Keep Silent And You Got It

Keep Silent And You Got It
Part 3 - Cerita Masa Lalu



Seorang Yang Familiar


Saat Perempuan itu membuka maskernya, terlihat jelas bahwa wajah dibalik


masker itu adalah Putri Utara yang ada di mimpi ku. Aku kenal dan terasa


familiar dengan wajah itu, namun aku hanya diam dan memperhatikannya seperti


aku yang ada didalam mimpi.


Aku bisa merasakan sesuatu yang mengganggu diantara aku dan dia, Aku


tidak tahu apakah dia merasakan hal yang sama dengan ku. Tapi sepertinya ia


juga familiar dengan wajah ku ini. #Pede


Saat aku memperhatikan wajahnya tiba - tiba saat aku melihat nya, fokus


ku teralihkan oleh teman sebangku yang membuka percakapan denganku.


"Hey kawan kau sedang memperhatikan apa? Sedari tadi kulihat kau


melihat perempuan itu."


"Oh maaf apakah aku mengganggu mu?"


"Tidak, hanya saja kau seperti penguntit yang sedang mengincar mangsanya."


"Kau bisa saja, Aku hanya berpikir bahwa aku pernah bertemu dia di


suatu tempat."


"Ya terkadang semua orang melakukan itu, ia berpikir bahwa ia


pernah bertemu padahal belum sama sekali."


"Ya begitulah."


"Ya Hal tersebut dinamakan Deja vu, tapi jangan terlalu percaya


dengan hal begituan, gak baik untuk kesehatan."


"Baiklah, oiya nama kau siapa?"


"Riyan, panggil aja iyan atau Riyan juga boleh."


"Rama, panggil aja Rama atau Razi."


Orang satu ini menggangu saja, aku sampai tidak mendengar suara dan perkataan


perempuan tersebut. Aku sangat kesal dengan orang ini tapi apalah daya, aku


mengikhlaskan hal tersebut.


Debu Bertebaran


Hari ini hanyalah sebuah simulasi pembelajaran dari sekolah, jadi kami


tidak sampai sore hari. Hari pertama sekolah ini kami hanya sampai waktu


menunjukkan pukul 11:05, kami beruntung karena standar operasional dari pulang


sekolah adalah jam 15:05.


Setelah berkenalan dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah, Kami


diizinkan untuk pulang. Karenanya Aku memutuskan untuk pulang ke rumah.


Saat aku berada di parkiran, banyak sekali kendaraan yang ingin keluar.


Akibat banyaknya kendaraan yang ingin keluar, aku jadi tidak bisa mengambil


motor ku.


Kemudian


Setelah beberapa lama aku menunggu antrian keluar parkiran, Akhirnya ada


waktuku untuk mengeluarkan motor ku dari parkiran.


Saat aku berada di luar parkiran, aku melihat perempuan yang tadi aku


perhatikan sedang menunggu jemputan nya.


Disini aku juga memperhatikannya sebentar, tak lama sebuah mobil


berkelas datang menjemput nya. Terlihat ia dibukakan pintu oleh seorang


pelayan, Aku mengira bahwa ia hanya perempuan biasa seperti halnya siswi


lainnya. Apakah ini yang dinamakan Perempuan jago di bidang menyembunyikan


sesuatu...?


Pulang


Setelah perempuan itu pergi, aku memutuskan untuk pulang. Di jalan aku


mencoba berpikir logis dan tidak ingin memikirkan hal yang aneh aneh / Tidak


masuk akal.


Aku sempat berpikir bahwa aku adalah seorang reinkarnasi dari Josephine


dan ia adalah Putri Utara. Aku tidak boleh memikirkan hal omong kosong itu,


benar perkataan Riyan teman kelas ku. "tapi jangan terlalu percaya dengan


hal begituan, gak baik untuk kesehatan."


Di Rumah


Setelah perjalanan dari sekolah menuju rumah yang melelahkan, karena


hari ini matahari seakan menyengat kulit. Aku memarkirkan motor dan langsung


masuk ke rumah, Aku menggedor pintu.


Ibu membuka kan pintu dan menanyakan ku tentang pengalaman pertama kali


di sekolah baru.


"Anak ibu sudah pulang, istirahat dulu."


"Makasih Bu."


"Gimana perasaan jadi anak SMA? sekolah nya keren kan?"


dan keren."


