
Tetesan Air Hujan
Setelah perpisahan ku dengan Rosella, Aku mendapati diriku mengeluarkan air mata yang membuat ibu heran melihat ku terbangun. Pagi hari memang suatu hal yang harus dinikmati, terlebih jika acara kartun kesukaan telah tayang dilayar kaca. Tapi ini bukan lah pagi indah biasanya, karena pagi ini sedang turun hujan. Bukan hujan biasa, hujan ini menurun kan zat asam dari langit. (Hanya bercanda)
Hujan kali ini masih belum menunjukan tanda-tanda akan reda, jadi aku memutuskan untuk tetap di kamar. Tapi ibu datang dan memarahi ku untuk mandi dan memakai seragam.
"Rama..!! Udah pagi ini masa mau tidur lagi..!!"
"Cuacanya sedang tidak bagus, pasti air nya dingin."
"Sudah tidak usah mencari alasan untuk tidur kembali, ibu sudah merebus air cepat pergi ke kamar mandi...!!"
"Baik bu..."
Mandi air hangat di pagi yang dingin ini adalah sesuatu hal yang sempurna. Cuaca yang dingin bercampur dengan air hangat membuat suasana lebih membaik dari sebelumnya. Ibu memberikan air hangat kepada ku untuk di tuang di bak mandi, karena air hangat sudah siap aku memutuskan segera mandi di pagi yang dingin ini. Setelah mandi aku bergegas memakai seragam sekolah.
Sembari menunggu sarapan, Aku menyiapkan buku untuk hari ini. Setelah selesai, sudah saat nya aku menonton acara kesukaan ku di televisi. Saat aku menonton televisi, Ayah datang merebut remot tv dari tangan ku dan menganti siaran. Di salah satu siaran yang Ayah lihat, terlihat ada berita tentang artis muda yang ingin hiatus dari dunia hiburan. Terkejut aku melihat artis tersebut mirip dengan perempuan yang ada di kelas ku.
Makan Pagi
"Kalian berdua cepat kemari dan makan lah." Kata Ibu sembari menaruh makanan ke meja.
Setelah itu Aku dan Ayah segera pergi ke meja makan. Sarapan pagi ini sangat lah menggugah selera, aroma nya yang enak dan disertai tampilan yang menarik membuat perut ku semakin lapar. Ibu menaruh piring masing-masing, Aku mengambil nasi setelah itu ibu menuang kan lauk. Ibu bertanya tentang mengapa aku terbangun dengan keadaan menangis.
"Rama.. tadi ibu liat kamu nangis, apa mimpi nya sebegitu sedih?"
"Ya begitu lah."
"Nak sebaiknya jangan mengingat mimpi yang sedih, nanti hari-hari mu akan memburuk." Kata Ayah
"Yah.. apakah kita bisa menemukan orang yang ada didalam mimpi di dunia nyata?"
"Ayah sudah pernah bilang kepada mu, jangan pernah berkhayal tentang yang tidak bisa kita capai."
"Baiklah.."
"Tapi jangan patah semangat, contoh nya ibu mu ini." (Maksud ayah, ibu ada di setiap mimpi ayah.)
Setelah sarapan sudah habis aku dan ayah memutuskan untuk berangkat, terlihat pula bahwa hujan mulai reda. Ayah menyiapkan motor, aku menggunakan sepatu dan berpamitan kepada ibu. Motor sudah siap, tak lupa aku berpamitan kepada Ayah.
Ruangan Lembab
Saat di perjalanan menuju sekolah, memang hujan mulai mereda. Tapi saat sudah mendekati sekolah, hujan kembali turun dengan deras. Bergegas aku memarkirkan motor dan segera ke kelas. Dikelas hanya aku dan dua orang anak perempuan dikelas ku. Aku duduk dan menaruh tas, kemudian ku pejamkan mata ku di atas meja sembari menunggu kawan.
Aku berharap bisa bertemu dengan Rosella saat ku pejamkan mata ku. Berselang tiga menit, aku merasakan seseorang di depan ku. Tapi dalam bayangan ku itu adalah Rosella yang menyuruh ku untuk bangun. Tetapi saat ku buka mata ku ternyata itu hanya Riyan yang baru saja datang. Terlihat baju nya yang basah karena hujan lebat di luar.
"Ram.. Ayo bangun, masa pagi-pagi masih ngantuk. Lihat nih gw sampai kebasahan demi ke sekolah."
"Eh Riyan, suasana yang kaya gini bikin siapa aja ngantuk yan."
"Yaudah temenin gw ke ruang UKS yok buat keringin kepala sama ambil obat sakit kepala.!"
