
Tinta Hitam
Setelah kami terbangun dibawah pohon, Rosella mengajak ku masuk kedalam istana karena hari sudah mulai gelap. Rosella menarik tangan ku untuk mengikutinya masuk kedalam istana. Aku pun bertanya padanya apakah aku boleh memasuki istana, sebab aku bukan dari bagian dari anggota kerajaan Utara. Takut aku tidak di terima oleh keluarga nya.
"Anu, apakah kau yakin aku boleh masuk ke dalam istana?"
"Tidak apa-apa, kau ini tamu kerajaan kami..." Berkata Rosella sembari tersenyum.
"Kalau kau berkata seperti itu aku hanya bisa menuruti mu."
"Sebelum kita masuk kedalam istana utama sebaiknya kita mencari para tua bangka itu."
"Untuk apa...?"
"Sudah ikuti apa yang aku katakan."
Setelah itu Aku dan Rosella mencari para ayah yang masih berbincang tentang kerja sama yang akan berlangsung. Di dalam ruang perjamuan, keadaannya semakin memanas. Terlebih saat pakar ekonomi dari kerajaan utara memberi tahu bahwa sebentar lagi akan ada kemarau yang akan datang. Sama seperti kerajaan utara, kerajaan ku juga akan berdampak sama.
Sebab hasil buah dan sayur dari kerajaan utara, akan di ekspor ke kerajaan ku setiap panennya. Jika kemarau akan datang, perekonomian dari kedua kerajaan akan terhenti. Pakar ekonomi kerajaan utara pun memberikan usul bahwa untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kerajaan utara memberikan separuh dari persediaan yang ada kepada kerajaan kami dan sisanya akan disimpan saat menghadapi musim kemarau.
(Author: "Jujur part yang satu ini bikin pusing, bahkan butuh 3 hari mikirin alur nya...")
Sementara para orang tua itu sedang tawar menawar untuk mencapai kesepakatan bersama, kami masuk kedalam perbincangan itu dengan tangan ku di tarik oleh Rosella masuk kedalamnya. Para orang-orang itu kaget karena pintu ruangan perjamuan sangat besar bisa di dorong oleh Rosella. Setelah itu kami berdiri di tengah-tengah perjamuan dan meminta izin kepada Raja Utara.
(Author: " Nama nya juga mimpi, bisa apa aja di dalamnya jadi jangan kaget kalau Rosella bisa dorong pintu segede gaban...")
"Ah kalian berdua, tepat sekali kalian datang kemari." Kata Raja Utara.
"Nak apakah kau menikmati kunjungan ini...?" Kata Ayah
"Ya seperti itu lah..." Kata ku
"Ayahanda boleh kah Joseph menuju istana utama...?"
"Kenapa kau meminta izin Putri ku, Joseph akan menginap sampai besok. Jadi kalian bisa bersenang-senang sampai besok."
"Benarkah...?"
"Benar nak, Rosella apa kau bersedia menemani Joseph esok hari...?"
"Dengan senang hati aku akan menemani nya seharian."
"Bagus...!!" Kata Ayah ku.
"Sangat, Aku sangat menikmati nya terima kasih terlah menerima kami disini."
"Nah putri ku apa yang kalian tunggu, kalian boleh pergi ke istana utama sekarang."
Bangunan Tua
Setelah kami telah mendapatkan izin, kami segera menuju bangunan utama. Para pelayan pun mengiringi kami untuk memperlihatkan kemegahan istana ini. Hal pertama yang di tunjukan oleh Rosella adalah perpustakaan kerajaan ini. Saat kami sudah berada di depan pintu perpustakaan kerajaan ini, pelayan membukakan pintu nya dengan pintu rahasia kerajaan.
Setelah itu Rosella menarik ku kedalam untuk melihat kemegahan perpustakaan ini. Rosella membuat ku duduk di bangku tempat nya membaca. Rosella memberikan ku buku-buku yang sering ia baca di perpustakaan ini. Tiba-tiba aku merasa sangat ingin ke kamar mandi, tetapi aku teringat bahwa kau tidak boleh buang air kecil di dalam mimpi. Karena rasa ingin buang air kecil ku semakin menjadi, tiba-tiba aku membuka mata ku.
