
Weekend
hari yang paling Agam tunggu
selama mengurus perusahaan rasanya sangat jauh dari hari Minggu , waktu seakan lama untuk berputar ,Mungkin ini juga efek karna dia tidak begitu menyukai pekerjaan yang di lakukan
Zura yang melihat ponsel suaminya bergetar beberapa kali menggeleng kecil seraya menatap Agam yang malah sibuk bercanda dengan asry mengajak Arsy bicara tanpa mendapat menjawab sampai mengabaikan ponselnya
" mas ini ponsel kamu dari tadi bunyi loh ,, "
" matiin aja sayang ,aku gamau di ganggu hari ini " ujarnya
di liatnya layar yang terus menyala hingga tulisan Naufal muncul di balik sana " mas ,yang nelpon kak Naufal tuh ,angkat Gih kayaknya penting "
" enggak mau , males , aku bawa Arsy jalan jalan dulu ya ke depan ,sama Kiano juga ,,kamu lebih baik masak atau yang lain jangan ngurusin Naufal ,dan jangan lupa matiin hp aku " tukasnya sebelum pergi memberi Zura beberapa amanah ,mau tidak mau gadis itu hanya mengangguk menurut ,tohh urusannya di dapur juga belum selesai .
dan masih banyak pekerjaan yang harus Zura lakukan
" Yaudah hari hati ya ,Ingettt ,,jangan lirik wanita lain ,,aku tumis baru tau kamu "
" Gak sayang ,, " Agam mengacak Khimar Zura seraya tersenyum hangat " lagian kan aku Uda pernah bilang ,modal cantik aja gak cukup buat masuk ke hati aku .."
" Iyah Yaudah ya aku masak dulu ,, assalamualaikum !!!
" Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatu istriku !!! " Agam terus menatap punggung istrinya sampai punggung itu benar benar Hilang ,namun senyum di bibirnya terus mengembang ,andai setiap hari dia bisa full time dengan keluarganya seperti ini ,sayang Tanggung jawab sebagai pemimpin dalam rumah tangga itu sangatlah besar belum lagi masalah perusahaan yang tiba tiba dia tangani
" lhaa harusnya kan aku yang pamit " Beonya menepuk Jidadnya sendiri .
***
beberapa bulan kemudian ,,
semua berjalan dengan lancar bisnis yang Agam kelola kini juga mendapat keuntungan yang lumayan besar
ternyata ucapan Naufal waktu itu memanglah benar
jika Jihan memang wanita yang lihai dalam berbisnis
berbagai ide mati matian dia bentuk
dan berkat usaha , kekompakan ,kerja keras juga pertolongan Allah yang menjadi faktor utama ,,akhirnya bisnis yang Agam kelola berhasil " Ya Allah ,pak Agam ,anda beruntung sekali memiliki wanita sebaik ibu Zura "
puji Jihan melihat kedatangan nona prawira
baginya Zura itu wanita yang sangat di idamkan banyak pria ,sifatnya yang lemah lembut juga kecantikan luar dalam yang dia miliki
andai Jihan bisa seperti Zura " Untung saya gak punya sayap Han ,kalau punya Uda terbang saya " jawab Zura Ikut duduk ,Agam yang tadinya sibuk langsung menutup laptopnya ,merangkul Zura agar bersenderan di bahunya " makasih sayang ... "
" sama sama mas ,, "
kedekatan Zura dan Jihan di mulai dari Jihan yang sering bolak balik ke rumah Agam ,tidak ada urusan lain selain bisnis yang mereka bahas
di samping itu Zura juga setia menemani keduanya berbincang kadang sampai larut ,dan jika sudah lebih dari jam 10 ,mereka berdua akan mengantar Jihan pulang ,di situlah Jihan tau betapa baiknya sosok Zura dan betapa beruntungnya bos nya itu yang di Takdirkan dengan wanita seperti Zura
" arsy sama Kiano mana "
" Arsyi Uda tidur kalau Kiano belum pulang dia kan sekolah ,,mas ganti baju dulu Gih ,Uda aku siapin air hangat tadi ,, " keromantisan mereka tidak luput dari mata Jihan dan Naufal ,Naufal yang sudah terbiasa pasti kebal , sedangkan Jihan harus menahan suaranya yang ingin berteriak Karna baper
