Lost My Wedding To Find You

Lost My Wedding To Find You
Italia



Elena fergusson:


Aku duduk di bangku pesawat dekat dengan jendela pesawat. Mencoba memandangi awan awan yg menggumpal seperti manisan kapas. Selamat tinggal New York selamat tinggal masa lalu selamat tinggal kenangan. Aku harap setelah ini aku bisa menata kehidupanku lebih baik lagi tanpa melukai hati. Aku memejamkan mata ku berusaha mengubur semua kenangan yang bermunculan dalam benakku. Aku menyesali mengapa amnesia ku tidak berat sehingga aku dapat melupakan semua kejadian yang telah terjadi dan terlahir kembali menjadi manusia yang baru.


Ahhh aku menghela nafas panjang dan aku lihat moms sudah terlelap di bangkunya. Aku merasa sangat sedih ketika melihat moms yang sangat lelah mungkin aku mbuatnya terlalu banyak berfikir. Maafkan aku moms aku tahu aku membuat mu kecewa dengan semua skandal ini. Mungkin ini terlalu berat untuk kita lalui moms tapi aku sangat bersyukur karena memilikimu batinku dalam hati. Samar-samar aku mendengar suara pramugari mengigatkan para penumpang untuk segera memakai sabuk pengaman. Karena kami sudah sampai di bandara italia dan akan mendarat dengan sempurna.


Aku pun segera memakai sabuk pengamanku dengan sedikit berpegangan erat kepada kursi ku. karena aku memang sedikit takut ketika pesawat akan lending ataupun take off. Yah mungkin terdengar sedikit kampungan tapi aku memang selalu tegang seperti ini jika harus berada di pesawat kalian boleh menertawaiku jika kalian ingin. Setelah pesawat landing dengan sempurna aku dan moms keluar dari pesawat menuju bandara karena di sana sudah ada beberapa karyawan pekerja butik moms yang akan menyambut kedatangan kami.


Selama perjalanan menuju manshion aku hanya diam dengan fikiranku yang melayang jauh entah kemana. Dan aku sangat membenci keadaan ku saat ini begitu lemah karena kehilangan cinta menyedihkan. Moms memandangku dan mengelus rambutku sama seperti saat aku masih kecil dulu.


“ sayang moms rasa mungkin kau mau membantu moms mengurus butik agar kau memiliki kesibukan disini bagaimana menurutmu sayang?.”


Aku hanya menganguk pasrah mengikuti apapun rencana moms karena sejujurnya rasanya batin ku masih belum tenang dan fikiranku pun masih belum sadar sepenuhnya. Aku membuka handphone ku dan mendapati banyak sekali pesan dari stward dan juga stella aku menghapus semua foto ku dengan stward di media sosial dan juga galeri handphone ku.


Lalu aku mematahkan kartu ponsel dan menganti nomer handphone ku dengan kartu yang baru. Yang telah aku beli di salah satu toko seluler saat berada di bandara tadi.


Setelah sampai di depan pintu masuk manshion, moms menyuruhku untuk segera beristirahat di dalam kamar yang aku tempati semasa kecil dulu. Aku pun berjalan masuk ke dalam manshion yang sudah beberapa tahun ini tidak pernah aku kunjungi mencoba meningat kembali masa-masa kecilku di rumah ini.


Lucia datang menyambutku dengan ramah dia adalah pelayan di manshion ini sejak aku masih berusia 5 tahun dan aku telah mengangapnya seperti ibu kedua ku.


Dia mengantarkan aku menuju kamar yang aku tempati ketika aku masih kecil tidak ada yang berubah dari kamar ini terkecuali badcover yang selalu di ganti suasana sangat nyaman jauh dalam hati aku merindukan kamar kecilku ini.


“apakah anda ingin saya sediakan air panas untuk berendam sayang?”


“tidak Lucia aku rasa aku hanya perlu beristirahat sebentar.”


“Baiklah jika kau menginginkan sesuatu kau bisa memangilku, aku berada di taman belakang. Beberapa tahun ini kami berdua mencoba menanam mawar kertas apakah kau ingin melihatnya?”


"kurasa aku ingin beristirahat sebentar lucia." Dia pun hanya menatap ku dan beranjak keluar pintu kamar.


Aku hanya mengangukkan kepalaku dan melihat Lucia pergi dan menutup pintu kamar. Entah mengapa rasanya nyaman sekali aku jadi teringat masa kecilku aku dulu sering tidur di kamar ini dengan Lucia karena moms kadang harus pergi ke paris mengurus butik disana.


