La Tatrik Qalbi Abdaan

La Tatrik Qalbi Abdaan
Chapter 6



*Jikalau Allah tida mencintaimu, maka Allah tida akan meletakan perasaan kesedihan atau penyesalan atas dosa yg kau perbuat. Ketahuilah bahwa satu perasaan itu menandakn masih adanya cahaya iman didalam hatimu*


____________


Rindu Memang Tapi Bukan Ini Yang Zura mau ,, Menolak Bukan Berarti Dia Sudah Melupakan Orang Yang di Cintainya Selama 3 Tahun Lebih ,,Tidak Ada Yang Salah ,, Hanya Perasaan Yang Tidak Bisa Di Paksakan Dan Waktu Yang Terlalu Singkat ,


Andai Sabrina Tau jika Mereka Menyukai Pria Yang sama


Mungkin Sabrina Juga Melakukan Apa Yang Zura Lakukan .


Sabrina 🖤


Assalamualaikum Ra ,, Apa Kabar ?? semoga Selalu Dalam Lindungan Allah Ya !!! Ra Aku Kangen ,, Aku Pengen Ketemu Kamu ,, Aku Jarang Hubungin Kamu Karna aku Sibuk Banget Ra ,, Apalagi Bunda Sering Masuk Rumah Sakit ,,,


Ra Andai kamu ada Di samping aku Pasti aku Uda Peluk Kamu


erat Bangett ,,, Terus Teriak Teriak Di Telinga Kamu ,,,


Kamu Tau Gak ,,, Faiz Nyusul aku Ke Aceh Ra,, Terus Dia Lamar aku ,,, aku Bahagia Ra ,,, Bahagiaaaa..... "


Zura kembali Menaruh benda Pipi Itu di sampingnya ,, Bahkan Ini Yang Ke3 Dia Membaca Pesan Sabrina Namun Belum Bisa Untuk Membalas ,, Hatinya Terluka ,, Dirinya Begitu Hancur ,,


Mana Mungkin Dia Bisa Mengikhlaskan Itu Terjadi Begitu saja ,,


mendengar saja Membuatnya sakit apalagi Bertatap Langsung dengan Sabrina ,,,


Buliran Air Mata Merempes Di 2 Kelopak Mata Zura ,, Dia Menyeka Langsung Namun Masih Banyak Air Mata Susulan ,,


sesak Sakitt ,perihh Menjadi 1 dalam Kekacauan Hatinya ,,


Faiz ,, Pria Yang sangat Ia Idamkan sejak SMA ,, Karna Kelembutan Sikapnya ,, Akhlak Dan Islam Yang seperti Sudah Menadarah Daging Di Tubuh Pria itu ,,


kenapa Harus Dengan sahabatnya ,, apa Dia Harus Ikut Bahagia


padahal Di Hatinya Zura begitu Tersayat ,,


Zura Tertunduk Lesu Memegang Ke2 Lututnya Di Bawah Lantai dengan Air Mata Yang Terus Bercucuran ,,mengharapkan Nama Faiz Membuatnya Menahan Sakit Seperti Ini ,, Padahal dia Sendiri Yang bilang Jika Dia Tidak Bisa Bersama Faiz ,, Entahlah Zura Kacau ,,gadis Yang Masih Terisak Itu Bingung dengan Hati dan Pikirannya ,, Harusnya Dia Bahagia Karna sahabatnya Akan Menikah dengan Orang Yang Di Cintai nya ,, Tapi Kenapa Dia Malah Menangisi Takdir Ini.


