La Tatrik Qalbi Abdaan

La Tatrik Qalbi Abdaan
episode 44



hampir 2 bulan Agam tidak Mengunjungi Rumah sakitnya , Karna masih belum tega Untuk meninggalkan Zura di rumah hanya dengan Kiano .Menginggat kondisi Zura Juga belum sepenuhnya stabil dan Pasti dia butuh seseorang Untuk menemaninya saat Agam bekerja ,


Bukannya Tidak percaya dengan Kayra ,tapi Agam Juga Tidak enak hati Jika terus terusan meminta Kayra Untuk menjaga Zura , Kayra juga Punya Dunianya sendiri .


2 hari Yang lalu Naufal Menyarankan Agam untuk mencari ART dan Juga 1 2 satpam ,


Demi keamaan Zura , dan semoga kejadian sebelumnya Tidak terjadi lagi ,


Agam Yang semula Tidak mau dan kekeh dengan pendiriannya Itu akhirnya luluh dengan nasehat seorang Naufal , dan Mulai memperkerjakan


1 Asisten rumah tangga dan 4 orang satpam ,


mungkin karena Trauma Juga


sampai Harus dengan 4 satpam Baru dia bisa tenang jika Bekerja seperti Ini .


TOK TOK TOK


" masuk " Ucap Agam dengan nada dinginnya ,membuat orang Yang di balik Pintu itu Menghentikan tangannya Dan Mulai memutar Knop Pintu,


mata Agam Fokus ke arah gitar berwarna Coklat Yang di bawah asistennya , dia Ingat betul dengan Gitar Itu .


Gadis Yang Saat ini menjadi asisten Agam Itu membungkuk , Tersenyum seramah Mungkin ke arah Agam " Pagi Pak , maaf saya menganggu , saya hanya Ingin memberikan Ini kepada bapak "


" apa si br3ngsek itu Uda pulang ,, Karna Cuma dia Yang Tau Di mana gw simpen Gitar Ini ,, " Batin Agam masih melirik ke arah Gitar Itu


" Taruh di situ " Tunjuknya ke arah sofa .


" Baik " jawab sang asisten


" Siapa yang tadi kirim ini buat saya "


" Tadi Pak Ibra Yang kirim , Beliau Pesan , Bapak Harus menjaga Gitar Ini sesuai janji bapak "


" Ibra Ke sini " pekik Agam Yang masih terdengar Sangat kaget , Apalagi sudah Sebulan lebih Saudara Laki lakinya Itu menghilang Tanpa kabar . dan tiba tiba datang Memberi hadiah Yang Harus mengingkatkan kembali dirinya dengan masalalu .kenapa kenyataan sebercanda ini pikirnya " Di mana dia sekarang"


" Sudah Pergi Pak , dan pak Ibra Juga menitipkan salam Untuk Tuan dan Nyonya ,


katanya Pak Ibra masih sangat sibuk , makanya dia belum bisa Kumpul lagi dengan kalian "


" Bilang aja Ngilangin jejak , Licik Lo Bra " Umpat Agam Membalik badannya " Kamu bisa keluar " Ujarnya lagi


" Baik pak " Jawab asisten Agam sebelum dia benar benar keluar .


Agam Tersenyum melihat ke arah Gitar Coklat Itu , Tangannya bergerak Untuk memegang dan memeriksa setiap Inci gitar yang di pangkuannya , ternyata masih sama seperti Itu ,,senar senarnya pun masih sangat rapi ,


pikiran Agam Mulai Menginggat kejadian Beberapa taun yang lalu di mana Zafira Lah Yang memberi gitar Itu kepadanya tepat di hari ulang Tahunnya Yang ke 17 tahun .


FLASH BACK


" Happy birthday Abraham Agam prawira " Ucapnya dari belakang ,Agam Yang duduk menunggu kedatangan gadis Itu menoleh seraya tersenyum hangat , Ternyata Zafira Menepati Janjinya malam Ini . .


" Kirain gak dateng "


" Aku kan Uda Janji gam ,,, " jawab Zafira Menyeret kursi di depan Agam , gitar yang semula dia bawah dia taruh di samping


" Mm kado Buat gw mana "


" Tuhh " Liriknya ke arah gitar coklat .


" Gitar " beo Agam Yang di jawab anggukan


" Itu gitar kesayangan aku gam , dan aku tau kamu juga suka Main Gitar kan , Jadi aku dengan baik hati akan memberi kamu gitar Ini , Tapi jaga baik baik yah , aku sayang banget sama Gitar ini soalnya "


" serius "


" Iyah Lahh ,, nihh Janji Jaga Baik baik "


" Thanks Yah , Gw bakalan Jaga Gitar Ini , gw rawat ,kalau Bisa Gw kasih makan " jawabnya menerima Gitar itu dengan tawa kecilnya ,, rasanya sangat bahagia , " sekali lagi makasih calon istri " Zafira Tersipu malu mendengar Kata Calon istri yang baru di lontarkan oleh pria di depannya ," Apa sih Gam "


" Becanda , ,tapi kalau Lo Aminin juga gapapa "


" GR Bangett "


" Ya gapapa Donk ,,"


" Janji Yah Jaga Gitar Itu , "


" Iyah zaf , gw Janji Kok , Gw Bakalan jaga Nih gitar ,sampai hembusan nafas terkahir Kalau bisa "


FLASH BACK ON


" Maaf kalau Gw Ingkar janji sama Lo zaf , tapi Ada Hati Yang harus gw jaga sekarang , Dan Gw rasa , Cuma Zura Yang saat Ini nempatin ruang di hati gw , bukan Lo Lagi ,,,"lirihnya dengan tatapan kosong ke depan .