Semenjak dady meninggal di usia ku yang menginjak 6 tahun moms harus membesarkanku sendirian hingga saat ini dan aku sering sekali mengodanya untuk menikah kembali. Namun jawaban moms selalu sama bahwa hanya dengan memilikiku dia sudah merasa sangat bahagia aku tersenyum mengingat semua perkataan moms dia sangat menyayangiku melebihi apapun di dunia ini. Aku merebahkan badanku di atas tempat tidurku rasanya sangat nyaman kembali lagi ke manshion ini segala kenangan masa kecil ku hadir kembali menyeruak kedalam ingatan ku.


Aku memejamkan mata ku berusaha untuk segera terlelap karena aku sangat merindukan dady ya saat ini aku hanya ingin duduk di pangkuannya dan bercerita tentang segala hal yang telah aku lewati. Seperti ketika aku masih kecil dulu aku bisa bebas bercerita dengannya panjang lebar mengenai keseharian ku entah mengapa rasanya ingin sekali aku duduk di pangkuannya aku merindukan mu dad bisik ku dalam isak. Isak yang mengantarkan ku kepada kelelapan mata menyambut mimpi indah yang aku harap bisa membawa ku berjumpa dengan sosok dady meskipun hanya lewat alam mimpi.


Aku terbangun ketika mendengar bunyi handphone ku berdering lagu bruno mars 24k aku sangat mengilai penyanyi ini karena suara khas miliknya. Aku tidak kaget dan sangat mengetahui siapa yang menelfone ku saat ini pasti stella yang menghubungiku karena yang tahu tentang nomer ponsel baru ku ini hanya dia dan moms.


“ Apa kau gila babe kau meninggalkan New York dan kembali ke italia tidak memberi aku kabar dan pergi begitu saja?” teriak stella membuat ku harus menjauhkan kupingku dari handphone. Akupun tertawa keras “hahahahaha maafkan aku honey aku tidak sempat memberi tahu mu dan katakan padaku kapan kau akan berkunjung ke butik moms?.”


“Baiklah aku mengampuni mu kali ini, saat ini aku belum memiliki waktu yang tepat babe namun aku janji aku akan segera datang menemui mu di italia segera setelah segala urusan pemotretan ku selesai.”


Terdengar ada nada frustasi dalam bicaranya pasti dia sangat sibuk sekarang.


Aku memaklumi pekerjaannya yang super sibuk itu dan banyak menyita waktunya membuat kami jarang bertemu.


“okey aku akan menunggu kehadiran mu honey kita akan hang out di lestoran aunty anne sudah lama kita tak berkunjung.” “Bukankah kau yang sedang depresi karena pernikahan sialan itu? harus nya aku yang menghiburmu di sana bukan kau yang menghibur ku hahhaha.”


Aku hanya tertawa mendengar celotehan stella benar juga harusnya aku bersedih karena pernikahan sialan itu tapi kenapa sekarang aku malah merasa legah dan bahagia karena tidak jadi menikah denga pria mesum itu.


Sambungan telfone pun tertutup karena stella harus mengurus delay meetingnya dia berkerja di salah satu majalah fashion ternama di paris sebagai editor. Bekerja di salah satu majalah fashion yang kondang tentu dia tidak memiliki banyak waktu luang. Segala pekerjaannya itu membuat banyak waktunnya tersita bahkan untuk bertemu Rikoll pun dia harus mencuri waktu.


Aku bangun dari ranjang kemudian bergegas menuju bath tup. Setelah membersihkan diri aku keluar dari kamar dan mencari moms di taman belakang rumah sudah lama aku tak melihat taman mawar moms. Karena moms sangat menyukai berkebun hampir setiap hari ia habiskan di taman belakang dengan lucia merawat bunga mawar kesayanganya.


“hey sayang kau sudah bangun rupanya, kemarilah kau akan menyukai ini.”


Moms memberikanku beberapa tangkai bunga mawar putih yang baru di petiknnya di taman. Aku pun langsung menghampiri moms dan duduk di sebelahnya.


“Kau tahu, moms sangat merindukan moment ini moment dimana kita dapat duduk berdua seperti ini menikmati senja di sore hari sambil meminum secangkir teh hangat.” Mendengar perkataan moms akupun langsung memeluk tubuh moms.


“aku juga merindukan ini moms terima kasih sudah ada di saat aku terjatuh belakangan ini moms kau pasti sangat lelah” jawabku.


Moms mengerutkan keningnya dan menjawab perkataan ku


“No sayang moms tidak lelah hanya saja moms merasa sangat kasihan melihat keadaan mu kemarin dan sekarang waktunya untuk kau memulai lembaran baru mu sayang.”