"Tidak salah ibu memutuskan untuk mendukung mu dalam ujian masuk ke


sekolah itu."


"Berkat Ibu dan Ayah, aku mendapatkan sekolah yang mendidik dengan


baik."


"Bagus lah, ganti baju sana nanti kebawah ya. Ibu sudah membuat


makanan."


"Baiklah."


Cerita Masa lalu


 Saat ini waktu sudah mulai senja, diwaktu-waktu seperti ini


biasanya waktu Ayah pulang kerumah. Aku menghabiskan waktu ku untuk menonton


tayangan televisi, hari ini tayangan televisi semakin lama, semakin tidak masuk


akal. Bayangkan saja seorang perempuan yang terjatuh dari lantai tiga, dapat


selamat hanya karena ia tergulung sebuah kain.


 Jika didunia nyata terjatuh dari lantai tiga, mungkin orang


tersebut hanya tinggal nama. Dan terlebih tayangan lokal, Mana ada seseorang


yang sedang menyebrang jalan, tertabrak mobil padahal jarak mobil darinya masih


bisa dibilang jauh. Setelah aku gonta-ganti channel televisi, untuk mendapatkan


tayangan yang berkualitas.  Ayah pulang dan membuka pintu.


 Ayah nampaknya sangatlah lelah, raut wajahnya sedang tidak bagus.


"Selamat datang Sayang, kamu ganti baju dulu sana lalu


bersih-bersih nanti kita bisa langsung makan." Kata Ibu.


"Terima kasih Sayang..." Kata Ayah


Raut  wajah Ayah seketika menjadi gembira setelah Ibu mengatakan


itu, Ayah memang sangat mencintai Ibu Romantis sekali. Ayah mengganti pakaian


dan bersih-bersih, Saat Ayah mengganti baju, Aku masih gonta-ganti channel


televisi mencari acara Tv yang berkualitas. Aku terus cari dan akhirnya aku


menemukan salah satu acara yang berkualitas, acara ini aku kenal sekali dari


aku masih kecil, Dan ya itu adalah acara kartun.


 Ayah sudah mengganti pakaian dan bersih-bersih, saat nya kami menikmati


makan sore. Disini Ayah bercerita bahwa ada kendaraan di bengkel yang pemilik


nya sangat tidak sabaran, pemiliknya itu adalah seorang ibu-ibu yang tidak


mengganti Oli motor nya selama setahun, konsentrasi Ayah terganggu akibat ibu


itu tidak sabaran saat Ayah sedang bekerja.


"Sayang, makanan mu sangat lah enak membuat ku melupakan kejadian


yang ada di bengkel."


"Terima kasih, memang apa yang terjadi di bengkel?"


"Seperti biasanya membongkar dan memperbaiki motor, Tapi karena


pemilik kendaraan itu sangat lah tidak sabar dan mengganggu saat bekerja


pekerjaan ku jadi tertunda."


"Sabar lah Ayah pasti dia ada pekerjaan juga seperti Ayah."


"Mungkin kau benar nak."


"Sayang mau nambah?"


"Boleh.. Terima kasih sayang, oiya nak bagaimana apakah hari


pertama masuk SMA menyenangkan?"


"Begitulah biasa saja.."


"Kalau aku melihat mu nak, Aku jadi teringat Aku saat SMA."


"Memang apa yang terjadi?"


"Saat aku seumuran mu nak, Aku pernah diajak berkelahi oleh guru


Ayah."


"Apakah Ayah menerima tawaran guru itu?"


"Tentu, Ayah berkelahi dengan pak guru itu dilapangan saat pulang


sekolah, masalahnya sangat sepele. Ayah sering tidur di kelas dan Ayah mengejek


guru baru sampai menangis bersama teman-teman Ayah."


"Membuat guru menangis bukan lah hal sepele sayang..."


"Ya begitulah masa muda, Aku sempat menyesal tidak mengikuti banyak


pelajar yang aku butuhkan, JIka saja aku memutar waktu, Aku akan semangat


belajar sampai aku bisa kuliah dan mendapatkan pekerjaan kantoran."


"Kalau kau memutar waktu, mungkin juga kau tidak mendengar ku dan


mencari tahu siapa aku waktu dulu, bahkan mungkin kita tidak menikah."


"Maaf lah sayang, berkat Kamu dan Rama, Aku menjadi tidak menyesali


apapun dalam hidup ku."