La Tatrik Qalbi Abdaan

La Tatrik Qalbi Abdaan
episode 69



Menanam akan memetik.


Menanam kebaikan memetik hasil kebaikan.


Menanam keburukan memetik hasil keburukan.


Perbuatan baik yang kita lakukan, bukanlah untuk orang lain, melainkan untuk kita sendiri. Karena kita hanyalah sarana Allah untuk menolong orang lain.


Jangan merasa berbuat baik, tapi rasakanlah keikhlasan dari perbuatan itu, untuk diri kita sendiri. Bukan untuk di pamerkan, atau di sombongkan, apalagi di banggakan di hadapan orang lain.


Berbuat baik tak perlu di umumkan, lupakan dan teruskan berbuat baik, tanpa merasa berbuat kebaikan, untuk hidup yang lebih baik.


Ditemani sebungkus kuaci ,Agam dan Zura malam ini begadang ,hanya demi melihat film horor kesukaan mereka ,salah salah ...Zura tidak begitu suka ,mungkin hanya Agam yang begitu menikmati alur cerita ,,


bisa di katakan ini kali pertamanya Zura cameback melihat film horor lagi ,setelah terakhir saat dia masih duduk di bangku SMP


" ini mah namanya kamu gak liat sayang ,, dari tadi kamu nempel terus di dada aku " gadis itu semakin menempelkan tubuhnya di dada Agam ,apalagi mendengar intonasi nada yang semakin tinggi ,, sangat mengerikan ,,tapi hatinya terus mendorong ,,agar melihat film ini sampai selesai


" Takutt " lirih Zura ,,Agam mengecup Pucuk kepalanya berulang ulang " kita tidur aja ya ,,"


" gak mau pengen liat tapi takut .."


" anak kita pengennya aneh aneh mas ,.." di saat itu juga Agam tertawa lepas ,, Bagaimana bisa anaknya yang masih di alam lain ,bisa menjahili bundanya seperti ini ,, " gada hantunya sayang ,,nih liat "


" gak mauuuu "


" astaghfirullah ,gak ada sayang ,kalau aku bohong kamu bisa cium nih pipi aku .. " Zura mencubit perut Agam ,dengan wajah yang masih tersimpan di tempat ternyaman baginya saat ini ,apalagi saat aroma tubuh Agam terserap di indra penciumannya " cium sayang bukan cubit " tegas Agam semakin membuat gadis itu kesal ,hingga tangan Zura bergerak ke sana ke sini mencari remote TV ,tapi tidak juga dia temukan


" perasaan tadi di sekitaran ini ,," gadis itu masih meraba raba ,,," itu tadi ,Sekrang Uda di tangan aku ,, cium dulu baru aku kasih "


" matiin TV nya ,,, aku gak mau lihaatt ,Takutt hiksss " Zura mulai merengek , mengeluarkan suara maut yang dia miliki ,, tapi Agam tetap kekeh ingin mengerjai istrinya ,,tidak peduli dengan dada nya yang mulai basah Karna air mata kucing Zura " maaasssss"


" apa Hmm ,, "


" matiin "


" cium dulu sayang ..."


" gak Mauu ,matiin hiksss "


" gak mau ,,cium dulu baru aku matiin "


" Bundaa ...ayah ...." suara kecil Kiano membuat pelukan keduanya terlepas ,Agam dengan buru buru membuka pintu ,mempersilahkan anaknya yang masih terlihat ngantuk itu masuk ,sementara Zura dengan mata yang tertutup meraih remote tv dan segera mematikan layar besar itu " ileran ,gapapa Dehh ,aku gak mau liat lagi ...takuttt " lirihnya menyusul langkah Agam ,,mengusap air mata yang beberapa menit tadi sudah keluar ,hanya Karna film horor .


" Ano boleh kan tidur di sini " mereka saling memandang ,,ingin rasanya Agam berkata tidak ,namun 5 huruf yang memiliki makna penolakan ,tidak berhasil keluar dari rongga mulutnya hingga jawaban iya dari Zura keluar lebih dulu membuat Kiano mengulas senyuman lega


" Syukron ayah ,bunda "


" sama sama sayang ,, " Zura mengusap rambut anaknya memberikan ciuman selamat malam tepat di kening Kiano sebelum Kiano naik ke ranjang


" harusnya kan gw tadi yang dapet kiss night dari Zura ,, nasib daahhh " pasrah Agam yang hanya bisa dia keluhkan lewat suara hati ..


" good night anak ayah ,semoga mimpi indah ..jangan lupa wudhu dulu ,terus baca doa ya sayang "


" siap Bun ,yah .. "


" lanjut nonton lagi gak " tawar Agam Menyengol lengan Zura ,," gak ,mas kalau mau nonton lagi silahkan ,,aku mau tidur aja ,, "


"katanya tadi begadang " Agam terus membuntuti langkah Zura ,,sampai gadis itu membaringkan tubuhnya di ranjang ,,dengan menarik selimut tebal guna menutupi badannya dan Kiano


" aku ngantuk ,,"


" Allahuakbar ... "


***


" bunda apel ini belacun gak " tanya Kiano sebelum dia mengigit apel merah yang sudah dia genggam di tangan kanannya ,, Agam mengangguk seraya tersenyum tipis " racun cinta dari Bunda "


" apa sih mas ,kayak anak ABG aja ,, " Zura Terkekeh pelan ,,hingga kegiatan mengupas apel dia lanjutkan