Hal faforite yang selalu aku nantikan ketika semburat-semburat senja menampakkan diri dengan malu malu menyapa langit sore aku selalu menyukainya. Menghirup udaranya dalam-dalam dan memejamkan kedua mataku karena dengan begitu aku bisa merasakan kebebasan hidup dan bisa memeluk dady dalam-dalam.


Karena dari langit senja mengajarkan ku untuk bisa tegar melepas kepergian dady, waktu itu saat dady harus meregang nyawa karena menyelamatkan para calon penerbang dan mengorbankan nyawanya.


Waktu itu adalah senja kelabu terahir yang aku miliki dalam hidup ku ketika aku harus melewati senja itu sendiri tanpa dady. Ketika aku harus menghadiri pemakamannya yang masih sangat teringat jelas dalam otakku. Aku pun ingin seperti moms memiliki perfect husband suami yang sangat ku cintai dalam hidupku yang di setiap detiknya tidak pernah bisa untuk dilupakan.


Malam ini aku dan moms berencana untuk tidur berdua di kamar moms sambil mengenang kembali masa kecilku kami membuka album foto masa kecil ku satu persatu. Dalam lembaran foto itu tersimpan arti yang sangat dalam ada foto di mana moms and dady pertama kali bertemu, lalu foto moms di lamar dady di paris di bawah menara eiffel. Dan pernikahan moms yang di adahkan dengan acara sederhana di pantai hawai dengan pancaran sinar bulan yang penuh. Lalu foto-foto kandungan moms aku tahu itu adalah fotoku ketika aku dalam kandungan moms kemudian fotoku yang baru lahir, ada lagi fotoku ketika aku berulang tahun di usiaku yang menginjak 1 tahun.


Dan juga fotoku ketika aku baru masuk Tk waktu itu dady mengantarkan aku masuk ke sekolah pertama ku dan aku menangis tak ingin berpisah dengan guruku ketika dady menjemput ku untuk pulang. Konyol sekali jika aku ingat masa itu, masa yang tak mungkin dapat aku lewati kembali masa yang akan selamanya membekas dalam memori.


Tak terasa malam sudah semakin larut dan aku lihat moms sudah tertidur di sampingku dengan bunyi dengkuran halus dari bibirnya sepertinya dia sangat lelah.


Akupun memeluknya dan segera terlelap tidur di sampingnya aku merasakan kenyamanan yang sangat nyaman malam ini jauh dalam hati ku aku sangat merindukan moms. Memeluknya malam ini membuat kenyamanan yang jauh luar biasa dalam hati ku membuat tubuh ku menjadi hangat ajarkan aku agar bisa tegar dan kuat seperti mu moms. Ajarkan aku bagaimana bisa menjadi seorang wanita yang tangguh meskipun di terpa badai bersalju.


Ajari aku agar aku bisa menemukan pria yang mencintaiku tulus seperti dady mencintai mu moms. Kepala ku bersandar di lengannya dan aku terus memeluknya. Layaknya anak kucing yang kedinginan aku seperti menemukan rumah tempat ku kembali pulang setelah aku tersesat dalam hutan rimba yang kelam.


Segala hal yang terjadi padaku perlahan lahan berusaha untuk aku lupakan. Buliran air mataku sudah tak bisa lagi menetes hangat tubuh moms menyejukan jiwa kosong ku. Dalam buaian malam aku terlelap jauh fikiran ku damai juga jiwaku merasa tenang.


Aku bangun dan meregangkan tubuh rasanya nyaman sekali saat aku sudah kembali ke rumah. Aku bergegas menuju dapur sepertinya moms sudah berangkat ke butik dan dia sengaja tidak membangunkan ku. Aku melahap sarapanku dan meneguk segelas susu putih tanpa gula. Aku tersenyum sesaat rupanya Lucia tidak pernah lupa aarapan faforite ku.


"bagaimana tidurmu sayang apa kau sudah merasa lebih baik? " lucia mendekat ke arahku dan memberikan semangkuk kue keju. "jauh lebih baik dari kemarin lucia, oh ya apakah mom sudah berangkat ke butik? ."


"ya dia sudah pergi dari satu jam yang lalu, apakah kau akan menyusulnya? "


" aku rasa sepertinya aku akan menemuinya di sana lucia."


Akupun bergegas membereskan sarapanku kemudian pamit dengan Lucia dan menuju ke butik milik mom.


