Keep Silent And You Got It

Keep Silent And You Got It
Part 18 - Masih Bernafas



Pemberontak


 Saat ini aku tanpa sengaja masuk ke dalam perperangan antara kerajaan ku dengan para pemberontak yang ingin menaklukan kerajaan ku. Karena memang dasar nya aku tidak bisa berpedang, tapi aku bisa menjadi ahli strategi, ahli strategi yaitu yang berada di barisan belakang yang mengatur alur peperangan terjadi. Menjadi ahli strategi seperti bermain catur, tapi bedanya ini lebih tersusun dan tak terduga pergerakannya.


 Aku dan Olivia berada di tenda para komandan berkumpul, Aku merasa tidak pantas berada di tempat seperti ini. Para musuh sudah mulai menggerakan pasukan mereka, tapi aku tak gentir melawan para pemberontak itu. Informan kerajaan ku memberitahu semua strategi musuh, Ayahanda memang seorang Raja, tetapi ia ikut membunuh para pemberontak itu.


  Pasukan kerajaan ku memiliki 12,000 rb pasukan, sementara, musuh memiliki 15,000rb. Para pemberontak itu hanya berbeda 3,000rb pasukan dengan pasukan kerajaan ku.


Peperangan...


 Karena mereka memiliki jumlah pasukan yang lebih banyak, Aku memutuskan untuk menggunakan formasi empat prajurit bersamaan, formasi itu ku gunakan karena di dunia nyata aku pernah melihat sebuah film peperangan yang menggunakan formasi seperti itu dan terbukti walaupun jumlah mereka lebih sedikit seperti yang kami miliki, namun mereka dapat memenangkan pertempuran.


(Apa itu Empat prajurit bersamaan? Itu sebuah teknik dimana prajurit yang menggunakan pedang dan perisai didepan, menjaga prajurit menggunakan tombak. Mereka berjalan bersama, ketika prajurit yang menggunakan pedang sedang berhadapan dengan musuh, prajurit tombak menusuk para musuh itu.)


 Peperangan sangat seru sekaligus mengerikan, para prajurit musuh tewas namun di sisi lain para prajurit milik kerajaan ku sudah mulai lelah. Disaat seperti itu aku menarik pasukan milik ku untuk beristirahat, sekarang musuh hanya memiliki 6,000rb prajurit dan aku masih tersisa 9,500rb prajurit yang kekelahan. Di saat itu aku memutuskan untuk turun ke pertempuran melihat para prajurit yang tewas di temani Olivia dan komandan tertinggi milik ku.


 Ayah sudah kembali ke tenda untuk ber istirahat dan sekarang giliran ku yang menyerang mereka, karena aku yakin untuk memenang kan perperangan ini. Saat prajurit kami sedang beristirahat, pasukan musuh kembali menyerang, disaat itu aku sedang membawa prajurit kami yang tewas. Dengan sigap kami menaiki kuda-kuda kami dan kembali ke tenda.


 Kami di kejar, beruntung tenda-tenda kami di atas bukit. Kami terus berlari menuju tenda-tenda kami, kuda kami melaju secepat angin, tapi kuda mereka berlari sekencang badai. Disaat menuju lembah menuju bukit, Ayahanda memerintahkan para pemanah untuk melepaskan anak panah mereka. Seketika para prajurit musuh itu mati tak tak berdaya dengan panah-panah kami.


 Sekarang hanya tersisa 200 musuh yang ada di tenda-tenda mereka, aku mengumpulkan seluruh pasukan ku untuk menggunakan formasi melingkar untuk mengepung mereka. Pengepungan kami ternyata sukses membuat para pemberontak tersebut menyerah, Sekarang hanya tersisa 15 pemberontak, mereka adalah para pemberontak yang menyerah. Sisa nya mereka mati karena tidak mau menyerah melawan kami.


Tahanan Cinta


 Saat ini 15 pemberontak itu sudah berada di tenda kami untuk mengintrogasi mereka mengapa mereka melakukan aksi ini. Dari 15 pemberontak itu, ternyata ada satu wanita yang ikut dalam peperangan. Ia menggunakan penutup wajah untuk menyamarkan identitas nya. Karena penasaran aku membuka penutup wajah itu dan ternyata itu adalah Gita.


