
" Alhamdulillah Pasien Sudah melewati masa Kritis nya Tapii ...." Dokter Itu menggantung Ucapannya membuat semua Orang kembali resah memudarkan senyum ulasnya
"Istri saya Gak Papa Kan Dok !! Tekan Agam untuk kesekian Kalinya .
" pasien Mengalami Pendarahan Yang Cukup hebat , Di bagian Otak , Dan Kami pastikan Beliau akan mengalami Koma Panjang " Air mata Mereka kembali Menetes terlebih umi Zahra ,, Ali mendekap istrinya , Kuat Kuat ,, agar hati Zahra di lapangkan Untuk menerima Cobaan Ini ,, " dokter Jangan Bercanda " Jawab Agam dengan Tawa Hambar Di Baluti air mata Nya
" Saya Tidak Main Main dengan ucapan saya , Semoga Bapak bisa Tabah Untuk menerima semua ini , Dan ada Berita Buruk Lagi Yang akan saya sampaikan !!
" Anak saya Bisa Sembuh kan dokk !!!
" sabar sayang ,,, " Ucap Ali mengusap punggung Zahra ,meraih Tubuh istrinya Lagi dan mengecup tepat bagian Ujung Khimarnya ,, " Anak Kita mass !!! lirihnya menangis di dada Milik Ali ,
" Semua sudah di Atur oleh Allah .. "
" Pasien juga mengalami ,paraplegia , cidera di tulang belakang akibat hantaman keras saat Kecelakaan "
" Maksut dokter !!! Sahut Agam dengan Tatapan tidak bersahabat " Jangan Bilang Istri saya Lumpuh "
Dokter Itu Memejamkan matanya ,sepertinya sangat berat Untuk memberi tau kan kenyataan
" Maaf Pak ,tapi memang Itu Yang terjadi " Zahra mengangga menutup Mulutnya ,,dia Sudah Tidak sanggup melihat penderitaan anaknya ,, dan Agam kembali Terperosot bersandar dinding seperti Tidak Punya Semangat Hidup Lagi
" Kenapa Harus dia Ya Allah KENAPAAA "
" berdiri Gam Liat istri Kamu " Ucap ayah Berjongkok di samping Agam " Dia Butuh Kamu ,ayah tau Kamu rapuh ,kamu Terpuruk Saat ini ,Tapi percayalah , Rencana Allah Tidak akan pernah mengecewakan Hambanya "
di bantu sang ayah Agam berdiri , Matanya melihat jelas bagaimana Alat Medis memenuhi tubuh Zura " gw kangen sama Lo Ra ,, gw Kangenn " Sebuah pukulan Pelan mendarat Ke Pungunggungya , namun Pria Itu tetap fokus menatap Tubuh Lemah Zura
" Aku Mohon Jangan Pernah tinggalin Zura ,apalagi saat dia seperti Ini " Agam Menoleh , merangkul Tubuh Azam erat " Maafin gw kak ,, Gw janji ,,gw Janji ,, gw Gak akan Ninggalin Zura ,, Gw sayang dia ,,dan gw Gak Peduli dengan Kondisi dia "
" Terimakasih Gam , Aku yakin Kamu Bukan orang Yang Suka Ingkar Janji semoga Allah memberimu kesabaran Untuk semua Ini "
°°
Seminggu rasanya Begitu lama Tanpa mendengar celoteh Zura ,,Gadis Itu masih Setia Dengan Mata terpejam , Seperti Putri Tidur Yang entah sampai Kapan ,
Bunyi Monitor dan suara Lirih tangisan Agam Memecahkan Keheningan Di antara keduanya ,
hampir setiap hari air mata Itu tidak pernah absen Untuk membasahi rahang Tegasnya .
" Ra " Lirihnya Meraih Tangan Zura , Dia kecup dalam dalam , Dengan Mata Yang ikut terpejam , Rasanya sakit sangat sakit " sampai kapan Lo Tidur Kayak Gini ,,apa Lo Gak Kangen sama gw !!!
