Lost My Wedding To Find You

Lost My Wedding To Find You
Wedding hurt part one



Elena ferguson:


Aku terduduk di depan meja rias aku memandang nanar diriku dalam kaca besar bagaimana aku bisa melakukan ini menikah dengan pasangan yang tidak mungkin mencintaiku.


Batinku terus menolak dan bergejolak untuk melakukan pernikahan ini. Dan otak ku juga berfikir keras apa yang harus aku lakukan untuk bisa membatalkan pernikahan ini aku tidak tega jika harus menyakiti hati Grandma. Apalagi aku tahu grandma sangat berharap dengan pernikahan kami berdua tapi disatu sisi aku tidak mau jika harus menjalani semua kepalsuan ini.


Dunia serasa seperti gelap gulita mencekam sangat gelap rasanya sepertinya apa yang aku jalani saat ini sangat sakit seperti mengengam pecahan kaca semakin erat mengengam semakin banyak darah yang akan keluar. Semakin aku mengorbankan perasaan ku semakin sakit rasanya detik demi detik jam terus berputar dengan gelisah aku melirik ke arah jam yang terletak di samping meja rias, aku berdiri di depan kaca besar ini masih bimbang dengan apa yang harus aku lakukan saat ini.


Terlihat dari pantulan kaca wajahku sangat cantik dengan dihiasi make-up natural sederharna dan juga tiara di kepala juga sudah di pasang serasi dengan gaun yang aku kenakkan. Seharusnya aku bahagia bukan bersedih di hari terbaik ku seharusnya aku merasa legah akhirnya mimpi kecilku terwujud. Tapi semua mimpi ku terasa hampa setelah bangkai dari semua ini sudah aku ketahui jauh-jauh hari apakah bisa aku melanjutkan pernikahan dengan kepalsuan seperti ini. Ahhh ya tuhan betapa sangat menyiksa sekali perasaa ku mengapa aku harus berada di simpangan jalan seperti ini. Aku menarik nafas keras bahkan sahabat ku Stella Cambrige pun sangat terlihat bahagia melihat aku akan segera menikahi pria yang selama ini ku puja setengah mati.


Namun stella belum mengetahui bahwa pria yang aku puja itu tidak lebih dari laki-laki ****. Aku belum siap untuk memberitahukan segalanya kepada stella apa yang telah ku lihat sebelumnya di aparterment sialan itu, aku bahkan masih menyimpannya sediri karena bibir ku masih terasa kelu jika mengingat semua itu. Tiba-tiba stella masuk kedalam kamar pengantin dan memeluk ku dari belakang


“hey bebs akhirnya kau akan menikahi pengeranmu. Kau terlihat sangat cantik seperti putri dari negri dongeng kau tahu aku sangat kagum padamu.” Stella tidak bisa berhenti menatap ku dengan penuh perasaan kebahagiaan tiba-tiba aku tak kuasa menahan airmata ku yang telah jatuh bercucuran tanpa henti.


“Hey apa yang kau lakukan bebs kau akan merusak make-up nya, kau tak boleh bersedih secara berlebihan sperti ini” dia merangkulku dan menyeka airmataku dengan tisu.


“kau harus tersenyum darling” aku hanya memeluknya dengan erat sangat erat karena binggung bagaimana caranya aku mencurahkan segala perasaan ku saat ini.


Waktu menuju pemberkatan pernikahan pun tiba ayah stward menjemputku untuk melewati altar bersamanya. Akupun keluar dari kamar pengantin bersama stella yang berjalan di belakangku sambil memegang ekor dari gaun ku, aku membawa bungga di tangan ku namun perasaan ku semakin tak menentu. Aku menuju altar berjalan beriringan bersama ayah stward kemudian di belakang kami moms bersama grandma dan juga stella bersama kekasihnya Rikoll Smith seorang arsistek di bidang property dan real estet. Aku lihat banyak tamu dan juga rekan kerja stward yang hadir juga wanita itu tanpa sengaja kami saling menatap mata dengan melihatnya di sana seketika saja dunia ku terasa berubah. Wajahku berubah sedikit sendu ketika secara langsung berhadapan dengan wajah stward di altar aku lihat dia telah berdiri di sana dengan raut wajah sedikit tegang. Aku langsung membuang muka ku ke arah lain rasa sakit ku telah memuncak di dalam dada ku saat melihat kehadiran wanita itu dan juga melihat Stward. Aku sudah berusaha menahan agar air mata ku tidak tumpah sedikitpun dan memasang tampang dingin di wajahku menutupi rasa sakit yang bergejolak dalam dadaku.