kapan dia bisa di perlakukan seperti Zura
kapan dia bisa menemukan pria seperti Agam yang tingkat kesetiaan nya tidak bisa di ragukan lagi
" sabar ya han ,, lama lama kamu juga kebal kok kayak saya " desis Naufal
Jihan tertawa kecil ,toh dia juga senang bisa melihat pemandangan hangat ini " gapapa pak ,lagian saya juga belum ada niatan buat menikah "
" tapi saya selalu mendoakan kamu Han ,, " ujar Zura
" semoga kamu di sandingkan dengan orang baik nantinya ,, "
" ammiin Terima kasih Bu ,, "
" juga gak akan pudar walau berlawanan dengan waktu "
" kayak lagu Virgoun itu ya mas ... "
" Iyah Ra ,ya kali lagunya armada ,,bisa bisa harusnya aku yang di sana ,kan nyesek " sahut Naufal ,,Agam menatap sohibnya itu sinis ,,kesal Karna Naufal mengganggu keromantisan nya dengan Zura
" pak Naufal nih ada ada aja ya ,, "
obrolan mereka terhenti saat Adan asar mulai terdengar,, Naufal dan Jihan pamit untuk pulang sedangkan Zura dan Agam kembali menjalankan aktivitas nya sebagai orang tua di rumah
***
mata Ibra terpejam ribuan syukur dia ucap dalam hati , baju tahanan dia lepas ,hari ini juga statusnya sebagai narapidana telah usai
saat jeruji besi itu terbuka orang pertama yang memeluknya adalah Agam ,pelukan itu jarang tercipta dan mungkin setelah ini ,Agam tidak Usa menunggu banyak waktu untuk memeluk kakaknya sendiri " Bebas dari sini ,bukan berarti bebas juga dari aturan yang ada bang " ujarnya seraya terus mengusap pinggung Ibra
tidak hanya Agam ,ada bunda dan ayah juga ,Ibra yang merasa benar benar bersalah langsung sujud di depan orang tua mereka
" maafin Ibra Bun ,yah ,Ibra Uda buat kalian malu ,Ibra Uda kecewain kalian " ayah penuntut anaknya untuk berdiri
sekesal kesalnya mereka kepada Ibra tetap saja kesempatan maaf itu akan selalu ada
bunda yang menangis juga ikut menuntut Ibra ,mereka memeluk Ibra bersamaan
" Kamu anak bunda nak ,akan ada kata maaf untuk kamu meskipun kesalahan yang kamu buat sangat membuat hati bunda kecewa "
" pesan ayah ,jangan sampai kamu kembali ke sini ,,, kamu harus benar benar paham ,tentang tujuan hidup bra "
" Ibra janji yah ,Bun ,Ibra gak akan pernah masuk ke lubang yang sama ,,cukup ini jadi pembelajaran buat Ibra ,dan semoga Allah menerima taubat Ibra "
" ammiin " sahut Kayra yang tiba tiba sudah berdiri di belakang mereka di temani Zura dan Naufal ,,
ada rasa senang saat Kayra datang namun juga ada rasa malu yang tak kalah besar
jika masalalu bisa dia buang ,pasti dia akan membuangnya sekarang juga ,,
tapi di sini bukan cuma perihal masalalu namun juga pembelajaran dan hal baru
dari sini Ibra sadar jika caranya memperjuangkan orang yang dia cintai sangatlah salah ,,
bahkan sudah melampaui batas
***
Lama bersenandung agar buah hatinya tidur akhirnya Arsyi benar benar terlelap berkat suara merdu sang bunda
sambil menunggu Agam datang ,Zura memilih berjalan ke arah Balkon
rasanya dia ingin pergi ke Amerika lagi
negara kedua yang selalu dia rindukan
Zura tersenyum tipis saat
kedua tangan saling berkaitan memeluk perutnya
hingga tangannya mengusap tangan Agam pelan
" jika langit punya bulan untuk di banggakan
maka aku punya kamu untuk di perjuangkan
aku punya kamu untuk aku bimbing ke jannahnya
aku punya kamu untuk aku cintai selamanya "
" dengan bermodal doa dan usaha ,, aku berani mencintai kamu mas .."