La Tatrik Qalbi Abdaan

La Tatrik Qalbi Abdaan
episode 57



Apabila Yang kau


senangi tidak terjadi


maka senangilah apa


yang terjadi


-Ali bin Abi Thalib-


Serbuan halus dari sang angin ,membuat Zura berulang kali mengusap kedua bahunya yang kedinginan ,namun Gengsi jika mengadu pada Agam ,Menginggat Bagaimana Dia memarahi Agam tadi ,


Agam Ini trpikal orang Yang Konsisten dengan pemikiran nya , Jika dia berkata Iya , sampai jutaan orang membujuknya untuk berkata tidak Ya percuma jawaban dia akan sama dengan apa Yang sudah di putuskan di awal.


contohnya saja saat Ini , saat mendengar Ucapan Zura Jika tempat yang mereka Kunjungi saat ini akan terlihat lebih bagus di malam Hari , mau tidak mau , Zura harus mengalah ,ikut bersama suaminya menunggu terbenam matahari ,hingga Posisinya benar benar tergantikan oleh hadirnya sang Bulan .


seraya Menikmati hamparan langit Amerika , di tengah tengah keramaian , mereka juga tetap Menajalankan kewajibannya sebagai umat Islam


" Dingin " tanya Agam untuk kesekian kalinya ,namun tidak Juga mendapat jawaban dari zura ,Agam melepaskan jaketnya yang tebal dengan bahan dasar kain wol , di hiasi bulu Bulu di bagian keranya ke bahu Zura


" sayang ,masih marah , jangan diem terus donk ,, gak liat dari tadi aku Uda di lirik banyak bule cewek ,, " Adunya Yang hanya mendapat tatapan Tidak peduli dari Zura


" sayang .. Uda donk ,jangan marah teruss ,, "


" Aku pernah denger hadist yang bunyinya Gini " Tutur Agam


"Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari bakal berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; nyaris saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami” (HR. At-Tirmidzi).


" Nah dalam hadits ini di terangkan dengan sangat jelas ,kalau istri Itu gak Boleh marah marah sama suami, paham kan sayang " ,mata Zura menatap Agam penuh penyesalan ,dengan cepat Zura meraih Tangan Agam untuk dia kecup dengan begitu dalam, berharap mendapat maaf dari Agam atas perlakuannya tadi


" maafin aku ,, aku gak mau jadi istri durhaka ,"


"gapapa , asal jangan di ulangin lagi ,aku Cuma mau bahagiain kamu , gak ada niat lain ,, jangan marah lagi ya "


Zura mengangguk ,bibir yang semula membentuk garis Lurus kini ia tarik ke atas dengan pandangan mata masih terarah ke Agam .


" Gitu kan makin sayang aku jadinya ,,,"


" sayang kamu juga " Riang Zura setia Mengenggam jemari Agam .


Di tengah tengah kehangatan mereka berdua , tiba tiba ada 2 wanita seusai Zura yang datang menghampiri


dengan melempar senyum centil ke Agam .


1 dengan rambut digerai dan satu di Kuncir kuda ,keduanya sama sama cantik apalagi manik biru mereka yang seakan memikat siapa pun pria yang melihat .


"siapa " tanya Zura membuat Agam mengangkat kedua bahunya tidak tahu , toh ini memang pertama kalinya Agam melihat 2 gadis Ini .


" hi, can i take a picture with you(hay bolehkah aku berfoto dengamu) ujar gadis dengan rambut di gerai Itu mengulurkan tangannya , Agam Menagkupkan tangannya , dan uluran Tangan Gadis Itu langsung di sambar oleh Zura seraya tersenyum .


" sorry our religion prohibits a man from touching a woman who is not bound by marriage with him or the makhram ( maaf Agama kami melarang seorang pria bersentuhan dengan wanita Yang tidak terikat dalam hubungan pernikahan dengannya Atau makhram ) gadis Itu mengangguk membalas senyum Zura ,dan beralih ke arah Agam lagi ,benar benar membuat Agam risih ,peka dengan keadaan suaminya Zura malah sibuk menahan tawa ,bukannya Cemburu atau yang lain ,,


" not what, no usa sorry, we also understand, and now lost for photos, do you want( tidak apa apa ,tidak Usa minta maaf ,kami Juga paham ,dan sekarang ,untuk foto ,apa kamu mau ) "


"not that I am arrogant, but there is a heart that I must guard,( bukannya saya sombong ,tapi ada hati yang harus saya jaga )" Jawab Agam ,tanpa menunggu jawaban lagi ,Agam Langsung mendorong kursi roda Zura Untuk berjalan pulang , meninggalkan kedua gadis yang masih menatapnya begitu saja " Susah Juga Punya wajah ganteng ,kemana mana selalu di lirik cewek " Dumelnya lirih namun masih terdengar begitu jelas di Telinga Zura sampai membuatnya terbahak .