Oh god beri aku kekuatan agar aku bisa melakukan apa yang akan aku lakukan nanti aku harus tegar dan harus kuat aku tidak boleh terlihat lemah sedikitpun. Aku harus melakukan apa yang benar di pernikahan ini aku tidak ingin menjalaninya dengan sandiwara yang akan menghancurkan kehidupanku nantinya merusak segala mimpi yang aku miliki. Ketika kami sampai di depan altar pastur pun segera memulai pemberkatan dengan mengucapkan janji pernikahan, saat-saat terberat yang harus aku lalui hari ini.


“Stward Joseph maukah kau hidup dalam suka dan duka bersama Elena Fergusson dalam keadaan sakit maupun sehat?.” dan stward pun menjawab dengan tegas dan lugas “ya saya bersedia” dia mengucapkannya tanpa keraguan sedikitpun aku meliriknya sekilas dan dia hanya tersenyum.


Masih bisa-bisanya dia tersenyum manis padaku setelah kebusukannya aku ketahui, sekarang giliranku pastur itu bertanya


“ Elena Fergusson maukah kau hidup dalam suka dan duka bersama Stward Joseph. Dalam keadaan sakit maupun sehat?.”


Aku diam sesaat sebelum menjawab dengan tegas dan jelas “Tidak, saya Tidak ingin hidup bersama dengan tuan Stward Joseph bapa pastur yang terhormat.” Raut wajah bapak pasturpun langsung berubah menjadi binggung


“apa yang anda bicarakan nona” jawab pastur itu dengan raut wajah yang kaget. Dan aku lihat raut wajah Stward juga sama kagetnya dengan pastur itu raut wajahnya penuh dengan tanda tanya aku benar-benar muak dengan mu stward batin ku. Aku berjalan ke depan membelakangi stward aku melihat banyak sekali tamu undangan yang kaget dan merasa tak percaya dengan hal gila yang sedang aku lakukan saat ini. Aku melihat raut wajah grandma terpancar kesedihan namun sebelum melakukan ini aku sudah berdiskusi dengan nya bahwa aku akan membatalkan pemberkatan penikahan ini dan pergi menjauhi keluarga Joseph.


Aku melihat wajah moms yang tidak bisa lagi di jelaskan apa yang sedang dia rasakan saat ini, tapi aku tahu dia mendukung penuh apapun yang akan aku lakukan jika memang ini yang terbaik untuk kami semua. Aku melihat stella dan Rikoll saling berpegangan tangan dengan erat raut wajah mereka penuh dengan tanda tanya juga kecemasan menanti apa yang akan aku lakukan. Dengan penuh kekuatan aku berjalan menuju ruangan paduan suara di samping altar pemberkatan. Kemudian aku menampilkan foto mesra yang dilakukan Stward dan juga wanita itu yang ku ketahui bernama Percia Andresson di layar monitor. Sebelum acara pernikahan aku memang sengaja menyewa dektektif saat aku mengetahui jika Stward berselingkuh dengan mantan kekasihnya itu. Dan aku harus memiliki beberapa foto sebagai bukti perselingkuhan mereka untuk membatalkan pernikahanku dengan stward. Saat foto itu muncul satu-persatu di layar monitor seketika para tamu undangan heboh dan kaget sebagian dari mereka memandang tajam kepada wanita itu begitu pula dengan moms dan juga stella tapi tidak dengan grandma. Karena semua rencana ini adalah kemauan grandma agar ia bisa memberikan pelajaran yang setimpal untuk cucu kesayangannya yang telah berbuat kurang ajar dengan menghianati ku. Aku merasa kecewa dan marah sekali saat ini dan aku merasa bahwa sebaiknya aku tidak berada disini tetapi aku harus memberitahu semua orang bahwa ini semua bukanlah pernikahan atas dasar cinta. Aku berjalan dan berusaha tetap tegar ke arah Stward


“Kau lihat kau telah sukses meruntuhkan segalanya masa depanku dan juga segalanya selamat Stward kau berhasil.” ucapku dengan nada sinis penuh amarah entah darimana keberanian ini aku dapatkan aku berhasil membuka bangkai dalam hubunganku dengan stward.


