Lost My Wedding To Find You

Lost My Wedding To Find You
Kencan Gila



Elena Fergusson :


Dia mengandeng tangan ku ketika kami melangkah masuk ke dalam butik dan di sambut ramah oleh beberapa karyawan butik.


Aku hampir saja merasa salah tingkah oh tuhan ingatkan aku jika ini hanya sandiwara catat sandiwara.


Astaga pandai sekali bos gila ini bersandiwara membuat aku sangat kesal dia memperlakukan aku selayaknya seorang kekasih yang benar saja.


" Aku akan menunggu di sini kau pilih lah beberapa yang kau suka babe "


Aku hanya memutar bola mataku dengan malas rasanya telinga ku gatal mendengar dia mengucapkan kata babe.


Ku akui bos gila ini sangat pandai sekali memerankan permainan nya hem lihat saja nanti kau atau aku yang akan termakan dalam permainan sialan ini.


Aku memutari beberapa tempat di dalam butik terlalu banyak gaun ataupun dress yang bertebaran di sana sini.


Namun dari semua gaun ataupun dress yang ada tentu saja harganya sangat jauh dari gaji ku bulan ini.


Aku mendengus kesal bagaimana bisa butik seluas ini tidak ada satupun yang menarik minat ku untuk memakai satu pakaiannya.


Dan saat aku masih terus mencari aku menemukan dress sederharna berpotongan rendah bergaya ala western.


Dress berwarna hitam dengan paduan kain lace brokat membuat tampak sederhana namun tetap elegan.


Model dress ini sepertinya sangat sempurna karena lengannya yang di lapisi kain brokat aku tidak perlu lagi terlalu mencolok menggunakan aksesoris.


Aku memilih dress ini dan memberikannya kepada seorang karyawan butik.


" Anda memilih baju yang ini miss"


Dia bertanya kepadaku namun pandangan matanya tetap tertuju pada bos gila itu sialan seprtinya wanita ini mulai terjerumus dalam aura bos gila itu.


" yeah satu ini boleh saya mencobanya dimana kamar pass untuk mencobanya. "


Dia segera memandangku kembali dan langsung menunjukkan aku arah menuju kamar ganti.


" Ada di sudut ruangan sebelah sana miss, mari saya antarkan."


Aku mengikuti langkah kaki karyawan butik menuju ruang ganti.


Jantung ku mulai berdetak tidak normal rasa berdebar semakin kencang aku gugup.


" ayolah Elena santai saja ini hanya bagian dari drama jangan terlalu tegang"


Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri namun tetap saja keringat dingin mengucur deras.


Sangking derasnya keringat dingin yang mengucur di beberapa bagian tubuhku membuat baju kerja yang ku pakai sedikit basah urghhh sialnya.


" Silahkan miss ini dressnya dan saya akan menunggu anda di sini, jika ada yang perlu ku bantu katakan saja aku akan segera menyusul ke dalam. "


Aku hanya tersenyum dan segera masuk kedalam kamar ganti.


Aku menatap wajah ku di cermin dan keraguan pun muncul kembali yah hati ku masih meragukan apa yang akan aku jalani ini.


Secepat kilat aku mengganti pakaian kerjaku dengan dress yang telah aku pilih tadi.


Aku memutar tubuhku di depan cermin besar sepertinya sempurna dress ini melekat pas di tubuh ku.


Ya tuhan pasti menyenangkan jika ini nyata jika semua ini yang aku jalani bukan sandiwara.


" Apakah anda perlu bantuan saya miss ?"


Suara karyawan butik dari luar ruangan ganti segera menyadarkan aku dari lamunan.


" Eh tidak perlu saya sudah akan keluar. "


Aku keluar dengan mengenakan dress itu dan karyawan butik hanya memandangku dengan tatapan kagum.


" Saya rasa dress ini sangat cocok dengan anda miss, anda terlihat sangat mempesona.


Apakah anda tidak ingin kekasih anda melihatnya."


