La Tatrik Qalbi Abdaan

La Tatrik Qalbi Abdaan
episode 74



" di sini saya akan menyampaikan hal penting " Agam berdiri tegak penuh karisma ,pandangannya bergantian menatap semua orang yang berbaris melingkar " mulai besok saya akan out dari sini ,pimpinan akan kembali ke tangan Ibrahim prawira , atau pak Ibra kakak saya , so jika ada hal yang ingin kalian tanyakan selama saya memimpin jalannya perusahaan ini silahkan "


" pak " salah seorang karyawan bertanya mengangkat tangannya ke udara ,Agam mengangguk mempersilahkan " sebelumnya saya minta maaf jika pertanyaan saya ini kurang sopan ,tapi kenapa tidak pak Agam saja ,Menginggat insiden yang terjadi kepada pak Ibra beberapa bulan yang lalu ,takutnya tidak ada lagi karyawan yang percaya dan nama perusahaan tercoreng lagi nantinya "


" saya tau , tapi bukannya setiap manusia itu punya kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar ,mencegah memang lebih baik dari memperbaiki tapi kita juga tidak boleh berburuk sangka ,,"


" selain itu juga profesi saya sebagai doker tidak bisa saya tinggal lebih lama ,pak Ibra pun lebih handal dalam mengurus perusahaan ini di banding saya "


karyawan karyawan saling berbisik seperti membuat kesepakatan , hingga mereka mengangguk seraya tersenyum ramah ke arah Agam


" bapak benar lagian selama pak Ibra memimpin di sini beliau selalu berkerja keras untuk menjadi yang terbaik "


" betul ,dan masalah insiden beberapa bulan yang lalu tidak ada hubungannya sama sekali dengan perusahaan prawira ini " Agam Tersenyum lega setidaknya dia bisa kembali bekerja di rumah sakit menjadi dokter beda sesuai cita citanya


rapat singkat itu berakhir


mulai besok Agam akan kembali ke rumah sakit


semua sudah dia siapkan


dan Ibra , dia harus berjuang kembali demi pendapat kepercayaan dari karyawan karyawannya


" pagi ibu prawira " sambut para karyawan melihat kedatangan Zura , mereka menunduk sopan memberi penghormatan ,Zura yang berasa tidak enak langsung mengukir senyum ramahnya dan terus berjalan sampai ke ruangan Agam " assalamualaikum !!


di lihatnya Agam tengah sibuk dengan laptopnya ,melihat kedatangan sang istri Agam berdiri ,menuntun Zura untuk duduk di sofa


" Ya Allah sayang ,gausa repot repot ,kamu tuh ya ,Uda ngurus rumah ,ngurus anak anak ,masih sempet sempetnya ke sini ,kalau kamu kecapek an gimana ,aku gamau loh kamu sakit "


"mas ... " lirih Zura tertawa kecil ,mengusap wajah suaminya singkat dan membuka rantang yang dia bawa " ini tuh Uda kewajiban aku sebagai istri ,Uda deh kamu jangan bawel gitu ,nanti karyawan kamu kaget loh ,bosnya yang dingin tiba tiba cerewet mendadak "


" Ya biarin"


"oh ya ,,besok aku Uda bisa kembali ke rumah sakit sayang ,, dan bang Ibra akan kembali ke Perusahaan ini "


" serius " respon Zura yang langsung di Angguki Agam , Agam meraih jemari Zura , rasanya begitu hangat ,andai Zura bisa di sini sampai dia pulang nanti ,pasti semangat kerjanya bertambah


" makan Gihh ,, emang bisa makan sambil pegang tangan aku gini "


" Ya suapin ... "


" sama aja mas kalau kamu pegang gini gimana bisa aku nyuapin " Agam melapaskan tangan Zura , Tersenyum menang seraya mengangkat 1 alisnya " Uda tuh ,suapin Gihh Laper dari tadi belum makan "


begitupun dengan Agam , adanya Zura membuat hidupnya lebih berwarna


apalagi memiliki istri seperti Zura pasti cita cita semua laki laki ,, termasuk dia


" Jangan lupa istirahat sayang , kamu itu manusia bukan robot " wanti Agam sebelum Zura benar benar pergi dari ruangannya ,lagi lagi gadis itu tersenyum ,Agam memang tipe suami yang over thinking ,tapi mendapat perhatian lebih seperti ini juga hal yang sangat dia sukai dari sosok Agam


" Iyah mas iya ,aku tau kok , kalau aku robot juga kamu gak mungkin mau nikah sama aku "


" dan Alhamdulillah nya ,kamu di ciptakan jadi bidadari dari tukang rusuk aku bukan robot , bidadari yang selalu ada untuk aku ,bidadari yang selalu bikin aku tersenyum meskipun keadaan membuat aku kecewa ,bidadari yang selalu bersama dengan aku mengikuti langkah ku kemanapun aku pergi , bidadari yang memberi warna warna indah sampai aku mengenal cinta yang sesungguhnya "


" dan aku harap kamu juga nanti yang menjadi bidadari surgaku ... "


" ammiin ,," jawab Zura meraih tubuh Agam ,begitupun dengan Agam yang membalas pelukan istrinya dengan erat


***


menikah itu keinginan banyak orang,termasuk mantan narapidana macam Ibra tapi apa pantas jika dia berkeinginan untuk menikah ,apalagi gadis yang mengikat hatinya kini gadis yang amat baik


" Bismillah bang ,gw yakin niat baik Lo ini bakalan Allah kabulkan , mungkin rencana Lo sama Kayra ,tapi kalau nanti Allah berkehendak lain , Lo harus terima itu " saran Agam terdengar begitu dewasa di telinga Zura , namun ucapan suaminya itu memang benar ,Karna manusia cuma bisa berencana ,baik tidaknya itu urusan Allah


" bener kak , tapi kalau aku lihat kak kayra juga punya perasaan sama kak Ibra ,kakak yakinkan dulu hati kakak , sholat dan minta petunjuk kepada Allah "


" sejak SMA apa Lo gak sadar ,kalau Kayra diem diem suka sama Lo ,,tapi dia ngalah nahan perasaan nya karna Lo Mencintai gadis lain "


" dan apa Lo Gatau hancurnya hati Kayra saat Lo ngucap janji suci untuk kak Zahira di depan mata dia ,, " sahut Naufal yang tiba tiba muncul di balik pintu , Kayra memang tidak pernah menceritakan perasaannya untuk Ibra kepada siapapun ,namun sebagai Sabahat Naufal jelas tau " dan gw rasa ,,perasaan Kayra ke Lo belum mati sampai saat ini bang ,,kalau Lo emang serius sama Kayra ,Lo perjuangin dia ,jangan sampai Lo menikah dengan dia ,tapi hati Lo milik orang lain " Naufal berganti melirik Zura


" gw Uda gak ada perasaan apapun ke Zura , dan Kayra datang mengisi kekosongan hati gw apa salah kalau gw mencintai dia "


"gak kak ,Karna cinta itu fitrah , luruskan niat kakak Karna Allah ,, dan serahkan semua ini pada Allah ... "


imbuh Zura Tersenyum lega , setidaknya hubungan pertemanannya dengan Ibra akan berjalan normal lagi seperti sedia kala " besok gw akan ungkapin semua rasa ini ke dia "


" gw orang pertama yang bakalan dukung niat baik Lo ini bang " Agam menepuk bahu kakaknya pelan


" thanks gam "


" sama sama ..."