Terbangun Di Malam Sunyi
Terkejut aku terbangun dari mimpi, karena ingin buang air kecil. Aku bangun dari kasur dan langsung menuju ke kamar mandi, malam ini sangat dingin mungkin itu sebabnya aku ingin buang air kecil. Saat selesai, aku mendengar suara televisi masih menyala. Aku segera turun dan melihat apakah ada orang yang sedang menonton televisi itu.
Saat aku turun terdengar suara dengkuran keras dari arah sofa. Televisi itu masih menyala, dengan menampilkan siaran sebuah acara gosip yang mendatangkan artis yang kabarnya ingin hiatus dari dunia hiburan. Karena penasaran Aku mendekati televisi dan mendapatkan bahwa Ayah tertidur di atas sofa, tampak nya Ayah sangat kelelahan. Aku tak tega membangunkan Ayah dengan keadaan seperti ini.
Setelah itu aku mengambil air di dalam lemari pendingin dan menonton siaran televisi tersebut. Aku duduk di sofa satunya, dengan mengamati siaran televisi ini. Aku amati dengan seksama, memang ada kemiripan yang sangat ku perhatikan dari artis ini dengan Gita. Tapi aku hanya menganggap itu sebuah kebetulan belaka, karena aku teringat dengan pernyataan tentang manusia memiliki 7 kembaran di dunia ini.
Isi acara televisi ini lebih membahas kenapa artis ini ingin hiatus dari dunia hiburan. Segala pertanyaan di berikan padanya, hingga aku melihat suatu momen ia merasa tidak nyaman dengan percakapan pembawa acara. Wajah nya menggambarkan ke tidak nyamannya itu, di tambah tangan dan kaki nya yang mulai tidak bisa di kendali kan. Saat aku sedang mengamati percakapan dari Artis ini, tiba-tiba Televisi itu mati.
"Oh... maaf apakah itu kau nak...?" Ayah dengan mata yang sangat mengantuk berbicara dengan ku.
"Eh, Ayah ketiduran di sofa, jadi aku pengen mematikan Tv nya...."
"Oh gitu, cepat lah tidur Ayah mau ke kamar mau lanjut tidur."
Setelah itu Ayah bangun dengan keadaan setengah sadar berjalan menuju kamar ibu. Karena aku masih penasaran dengan percakapan artis itu, Aku menyalakan Televisi kembali. Saat aku menyalakan nya, Aku batuk karena dingin nya malam dan sayang nya lagi ibu keluar setelah mendengar ku batuk-batuk, Ibu keluar dari kamar nya dan memarahi ku untuk segera kembali ke tempat tidur.
"Rama!! Ini udah malem ini cepet tidur, kamu besok kan sekolah...!"
"Iya bu..."
Setelah itu aku kembali ke kamar ku dan melanjutkan tidur ku. Di atas kasur aku merenung memikirkan dan menyamakan Gita dengan artis yang ingin hiatus itu. Aku terus memikirkan itu sampai-sampai rasa kantuk ku kembali hadir, seketika aku kembali terlelap. Berbeda dari mimpi sebelum nya, kali ini aku tidak bermimpi tentang Rosella dan Joseph.
Aku bingung dan tidak tahu harus apa. Jadi aku terus melanjutkan tidur dengan mimpi berbeda. Mimpi yang sangat abstrak yang tidak bisa ku gambarkan, seperti sebuah garis lurus yang di belokan dan terus di belokan hingga menjadi sebuah persegi. Saat menjadi sebuah persegi bentuk nya kembali berubah menjadi lingkaran. Dari sebuah lingkaran menjadi segitiga.
Mimpi yang sangat-sangat absurd. Mimpi itu terus ada , sampai akhir nya suara Rosella yang memanggilku dari sebuah pintu. Aku mendekati pintu itu, pintu itu terbuka dan datang lah masuk lah Rosella dari pintu itu dan berkata.
"Kemana kau tadi...?"