" gak kok sayang ,,kamu nih ,kebanyakan baca dongeng pasti "


" sekali aja Bun ,itu pun ayah yang bacain ,, "


" kapan " kaget Agam saat dirinya menjadi tersangka ,, Kiano mengetuk ngetuk dagunya dengan telunjuk kecil yang dia miliki ,anak itu nampak berpikir dengan keras " mm ,Ano lupa ,tapi Ano Inget ,yang clita itu ayah .. "


" assalamualaikum ,,orang ganteng Dateng uhuyyyy " pintu yang tadinya tertutup kini terbuka ,,Naufal datang di ikuti Kayra di belakang " assalamualaikum ,calon bidadari surga Dateng Nihhh" ucapnya tidak kalah percaya diri dari Naufal ,mungkin ini juga efek samping Karna dia berteman dengan Naufal " lhaa ,tau kalau Lo pada , gak bakalan gw suruh bukain pintu tadi bibi" ucap Agam sukses membuat keduanya berhenti ,,


" lagian gw kesini juga pengen ketemu sama Zura ,bukan sama lu " imbuh Kayra ,gadis itu langsung menyeret kursi di samping Zura " apa kabar Ra ,dedek bayinya juga gimana ,,sehat kan "


" baik " sahut Agam ketus ,,


" Alhamdulillah baik kok kak ,, "


" nih orang PMS kali ya,, ketus Benerr ," Naufal yang baru duduk langsung mencomot apel ,, mengigitnya membentuk logo salah satu Hp bermerek


" btw besok kan Minggu tuh ,,, kita jenguk bang Ibra gak ,, "


" sure " lagi lagi Agam menyahuti tapi dengan jawaban yang begitu singkat " lu bisa gak kay "mata Naufal berganti melirik Kayra


" sure ,,,gw bakalan tetep usahain, sekalipun gw sibuk banget akhir akhir ini "


" segitu pentingnya ya ,,kak Ibra buat kak kayra " pertanyaan yang berhasil membuat darah kayra serasa berhenti mengalir sepagi ini ,Kayra tersenyum gugup sembari menggeleng " bukannya gitu tapi kan .."


" bilang aja lu emang ada rasa buat Ibra ,," timpal Naufal ,,Agam mengacung kan 2 jempolnya ,,sedangkan Kiano yang tidak tau meskipun aktif menyimak ikut tertawa kecil " Ano ikut ya ,, Ano juga mau liat Om Ibra "


" Iyah sayang ,,besok kita ke sana bareng bareng ya "


****


Seandainya manusia mendengar suara angin bertasbih, dedaun berzikir, cakerawala bertahmid, sekalian langit dan alam memujiNya.


Pasti mereka akan lebih mengerti akan sebuah kehidupan, selaut kesyukuran dan segunung ketaatan.


Di saat itu ..


Pasti yang angkuh akan jatuh tersimpuh,


Yang alpa akan segera ingat Yang Esa,


Yang berdosa kembali mengingatiNya,


Istighfar dan taubat kepada Maha Berkuasa.


"Langit yang tujuh dan bumi serta sekalian makhluk yang ada padanya, sentiasa mengucap tasbih bagi Allah dan tiada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya; akan tetapi kamu tidak faham akan tasbih mereka. Sesungguhnya Ia adalah Maha Penyabar, Lagi Maha Pengampun."


- QS. Al-Isra, Ayat 44: 15 -


Renungan buat diri ..


Mencintai Allah, bermakrifat kepadaNya, selalu berzikir kepadaNya, mencari ketenangan denganNya, menenangkan hati di sisiNya, takut, berharap dan tawakkal hanya kepadaNya, dengan keyakinan bahawa Dialah Yang menguasai segala keinginan dan kemahuan hamba, itu semua adalah syurga dunia dan kenikmatan yang tidak dapat disamakan dengan kenikmatan lain. Dan itu adalah kesenangan dan kehidupan bagi mereka yang mencintai Allah.


Subhanallah


Alhamdulillah


Lailahaillallah


Allahuakbar


@islamitu_indah


" lagi ngapain ,," tegur Agam merangkul bahu istrinya dari belakang ,, membuat Zura menoleh menatap nya ,tapi hanya sekejap ,,hingga pandangan sayu itu kembali jatuh ke bawah balkon " lagi bernostalgia "


" soal Faiz ya ,, apa kamu belum move on "


" bukan mas ,, " tangan Zura kini bergerak ,,meraih tangan Agam yang sempat terlepas dari bahunya untuk dia genggam dengan erat " terus "


" tapi kenangan antara aku dan Sabrina ,aku kangen banget sama dia ,, jarak kami begitu jauh saat ini ,,"


" lagian ,,Nama Faiz itu Uda terhapus dari hati aku ,, Uda lama Bangett ,,bahkan sebelum kamu mencintai aku Lohh ,,lama banget kan " sambungnya mampu membentuk lengkungan tipis di sudut bibir Agam ,,juga rasa lega yang menyelimuti hatinya


" Iyah sih ,,aku tadi kan cuma nebak ,, "


" Uda yuk ,,masuk Uda malem ,,ibu hamil gak boleh di luar jam segini "


" tapi .. "


" gak pakek tapi sayang ,,yuk "


mereka masuk meninggalkan gelapnya langit malam ini ,, meninggalkan bulan ,yang kini menguasai malam ,,memancarkan sinar indah yang dia miliki ,tanpa di temani 1 pun bintang ..