La Tatrik Qalbi Abdaan

La Tatrik Qalbi Abdaan
chapter 18



MENCINTAIMU ITU SAKIT ....


TAPI AKU JUGA TIDAK MUNGKIN MELEPASMU


KARNA AKU TIDAK AKAN MENEMUKAN


SOSOK SEPERTIMU LAGI DI JUTAAN MANUSIA LAIN ,,, BIARLAH LUKA INI BERSAMAKU DULU


SAMPAI WAKTU YANG AKAN MEMBUAT HATIMU MELABUH KE HATIKU JUGA NANTINYA .....


awalnya Mungkin Memang sakit ,,


tapi sekarang hati Zura begitu Menghangat


sikap Agam Yang Mulai Berubah


Perlahan Sudah Membuatnya Nyaman .


BELAJAR MENCINTAI seseorang Yang baru hadir dalam hidup kita memang Bukan Hal Yang Mudah ,, Sama Susahnya Dengan Melupakan seseorang yang sudah Yang Lama Menemani Kita Tapi Hari Ini ,, Sepertinya Rasa Itu Mulai Tumbuh Untuk Agam ,,


" semoga Kamu Bisa Mencintai Aku Gam ,," Batin Zura mengangkat sudut bibirnya Tipis Ke Depan ,, Agam Yang Membaringkan Tubuhnya Ke Rerumputan ,, Juga Menyadari Bahwa Gadisnya Sedang Tersenyum ,


" Semoga Lo Bahagia di sana Zaf ,, Dan Gw Harap Lo Gak Dateng lagi di Saat Hati Gw Nanti Bener Bener Jatuh Buat Zura " batin Agam ,, Mengangkat Tubuhnya Untuk Bangun ,, Mensejajarkan posisi duduknya Dengan Zura ,,


Zura Mengalihkan Pandangannya Ke Arah Agam ,, begitupun dengan Agam ,, Tangan besarnya Mulai Masuk ke sela sela jemari Zura lembut , ,, Zura Yang di sentuh Hanya Diam Tidak Bergeming ,, Sungguh Ini Ujian Berat Untuk Zura Karna Dia Harus Bisa Menahan Denyutan Jantungnya Yang Sudah Berbunyi Dengan Frekuensi Tinggi .dan pasti Agam Tau Jika Tangannya Panas Dingin Tidak Karuan sekarang .


" kita Mulai semua Dari awal Ra " Ujar Agam Menatap tangan Kecil Yang di genggamnya ,, Kemudian Mendongak Ke wajah Teduh Zura ,, "Semua Emang Gak Mudah ,, Tapi Gw Yakin Kalau Gw Berusaha Gw Bisa Lupain Zafira ,, Dan Lo ,, Bisa Ada Di Sini " Tunjuk Agam Mengarahkan Tangan Kecil Zura Ke arah Dadanya tepat bagian hati ,,


" Lo Tulang Rusuk Gw Yang Hilang ,, Dan sekarang Lo ada Di sini ,, Gw Gak Mau Sia Sia in kehadiran Lo ,, Cukup Selama Ini Gw Buat Lo sakit ,, Maafin Gw ,,,


Gw Emang pecundang Ra ,, "


Agam Menunduk Lesu ,, Melepaskan Tangan Zura ,, lagi Lagi Zura Tersenyum Tulus ,, Tangan Zura Kini Yang Mengenggam Tangan Agam Lebih dulu ,, membuat Agam Menatapnya Lagi


"Biar sakit Ini Bersama Aku dulu Gam ,, insya Allah aku Ikhlas ,, sampai Allah Benar benar Membalik Hati Kamu ,untuk aku" Jawab Zura ,,, Bagaimana Pun Juga Dia Tidak Bisa Memaksa Agam Dalam Keadaan Ini .


" Lo bener bener perempuan Baik ,, Dari awal Gw Tau Itu ,, Tapi Gw Juga Gak Bisa Bohongin diri Gw Sendiri ,, Gw Orang Bodoh Ra ,, Gw Gak Bisa Bersyukur dengan Apa Yang Uda Tuhan Kasih Ke Gw ,,."