“Kau telah membukakan mata hatiku yang selalu tertutup dan memuja mu nyatanya aku bukanlah orang penting dalam hidupmu.” stward hanya menunduk terdiam dan tidak melakukan apapun untuk membela dirinya mungkin dia sedang menahan rasa malu aku sangat tidak perduli. Aku menarik Percia yang saat itu masih terdiam mematung bersama para tamu undangan lainnya kemudian aku mearik tangannya. Aku mencoba melepaskan cincin pertunanganku dengan Stward dan menaruhnya dalam gengaman Percia.


“inikah yang kau inginkan nona kau berhasil mendaptkannya” lalu elena menarik tangan percia menuju altar tempat Stward berdiri dengan pastur yang akan melakukan pemberkatan pernikahan.


Elena membawa percia kesamping Stward dan melepaskan tirai yang di pakainya lalu meletakannya ke kepala percia.


“aku tahu kau tidak mencintaiku stward dan hanya mencintai perempuan ini kita tidak akan bahagia jika kau memaksakan pernikahan ini Dan kau tak perlu menikahiku dengan cara seperti ini.”


Elena menghapus air matanya dan menyerahkan mereka kepada pastur yang sedari tadi telah menunggu acara pemberkatan pernikahan.


“nona apakah saya harus menikahkan mereka berdua kau jangan membuatku bingung?” tanya pastur itu kepada ku dan aku pun menjawab


“nikahkan mereka karena aku bukanlah pengantin wanitanya.”


Elena pun berlari pergi meninggalkan altar meninggalkan sebuah impian masa kecilnya untuk bisa menikah di usia yang masih muda. Hari ini adalah hari terberat dalam hidupnya sekali lagi dia kehilangan sosok yang sangat di cintainya dia juga tidak memperdulikan tamu yang datang atau siapaun. Dia terus berlari menjauhi mereka menjauhi altar dengan mengatakan dalam hatinya bahwa apa yang dilakukannya saat ini adalah benar. Dia melepas sepatunya dan mengangkat gaunnya segera berlari keluar dari altar yang ada di hotel tersebut meskipun banyak mata para undangan yang melihatnya penuh haru dan penuh tanya dia tidak perduli. Karena saat ini yang dia butuhkan adalah tempat yang bisa membawanya untuk menangis dengan kencang ia juga tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seorang pria yang memperhatikannya. Dan dia telah melihat segalanya dari awal dia telah memperhatikan keberanian elena untuk menolak pria kaya itu. Dia juga melihat elena pergi dengan berlari dan menangis pria itupun segera berlari mengejarnya mengikutinya kemanapun elena pergi pria itu melihat elena mengendarai mobil keluar dari hotel dan segera mengikutinnya.


Elena mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedikit tinggi dan dia menangis sepuasnya di dalam mobilnya elena merasa marah, kecewa, terluka, dan sangat bodoh bagaimana mungkin dia mempercayai apa yang telah dilakukan Stward selama ini kepadanya. Pantas saja stward sangat dingin kepada elena ketika dia kembali bertemu dengan wanita itu dan mengenalkannya kepada elena ketika pesta pertunangan mereka di italia. Elena pun mengingat kembali awal pertemuannya dengan Stward yang terjadi sekitar 3 tahun silam waktu yang sangat singkat untuk memulai sebuah hubungan. Saat itu mereka bertemu di sebuah acara grand opening gedung Aparterment milik joseph empire yang di pimpin oleh Stward.


