
Seorang Yang Familiar
Saat Perempuan itu membuka maskernya, terlihat jelas bahwa wajah dibalik
masker itu adalah Putri Utara yang ada di mimpi ku. Aku kenal dan terasa
familiar dengan wajah itu, namun aku hanya diam dan memperhatikannya seperti
aku yang ada didalam mimpi.
Aku bisa merasakan sesuatu yang mengganggu diantara aku dan dia, Aku
tidak tahu apakah dia merasakan hal yang sama dengan ku. Tapi sepertinya ia
juga familiar dengan wajah ku ini. #Pede
Saat aku memperhatikan wajahnya tiba - tiba saat aku melihat nya, fokus
ku teralihkan oleh teman sebangku yang membuka percakapan denganku.
"Hey kawan kau sedang memperhatikan apa? Sedari tadi kulihat kau
melihat perempuan itu."
"Oh maaf apakah aku mengganggu mu?"
"Tidak, hanya saja kau seperti penguntit yang sedang mengincar mangsanya."
"Kau bisa saja, Aku hanya berpikir bahwa aku pernah bertemu dia di
suatu tempat."
"Ya terkadang semua orang melakukan itu, ia berpikir bahwa ia
pernah bertemu padahal belum sama sekali."
"Ya begitulah."
"Ya Hal tersebut dinamakan Deja vu, tapi jangan terlalu percaya
dengan hal begituan, gak baik untuk kesehatan."
"Baiklah, oiya nama kau siapa?"
"Riyan, panggil aja iyan atau Riyan juga boleh."
"Rama, panggil aja Rama atau Razi."
Orang satu ini menggangu saja, aku sampai tidak mendengar suara dan perkataan
perempuan tersebut. Aku sangat kesal dengan orang ini tapi apalah daya, aku
mengikhlaskan hal tersebut.
Debu Bertebaran
Hari ini hanyalah sebuah simulasi pembelajaran dari sekolah, jadi kami
tidak sampai sore hari. Hari pertama sekolah ini kami hanya sampai waktu
menunjukkan pukul 11:05, kami beruntung karena standar operasional dari pulang
sekolah adalah jam 15:05.
Setelah berkenalan dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah, Kami
diizinkan untuk pulang. Karenanya Aku memutuskan untuk pulang ke rumah.
Saat aku berada di parkiran, banyak sekali kendaraan yang ingin keluar.
Akibat banyaknya kendaraan yang ingin keluar, aku jadi tidak bisa mengambil
motor ku.
Kemudian
Setelah beberapa lama aku menunggu antrian keluar parkiran, Akhirnya ada
waktuku untuk mengeluarkan motor ku dari parkiran.
Saat aku berada di luar parkiran, aku melihat perempuan yang tadi aku
perhatikan sedang menunggu jemputan nya.
Disini aku juga memperhatikannya sebentar, tak lama sebuah mobil
berkelas datang menjemput nya. Terlihat ia dibukakan pintu oleh seorang
pelayan, Aku mengira bahwa ia hanya perempuan biasa seperti halnya siswi
lainnya. Apakah ini yang dinamakan Perempuan jago di bidang menyembunyikan
sesuatu...?
Pulang
Setelah perempuan itu pergi, aku memutuskan untuk pulang. Di jalan aku
mencoba berpikir logis dan tidak ingin memikirkan hal yang aneh aneh / Tidak
masuk akal.
Aku sempat berpikir bahwa aku adalah seorang reinkarnasi dari Josephine
dan ia adalah Putri Utara. Aku tidak boleh memikirkan hal omong kosong itu,
benar perkataan Riyan teman kelas ku. "tapi jangan terlalu percaya dengan
hal begituan, gak baik untuk kesehatan."
Di Rumah
Setelah perjalanan dari sekolah menuju rumah yang melelahkan, karena
hari ini matahari seakan menyengat kulit. Aku memarkirkan motor dan langsung
masuk ke rumah, Aku menggedor pintu.
Ibu membuka kan pintu dan menanyakan ku tentang pengalaman pertama kali
di sekolah baru.
"Anak ibu sudah pulang, istirahat dulu."
"Makasih Bu."
"Gimana perasaan jadi anak SMA? sekolah nya keren kan?"
dan keren."
"Tidak salah ibu memutuskan untuk mendukung mu dalam ujian masuk ke
sekolah itu."