" gak Usa Nyalahin Diri Kamu Gitu ,, Di sini Gak ada Yang salah Gam ,, Kita Cuma Butuh waktu " Agam bangkit dari duduknya , mengulur Tangan tepat di samping Zura " Uda siang ,,Lo Gak Mau Pulang ," Tanya Agam Karna Ke tidak Pekaan Zura ,, Zura Masih menatap Tangan Kekar Agam ,, " Buruuu " Titah Agam Mengulang , ..akhirnya Zura Menarik Tangan Itu Kemudian Bangkit Dan Melangkah Meninggalkan danau .


Hari Ini begitu Berarti bagi Zura ..


Agam Mengehentikan Langkahnya ,,


samar samar Dia Mendengar suara anak kecil menangis.


Tapi Bagaimana Mungkin ada Anak kecil Yang Menangis di Dekat danau seperti Ini ..


" kenapa Berhenti ?? tanya Zura bingung .


" Gak Kok ,, " Jawab Agam Kemudian Menarik Tangan Zura Lagi .


" Hikss Hiksss ,,, Bundaaaa ,, Ano Takutt Bundaaaa ...Ano Kangenn Bundaaaa ,,Ano ikut Bundaa ajaa ,,ayah jahat Hikss Hiksss " Tangis anak Kecil di bawah Mobil Agam ,, Agam dan Zura Langsung Berlari Ke anak Kecil Itu ,, Anak itu Merangkul Lututnya Dengan Terisak ..


" Sayang ,, kenapa nangis di Sinii " Tanya Zura Lembut sedikit Berjongkok ,, agam Yang juga Merasa Iba Ikut duduk di samping anak kecil Dengan Pakaian Kumal Itu .


" Kamu kenapa dek ,, Terus Orang Tua Kamu kemana " Suara Agam ikut menimpali .anak Kecil Itu Mengusap air matanya dengan jemari jemari Kecil yang dia Miliki ,, " ayah Jahattt Hikss Hiksss ,, Ayah Ano Uda buang anoo ,, Ano mau nyusul bunda ke sulga ajaa ,, Ano gak mau ketemu ayaahh Lagii " Zura Mengusap Pelan Pucuk kepala anak Itu " Gak Boleh Ngomong Gitu sayang ,, Nama Kamu siapa ?? tanya Zura Dengan suara lembutnya .


anak Itu tidak menjawab Malah dia sibuk Mengeluarkan Barang di saku celananya yang di penuhi Noda ,, Sebuah sapu Tangan dengan Benang yang di bentuk Berupa Tulisan ,, anak Itu menyerahkan sapu Tangan yang di genggamnya Ke Zura .


" Nama Kamu Kiano " tebak Zura membaca Tulisan KIANO ABIGAIL di Sapu Tangan Biru Dongker dengan Benang Putih Itu . anak Itu Mengangguk Lagi lagi air matanya Keluar .


" Heyy ,, Liat Om ,, " Agam Mengangkat dagu anak Itu pelan ,," anak Cowok Gak Boleh Nangis Donk sayang ,, Nanti Jelek lohh ,, " Goda Agam agar Anak Yang bernama Kiano Itu bisa Tersenyum lagi


" Anoo sedih Om ,, Ano Uda gak Punya siapa siapa Lagi ,, Bunda Uda pelgii Ninggalin Ano ,, dan Ayah Malah Buang Ano ke Sinii " Jawab Kiano ,,mencurahkan semua Yang dia alami saat usianya masih sekecil ini ,, ,, Zura yang sudah Tidak tega Lagi mendengar Cerita Ano Selanjutnya ,,langsung menarik Tubuh Ano ke dekapannya .


" Kamu Boleh anggap kakak Sebagai Bunda Kamu sayang ,, " Tutur Zura ,,Ano Melepaskan Pelukan Zura ,,matanya Berbinar senang " Benelan ?? tanyanya semangat ,, " Iyah Donkk ,, Masa Bunda Bohong Sama Kamu " Jawab Zura Menjawil hidung Mungil Ano " Dan mulai sekarang Om Juga Ayah Kamu " Sahut Agam .


" Ano Punya Olang tua Baluu ,, Om celiuss ,, "


" Iyah Kiano sayang ,, Mulai sekarang Kamu Anak Bunda Zura ,, sama Ayah Agam yahh "


" Horeeeeee ,,, anoo punya Olang tua Baluu,,, Ano seneng ,, Ano sayang ayah sama Bundaaaa ,,, "


"Kenapa Rasanya Bahagia Banget Ya Allah ,,, " batin Zura Mengecup Pucuk Kepala Ano ,,


like ,komen ,dan Vote oke ....


see you🖤