"Yehhh ,malah ketawa ,serius Lo sayang , "


" ganteng Itu ujian Gam ,, "


"Ya makanya Itu aku takut kebagian dosanya ,gara gara Banyak cewek Yang Gak bisa jaga pandangan , "


" Uda Uda jangan marah Marah Gitu ,, " Zura Masih Cekikikan sendiri , begitu pun dengan Agam ,melihat Zura tertawa Dia jadi Ikut tertawa ,padahal Tidak tau apa Yang di Tertawa kan Zura .


" grup buaya apa ,,buaya darat " Jawabnya di penuhi gelak tawa


" lagian Ya , kamu Tuh harusnya seneng , aku Bisa jaga hati Buat kamu ,ini malah di katain "


" Jaga Ginjal Juga kalau Bisa ,,paru paru sekalian , " imbuh Zura


" Buat "


" Di jual supaya Kita Dapat Money Banyak " candanya membuat sang suami Terbahak kali Ini ,,


sampai di rumah mereka Bukannya Tidur tapi malah duduk berdua di sofa balkon , hanya 2 hari tidak melihat pemadangan dari Balkon rasanya sudah lama tidak ke sini ,


Agam meraih kepala Zura untuk dia sandarkan di dadanya " Ya Allah terima kasih sudah memberikan Istri ,sebaik dan Sesabar Wanita Ini ,jaga Rumah Tangga Kami , Kuatkan Kami ,sebesar apapun badai yang akan menerpa kami Nantinya ,, "


mendengar itu Zura melingkarkan tangannya ke Pinggang Agam Dengan tersenyum hangat


" Dan terimakasih Ya Allah , Karna sudah memberikan Hamba Imam ,sebaik laki laki yang saat ini ada di samping hamba , jaga Rumah Tangga kami ,jaga dia , Karna Hamba Mencintai Dia karnamu "


"Aku Dulu Mikir ,kalau Hidup Ini gak pernah adil , "ucap Agam tersenyum getir ," Aku Pikir gada yang peduli sama aku , Gak akan ada lagi yang namanya kebahagian ,, Tapi setelah aku Mencintai kamu , aku sadar , Aku Punya Allah Yang Lebih dari segalanya "


"Allah Yang selalu ada Untuk aku , Allah Yang gak akan Ninggalin aku meskipun semua orang pergi nantinya , Allah Yang membuat aku bangkit saat semua orang membuat aku kecewa ,, "


" Karna Allah Itu dekat , terkadang Kita Yang menjauh " Jawab Zura menimpali tangan Agam Yang Mengenggam jemarinya ,, " Terimakasih sudah menjadi imam dan suami Yang baik , yang selalu membuat aku bahagia ,,yang selalu berusaha Menjadi yang terbaik Buat aku Gam ,, "


" Sama sama Sayang ,, Aku bahagia ,kalau kamu bahagia "


Zura memejamkan mata ,saat nafas Agam menyapu hangat keningnya , dan mendaratkan Kecupan dalam durasi cukup lama di sana


" Aku mencintaimu ,sekarang dan selamanya " ujar Agam , Menatap teduh wajah ,Zura ,dan Langsung memeluknya erat


" Izinkan hamba menjaganya Ya Allah ,bersama Dengan Nya ,dalam Mengapai Rahmat dan Ridhomu ,sampai hembusan Nafas terkahir Hamba "


" aammiin ,, "


-


-


-


**Wayolohhhh🤣😂😂🤣🤣🤣


- baru Bisa Up ,, Semoga kalian suka ,jngn Lupa Like,komen ,dan Voteeee


- **kemaren kan aku kasih Visual Emak sama bapaknya ,Nahh si gembul Kiano Belum kan ,,


so ...


hari ini aku bakalan kasih Visual Kiano ke kalian


Kiano Abraham Al Fakhri .


Nama Aslinya Kiano ,namun sejak resmi menjadi anak angkat Agam dan Zura , Mereka Berdua sepakat memberi nama Itu**





Bungkus Bawa Pulang ..!!!😂🤣