
Malam Pesta
Malam ini merupakan malah pesta yang indah, ini merupakan perayaan hari perdamaian ke 109, semua pemimpin dari seluruh negeri berkumpul untuk bersenang - senang ataupun berbisnis satu sama lain. Oh iya hampir lupa, nama ku adalah Joseph aku adalah putra kerajaan yang memiliki wilayah yang sedikit namun sangat kaya.
Ayah ku merupakan Raja yang adil dan tegas, dia senang sekali menyapa rakyat - rakyatnya. Aku ingin sekali menjadi Ayah, saat ini Ayah sedang berbincang dengan raja dari kerajaan timur. Sedangkan aku hanya berkeliling dan mengamati pesta perayaan perdamaian ini, setelah aku sudah mengelilingi area pesta akhirnya aku memutuskan ke area balkon atas untuk mencari udara segar.
Aku bukan lah penyuka pesta seperti ayah ku, namun aku ingin sekali seperti ayah ku. Aku melihat pemandangan yang sangat indah dari atas sini. Tiba - Tiba datang lah kereta kuda beserta pasukan yang sangat gagah memasuki gerbang. Aku sangat kagum dengan para pasukan pengawal Kereta Kuda itu karena Pedang mereka yang sangat mewah.
Aku mengamati terus Kereta kuda itu sampai orang yang didalamnya keluar dan memasuki Area pesta. Setelah ku amati dengan seksama aku baru tersadar bahwa ternyata Kereta kuda itu adalah Kereta kuda dari Kerajaan Utara pantas saja pengawalnya memakai pedang yang mewah saat mengawal kereta kuda itu.
Saat aku sedang mengamati keluar lah seorang putri cantik menggunakan gaun putih yang bersinar terang. Putri itu menggunakan mahkota kecil di kepala nya, ia nampak anggun dan elegan. Tak hanya Putri Utara, Raja dan Ratu pun ikut bersama menghadiri pesta malam ini.
Keluarga itu dijaga sampai memasuki pintu area pesta yang sudah disambut oleh keluarga kerajaan yang lain. Lalu aku segera pergi ke area tangga untuk turun dan melihat keluarga kerajaan Utara itu.
Saat aku menuju tangga sudah tak ada orang disini, semuanya turun untuk melihat keluarga kerajaan itu, Semua mata tertuju kepada keluarga kerajaan Utara. Mereka di hormati dan dijamu dengan sangat baik oleh menyelenggarakan pesta. Aku ingin turun menemui ayah ku namun aku tak bisa karena tangga sudah penuh dengan orang - orang yang ingin turun menemui keluarga itu.
Karena itu aku hanya bisa melihat mereka dari atas, sungguh keluarga yang menawan.
Putri Utara banyak di jumpai pangeran lainnya untuk diajak untuk berdansa di acara utama. Namun Putri Utara menolak dan ingin berjumpa dengan putri kerajaan lain.
Aku melihatnya dengan putri kerajaan lain sangat lah menawan, ia bercengkrama dengan yang putri lainnya seperti seorang ratu yang menjumpai rakyatnya dengan sangat baik.
Sangat cantik, ia sangat lah anggun saat mengambil cangkir yang ia dapatkan. Bahkan meminumnya pun tak seperti putri lainnya, dia adalah Putri cantik yang tak ada duanya.
Disaat aku sedang mengamati Putri Utara itu tiba-tiba ada suara yang sangat nyaring di telinga ku aku tak tau apa itu. Tapi dalam sekejap bunyi itu hilang dan aku dapat mengamati Putri itu.
Saat aku sedang mengamati Putri itu, ia melihat kearah ku dan ia seperti orang yang ingin menjumpai ku. Dugaan ku salah ternyata ia menjumpai ayah nya yang sedang bersama ayah ku!!!
"Eh itu ayah!!!"
Aku kaget dan terheran-heran kenapa ayah ku bisa menjumpai Raja Utara yang memiliki kerajaan yang luas dan lebih kaya daripada ayah. Aku heran dan bertanya - tanya kepada diriku sendiri, Aku tidak bisa menjumpai mereka karena aku terjebak di atas karena di tangga sudah sangat penuh.
Mereka berdua seperti nya sangat lah akrab dan seperti teman lama yang sedang berkumpul. Raja Utara memperkenalkan Putri nya kepada ayah ku, Putri Utara pun memperkenalkan diri nya dengan sangat anggun dan sopan pada ayah ku.