"Boleh, tapi tau dimana kan UKS nya?"
"Iya udah, lagi pula di kasih kunci nya tadi sama Bu Cinta."
Bergegas Aku dan Riyan untuk ke ruang UKS. Sesampai nya kami di depan ruang UKS ternyata ada kakak kelas yang menunggu ruang UKS di buka, seperti nya ia tau bahwa kami akan kemari.
"Kalian berdua, apakah kalian membawa kunci UKS dari Bu Cinta...?"
"Iya kak...!"
"Yaudah sini, kalian mau cari apa di dalam?" Ia bertanya sembari membukakan pintu ruang UKS.
"Mau cari handuk sama obat sakit kepala kak."
"Kakak anak PMR?"
Setelah itu kami masuk kedalam ruang UKS, terlihat sangat bersih dan rapih. Didalam sini ada kasur untuk berbaring dan ada rak obat yang disusun dengan rapih. Kami di persilahkan duduk oleh kakak kelas di bangku yang sudah di sedia kan sebelum nya. Saat kami melihat-lihat kakak kelas ini sedang mencari handuk dan obat yang kami perlukan. Setelah apa yang kami ingin kan sudah didapatkan, Ia memberikannya kepada kami.
Saat Riyan mengeringkan kepala nya, Aku mencoba bertanya tentang nya.
"Kakak dari kelas mana?"
"Kakak ini dari kelas 12 Multimedia."
"Wah berarti tahun lalu kakak sedang PKL yah."
"Begitu lah..."
"Tapi kok kakak tertarik masuk PMR, kenapa tidak memilih Photography atau semacam nya...?"
"Kakak bisa aja ambil kedua nya, tapi karena photograhpy sudah kakak kuasai jadi kakak memutuskan untuk tidak ikut."
Saat aku sedang asik mengobrol, Riyan sudah selesai mengering kan kepala nya. Ia meminta air untuk meminum obat sakit kepala, kakak kelas pun memberikan minum untuk Riyan. Setelah sudah meminum obat kami memutuskan untuk segera masuk ke kelas. Tak lupa Aku dan Riyan berterima kasih kepada kakak kelas yang sudah membantuk kami.
"Kak terima kasih ya sudah membantu kami."
"Sama-sama, oiya nama kamu siapa...?"
"Aku Rama bisa di panggil Rama ataupun Razi."
"Oh gitu kalau kamu...?"
"Aku? nama ku Riyan bisa di panggil Riyan."
"Salam kenal nama kakak Caca panggil aja Kak Caca."
Kembali Ke kelas...
Setelah kembali dari ruang UKS, kami pergi ke kelas masing-masing. Kunci ruang UKS di berikan kepada kami untuk di kembali kan ke Bu Cinta. Karena kunci berada pada kami, kami memutuskan untuk keruang guru untuk bertemu dengan Bu Cinta. Sesampai nya di ruang guru, kami kebingungan mencari Bu Cinta. Kami memutuskan untuk mencari meja kerja Bu Cinta. Karena masih kebingungan kami menanyakan kepada guru lain dimana meja kerja Bu Cinta.
"Permisi Bu maaf, meja Bu Chintya dimana ya...?"
"Kalian berdua sedang mencari meja Bu Cinta ya..!"
"Bener bu dimana ya...?"
"Kamu lihat loker itu? di belakang loker itu ada sepuluh meja, meja bu cinta ada di meja ke delapan."
"Baik terima kasih bu."
Setelah mengetahui meja Bu Cinta, kami segera menuju meja tersebut. Sesampai nya kami di meja Bu Cinta, kami tidak melihat ada Bu Cinta di mejanya. Kami memutuskan untuk mendekati meja Bu Cinta. Terlihat hanya ada buku tua dan tas Bu Cinta saja yang ada meja nya. Karena tidak ada Bu Cinta aku menaruh sembarang kunci ruang UKS di atas buku tua milik Bu Cinta. Saat aku menaruh kunci itu di atas buku, tiba-tiba Bu Cinta mengejutkan kami dari belakang.
"Sedang apa kalian berdua nak...?"
"Kami mencari ibu untuk mengembalikan kunci ruang UKS."
"Oh begitu, nak Riyan sudah meminum obat dari UKS kan?"
"Iya bu."
"Tapi yang datang tadi Kak Caca kan?"
"Iya Bu, Kak Caca yang membantu kami."
"Yasudah kembali ke kelas ya nak."
"Baik Bu."
Setelah kami mengembalikan kunci ruang UKS, Bu Cinta menaruh kunci itu di dalam buku tua milik nya.