"Berkat Ibu dan Ayah, aku mendapatkan sekolah yang mendidik dengan
baik."
"Bagus lah, ganti baju sana nanti kebawah ya. Ibu sudah membuat
makanan."
"Baiklah."
Cerita Masa lalu
Saat ini waktu sudah mulai senja, diwaktu-waktu seperti ini
biasanya waktu Ayah pulang kerumah. Aku menghabiskan waktu ku untuk menonton
tayangan televisi, hari ini tayangan televisi semakin lama, semakin tidak masuk
akal. Bayangkan saja seorang perempuan yang terjatuh dari lantai tiga, dapat
selamat hanya karena ia tergulung sebuah kain.
Jika didunia nyata terjatuh dari lantai tiga, mungkin orang
tersebut hanya tinggal nama. Dan terlebih tayangan lokal, Mana ada seseorang
yang sedang menyebrang jalan, tertabrak mobil padahal jarak mobil darinya masih
bisa dibilang jauh. Setelah aku gonta-ganti channel televisi, untuk mendapatkan
tayangan yang berkualitas. Ayah pulang dan membuka pintu.
Ayah nampaknya sangatlah lelah, raut wajahnya sedang tidak bagus.
"Selamat datang Sayang, kamu ganti baju dulu sana lalu
bersih-bersih nanti kita bisa langsung makan." Kata Ibu.
"Terima kasih Sayang..." Kata Ayah
Raut wajah Ayah seketika menjadi gembira setelah Ibu mengatakan
itu, Ayah memang sangat mencintai Ibu Romantis sekali. Ayah mengganti pakaian
dan bersih-bersih, Saat Ayah mengganti baju, Aku masih gonta-ganti channel
televisi mencari acara Tv yang berkualitas. Aku terus cari dan akhirnya aku
menemukan salah satu acara yang berkualitas, acara ini aku kenal sekali dari
aku masih kecil, Dan ya itu adalah acara kartun.
Ayah sudah mengganti pakaian dan bersih-bersih, saat nya kami menikmati
makan sore. Disini Ayah bercerita bahwa ada kendaraan di bengkel yang pemilik
nya sangat tidak sabaran, pemiliknya itu adalah seorang ibu-ibu yang tidak
mengganti Oli motor nya selama setahun, konsentrasi Ayah terganggu akibat ibu
itu tidak sabaran saat Ayah sedang bekerja.
"Sayang, makanan mu sangat lah enak membuat ku melupakan kejadian
yang ada di bengkel."
"Terima kasih, memang apa yang terjadi di bengkel?"
"Seperti biasanya membongkar dan memperbaiki motor, Tapi karena
pemilik kendaraan itu sangat lah tidak sabar dan mengganggu saat bekerja
pekerjaan ku jadi tertunda."
"Sabar lah Ayah pasti dia ada pekerjaan juga seperti Ayah."
"Mungkin kau benar nak."
"Sayang mau nambah?"
"Boleh.. Terima kasih sayang, oiya nak bagaimana apakah hari
pertama masuk SMA menyenangkan?"
"Begitulah biasa saja.."
"Kalau aku melihat mu nak, Aku jadi teringat Aku saat SMA."
"Memang apa yang terjadi?"
"Saat aku seumuran mu nak, Aku pernah diajak berkelahi oleh guru
Ayah."
"Apakah Ayah menerima tawaran guru itu?"
"Tentu, Ayah berkelahi dengan pak guru itu dilapangan saat pulang
sekolah, masalahnya sangat sepele. Ayah sering tidur di kelas dan Ayah mengejek
guru baru sampai menangis bersama teman-teman Ayah."
"Membuat guru menangis bukan lah hal sepele sayang..."
"Ya begitulah masa muda, Aku sempat menyesal tidak mengikuti banyak
pelajar yang aku butuhkan, JIka saja aku memutar waktu, Aku akan semangat
belajar sampai aku bisa kuliah dan mendapatkan pekerjaan kantoran."
"Kalau kau memutar waktu, mungkin juga kau tidak mendengar ku dan
mencari tahu siapa aku waktu dulu, bahkan mungkin kita tidak menikah."
"Maaf lah sayang, berkat Kamu dan Rama, Aku menjadi tidak menyesali
apapun dalam hidup ku."