" Lo gak kangen sama Kiano ,sama Umi Zahra , sama kita semua Yang sayang sama Lo ,, Lo Gak Kangen Ha!!!!,, dengan Lo Kayak Gini Sama Kayak Lo Nusuk Gw dengan belati yang Baru di asah ,, Sakit Ra "
" Agam " Suara berat Kayra tak membuatnya berpaling menatap wajah Cantik Zura
" Gw Cuma mau Berdua sama Zura , Gw Mohon dengan sangat Lo pergi "
Kayra masih melanjutkan langkah beratnya , Hingga sampai di samping ranjang Zura ,
" Apa Lo Cinta sama Zura "
" Mungkin kemaren gw ragu dengan perasaan gw , Tapi sekarang gw Yakin , Gw Mencintai Zura "
" Terus Zafira " Agam beralih menatap Kayra Tidak suka " Bisa Gak , Gak usa Nyebut Nama dia Lagi ,, Gw Mau menetenapkan hati gw di Satu orang , dan Itu Zura ,Bukan Lagi Yang lain "
" Siapa Pun Yang Yang Lo pilih , Semoga Itu memang Yang terbaik ,dan Gw Minta Jangan pernah Bikin Hati Zura Sakit lagi ,, Cukup selama Ini Lo sia sia in dia "
" Sejahat Itu Ya Gw Ke dia "Agam melepas Tangan Yang dia genggam , matanya kembali berkaca , Namun Bibirnya tersenyum Tulus
" Kenapa Gw Terlahir jadi pecundang gini , Bahkan Gw Gak bisa Buat istri gw sendiri Bahagia "
" Masih ada Banyak kesempatan Buat Lo berubah dan jangan Mengulang kesalahan Yang sama !!!
" apa Zura Bakal Maafin gw , Dan apa dia mampu Nrima kenyataan Nanti " Kayra Menatap Zura Yang terbaring Lemah ,bergantian menatap pria Berwajah lesu di depannya " Zura Wanita Hebat , gw Yakin dia Bakalan Ikhlas Nerima semua Ini "
" apa Lo Tau Siapa Yang Nyulik Zura "
" Maksut Lo "
" sebelum kejadian ini ,ada orang Yang Nyulik Zura dan Kita semua Belum tau siapa Dalang di Balik semua Ini " Kayra mencondongkan Badannya sedikit Membungkuk " Jangan Jangan Ibra " ucapnya Membuat Agam Menyeringai
" Gw Juga mikir Kalau Ini Perbuatan Dia ,tapi gw Belum Punya Bukti Yang Kuat apalagi dia Juga Kakak Kandung Gw "
"Semoga Kasus Ini cepat Terungkap , Dan Gw Bakalan Bantuin Kalian , Buat cari pelaku di balik semua ini "
" Thanks Kay " Kayra Membalas Senyum singkat Agam " Sama sama ,,demi Zura "
" Gw Tinggal Ya , Lo Yang Kuat ,, Ra Cepet Bangun Yah Gw Kangen sama Lo , dan maafin gw Untuk semuanya " Cup kecupan singkat mendarat di Kening Zura Dari Bibir tipis Kayra
" Assalamualaikum "
" wa Alaikum salam !!
°°
" Gam " suara Lirih Ali mampu membuat Agam tersadar , Hari yang tadinya cerah Kini sudah berganti Warna ,, Agam Mengucek Mata merahnya , Dengan 1 Tangan Dan Tangan Yang satu Masih setia Mengenggam Jemari Zura .
" Sholat dulu , setelah Itu Makan , Jangan sampai Kamu Lupa Jaga Kesehatan Kamu sendiri" Agam Tersenyum , Bangkit dan mengangguk " Abi duluan nanti aku Nyusul "
" Ya Sudah Yah ,, Cepetan sebentar Lagi Adzan"
" Iyah Bi " Pintu ruangan Tertutup , Agam Yakin Ali sudah pergi " Ra " Panggilnya Namun tetap Tidak ada Jawaban
" aku Pergi Ya , dan semoga kamu Cepet sadar " Pria Itu membungkuk , Mengecup kening Istrinya Seraya tersenyum " Ana Uhibuka Fillah Azura Arsyi Al Fakhri ,,, "
.
.
.
.
.
**sampai dulu sini Yah ,
Chapter Ini sedikit ribet dari Chapter2
sebelumnya 😂, oke Jangan Bosen Pokoknya Buat Baca Novel Ini Meskipun , Tokoh Utama
selalu saja di Uji ,,
Jangan Lupa Komen , Like , dan Vote** ,,