Butik milik mom tidak terlalu jauh dari rumah hanya beberapa menit saja aku sudah sampai dan sesuai dugaan ku italia tidak banyak berubah. Penataan kota masih sama saat terahir kali aku mengunjungi mom beberapa bagunan juga masih dalam tahap pemugaran. Aku meninggalkan italia dan menetap di new york selama 2 tahun belakangan dan jarang sekali berkunjung. Karena beberapa aktifitas ku yang padat kuliah juga magang di salah satu perusahaan terkemuka jasa keuangan di new york. Dan baru hari ini aku menyadari ternyata kehilangan pekerjaan sangat tidak menyenangkan. Beberapa bulan sebelum aku menikah aku memutuskan untuk risegn dari tempat kerja ku. Karena aku merasa sepertinya akan mengabdi menjadi istri yang baik mengurus suami juga anak ku nantinya. Tapi ternyata rencana ku gagal berantakan beberapa bulan selanjutnya aku malah menemukan Stward selingkuh dengan wanita itu.


Aku membelokan kemudi mobil dan masuk kedalam parkiran butik moms, sepertinya moms masih memiliki tamu. Aku masuk ke dalam butik dan di sambut oleh moms juga sepasang suami istri. Aku memperhatikan mereka bertiga dan kurasa sepertinya wanita di samping moms seumuran dengan nya.


"hai sayang moms kira kau tidak sempat berkunjung ke butik " aku hanya tersenyum sopan menanggapi perkataan moms.


"oh ya, perkenalkan ini aunty jess juga suaminya mereka sahabat lama dady.


moms rasa sepertinya kau lupa mereka punya satu anak laki laki yang mungkin usianya tidak jauh dari mu sayang."


akupun duduk di samping mom sembari menyalami sepasang suami istri sahabat dady.


" ini elena yang dulu masih kecil itu ya, wah sekarang sudah gadis waktu berlalu sangat cepat." aunt jess tersenyum hangat sembari memegang lengan tangan ku.


" aku kira dia belum pulang dari new york jadi kami mampir hanya berdua. Kau tidak memberi tahu aku rossaline, jika putri mu berada di italia" sahut suami aunt jess sembari menyesap kopi hitamnya.


jika di lihat dari segi fisik suami istri ini nampak sangat serasi sekali mereka seperti saling melengkapi. Bahakan suami istri ini tidak memiliki guratan keriput sedikit saja meskipun usia mereka sudah tidak terlalu muda lagi. "


aku belum sempat memberi tahu kalian karena langsung terbang ke italia beberapa waktu yang lalu. oh ya apakah kau ingat anak lelaki auntt jess sayang? "


"yeah aku ingat namun tidak terlalu banyak maaf. "


Aku berusaha mengingat kembali anak laki laki usil yang selalu mengganguku ketika kami mengunjungi rumahnya. Dan lagi lagi aku tidak lupa wajah kecil anak laki laki itu dia memiliki iris mata biru sebiru lautan hampir mirip dengan milikku. Aku merasa sangat kesal bagaimana aku bisa mengingat beberapa waktu yang telah aku lewati.


Siapa saja teman masa kecilku namun kenapa sangat sulit sekali untuk mengingat pria itu. Pria yang juga memiliki iris mata biru yang telah menyelamatkan aku dari bangkai mobil ku. Aku ssangat sulit untuk mencoba mengingatnya kembali semakin aku paksa kepala ku semakin pusing sial.


"aku rasa kami harus segera menuju bandara rossaline, lain waktu aku akan mengunjungimu kembali. " auntt jess pun bangkit dari kursinya kemudian memeluk moms juga aku. Kami mengantarkan mereka berdua menuju mobil pribadinya.


"senang rasanya bisa berjumpa dengan mu gadis manis" auntt jess mengecup kening ku. Kemudian bergegas masuk ke dapam mobil begitu juga suaminya.


"sampaikan salam ku pada putramu jess dan jangan lupa untuk membawanya kemari. " "baiklah aku akan membujuknya untuk berlibur nanti, dia begitu keras kepala juga terlalu workaholic sama seperti Damian dulu." momi hanya tersenyum mendengar keluhan auntt jess dan suaminya pun hanya terkekeh mendengar celotehan istrinya itu.


setelah mereka pergi aku dan moms segera membereskan pekerjaan moms di butik dan bergegas menuju rumah.


hari hari berlalu dan rutinitas ku tetap sama pagi aku bekerja di butik moms hingga larut malam. Dan begitu terus hari hari selanjutnya aku sengaja melakukan kegiatan yang menyibukan fikiranku. semua aku lakukan agar aku bisa melupakan hiruk pikuk kota new york entah rasanya hatiku sudah sangat merindukan kota itu