Awalnya yang diundang adalah Rikoll kekasih stella karena Rikoll lah yang mendisaine setiap inci bangunan tersebut tetapi saat itu Rikoll harus mengunjungi sebuah meeting di kanada. Dan dia menyuruh stella datang kesana dengan di temani elena untuk mewakilinya kami pun pergi ke acara tersebut malam itu, tanpa ku sadari malam itu yang telah mempertemukan aku dengan stward. Dia menghampiriku mengajakku mengobrol seputar hobi kami masing-masing aku merasa cocok pada awal pertemuan kami karena stward adalah orang yang humoris dan juga lawan bicara yang menyenangkan. Dari pertemuan itu kamipun menjadi sangat dekat dia sering mengajakku dinner atau menonton pertunjukkan opera bersama. Hampir setiap malam aku habiskan bersamanya kadang dia juga menjemputku di kampus saat itu aku masih kuliah di Havard University mengambil jurusan Master Buessines.


Hubunganku pun mulai berlanjut ke jenjang yang lebih serius ketika dia datang melamarku di italia di manshion milik moms dan kami pun mengelar pesta pertunangan di sebuah hotel milik ayah stward. Perayaan pertunangan kami sangat mewah di hadiri banyak tamu dan juga rekan bisnis stward termasuk wanita itu cinta pertama stward. Ketika itu stward yang menegenalkanku kepada wanita itu Percia Andersson seorang wanita dengan kulit putih bersih dan badan mungil dengan bola mata coklat hazelnut berambut coklat sangat serasi dengan sepasang mata indah miliknya. Dia mengaku kepadaku bahwa mereka hanya sebatas rekan kerja tidak pernah kusangka bahwa mereka adalah sepasang kekasih yang bertemu kembali.


Dan seminggu sebelum kami akan menikah aku menjenguk grandma di mansionnya yang terletak di Los Angles ketika aku sampai di mansion aku mendengar perdebatan grandma dan juga stward. Perdebatan panjang itu terdengar sangat serius dan aku terus menguping di ruangan depan dan menyadari bahwa stward tidak ingin melanjutkkan hubungan kami untuk kejenjang pernikahan. Dan yang paling menyakitkan untuk ku dengar adalah ketika stward mengatakan bahwa dia juga telah membuat wanita lain mengandung anaknya. Tapi permintaan stward ditolak dengan tegas oleh grandma dia tidak setuju stward menikahi wanita lain, karena grandma sangat menyukaiku selain itu juga karena undangan sudah tersebar ke berbagai rekan bisnis keluarga Joseph. Aku sangat tidak percaya tentang apa saja yang baru ke denggar jika calon suamiku menghamili wanita lain sebelum ia tidur denganku ia sudah tidur dengan wanita lain.


Bagaimana aku bisa meneruskan hubungan ini yang di dalamnya sudah bertabur duri. Membayangkannya saja membuat ku jijik dan mual aku pun menutup mulutku dan segera pergi ke parkiran mobilku sebelum mereka mengetahui kedatanganku. Saat itulah aku mulai mengetahui siapakah sebenarnya sosok pria yang selalu aku puja dia tidak lebih dari Jerk laki-laki **** assole. Saat aku menagis dalam mobilku aku melihat stward dengan wajah sedikit kecewa dan langkah gontai keluar dari mansion dan masuk kedalam mobilnya.


Segera aku menancap pedal gas mobil dan mengikuti mobilnya dari belakang dengan fikiran ku yang sangat tidak karuan. Hari itu sekali lagi dalam hidupku aku mengalami kesialan yang sangat tidak akan pernah bisa aku lupakan begitu saja. Aku sedikit kaget ketika mobil itu memasuki bassement parkir di sebuah aparterment di ujung jalan kota Los Angles yang aku tahu itu bukan aparterment miliknya. Aku mengikutinya masuk kedalam aparterment itu ku dengar dia meminta kunci kamar no 637. Setelah dia pergi menjauh masuk kedalam aparterment itu barulah aku masuk dan menemui resepcionist aparterment tersebut.


Aku meminta kunci ruangan 637 yang telah di tuju oleh stward namun petugas resepcionist tersebut tidak memberikanku akskes untuk mengambil kunci ruangan tersebut karena aku bukan pemilik ruangan itu. Dan dia mengatakan bahwa kamar itu adalah milik Miss Percia Andersson yang telah di sewa oleh tuan stward josep. Mendengarnya mengatakan itu airmataku tumpah tak terbendung saat itu jantungku mulai berkerja terlalu cepat karena kecemasan dan amarah. Lalu aku memohon kepadanya agar aku bisa di izinkan untuk masuk ke kamar itu akupun mengeluarkan berkas dari pengadilan yang menyatakan bahwa aku dan stward akan menikah dalam minggu ini.