" hiks ..maafin aku Bi,, Bukannya aku Munafik ,, Tapi Aku Gak Bisa Bohongin perasaan aku Sendiri ,, aku Juga Mencintai Dia ,, Bahkan Sangat Mencintai Dia ,, rasanya Begitu Sakit Mendengar Jika Faiz akan Bersama Kamu ,, Aku sakit Bi ,, Sakitt .... " Lirih Zura Menyembunyikan Wajah Sendunya Di Balik Telapak Tangan . Andai Dia Tau apa Yang akan Dia Rasakan Di Hari Ini ,mungkin dia Tidak akan Menyebut Nama Indah FAIZ di sepertiga Malamnya ,, Berharap Kepada Manusia Memang Kecewa Yang di sengaja


" Ma Fii Qalbi Ghairullah ...." Usapan Lembut Pada pucuk kepala Zura Membuat Zura Mendongak Menatap Sang Pemilik Tangan ,di dapati wajah Kakaknya Yang Tersenyum Memberinya Semangat ,Zura Tidak Peduli Jika Alvi mendengar semua Curhatannya Dia Langsung Bangkit Meraih Tubuh Alvi melingkarkan tangannya Ke Perut Alvi Dan Sesenggukan Di Dada Alvi ,,


" Nangis Ra ,, Kalau Itu Buat Kamu Tenang ,, !!! Ujar Alvi Mengusap Punggung Zura ,, Melihat adiknya Seperti Ini Ikut Membuatnya Sesak Baru Kali Ini dia melihat Zura Seperti Kehilangan Keceriannya .


" Kak Fi Pernah Di Posisi Zura ?? Alvi Melepaskan Pelukannya Menatap Wajah Senduh sang adik ,,, 2 jempolnya Mengusap Lembut Pipi Zura ,


" Kak Fi emang Gak Pernah Ada Di Posisi Kamu ,, Tapi Kak Fi Tau Gimana Sakitnya Kamu sekarang ... LAA TAHLA ,,


Allah Sudah Menyiapkan Orang Yang Lebih Baik Untuk Kamu ..."


Hatinya Telah Berlabuh terlalu Jauhh ,, dan dengan Mudahnya Takdir Mengaharuskan Dia Melupakan Semua Itu Begitu saja .


" Kak fi harap dengan Sakit Ini ,, kamu Bisa Jadi lebih Dewasa ,,


terkadang Mencintai Bukan Berarti Memiliki Ra ,, Itulah Resiko Dari mencintai,, Kita Harus Bisa Menahan rasa Sakit Nantinya ,, kalau semua gak sesuai dengan Apa Yang Kita Harapkan "


" Zura Belum Bisa Mastiin Kalau Hati Zura Ikhlas Kak " Zura Menatap Wajah Kakaknya Lekat ,, Bibir Alvi Melengking Membuat Senyuman Tipis ,," Tapi Yang jelas Zura bakalan Berusaha Buat Lupain Rasa Ini ,, !!! lanjutnya Menampilkan Senyum Tipis Juga ,,Senyum Yang Begitu Tulus ,, Dia Harus Bangkit ,, Lagian Dia Sudah mempunyai Calon Suami Apa Pantas jika Dia Masih Berharap Pada Laki Laki Lain ,, Zura Yakin Takdir Allah Itu Indah ,,, Allah Begitu Mencintai Maklukya,, Karna Untuk Mencapai Kebahagian Terkadang Kita Juga Harus Menyambutnya Dengan Air Mata Terlebih Dahulu .


ceklekkkk ,,, laki Laki Bertubuh Jangkung dengan Hoodie Hitam Betulisan PERFECT BOY , masuk Ke Kamar Zura Tanpa Mengucap Salam ,, Pria Itu Langsung Mengambrukan Tubuhnya Ke Ranjang ,, Membuat 2 Gadis Yang Sedang Berpelukan Itu Menatapnya .


"kenapa ?? Tanya Azam Tanpa Berdosa ,, Dia Tau Pasti Kakak Dan Adeknya Nanti akan Memarahinya Karna Sudah Masuk Tanpa Mengetuk Pintu Dan mengucap Salam ,, Tapi dia Berusaha Bodo amat ,, Yang jelas dia Capek .


" Salam Dulu ... " Titah 2 Gadis Itu Bersamaan ,,


" Hmmm Uda Aku Duga " Lirih Azam Membuang wajahnya asal dan Mengehela Nafas Panjang " Assalamualaikum Ukhty .... " Lanjutnya Menampilkan sederet Gigi Rapinya .