Hemm dia bukan ke kasihku ingin sekali aku meneriakan kenyataan ini namun aku masih waras untuk mengurungkan niat ku.


" Aku rasa tidak perlu jika menurut mu bagus aku akan memilih yang ini saja. "


" Baiklah jika anda tidak berniat memanggil kekasih anda miss.


Sepertinya anda ingin membuat sedikit kejutan agar dia terpana saat melihat anda wah itu manis sekali."


Aku tertawa hambar dan segera masuk kembali kedalan ruangan ganti.


Astaga apa itu tadi katanya memberi kejutan hem yang benar saja mana mungkin bos gila itu perduli dengan apa yang aku kenakan nanti.


Aku keluar dari ruangan ganti dan menyerahkan dress itu kepada karyawan butik.


" Saya yakin jika kekasih anda melihat anda mengenakannya nanti pasti dia akan merasa kagum.


Pilihan anda sangat tepat sekali miss saya jamin dia pasti tidak akan berkedip. "


" Astaga benarkah? "


Aku hanya bisa menjawab perkataan nya dengan senyuman palsu.


Andai saja dia tahu apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan bos gila itu apakah dia masih akan memuji ku seperti itu.


Karyawan butik segera mengantarkan aku kembali menemui bos gila itu.


" ini dressnya miss anda bisa menyelesaikan pembayaran nya di kasir kami, terima kasih banyak sudah mampir kami tunggu kedatangan anda kembali. "


Aku hanya tersenyum singkat sembari mengambil bungkusan dress dari tangan karyawan butik.


Jangan harap deh gue mau balik lagi ke butik ini dan sepertinya tidak akan mungkin aku kembali.


" Hanya satu yang akan kau pilih aku kira kau akan memilih tiga atau lima. "


" Whatt memangnya aku mau jualan baju beli sampai sebanyak itu.


Ini aja cukup koq lagi pula aku ga suka pemborosan seperti anda mentang mentang gampang cari uang. "


" Kan mulai deh ngambeknya kamu lucu loh kalau lagi marah marah gini saya suka."


Aku hanya melotot kesal mendengar ucapannya itu.


Setelah selesai melakukan pembayaran di kasir dia kembali menghampiri ku kemudian memeluk pinggang ku dan menarikku agar berjalan mendekat ke arahnya untuk keluar dari butik.


Sampai di parkiran butik rasanya darah ku mendidih sepertinya drama sialan ini hanya akal akalannya agar bisa leluasa menyentuhku kembali.


Sialan memangnya dia kira aku wanita murah yang bisa di sentuh lalu di campakan begitu saja aku kesal bukan kepalang.


" Cukup basa basinya saya bisa masuk ke dalam mobil sendiri pak. "


Aku masuk kedalam mobil dan menutup pintu dengan kasar peduli amet deh kalau dia merasa tidak nyaman dan aku bakalan di pecat.


Otomatis beban fikiran ku karena drama konyol ini menghilang daripada harus menahan getaran aneh setiap kami bersentuhan.


Dia duduk di samping ku kemudian tersenyum ramah astaga bukan nya kesal dia malah memberiku senyuman manis urggggghh.


" Kamu kenapa sih marah terus saya ada salah ya? Atau kamu mau kita makan dulu sebelum pulang. "


" Ga perlu saya udah kenyang pak, kita langsung pulang aja. "


Dia hanya diam dan langsung menyalakan mesin mobil.


Raut wajah nya kembali menjadi serius dan sangat dingin membuat aku menjadi salah tingkah.


Setengah jam kami habiskan waktu di jalanan membelah keramaian kota.


Yah New York memang tidak pernah tidur hiruk pikuk nya tidak pernah sepi dari banyaknya orang yang berlalu lalang.


" kita mau ngapain lagi sih pak ? Kenapa ga langsung pulang aja saya agak pegel nih."


Aku mulai protes ketika mobil yang kai tumpangi berhenti di halaman sebuah cafe burger.