Dia duduk dalam pangkuan stward tanpa mengenakkan sehelai benangpun di badannya ohh tuhan mengapa kau kirimkan aku sosok calon suami berhati iblis ini. Aku membanting pintu aparterment itu dan mereka berdua kaget setengah mati melihat kedatangan ku disana.


Seketika itu fikiranku kembali dalam keadaan sadar bahwa aku masih mengendarai mobilku dengan kecepatan penuh menerobos lampu lalu lintas jalanan kota yang saat itu sudah mulai merah. Aku membanting stir kemudi ke arah kiri menabrakkan mobilku dengan pembatas jalan kota New York aku mulai sedikit kehilangan kesadaranku oh tidak aku mendengar bunyi suara rem dari mobilku yang berderit sangat keras. Serta aku merasakan benturan yang cukup keras karena mobilku menabrak besi pembatas jalan dan mobilku terasa berguling beberapa kali aku melihat pecahan kaca mobilku berhamburan dimana-mana.


Tubuhku terguncang keras seketika itu aku merasakan disekelilingku mengelap semuanya hitam dan hanya bayang-bayang tapi aku masih berusaha untuk bisa mendengar. Samar-samar aku mendengarkan orang di sekelilingku mereka berkata dan berteriak oh ya tuhan atau oh astaga bahkan ada yang meneriakiku apakah dia sudah gila dan ada juga yang mendoakanku semoga tuhan melindunginya. Saat itupun aku merasa tubuhku diangkat oleh seseorang dia mendekapku sangat nyaman aku rasakan hangat tubuhnya tapi aku tidak bisa membuka mata ku. Dan aku terus berusaha menahan rasa sakit di kepala dan rasa nyeri di pelipis mataku saat aku berusaha membuka mataku aku sadar bahwa ada cairan menetes di pipiku ini mungkin darah. Tapi siapakah orang yang menolongku mengeluarkan aku dari bangkai mobilku jika petugas kepolisian atau petugas rescure aku rasa bukan karena aku tidak mendengar bunyi sirene mobil mereka. Aku hanya mendengar suara berat milik seorang pria yang berkata tolong buka pintu mobilku dan segera bawa wanita ini ke rumah sakit terdekat. ketika aku bisa membuka mataku dengan rasa perih yang sangat mengangguku hal yang pertama aku lihat adalah sepasang iris bola mata biru sebiru safir.


Menatap wajahnya sekilas hidung nya tinggi dan rahangnya yang tegas dengan bulu mata lebat membingkai sepasang mata teduhnya aku dapat mengingat sosok pria yang menolongku dengan ingatan ku yang samar-samar. Dan akupun langsung tertidur karena rasa pusing sangat berat langsung menghantam kepala ku dan mata ku sangat sulit untuk bisa terbuka karena pelipis mataku mungkin sobek terkena pecahan kaca.


Ketika aku mulai sadar dan membuka kedua mataku aku telah berada di ruangan rumah sakit dengan tangan yang masih terinfus dan perban yang melilit di kepala, tangan , dan juga kakiku.


Oh betapa lengkap sudah hidupku aku kehilangan cinta ku, mobil ku , dan bahkan juga hidupku aku merutuki kebodohanku dengan menuruti semua egoku hari itu. Aku berutung sekarang aku tidak kehilangan nyawaku aku mencari moms dan memperhatikan setiap inchi dari ruangan ini. Ruangan dengan bau obat-obatan dan didominasi dengan warna cat coklat gading beberapa meja juga sofa yang terletak di bawah jendela kaca besar mungkin ruangan ini berkelas VIP. Tiba-tiba aku mendengar suara pintu terbuka aku melihat moms masuk dan menutup pintu lalu memeluk ku sangat erat.


“ elena akhirnya kau sadar sayang moms sangat kahwatir dengan keadaan mu sejak kejadian itu” moms memeluk ku dengan erat dan menangis kencang aku pun mengusap usap punggungnya mencoba untuk menenangkannya.