" Wa Alaikum salam Akhi " Jawab Alvi Tersenyum Getir ,,menatap sang Adek Yang Selalu Bertingkah Konyol Ini ,


" Wa alaikuk salam !!! Suara Zura yang Masih Terdengar Serak ,, Azam Menatap lensa Hitam Adeknya yang di Baluti warna sedikit kemerahan ,, hidungnya juga Tak Kalah Merah ,,wajahnya sembab


" Kamu abis Nangis Yah !!! Tanya Azam Di Barengi Tawa Terpingkal ,, Zura Mengibaskan Tanganya Tepat di Depan Mata ,, Dia Mencoba Tersenyum ,, Kalau Azam Tau Bisa Panjang Urusannya ,, Bukan Peduli Tapi pasti Meremehkan ,,


"Engak Klilipan doank Kok " elak Zura Mengerjapkan Matanya ,,


Rasa Sakit Itu Hilang Begitu datangnya Azam ,, Kalau Azam Gak Masuk Tadi Pasti dia Masih Sesenggukan Di Badan Alvi ,,


Azam Mengangkat 1 alisnya ,, Adeknya Ini Tidak Ahli dalam Bidang Berbohong Jadi dia Tau Jika Adeknya Memang Menangis ,, Tapi Yaudah Bukan Urusan Dia Juga Tohh Zura Tidak Akan Percaya Dengan dia .


" Kak Fi ,,Bantuin Zam Ngerjain Tugas Donk ,, Zam Pusing Tau Gak ,, Ternyata Ambil Fakultas Kedokteran Gini amat Ruetnya !! keluh Azam ,,pada Kakak Pertamanya ,,Azam sama sekali Tidak ada Niatan Masuk Ke Fakultas Ini ,, Tapi Karna Seseorang ada Disana Jadi Dia Ikut,,Gak Punya Pendiriian memang Tapi Kata Azam Inilah Yang di Namakan Awal Dari perjuangan ,, yang jelas seseorang Yang Azam Maksut Itu wanita ,, wanita Kedua setelah Uminya ,Yang Berhasil Masuk Ke dalam Hati Calon Dokter Tampan Ini ,, sampai Sampai Azam Rela Kuliah Di Bandung Demi mengerjar Cinta Gadis Itu ,,


" Makanya ,, Jangan Sok sok an Kak Zam ,, Mending Pindah Fakultas aja ,, !! Seru Zura Yang di balas Gelengan kepala Oleh Azam Dengan Masih Menatap Serius ke arah laptop di Depannya .


" Masa Cuma Gara Gara Tugas terus mundur ,, Dalam Kamus Aku , Gak ada Tu Istilah Mundur sebelum Waktunya ,, kalau nanti Dia Uda Nikah di depan Mata aku Baru aku Relain dia buat Orang lain ,, !! Ucapan Azam Membuat Adek dan Kakaknya Keheranan ,, Yang dibahas disini Soal Fakultas Kenapa Malah Nyasar Ke Bidang Pernikahan sementara Azam Tidak ambil Pusing Dia Masih Setia dengan Laptopnya .


"Isshh Ngomong apa sih Nih Orang !! gerutu Zura Mecebikkan Bibirnya ,, Azam Memutar Laptopnya 180° menjadi Ke arah Adek Dan Kakaknya ,, Mata Kedua Gadis Itu membulat Melihat foto Wanita Di dalam Layar ,, wanita Yang Begitu Cantik dengan Balutan Hijab syar'i Nya ,matanya Yang Sedikit Bulat dengan Bulu Mata Yang Lentik ,, bibir Tipis sedikit Kemerahan ,, Alis Tebal dan Hidung Yang Sedikit mancung ,,


" Cantikk kan !!!


" Siapa ?? Tanya Zura dan Alvi penasaran.


" Calon Kakak iparnya Ra ,, Calon Adek Iparnya Kak Kak Fi ,, Calon Menantunya Umi sama Abi ,, Dan Calon Istrinya Azam !!! Jawab Azam santai dengan Gaya Lagaknya ,,


" Emang Dia mau sama Kak Zam !!!


" mana Kak Zam Tau , Namanya Juga Masih Masa Masa Berjuang ,,, !!!