan wanita lain.
Melepaskan berlian seperti gadis ini dengan membela wanita lain kemudian aku mengingat perkataan bejat Maxime beberapa tahun lalu di pernikahan gadis itu benar kata max gadis ini benar-benar indah.
Ia berjalan ke arahku dan menaruh laptop serta beberapa berkas di depan meja kerjaku aku memperhatikan gerakan tubuhnya dengan seksama.
Bagaimana dia berjalan menutup pintu kemudian menaruh benda-benda di atas meja kerjaku gerakan tubuhnya sangat angun.
Aku merasa dia bukan gadis biasa entah feelingku mengatakan sepertinya dia pernah belajar dalam lingkungan pendidikan asrama sehingga gerakan tubuhnya sangat angun dan gayanya selalu sopan.
Sepertinya aku harus melihat profil tentangnya nanti di divisi HRD.
Gadis itu kemudian duduk di kursi yang terletak di depan meja kerjaku kemudian menyerahkan beberapa dokument yang harus aku tanda tangani aku mengambil dokument itu dan memeriksanya dengan seksama. Kemudian dia menunjukan beberapa diagram progress yang telah dia buat dalam laptopnya aku memperhatikannya ketika dia menjelaskan kepadaku bahwa hotel dan resort ini mengalami peningkatan yang signifikan dan sangat baik.
Entah mengapa aku tidak bisa fokus dalam pekerjaanku kali ini aku juga bingung aku hanya bisa melihat wajahnya yang teduh sembari mendengarkan penjelasannya mengenai diagram yang telah dia kerjakan.
Aku lihat raut wajhnya mulai merah merona apakah gadis ini tengah gugup karena aku memperhatikannya dia sangat lucu wajahnya saat ini sudah hampir mirip kepiting rebus semburat merah itu menjalar di sekitar pipinya membuat aku gemas.
“em maaf sir apakah anda memahami penjelasan saya, saya rasa itu saja yang dapat saya sampaikan”
“ya saya memahaminya trimakasih elena” jawabku namun tetap memandangi gerak-gerik tubuhnya.
Gadis itu kemudian membawa laptop dan beberapa dokument yang telah aku tanda tangani aku masih terus memperhatikannya sebelum dia keluar dari ruanganku.
“elena aku rasa kau pasti laparkan karena kita sudah seharian ini membereskan beberapa dokumen. Dan lebih baik jika makan siang dahulu di restoran yang terletak di lounge hotel saya sudah sangat lapar”
ajakku sebelum dia meninggalkan ruanganku.
“maaf sir bukan maksud saya menolak tetapi masih ada beberapa dokument yang harus saya kerjakan” jawabnya hem aku tahu sepertinya dia sedang menghindariku.
Dari awal kejadian di hotel kanada dia meninggalkanku kemudian bersikap seolah tak ada kejadian apapun menarik sekali.
“bukankah kau juga belum makan siang? Ayo makan siang dulu bersamaku, aku tidak mau ada karyawanku yang terlihat kurus karena lelah bekerja”
aku masih terus berusaha memaksanya.
“tapi sir saya masih kenyang”
oh man keras kepala sekali gadis ini sepertinya aku harus mengeluarkan jurus andalanku.
“baiklah jika kau menolak maka konsekuensinya gaji kau bulan depan aku potong, bagaimana dengan penawaranku apakah kau masih ingin menolaknya”
skak matt akhirnya gadis itu menuruti permintaan ku juga.
Meskipun aku lihat ada raut wajah kesal perduli amet yang penting aku bisa memiliki waktu berdua denganya kali ini diapun mengikutiku kami berjalan beriringan menuju resto yang terletak di lounge hotel.
Sepanjang perjalanan menuju longe hotel entah sudah berapa banyak mata para wanita yang melihat ke arah kami dan aku melirik ke arah gadis itu sepertinya dia mulai gugup karena kami menjadi pusat perhatian.
Dan yang paling membuat ku kesal adalah tatapan karyawan laki-laki dan juga para tamu hotel yang memandang elena dengan tatapan kagum tatapan penuh puja sialan.
Jika saja aku bisa berbuat garang ingin sekali ku patahkan tulang iga mereka namun aku harus bisa mengendalikan diriku semua perasaan ini tidak boleh aku keluarkan sekarang bisa-bisa elena akan menjauhiku karena sifat posesifku ini.
kamipun sampai di salah satu resto yang berhasil aku kelolah dengan baik resto ini salah satu bisnis momy , karena mom sangat suka memasak.
Dan mom sangat berharap sekali aku bisa memiliki istri yang pandai memasak sehingga mom bisa bereksplorasi dengan resep-resep terbarunya.
Dady sering sekali merekomendasikan beberapa anak gadis dari rekan bisnisnya untuk dikenalkan denganku dan momy. namun entah kenapa mom selalu punya sejuta alasan untuk menolak mereka semua termasuk lindha.
Lindha memang sudah mengenal momy karena kami terpegok berdua dalam aparterment milikku dan momy langsung mengira jika aku dan lindha menjalin hubungan.
kemudian mom mencoba memberikan tes memasak kepada lindha.
Namun gadis itu gagal setelah dia mencoba untuk memasak belum memulai apapun saja gadis itu hampir membuat dapur apartermentku terbakar lucu sekali jika mengingat kejadian itu.
Sejak saat itu mom sangat tidak menyukai lindha selain dari penampilannya yang terlewat seksi mom juga menilai
“perempuan kok ga bisa masak” seperti itulah penilaian mom.