“ kau tahu kau sangat beruntung ada seorang pria yang menolongmu dari kecelakaan itu sehingga kau tidak kehabisan banyak darah sayang.”


“ lalu dimanakah pria yang telah menolongku moms?”


“moms tidak tahu sejak kau ditangani oleh pihak rumah sakit dia segera pergi dan mengurus segala administrasimu disini moms bahkan tidak sempat bertanya siapa namanya.”


Aku menghela nafas panjang mendengarkan penjelasan moms mungkin dilain waktu aku akan bertemu dengan sosok pria itu pasti aku yakin kita akan bertemu kembali tuan tampan yang baik hati batinku dalam harap.


Tanpa terasa seminggu aku berada di rumah sakit ini setelah melewati beberapa kali pemeriksaan untuk kepalaku karena dokter memfonisku amnesia jangka pendek jadi ada beberapa hal dan juga beberapa peristiwa yang mungkin aku lupa tapi jangkanya hanya sementara saja.


Oh shitt mengapa aku tidak merasa lupa dengan penghianatan Stward padahal aku sangat berharap bisa melupakan moment itu. Aku tersenyum kecut melihat kondisiku saat ini dan saat aku menatap kaca jendela besar rumah sakit sesosok pria yang sangat aku hindari datang dia membawa satu buket mawar putih. Dan hanya ada dua orang yang tahu jika aku sangat mengilai wangi mawar putih moms dan pria itu dia adalah stward joseph.


Oh god mau apa lagi pria sialan ini datang kemari bukankah aku sudah melakukan apa yang dia inginkan yaitu membatalkan pernikahan kami dan menikahkannya dengan wanita pujaanya itu. Dia mendekatiku dan bersuara menanyakan kabar ku aku menjawabnya dengan dingin


“seperti yang anda lihat tuan saya baik-baik saja bagaimana pernikahamu apakah semua berjalan lancar?.” Jawabku tanpa menatap wajahnya bagaimana bisa aku menatapnya saat ini aku tidak bisa melakukannya karena perasaan ku masih tertuju padanya dalam kebencian. Aku tidak sanggup menatapnya terlalu lama itu membuat aku kembali mengingat peristiwa pahit yang berujung pada kecelakaan membuat seluruh badanku menjadi mummy.


Saat aku merasa benar-benar takut dalam gelap lelaki ini tidak ada disana dan mungkin dia telah melakukan pemberkatan dengan wanita yang di cintainya hari itu. Dan aku benar-benar merasakan hatiku telah hancur seperti kepingan bangkai mobilku yang juga hancur aku menatap jendela besar itu lebih dalam dan tidak menghiaraukannya rasa sakitku yang tidak bisa ditolelir lagi.


“aku belum melakukan pemberkatan apapun saat kau pergi meninggalkan altar aku juga belum menikahi dia kau tahu karena aku masih merasa sangat bersalah kepadamu” dia berkata kepadaku sambil menaruh buket bunga di meja samping tempat tidurku.


“Bulshiit aku tidak percaya apa yang kau katakan tuan stward joseph lebih baik kau tinggalkan ruangan ini jangan mencari ku lagi karena kita tidak memiliki hubungan apapun kau ingat itu.” Dia menatap ku lalu menjawab perkataanku


“sebegitu bersalahnya aku hingga tak ada lagi kata maaf kau tahu aku dan dia hanya sebatas kesalahan dan dari awal aku memang menyukai mu elena.”


Dia meraih tanggan ku lalu aku menghempaskannya sekuat tenaga membuang tangan ku dari gengamannya


“ jika kau mencintai aku tidak mungkin aku mendengar rencana mu untuk membatalkan pernikahan kita dengan grandma. Apa kau pikir aku akan mempercayai maksud busukmu jangan harap.”


Aku menjauh dari pandangan stward dan terus menatap jendela besar ini dengan tatapan kosong seolah aku sudah tidak bisa lagi merasakan cinta seolah semua mengejekku dan memojokkanku.


