
Richo bouttier:
pagi ini aku bangun seperti biasa segala rutinitas sebelum aku pergi ke kantor untuk berkerja. Beberapa hari yang lalu aku sengaja pindah di apartermen ini setelah mengikuti gadis itu pulang kerja selama dua hari berturut turut.
Aku putuskan untuk ikut pindah saja ke aparterment ini yah aku akui selera wanita ini memang cukup unik. Apartermen ini tidak terlihat mewah sama sekali namun cukup nyaman dan sistem keamanan nya cukup bagus.
Gadis itu benar benar memikirkan nya secara matang untuk tinggal di apartermen ini dan aku akui ini sangat nyaman. Alasan utama aku pindah kemari hanya untuk mencoba memantau gadis itu dan aku ingin mengetahui kepribadiannya secara diam diam.
Awalnya aku ragu untuk melanjutkan kegiatan ku sepertinya aku menjadi bodoh jika tetap melakukan hal ini dan seketika wibawaku berkurang. Tapi rasa penasaran dalam hati ku sangat mengusik bagaimana tidak wanita semenarik dia apakah benar tidak tertarik dengan laki laki.
Dan karena rasa penasaran ku yang terlewat konyol inilah aku memutuskan pindah ke aparterment ini. Namun sejak 2 hari aku pindah ke sini tak pernah sedikitpun aku melihat sosok pria lain yang masuk ke dalam aparterment miliknya.
Dan perasaanku menjadi legah semangat ku bertambah semakin mengebu gebu sialan. Gadis itu benar benar telah menarik segala perhatianku dan sepertinya kali inipun aku tidak bisa menghindar lagi darinya.
Handphone ku berdering aku menatap layar kaca handphone ku
" mau apa lagi wanita jalang ini menelfone ku" aku mengerutu dan menjawab telfone nya.
" hooney apa kau tak rindu padaku? kau susah sekali menjawab telfone ku sayang. Beberapa hari lagi aku kembali, Jadwal pemotretan ku akan berahir dalam beberapa hari ke depan aku akan menemui mu."
suara di sebrang telfone terdengar antusias sekali dan tanpa perlu di tebak aku sudah tahu pemiliknya Lindha patner sexs ku.
Aku menutup telfone ku ketika dia masih asik membicarakan berbagai liburan menyenangkan yang akan kami lakukan ketika dia kembali ke New York.
Namun aku ragu apakah aku bisa melakukannya dengan wanita lain? sedangkan tubuhku begitu mendambakan wanita bermata biru laut itu arghh sialan.
Aku menyeruput segelas kopi hangat hingga tandas fikiranku masih melayang jauh mendambakan wajah wanita itu. Semakin ku pendam hasratku semakin aku mendambanya oh maann !!! ini sangat menyiksa lebih menyakitkan karena aku tak bisa melampiaskan nya pada yang lain.
Aku bergegas menuju parkiran mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedikit tinggi. Aku sudah berusaha mati matian menolak segala ketertarikan ku dengan wanita itu namun upayah ku selalu gagal.
Aku sampai di kantor dan segera memasuki ruangan kerjaku. Arus lalu lintas pagi ini lumayan lenggang sehingga aku bisa lebih cepat sampai di kantor.
Cuaca pagi ini lumayan bagus sedikit lebih hangat di bandingkan beberapa hari yang lalu namun di siaran berita pagi ini. Mereka mengatalan jika nanti sore akan ada badai salju susulan sudah pasti sore nanti cuaca akan berubah sangat dingin.
Aku melihat meja kerja milik gadis itu dan sepertinya dia belum tiba di kantor.
"hey dude, tumben sekali kau pagi pagi buta sudah sampai ke kantor?" suara Jimmy sedikit membuat ku kaget.
"ada beberapa berkas yang harus ku kerjakan Jim. oh ya, jika kau senggang tolong kau tinjau kembali lokasi resort yang akan kita bangun di Florest dan segara kirim datanya padaku."
Aku hendak masuk kedalam ruangan ku namun Jimmy menahan langkah ku.
"rupanya kau dan ele sangat dekat mann. aku sangat menyukai gadis itu jika kau berniat serius dengannya aku rasa aku bisa mundur."
Astaga Jimmy pria introvet ini ternyata juga mengagumi gadis itu sialan sekali dia.
"Yeahh aku rasa cukup untuk pertanyaan itu Jim, kau tentu tahu jawabannya kan."
Dia hanya menyengir menjawab perkataan ku kemudian aku seger menuju meje kerjaku hem sialan Jimmy kenapa harus wanita itu yang dia kagumi.
Aku membuka laptop kemudian melanjutkan beberapa pekerjaanku dan mengirimkan beberapa e-mail mengenai RAB resort yang akan aku bangun di florest kepada elena rencananya aku ingin memperluas resort itu dengan sedikit pemugaran.
Karena pemandangannya sangat menarik aku benar-benar menyukai tempat itu karena bersatu dengan alam membuat pikiran menjadi benar-benar jernih dan bersih.