" kalau saya berhenti di sini bearti kita harus makan kamu yakin ga mau ikut makan? Wajah kamu sepertinya sudah tidak sabar untuk segera makan."


Aku masih merengut di dalam mobil betapa pria gila ini benar benar menyebalkan.


Dia kembali tersenyum kijil menggoda oh ya tuhan pria tengil ini sepertinya sangat sangat kepala batu.


Aku segera keluar dan mengekorinya di belakang langkah kakinya yang panjang membuat aku harus berjalan cepat agar tak tertinggal.


" saya jamin kamu bakalan suka makan burger di sini menunya istimewa banget."


Kami duduk di pojok ruangan dekat dengan jendela besar dan aku hampir saja kaget melihat pengunjung yang datang.


Cafe ini memiliki pengunjung yang lumayan banyak untuk golongan cafe burger pada umumnya.


" Hey dude lama sekali kau tidak muncul aku kira kau sudah tenggelam dalam pekerjaan."


Suara barinton seorang pria membuatku terkejut. Pria itu menghampiri kami aku termenung apakah pria ini pemilik cafe ini.


Tampangnya tidak mencerminkan seperti pemilik cafe malah cenderung seperti tukang tato.


" Yeah aku baru sempat mampir sekarang seperti biasa dua burger special dan segelas cocktail.


Apakah kau ingin minum yang lain Elena ?"


"Tidak sepertinya cocktail buah tidak terlalu buruk aku mau segelas."


" Okey Louise dua gelas cocktail dengan burger special milik mu."


" Okey aku akan kembali beberapa menit lagi enjoy for your dinner dude."


"Apakah dia pemilik cafe ini?"


"Menurut mu bagaimana? Apakah dia terlihat seperti waitters?"


"Kau bercanda tentu tidak hanya saja ku fikir dia tukang tato hahahahhaaha."


"Apa tukang tato? Hahahaha yeah secara global mungkin pernyataan mu tidak salah.


Louise memang seperti tukang tato tapi dia koki yang sangat profesional dulu dia pernah berkerja padaku namun sekarang dia sukses mendirikan usahanya sendiri."


"Oh ya? Wah menakjubkan sekali aku juga ingin membuat lestoran suatu saat nanti."


" Really ? Kau apakah kau bisa masak?"


" Yah tentu bisa aku sangat senang memasak bisa dibilang itu hobby terpendam ku jika aku memiliki waktu luang."


"Wah kapan kapan bisa nih saya mencoba masakan yang kau masak lumayan kita tak perlu membuang waktu di tempat ramai seperti ini."


"Ada apa dengan tempat ramai ? Apa kau merasa tak nyaman? "


" Entahlah aku merasa seperti ada seseorang yang selalu menguntit ku tapi itu bukan masalah. Lain kali kita akan membahas nya sekarang mari nikmati burger specialnya."


Pembicaraan kami terputus ketika Louise datang dengan makanan yang kami pesan tadi.


Wangi dari daging Panggang di balut keju rempah dan roti renyah menggugah selera makan ku.


" Aku kira kau tidak lapar tapi sepertinya burger ini membangkitkan selera makan mu elena. "


" Sebenarnya aku sedikit lapar juga seharian ini aku tidak sempat makan siang. "


" Sory jika aku membebankan banyak pekerjaan padamu yeah mungkin juga Vika akan kewalahan jika dia menjadi seperti mu saat ini. "


" Saya senang jika memiliki banyak waktu yang sibuk daripada waktu luang. "


"oh ya mengapa begitu? "


" Entah rasanya dengan sibuk waktu berasa cepat berlalu yeah mungkin ada banyak hal yang ingin segera saya lewati. "


"Okey cepat habiskan makan malam mu dan kita akan segera menuju apartemen besok jadwal libur tapi aku punya rencana lain untukmu."


Aku memakan burger ku dengan penuh kenikmatan setidaknya bos gila ini tidak berbohong padaku mengenai burger ini.


Cita rasa burger ini sangat nikmat renyah namun tidak garing malah terkesan sangat lembut.