Tapi ada satu orang gadis yang entah mengapa mom and dady menyukainya meskipun aku belum bertemu dengan gadis itu namun mom and dady keras kepala sekali menjodohkan ku dengan seorang anak sahabat dady di italia yang aku ketahui ayahnya sersan penerbang.
Dan dady bersahabat dengannya sejak remaja entahlah bagaimana aku menjelaskan kepada momy tentang elena nanti karena aku sendiri masih belum yakin dengan persaanku kepada gadis itu.
Aku langsung menuju meja khusus yang telah di persiapkan setiap kali aku ingin berkunjung ke resto ini.
kemudian aku duduk di meja itu tanpa menunggu lama pelayan datang membawakan kami buku menu.
Aku memesan makanan yang menurutku menarik sambil melirik ke arah elena nampaknya dia sedikit bingung dengan menu yang di sajikan di resto ini.
Tak lama dia pun memesan satu porsi carbonara spagetti what? Aku sedikit kaget mengapa dia memesan makanan yang harganyapun tidak mahal hanya makanan sedarharna astaga yang benar saja fikirku.
“kau yakin tidak ingin mencoba menu yang lain? Tenang saja kali ini aku yang membayarnya”
aku bertanya kepadanya mencoba membujuknya untuk menganti menu yang lain.
Namun elena tak menjawab pertanyaan ku hingga aku selesai memesan makanan yang ingin aku makan siang ini akupun mengulang kembali pertanyaanku.
“mengapa kau tidak mencoba menu yang lain?”
“tidak mungkin sir, saya memesan dengan mengunakan uang anda itu sangat tidak etis menurut saya.”
jawaban itu benar-benar meruntuhkan pandanganku mengenai seorang wanita.
Ternyata di dunia ini gadis inilah satu-satunya wanita yang tidak menginginkan uangku meskipun aku telah melakukan one nigh stand dengannya namun dia sama sekali tidak ingin memanfaatkanku.
Kau benar-benar sesuatu elena aku benar-benar terkejut sesuai dengan dugaan ku sebelumnya bahwa elena adalah gadis yang berbeda.
jika aku mengajak salah satu teman wanita ku atau lindha untuk pergi makan bersama sudah pasti mereka akan memilih makan yang lezat tidak perduli jika harganya akan menguras kantong.
Setelah beberapa menit pesenan kamipun datang aroma yang keluar dari masakan benar-benar mengugah selera makanku siang ini momy benar-benar jenius dalam dunia kuliner.
Tak heran resto miliknya ini selalu masuk dalam nominasi restoran terbaik sepanjang masa setelah beberapa kali di adahkan lomba resto terbaik yang di dedikasi untuk pemilik resto yang ada di kota ini.
Aku menikmati makanku dan memperhatikan elena yang sedang bersemangat menikmati spagetti miliknya aku rasa dia pasti juga menyukai masakan yang di sajikan di resto milik mom ini.
Setelah selesai dengan makanan kamipun segera memangil pelayan untuk mengantarkan bill pesanan yang telah kami pesan tadi.
aku mengeluarkan beberapa lembar uang dari saku celanaku dan meletakkannya di samping piring makanku.
Kemudian aku melihat elena juga meletakkan uang miliknya disana oh god wanita ini benar-benar keras kepala sekali aku tidak habis fikir ternyata dia sangat menjaga harga dirinya dengan sebaik mungkin.
“apa kau tidak mendengar ucapanku tadi nona? Aku yang mentraktirmu hari ini jadi simpan saja uang mu itu”
“tapi sir, aku tidak ingin berhutang banyak padamu” jawab gadis itu.
Aku mengerutkan dahiku
“jika kau terus keras kepala aku akan memotong gaji pertamamu”
sahutku sembari berdiri dan bersiap meninggalkan resto milik mom.
Gadis itupun segera mengambil uang miliknya dan mengikutiku kami berjalan bersama menuju ruangan kerja kami.
“bagaimana jika saya membayarnya dengan mentraktir bapak makan siang jika ada kesempatan makan siang lagi dengan bapak saya jamin menu makanan juga tak kalah enak pak.”
Astaga gadis ini benar-benar mengemaskan hem sepertinya tawarannya sangat mengiurkan.
Akupun mengedipkan mataku dan tersenyum padanya dan gadis itu hanya melihatku dengan ekspresi bingung oh man !!!
aku benar-benar gila rasanya saat ini.
“baiklah aku menerima tawaranmu bagaimana jika kau mentraktirku nanti dengan masakan yang kau masak sejujurnya aku sangat menyukai makanan rumahan” jawabku sembari menatapnya.
Sebenarnya aku hanya bercanda saja sembari aku ingin mengetesnya apakah dia bisa memasak sesuai dengan keinginan mom untuk calon mantunya dan aku ingin sekali merasakan masakan buatannya.
“saya rasa saya tidak keberatan dengan permintaan bapak, saya kira bapak mau di traktir di restoran yang mahal kalau itu saya tidak mungkin sangup bisa-bisa gaji saya habis dalam sehari”
jawab gadis itu sembari tertawa.
Oh shitt senyumannya sangat mematikan lagi-lagi killer smile itu keluar membuat mata ini ingin meleleh.
“baiklah saya tunggu undangan dari kamu, dan lanjutkan pekerjaanmu dengan baik” jawabku sembari meninggalkannya menuju ruangan kerja milikku.