 Saat membuka penutup wajah itu dan ternyata itu adalah Gita. Seketika area di sekitar ku menjadi ruangan putih yang di selimuti oleh Bunga Mawar Biru yang meng kelilingi ruangan ini. Tiba-tiba aku duduk di sebuah kursi yang di depan nya sudah ada Gita yang membawa cambuk hitam di tangan nya. Gita menanyakan sebuah pertanyaan yang membuatku kebingungan.


"Bagaimana kamu bisa mengenal dia?"


"Mengenal siapa?"


"Bagaimana kamu bisa mengenal dia?"


"Maksud mu Kak Freya?"


"Bagaimana kamu bisa mengenal dia?"


"Sabtu saat berada di Game Center."


"Bagaimana kamu bisa mengenal dia?"


"Bukan aku yang bermaksud untuk berkenalan, hanya saja dia yang memaksa ku untuk mengajari nya."


"Bagaimana kamu bisa mengenal dia?"


"Sebelum nya Aku mengajari nya bermain salah satu permainan perkalihan yang ada di Game Center."


 Di Air itu bayangan kami berubah dengan masing-masing muka yang kami punya, karena aku sedang menjadi Rama maka di bayangan di air itu adalah Joseph dan karena sekarang Gita berubah menjadi Rosella maka bayangan nya menjadi Gita. Kemudian pakaian kami berubah menjadi pakaian sekolah kami dan penampilan Rosella menjadi Gita. Kemudian Gita bercerita tentang kehidupan asli nya, cerita sebelum kami di satukan oleh mimpi.


 Dari ruangan merah tadi kami di bawa ke balkon depan kelas kami, kemudian ia mulai bercerita tentang kehidupan sebelum bertemu dengan ku.


"Kau tau? aku ini sangat ingin bertemu dengan mu pangeran ku, kau adalah inpirasi yang selalu membuat ku bersemangat menjalani hari-hari ku. Saat waktu pertama kali kita bertemu, aku langsung tau bahwa itu kau. Aku tak tak tahu apakah itu sebuah takdir atau memang itu adalah sebuah tali pengikat antara kau dan aku."


"Sama seperti kau, aku juga langsung tau bahwa itu dirimu putri ku. Saat waktu itu aku melihat matamu, hati ku tau bahwa itu adalah kau, karena memang hati tak bisa di bohongi."


"Di saat-saat seperti ini lah yang ku mau saat bersama mu di dunia nyata, Rama maukah kamu menjadi kekasih ku di dunia nyata."


"Apa??? Kenapa tidak?!"


"Jadi kau mau menjadi kekasih ku?"


"Apakah kita bukan kekasih saat ini?"


"Apakah kau berpikir demikian...?"


"Ya Gita Aku juga menantikan saat-saat seperti ini..."


 Gita menatap mata ku dengan serius sembari memegang tangan ku, kemudian aku teringat sebuah pertanyaan yang dari dulu ingin aku katakan kepadanya.


"Oiya Gita ingin bertanya."


"Silahkan aku akan menjawabnya pertanyaan mu semampu ku."


"Apakah kau seorang artis muda yang hiatus itu...?"


"Jadi gini Pangeran ku, kenapa kau bisa mengenal ku saat di sekolah namun kau tidak dapat mengenali ku dalam wajah lainnya, apa mungkin karena kacamata ini ya...?"


"Jadi benar kamu itu artis muda itu? kenapa kamu memutuskan untuk hiatus...?"


"Mata ku ini minus, jadi saat aku menjadi Artis aku menggunakan softlens yang membuat mata ku lelah. Mungkin itu salah satu nya aku ingin berhenti menjadi artis dan lagi pula kalau aku hiatus di dunia hiburan aku bisa bersama dengan mu..."


"Namun kau juga berkata di konfersi fans saat itu kau ingin kembali ke dunia hiburan?"


"Ya begitulah manajer ku selalu menekan ku untuk kembali ke dunia hiburan, karena muak selalu tertekan karena ocehan nya, aku memutuskan sekali lagi menyetujui usulan manajer payah itu."


"Namun jika kamu kembali menjadi artis kembali, maka kau tak bisa sekolah normal lagi bertemu dengan ku?"


"Ya begitulah resiko nya, namun Aku dan Kamu kan bisa bertemu di sini, di mimpi indah yang tak terbatas."


 Kemudian Gita memeluk ku, karena tak bisa berbuat apa-apa kemudian aku memeluk nya kembali. Saat berpelukan ini tiba-tiba aku terbangun dari mimpi ku ini karena siraman air dari ibu...