Tiba - tiba menyelenggarakan pesta yaitu kerajaan negeri barat. memberitahukan bahwa acara utama yaitu pesta dansa untuk Pangeran dan putri kerajaan akan segera dimulai. Karena panggilan pesta dansa itu semua Anggota kerajaan menuju ruang pesta dan menghentikan kegiatan nya dan mempersiapkan putra dan putri nya untuk unjuk Gigi dalam pesta dansa itu.
Akhirnya tangga itu sudah bisa ku lalui, Aku dapat bertemu dengan ayah ku. Tapi keluarga kerajaan Utara sudah pergi terlebih dahulu ke ruang dansa.
"Nak dari mana saja kau ini?"
"Maaf ayahanda, aku tadi mencari angin segar di balkon."
"Tak apa nak sekarang kau, harus ikut ayah."
"Apakah itu ke area pesta dansa?"
"Benar sekali, apakah kau sudah siap?"
"Tapi kan aku masih belum lancar berdansa ayahanda?"
"Tak apa kau akan mendapatkan partner dansa yang sesuai untuk mu."
Kemudian Aku dan Ayah menuju ruang dansa yang ternyata sudah banyak pangeran dan putri di area dansa itu, Orang tua mereka hanya melihat mereka berdansa. Lalu aku bertanya kepada ayah siapa partner dansa ku itu.
"Ayahanda sebelum, siapa partner dansa ku itu?"
"Sebentar lagi kau akan melihat nya nak."
Tanpa ku duga Ayah membawa ku ke keluarga kerajaan utara, Ayah memperkenalkan ku kepada Raja Utara dan keluarga nya. Aku memperkenalkan diri ku dengan baik sampai aku memperkenalkan diri ku kepada Putri Utara, Aku sampai gugup berkenalan dengan Putri Utara.
"Aanu nama ku Josephine Alexian."
"Nama ku Destiny Rosella."
"Hey kalian berdua apakah kalian sudah siap menjadi partner dansa?" Kata Raja Utara
"Apaa.!? apakah dia mau??" kata ku dengan muka memerah
"Tentu saja mau..!" Kata Putri Utara dengan senyum manisnya
"Baiklah kalian berdua, langsung lah kalian berdansa dan jangan mengecewakan kami."
Kata ayah ku
Kami pun didorong ketengah area dansa oleh mereka.
"Sebelum nya maaf, aku masih kaku untuk berdansa..."
"Tak apa, asalkan kau melihat mata ku semuanya akan lancar."
Berdansa dibawah cahaya
Semua peserta dansa sudah siap dengan pasangan mereka masing-masing. Tapi mata mereka malah menuju kepada kami, Tangan ku direbut oleh Putri Utara. Genggaman nya sanga lembut sampai - sampai aku tak bisa membedakan kain sutra dengan tangannya.
Saat musik sudah dimainkan, mata ku dan matanya saling bertemu. Muka ku memerah kembali, dan aku tidak bisa melihatnya terus menerus. Karena aku tidak bisa melihatnya dengan baik aku ditegur oleh nya untuk melihat matanya.
Teguran itu membuatku menatap matanya yang indah itu. Tatapan manis tak berdosa dari Putri Utara adalah pemandangan terindah yang pernah kulihat.
Wajah manis nya, rambut nya yang sangat indah, mata yang lentik, tangan yang lembut, tubuh yang ideal, semuanya dimiliki Putri Utara ini.
Saat berada di pertengahan dansa, terdengar kembali suara nyari menuju telinga ku. sehingga aku tak bisa melanjutkan dansa dan membuat ku terkapar. Disaat-saat terakhir ia menanyakan apakah aku baik baik saja. Kemudian ia lanjutkan dengan mencium bibir ku, Membuatku tak sadarkan diri.
Pagi Hari Yang Menyebalkan
"Cepat bangun lah nak!!!, apakah kau ingin melewatkan acara perayaan siswa baru di sekolah baru mu dasar pemalas..!!!"
"Eh siapa kau?"
"Siapa kau? ini ibu mu dasar anak kurang ajar cepat lah mandi, jika aku kembali mendapatkan mu masih di tempat tidur akan ku siram dengan air!!!"
"Baiklah Bu."