Aku memang memiliki beberapa rencana dalam minggu ini aku ingin pergi mengunjungi florest yang terletak di bagian timur pulau Indonesia.
aku ingin meninjau beberapa lokasi yang rencananya akan masuk dalam proses perluasan resortku nanti.
Aku pernah mendengar cerita dari Maxime tentang keindahan pulau tersebut karena max menjabat sebagai senior manager di Bali.
Dan dari ceritanya yang paling menarik minatku adalah labuhan bajo.
Aku memang merencanakan akan berkunjung ke florest beberapa waktu lalu namun semua jadwalku selalu meleset sehingga aku belum pernah menginjakkan kakiku di sana.
Karena beberapa jadwalku yang padat dan proyek yang harus aku urus di New York belum bisa aku tinggalkan begitu saja apalagi dengan kejadian Bu Vika yang resign dengan mendadak maka perjalanan ku pun terpaksa batal.
Menurut cerita Max di pulau itu benar-benar seperti di surga hamparan padang ilalang tersebar di berbagai tempat dan di bungkus dengan pemandangan indah gunung yang menjulang dengan lautan biru bersih seperti kaca bening.
Melakukan destinasi wisata di sana pasti tidak akan mengecewakan karena letak pulau itu sangat cantik dan hampir belum terjamah oleh tangan manusia yang melakukan pembangunan sehingga nuansa pedesaan sangat kental.
Bahkan pemandangan di sana juga tidak kalah menarik dari pulau dewata Bali pulau yang memiliki banyak tempat ibadah umat hindu berbicara mengenai Bali aku jadi ingat bahwa pulau itu juga indah.
Selain karena pemandangan alamnya yang menakjubkan pantainya yang selalu memanjakan mata serta keramahan penduduknya membuat aku betah berada di Bali.
Jika Bali indah makan Florest pasti sangat indah aku yakin itu.
Aku sangat tidak sabar ingin segera menjajakan kakiku di pasir pantai Florest yang putih bersih aku benar-benar iri saat melihat foto Max yang ia kirimkan dengan ku beberapa minggu yang lalu.
Sepertinya dia sangat menikmati pekerjaannya di sana karena bisa sekalian berpetualang ketika hari weekend menikmati pasir pantai atau sekedar berpetualang di hutan bebas.
Aku pun sudah sangat merindukan aktivitas hikking biasanya jika akhir tahun seperti ini aku selalu menyempatkan diri berlibur.
Sudah cukup banyak sekali gunung yang telah berhasil aku takhlukkan.
Aku menyukai pendakian karena dengan begitu jiwaku bisa lepas bebas tanpa suara bising telfone atau tumpukan berkas berkas.
Bersatu dengan alam membuat fikiran menjadi tenang hanya ada pohon, ilalang, juga sabana yang tersaji di depan mata.
Dering telefone berubah menjadi suara merdu burung burung membuat fikiran menjadi tenang.
Mulai dari gunung Everst yang terletak di Nepal dan juga perbatasan Tibet jejak pertama aku memulai hikking.
Dari gunung Everst inilah aku mulai kecanduan mendaki.
Pemandangan yang tersaji di sini cukup memanjakan mata dengan hamparan salju yang tersebar di mana saja.
Untuk menyelesaikan pendakian disini aku menghabiskan 2 minggu lebih.
Karena cuaca yang tak menentu maka aku menghabiskan banyak waktu saat mendaki gunung ini.
Dua tahun yang lalu aku juga selesai mendaki gunung Mont Blanc yang terletak di sekitar eropa barat. Selain terkenal untuk jalu bermain ski gunung ini juga sangat menantang untuk aktivitas hikking.
Salju bertebaran dengan cuaca yang lumayan dingin jalur pendakian di gunung ini juga sama extreme dengan jalur pendakian gunung Everst.
Selain cuaca yang selalu berubah para pendaki pun di hantui oleh penyakit Hipotermia. Karena perubahan cuaca extreme juga badai salju saat melakukan pendakian.
Juga jalur pendakian yang sangat rawan longsor pun sering memakan banyak korban.
Meskipun pada setiap kegiatan hikking selalu memiliki resiko yang besar namun aku sangat merindukan aktivitas itu.
Dan di Indonesia banyak sekali gunung yang bisa untuk dijadikan wisata hikking aku ingin sekali mencobanya.
Dengan suasana hutan tropis sangat jarang sekali aku temukan di pegunungan sekitar Eropa.
Bahkan karena aku sangat tergila gila oleh kegiatan berpetualang momy pasti selalu menyuruhku untuk membawa wanita yang aku temui ketika aku pergi berlibur.
Dan tentu saja harapan nya yang satu itu selalu saja gagal, aku tidak pernah membawa wanita lain dalam pertualangan ku.
Namun mungkin kali ini akan berbeda sepertinya aku harus melakukan beberapa perubahan dalam perjalanan ku nanti.
Aku mengambil buku agenda pribadi milikku dan mencatat beberapa kegiatan yang akan aku lakukan dalam seminggu kedepan aku memang selalu mencatat apapun yang akan aku lakukan.
Bukan karena aku pelupa namun agar aku bisa menempatkan kegiatanku sesuai dengan jam yang telah aku tentukan agar semua rencana milikku berjalan sesuai dengan waktunya masing-masing.