Dagingnya sempurna dengan saus balck paper yang sangat fantastis rasanya seperti punya karakter sendiri.


"Bagaimana burger disini tidak mengecewakan kan lain kali kita harus datang kembali."


what lain kali Hem apakah dia benar serius dengan drama gila ini?


Entah rasanya aku seperti takut bukan takut jika drama ini akan berakhir.


hanya saja aku masih merasakan banyak ketidak nyamanan dengan hatiku dan juga rasa trauma uang masih belum hilang.


Tapi sejujurnya aku merasa nyaman berada di dekat pria gila yang menyebalkan ini mungkin terdengar tidak masuk akal.


Namun sejauh ini aku merasa seperti ada sesuatu yang menggelitik dalam benakku jika dia menatap mataku.


" yeah boleh juga rasanya sangat tidak mengecewakan bagaiman jika kita segera pulang."


" okey ayo kita pulang tenang malam ini aku yang traktir "


Dia mengeluarkan beberapa lembar uang dan segera memeluk pinggang ku kami keluar bersama sembari berpamitan dengan Louise.


Astaga hari ini benar benar sangat melelahkan seharian ini aku harus merasakan ketegangan setiap kali kami bertemu.


Di dalam mobil selama perjalanan menuju apartemen aku hanya membisu namun aku tahu dia tak berhenti menatap wajahku.


kapanpun ada kesempatan sudut matanya selalu tertuju padaku ya tuhan tahu kah dia aku merasa melayang.


Semoga saja aku bisa mengakhiri drama ini tanpa merasa luka dan kehilangan.


yah aku harus selalu berusaha menjaga hati agar tidak jatuh pada pria gila ini.


kami sampai di apartemen dan dia berjalan di sampingku sampai aku menuju kamar milikku.


" tidur ini sudah malam besok saya akan mengajak kamu ke suatu tempat yang pasti akan menyenangkan."


" okey thanks sudah banyak traktir saya malam ini."


" Tapi saya tidak bilang itu semua gratis ya saya minta gantinya nanti."


"what jangan bilang anda akan memotong gaji saya bulan depan"


" hahahaha ya kalau itu tidak seru nanti saya pasti akan meminta bayaran yang lebih asik."


Sialan aku langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintu ruangan tepat di depan matanya.


Dasar laki laki mesum awas saja nanti jika dia berani mencuri ciuman dariku tidak akan aku biarkan dia semudah itu mempermainkan ku.


Aku masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhku di bawah guyuran air shower.


Lelah ya aku rasa aku sangat lelah tapi sepertinya aku belum mengecek e mail dari tadi siang.


Selesai mandi aku membuka laptop dan langsung masuk ke akun e mail biasanya Stella mengirimkan beberapa e mail.


kadang juga aku bercerita banyak hal padanya melalui e mail.


Dan Satu notice pesan masuk ke dalam email milikku tapi aku tidak mengenal siapa pemilik akun e mail ini.


Aku membuka e mail dari orang asing ini dan isinya sangat mencekam keringat mulai bercucur tipis di wajahku.


isi e mail ini sangat menganggu fikiran ku siapakah pengirim e mail gelap ini tapi yang pasti dia sepertinya tahu kehidupan ku.


( dari : unfaild.killyou@gmail.com)


Kamu wanita ****** saya tahu aib murahan mu jika kau masih ingin hidup jauhi dia.


Isi Email ini singkat padat juga jelas namun aku masih bingung siapa orang di balik e mail hantu ini.


Suara telfon kemudian berbunyi membuat aku sangat kaget siapa orang asing yang menelfon melalui interkom rumah.


Aku mengangkat telfon dan tidak ada suara siapapun dari gagang telfon hanya suara angin yang bertiup dan hening.


Sialan aku langsung menutup gagang telfon dan memutus kabel telfon dasar orang gila bisanya hanya meneror.


Aku menuju ke ranjang milikku setelah memastikan segala ruangan terkunci rapat dan tertidur lelap dalam gelisah.