“dengar dulu penjelasan ku elena aku membatalkan karena aku tidak ingin kau tahu jika aku ini berengsek dan aku hanya berniat tanggung jawab atas bayi yang di kandungnnya tidak lebih.”


“oh tanggung jawab lucu sekali lalu kau mendatangi wanita itu di apartermentnya meminta wanita itu untuk bercinta dengan mu tapi sayangnya aku keburu memergoki kalian hahahaha lalu kau datang kemari dan mengatakan masih mencintaiku lucu sekali kau.”


“ itu tidak seperti yang kau lihat aku dan dia memang pernah menjalin hubungan sebelum bertemu dengan mu dan dia memutuskanku saat itu dia ingin mengejar karirnya di austria. Lalu kami bertemu kembali sebelum kita akan mengadahkan pertunangan dan aku menjadi dekat dengan wanita itu karena kami berada dalam project yang sama. Saat itu aku menghadiri acara yang juga di hadiri olehnya aku meminum banyak sekali vermounth malam itu sehingga aku tidak sadar jika mabuk berat. Dan malam itulah semuanya terjadi tanpa bisa aku cegah aku menidurinya hingga dia hamil dan aku juga baru mengetahuinya seminggu sebelum acara pernikahan kita.


Aku merasa bersalah dan berdosa kepadamu lalu aku meminta grandma membatalkan pesta ini karena aku tahu aku akan menyakitimu nantinya dan aku takut kau akan mencampakan ku. Setelah berdebat dengan grandma di manshion waktu itu aku ingin memberi tahu percia aku tidak bisa membatalkan pernikahan ku dengan mu aku tidak bisa melakukannya. Aku berkelahi hebat dengan dia agar dia bisa pergi dari New York dan menetap di austria tapi dia tidak mau dia terus memaksa ku dan mengodda ku untuk bisa tidur dengannya dan menikahinya. Dan aku tidak tahu jika kau telah berada di kamar aparterment itu aku benar-benar telah menyakiti mu elena maafkan aku.”


“tidak ada yang perlu kau jelaskan dan tidak ada yang harus aku maafkan pergi dari sini stward atau aku akan menghubungi polisi jika kau terus mengangu ku. Aku tidak butuh penjelasan mu karena semua sudah jelas kau berhianat jadi lakukanlah tugas dan tangung jawabmu jangan jadi laki-laki pengecut nikahilah wanita itu.”


Aku membanting buket bungga yang dia berikan kepadaku membuat vas yang menjadi tempat mawar putih itu pecah berhamburan di lantai. Aku sudah tidak perduli lagi dengan pria ini aku sudah muak cukup sudah dia mempermainkan hidupku aku sudah tidak sudi lagi melihatnya atau mendengar apapun yang dibicaraknnya. Setelah vas itu pecah dan menimbulkan suara penuh dengan kegaduhan perawat pun datang dan melihat ruanganku yang penuh dengan serpihan kaca


“usir pria ini suster saya tidak ingin melihatnya” teriakku penuh dengan amarah. Dan perawat itupun membawa keluar stward dari ruanganku lalu memanggil seorang cleaning services untuk membersihkan serpihan kaca yang berhamburan di lantai.


Tidak akan pernah ada kata maaf untuk mu stward karena aku telah menutup rapat hati ku tidak akan pernah. Aku mengahapus air mata ku dan kembali duduk di dekat jendela besar rumah sakit ini melihat banyak orang berlalu lalang. Tak lama kemudian moms datang dan memelukku mendekatiku mengusap rambutku kemudian menyuapiku dengan semangkuk bubur ayam kesukaanku. Sepertinya moms tahu jika tadi stward datang kemari dan aku mengamuk mungkin moms tahu dari perawat yang berjaga tapi moms tidak menanyakan apapun kepadaku dan hanya menyuapi aku bubur ayam ini hingga habis.


“sayang moms sudah menyiapkan tiket pesawat untuk kita setelah ini kita akan tinggal di italia moms harap kau menyetujui rencana moms.”


Akupun hanya menganguk mengikuti apa yang ingin moms lakukan aku membereskan barang-barang ku dan merapihkan beberapa pakaianku. Kamipun keluar dari rumah sakit internasional ini dan bergegas ke bandara internasional New York untuk penerbangan menuju italia.