Agam Membawa Gitar Itu pulang , apapun Tanggapan Zura , dia akan mengatakan Yang sebenarnya ,dari pada terjadi kesalahpahaman nantinya ..


******


2 orang satpam membuka Gerbang ,dan 2 lagi membungkuk di samping kanan dan kiri


risih Tapi Mau Gimana Lagi , Agam Harus menghargai sopan santun mereka .


biasanya pasti Zura Yang menyambut nya di pintu depan Tapi kali Ini Bi Ani ,asisten Yang baru bekerja di rumah Ini .


" Mau Teh , atau Kopi den " Tanya bi Ani mengambil alih tas kerja Agam


Agam melepas dasinya mendahului Bi Ani


" gak usah Bik , saya ngantuk , jadi mau tidur aja "


" Oh ,gitu ,Yaudah den saya permisi " Ucapnya dengan tatapan Bingung ke arah gitar yang di bawah agam ,


Agam mengangguk dan melangkah ke atas ,


" assalamualaikum " Ucapnya membuka pintu kamar , menaruh Gitar Yang dia bawah ke sofa , setelah itu berjalan mendekat ke arah Zura


" Capek Yah "


" lumayan Ra , Sayang banget Ano Uda tidur ,padahal aku kangen sama dia " Curhat Agam menatap tubuh Kiano yang sudah nyenyak dengan selimut tebalnya " Iyah Gam , Tadi mau Nunggu kamu , tapi kamunya Gak Pulang pulang ,,itu gitar Baru Yah " Agam Ikut menoleh ke arah Gitar yang di tunjuk Zura .


" Kebalkon Yuk , aku jelasin semuanya "


Zura mengangguk , menunggu Agam untuk mengambil Gitarnya .


mereka berdua beralih ke balkon kamar ,


sama sama menatap langit yang gelap dengan bulan berbentuk sabit dan sedikit bertabur bintang .


" Gitar Ini ,hadiah dari Zafira Ra" Agam menjeda kalimatnya , zura masih diam dengan tatapan Yang masih sulit di artikan


" saat aku ulang taun di umur yang ke 17 . dan aku Uda janji sama dia aku bakalan Jaga Gitar Ini Baik baik , Tapi aku gabisa Nepatin janji dia , "


" kenapa "


" Karna aku gak mau nyakitin kamu , Aku Uda buang ini ke gudang ,dan tadi pagi , Ibra Ngirim gitar ini ke aku ,dia Ngingetin aku tentang janji aku beberapa Taun yang lalu "


" kak Ibra Uda Pulang " Agam mengangguk , sedetik kemudian dia menyeringai " Tapi cuma bawa badai ke rumah tangga kita dengan perantara gitar ini , sekarang dia Uda Pergi lagi "


" gam , janji Itu Hutang ,gapapa Kok kalau Kamu Jaga Gitar ini sesuai janji kamu ke Zafira , aku Gak akan larang ,, "


" wanita Itu pinter Nyembunyiin kerapuhannya kata Naufal , Aku gak mau kamu pura pura Kuat di depan aku dan Di belakang aku kamu hancur " Zura tertawa kecil " Sini gitarnya "


" Buat "


" Uda sini aja ,, " Agam mengambil gitar Itu dan menyerahkan kepada Zura " kebetulan aku bisa main Gitar Loh ,mau request gak "


" serius" lagi lagi Zura mengangguk .


" Nyanyiin 1 lagu yang mewakili perasaan kamu sekarang " titah Agam lembut ,membelai pucuk kepala Zura Yang masih tertutup Oleh Khimar .


tangan Zura mulai memetik sinar sesuai nada lagu yang akan dia nyanyikan dengan pasangan yang terkunci Ke 1 arah ,manik mata Agam .


**Ketika 'ku mendengar bahwa


kini kau tak lagi dengannya


Dalam benakku timbul tanya


Masihkah ada dia ....


di hatimu bertahta...


Atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu..


Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi****..


bibir tipis Zura terus mengucap lirik demi lirik seraya tersenyum tulus ke arah sang Suami ,,,


Meski bibir ini tak berkata


Bukan berarti 'ku tak merasa


Ada yang berbeda di antara kita


**Dan tak mungkin Ku melewatkan mu ,


hanya Karna


diriku tak mampu untuk bicara bahwa


aku ,,ingin kau ada di hidupku


Prok Prok Prok heboh Agam menepuk tangannya berulang ulang ,saat Zura menghentikan bernyanyi nya**


" Ternyata Jago banget ya istri aku main gitarnya ,, btw di sini Cuma ada kamu Ra sekarang , gada Yang lain " Ucapnya menunjuk ke dada


"amiin ,, " Ungkap Zura penuh syukur .


" mau denger aku nyanyi gak ,, " tawar Agam mengangkat kembali gitarnya .


" bolehh "


" lagu apa " Tanyanya Yang sudah memetik metik sinar Gitar , testing Mungkin ,...


" kehadiranmu " Jawab Zura ,,


Zura memejamkan mata indahnya ,,kala petikan Agam begitu menusuk ke Indra pendengarannya , belum lagi suara Agam yang bisa melelahkan hati kaum hawa yang mendengarkan termasuk Zura Juga ..


" ****Hadirnya dirimu ,,,,


berikan suasana baru ....


kau mampu tenangkan aku ...


di saat risau ..


dalam hatiku ...


lembutnya ...sikapmu


meluluhkan hati ini ...


terbuai aku terlena


oleh Dirimu**** ...


oleh dirimuuuu ... " mata mereka terus beradu ,, Dengan senyum bahagia yang tak bisa Di ucapkan hanya dengan sebuah kata ...


" Bundaaaaaaaaa "