Aku larut dengan pekerjaanku dan dokument yang harus aku selesaikan dalam minggu ini, beberapa tumpukan dokument telah selesai separuhnya aku kerjakan dan sebagian juga sudah aku periksa dan tak lupa untuk aku tanda tangani.
Aku merebahkan tubuhku di sofa panjang yang berada dekat jendela besar yang mengarah ke jalanan kota setelah aku selesai dengan pekerjaanku dan mematikan layar monitor komputerku.
Aku merengangkan tubuhku yang terasa kaku dan sedikit lelah di atas sofa sembari berfikir mungkin akan sangat menyenangkan jika dalam perjalanan pekerjaanku nanti aku membawa elena.
Biasanya juga Bu Vika suka ikut bersamaku dalam kunjungan pekerjaan yang aku lakukan di luar negri dan mungkin dengan mengajak elena aku bisa lebih dekat lagi dengan gadis itu.
Aku bisa mengenal kepribadiannya jika aku bisa mengajaknya dalam perjalanan ku kali ini lagipula gadis itu juga sangat nyaman di ajak bercerita sehingga aku tidak akan bosan nanti selama perjalanan panjang menuju Florest.
Aku tersenyum dalam hati dan mencoba memejamkan kedua mataku mencoba mengistirahatkan tubuhku yang terasa sangat lelah.
Dalam beberapa minggu ini aku sama sekali belum beristirahat secara cukup karena banyak sekali dokument meeting yang harus segara aku pelajari sehingga sebagian tenagaku terkuras habis dengan tumpukan dokument.
Aku terlelap cukup lama lalu kemudian aku sedikit terbangun karena mimpi kaget sialan entah mengapa belakangan ini aku sulit sekali merasakan tidur dengan nyaman selalu saja bermimpi dan berahir dengan bangun dalam kondisi kaget.
Aku melihat jam yang melekat di pergelangan tanganku sudah pukul 6 sore aku segera membereskan beberapa jadwal pekerjaanku kemudian segera bergegas menuju aparterment.
Mungkin sebaiknya jika aku memangil beberapa terapis pijat malam ini aku benar-benar memerlukan sedkit rilexsasi untuk tubuhku yang terasa kaku ini sebelum nanti malah jadi semakin parah.
Aku keluar dari ruangan menuju tempat parkiran mobil saat aku melewati depan ruangan pantri karyawan mata ku menangkap pemandangan yang aneh.
Aku melihat gadis itu sedang berpelukan dengan Camelie salah satu staff kantor ku yang berada di divisi Finance apakah mereka saling kenal sebelumnya sepertinya mereka terlihat sangat akrab.
Aku memperhatikan mereka yang sedang asik mengobrol bersama ternyata gadis itu sangat humble kepada siapapun.
Aku menghampiri mereka dan mereka langsung berubah diam tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut mereka.
Sialan apakah wajahku menyeramkan? mengapa mereka malah jadi pucat pasi begitu? akupun menegur mereka berdua.
“mengapa kalian berdua masih berada disini? Jika tidak ada pekerjaan yang dateline kalian bisa pulang segera, karena jalanan malam tidak aman untuk wanita seperti kalian terutama kau Elena.”
Aku memberikan sedikit penekanan pada saat aku menyebut namanya.
Cameli hanya membalas perkataan ku dengab senyuman tunduk dan gadis itu hanya membisu dengan raut wajah yang sedikit kaget.
Apa apaan dia mengapa selalu raut wajah dingin yang selalu tampil di wajahnya jika kami bertemu.
Sampai kapan kah wanita itu akan selalu memasang jarak jauh terhadapku? benar benar Membingungkan.
Aku menatap ke arah mereka berdua kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka menuju parkiran entah perasaan ku saja sepertinya mereka sedikit kaget melihat ekspresiku barusan.
Setelah sampai di lantai bassement aku langsung masuk ke dalam mobil milikku sepertinya nanti malam ini salju akan turun dengan lebat karena hembusan angin terasa sangat kencang dan dingin menyentuh permukaan kulitku.
Aku masih memikirkan bagaimana caranya agar wanita itu mau ikut bersama ku dalam acara opening perlombaan resort di New York nanti.
Acara itu diadahkan beberapa hari lagi tapi jangankan berbica padanya begitu melihatku saja sepertinya dia langsung kabur.
Besar kemungkinan aku juga akan bertemu kembali dengan Stward Joseph dan aku memang sengaja mengatur pertemuan ini.
Aku ingin melihat apakah masih ada binar cinta di mata gadis itu saat melihat kembali mantan tunangannya itu.
Yah meskipun aku tidak yakin apakah gadis itu masih mencintai Stward namun tidak ada salahnya juga bila aku coba.
Aku mengirimkan beberapa e mail kepada Maxime untuk mengirimkan aku gambar mengenai letak startegis resort yang akan aku bangun nanti di Florest.
Kemudian aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang karena jalanan kota sangat semerawutan ketika jam pulang kerja seperti saat ini.
setelah sampai di aparterment aku langsung menuju kamar dan bersiap untuk memanggil kasa terapis.